Kisah Cinta Bulan

Kisah Cinta Bulan
bab 23


__ADS_3

''Tolong ...'' pinta Bulan dengan wajah memohon pada Wira


Lalu wajah Bulan memerah ''Ahh aduuu- Duhh- duh..'' Tiba-tiba Bulan memekik seperti menahan sesuatu wajahnya aneh.


''Hei kenapa, dengan mu?'' Wira panik Wira mendekat Bulan


''Tolong, ini sudah tidak tahan.'' jerit Bulan.


''Sesusah itu kah kau gak bisa berdiri dan melangkah?'' omel Wira begitu kesal tapi kini Bulan sudah berada di gendongan nya ya, Wira menghendaki Bulan dan ia membawa perempuan itu ke kamar mandi.


Sebenarnya Wira merasa ogah, tapi mau bagaimana lagi dia pusing mendengar suara Bulan.


Wira sudah mendudukkan Bulan di atas closed ''Kamu sekarang bisa melakukan nya dengan sendiri kan?'' ujar Wira setelah Bulan duduk itu.


''Hm, melakukan apa?'' tanya Bulan polos


''Kencing? memang apa lagi '' cetus Wira


''oooh ya tentu aku melakukan nya sendiri, baiklah terima kasih Tuan '' ujar Bulan sudah mengerti maksud Wira Bulan pun mengangguk berterimakasih tadi.


Kemudian Wira Keluar dari kamar mandi dan membiarkan Bulan mengeluarkan sesuatu yang di butuhkan manusia. Tapi Wira tak beranjak jauh dia masih menunggu Bulan di depan pintu kamar mandi itu.


Beberapa saat kemudian, Bulan sudah selesai melakukan hajat nya dia pun lebih fresh karena dia mengguyur wajahnya dengan air tentu tadi ia sempat gosok gigi nya dulu, karena dia tidak suka jorok dan barangkali nanti Wira mencium nya Eh...


klrreeaakk


Suara pintu yang di buka Bulan, maksudnya kunci pintu bukan arti pintu nya sudah reyot ya.


Lantas wanita itu berjalan keluar dan tak menghiraukan kehadiran pria yang tengah menunggu nya sambil menyenderkan punggung di tembok.


Bulan berlalu begitu saja.


''Bulan...'' suara dan panggilan orang itu mengagetkan Bulan


''E-eh, Pak . Kenapa di sana?'' tanya Bulan menoleh belakang lagi


''Kenapa? kenapa kamu bilang?'' Wira marah


Bulan hanya mengangguk ''Saya itu nunggu kamu loh Bulan di sini.'' tunjuknya pada lantai ia berpijak ''Tapi kamu yang saya tunggu malah melangkah pergi begitu saja'' dengus Wira semakin kesal pada Bulan


''Oooh, maaf..'' Bulan tak tahu dan ia menyesal


''Kamu ini bohong ya? Beraninya kamu bohongi saya.'' tuduh Wira begitu tak berperasaan.

__ADS_1


''Bohong apa? aku, tidak mengerti pak.'' ucap Bulan


''Ya, kamu ini sudah bohong. Katanya kamu sakit itu kaki mu, tapi lihat kamu malah bisa jalan sendiri sekarang. Oooohhh kamu sedang cari kesempatan ya?'' tuduhnya lagi tatapan Wira sudah mendelik


''Cari kesempatan?'' ah Bulan semakin bingung nih.


''Ya, kamu pura-pura sakit di kaki, agar bisa saya gendong kan, benar begitu Bulan.''


''Ahhh tidak pak, tidak bukan seperti itu kok maksud aku, aku ini beneran tadi sakit kaki' ku pak. Aku kram otot.'' bela nya


''Ahh Sudahlah, menyebalkan..'' umpat Wira dia memilih mandi .


Brrakkkk.....


Bahkan Wira yang kesal membanting pintu kamar mandi. Membuat Bulan terlonjak kaget


''Ya Tuhan , dia marah..''


Sementara Bulan masih bengong dan berpikir ''Sebenarnya di mana salah ku,? Aku kan sudah tak menyuruhnya menunggu lagian kali ku sudah sembuh.'' ucap Bulan pelan


Dan Bulan kira permintaan bantuan nya tadi kepada Wira tidak akan menjadi keributan seperti ini, kalau saja Bulan tahu Wira masih menunggu nya di depan pintu. Sudah pasti Bulan akan meminta di gendong lagi oleh Wira..


''Ahhhh benar Bulan, kau salah sangat salah.''


Bulan Merasakan melayang saat tadi dia di gendong oleh seorang pria untuk pertama kalinya. Itu ... Rasanya luar biasa enak.!


''Saya mau keluar..'' tiba-tiba suara Wira mengagetkan dan membuyarkan lamunan Bulan


''Eh tunggu Pak, mau ke mana ?'' Bulan mengejar Wira dan menahan kepergian Wira.


''Itu bukan urusan mu, kau di sini saja nanti saya pesankan makan mu.'' jawab Wira sangat dingin


''Tidak bisa,!'' kata Bulan mulai berani


''Heh ada apa dengan mu? sejak kapan kau berani membantah saya?'' Wira terkejut tapi merubah lagi ekspresi wajah jadi dingin Kembali.


''Sejak aku menjadi istrinya Anda.'' balas Bulan tegas


Bulan, ingat nanti di sana kamu harus bisa melawan Wira, kamu jangan kalah jangan mau di tinggal oleh Wira pergi keluar dan kamu seorang diri di kamar. Kemanapun Wira pergi, maka ikutin lah dia.. Nah pesan itu terngiang-ngiang di pikiran Bulan..


''Ohhh siapa itu yang mengajari mu jadi ngelunjak begini?'' tanya Wira.


''Ti-tidak ada yang mengajari, tapi kata ibu ... Aku bila sudah menikah harus ikut kemanapun suami pergi.'' jawab Bulan

__ADS_1


''Ibu? ibu yang mana, Mama?'' tebak Wira sudah ingin marah bila benar.


Tapi Bulan menggeleng ''Bukan, tapi ibu aku Bu Marni..'' jawab Bulan dengan sedikit ngeles


Ohhhhhh kirain Mama lagi, tapi Wira curiga ini ada akal akalan nya sang Mama..


Tadinya Wira ingin pergi untuk liburan atau mencari hiburan sejenak dari manusia satu ini, ehh perempuan yang ingin dia hindari malah meminta ikut.


Wira berbalik arah dia jadi pergi ke balkon dan itu membuat Bulan merasa heran .


Bulan mengikuti Wira yang tengah menatap keindahan pagi di kota London ini..


''Loh Pak, tidak jadi keluar?'' tanya Bulan


''Sssttt, Diamlah.'' sentak Wira tegas


''Oooo ok.'' Bulan diam


'Kalau seperti ini caranya, ini bukan liburan tapi ini suatu musibah.' ucap batin Wira


'Dia kenapa? Apa aku salah saat bilang ingin ikut.' Bulan merasa bersalah.


''Pak..'' Bulan pun memanggil


''Hm.'' sahut Wira singkat


''Bapak, tidak jadi keluar?'' kembali tanya Bulan


''Saya malas keluar.'' jawab Wira cetus


''Apa karena saya tadi ingin ikut?'' kembali ujar Bulan


''Menurut mu?'' tanya balik Wira


''Iya.'' angguk polos Bulan


''Ahh sudahlah jangan banyak tanya.''


''Tidak Pak, begini saja kalau bapak memang ingin keluar ya baiklah silahkan, Aku tidak akan ikut.'' kata Bulan tiba-tiba


Seketika Wira berbalik jadi menatap Bulan. ''Kenapa kamu jadi berubah pikiran, jadi tidak mau ikut hm?'' tanya Wira ingin tahu.


Bulan hanya menggeleng ''Sebaiknya aku di sini saja, aku sedang kram kaki dan juga aku, aku ini tidak terbiasa bertemu dengan orang-orang..'' jawab Bulan

__ADS_1


Dan akhirnya ini bagaikan angin segar untuk Wira tak membuang waktu Wira langsung pergi begitu saja meninggalkan Bulan sendirian di kamar hotel.


__ADS_2