
''Ayo pulang.'' ajak Wira tiba-tiba saat mereka baru selesai makan
''Pulang, kenapa? ada apa ?'' tanya Bulan bingung masalahnya ini masih siang
''Kok kenapa ? Ya ayo pulang, kamu mau disini?'' kata Wira
''Ooh pulang ke kantor lagi ya pak.'' Bulan pun berdiri
''Pulang itu ke rumah, ke kantor ya kerja.'' sahut Wira
''Tapi ini kan masih siang Pak, bukannya pulang kantor itu suka sore atau malam ya ?'' Bulan sampai menggaruk kepalanya ia bingung
''Dasar wanita biasanya banyak tanya, bisa gak kamu nurut saja yang saya katakan Bulan jangan tanya ini itu, tugas kamu di kantor sudah selesai , ini sudah waktunya kamu pulang kantor.'' jelas Wira
''Apa? Oh aku sudah selesai jam kantor tapi ...''
''Khhmm.'' Wira berdehem kesal
''Ya baiklah.'' Bulan memilih nurut saja untuk saat ini
*
''Loh sudah pada pulang.'' ucap Mama R
Nur melihat anak menantunya keluar dari mobil
''Iya ma.''balas Wira lalu masuk lebih dulu
''Kalian pulang dulu Lan?''
''Tidak Ma, katanya pekerjaan Bulan sudah selesai dan pak Wira ngajak pulang.'' jawab Bulan
''Hmm ngajak pulang siang-siang?'' Mama Nur jadi berpikir kemana-mana
''Ada apa Ma ?'' tanya Bulan Menatap aneh ibu mertua nya malah senyum-senyum sendiri
''Kamu ini, sudah sana cepat susul suamimu ke kamar mandi Bulan.'' suruh ibu Nur tiba-tiba
''Ya aada apa? kenapa dengan pak Wira ?'' Bulan cemas
''Ah kamu tidak peka, ini tuh tanda dari suamimu, kalau dia itu ingin membuat anak di siang hari Bulan, eh kamu dasar polos.'' celetuk Mama Nur itu yang tadi Mama simpulkan
''Hah?'' Bulan kaget
''Sudah sana cepat susul dia ayo.'' Mama Nur mendorong tubuh Bulan
''Bulan kesini kamu.'' tiba-tiba Wira memanggil nya
''Tuh kan apa yang Mama katakan benar kan, dia gak tahan itu Ulan cepat.'' kukuh Mama Nur semakin beranggapan Wira menginginkan anu
'Em apa benar begitu ? Oh tidak sadar Bulan, kalau pun benar kamu harus tahan diri Bulan jangan tergoda.' batin Bulan lalu ia berjalan ke kamar Wira atau kini menjadi kamar nya juga.
__ADS_1
''Permisi Pak aada apa ya?'' ucap Bulan berdiam diri di dekat pintu
Wira menatap aneh, ''Kenapa dengan mu? Ayo kesini.'' suruh Wira menepuk kasur dan duduk di sebelahnya.
Di kasur itu?
Bulan menggeleng.
''Bulan cepat!''
''I-iya Pak.'' Bulan kaget saat dia di bentak
''Lan, kamu risih gak kerja dengan si Angga?'' Wira mulai bersuara dan jarak mereka cukup dekat Sekarang ini, Bulan bisa mencium aroma wangi parfum Wira
Eh kenapa Pak Wira nanya nya gitu ya. batin Bulan ''Ya nyaman saja sih Pak, kenapa gitu?''
''Jadi kamu nyaman ya dengan si Angga,''
''Em iya.''
Ini tidak bisa di biarin, tapi sebenarnya apa peduliku. Mau dia gimana juga terserah lah. Tapi ... Aku juga merasa tidak suka ya, hah astaga kenapa dengan ku. Bukankah aku yang meminta si Angga untuk mengajari wanita ini. batin Wira
''Hei pak, malah bengong oh ya ada apa ya menyuruhku kesini?'' Bulan menyadarkan lamunan Wira
''Oh itu, sepertinya saya masuk angin tolong kamu ambilkan obat masuk angin dan seperti biasa Bulan!'' ucap Wira dengan menyebutkan kode yang Bulan mengerti maksudnya.
Wira butuh pijatan dari Bulan. Ah tadi biasa aja deh perasaan, kayak gak lagi sakit Pak bos ini.
''Kaki Lan.'' jawab Wira lalu memposisikan diri dengan menyender di bantal dan kaki yang di luruskan.
Bulan pun duduk di pinggir ranjang lalu mulai meneteskan minyak tersebut di tangannya dan ia usap usap lebih dulu di telapak tangan kemudian ia langsung mengoleskan nya di kaki Wira dan perlahan memijitnya juga.
Bulan fokus pada pijatannya sementara Wira, pria itu mendadak menatap intens wajah Bulan yang memiliki hidung cukup mancung, pipi yang chubby, dan mata yang indah.
Sejak kapan cewek tengil ini berubah jadi anggun dan cantik ya, bahkan sepertinya dia mulai memoles hiasan di wajahnya. Kok saya baru sadar ini sejak kapan dia dandan.
Si cerewet ini rupanya pandai dandan juga, tidak berantakan. tak sadar Wira memuji Bulan.
''Eh Pak.'' panggil Bulan menatap Wira
''Ya.''
''Itu Pak, mas Angga apa masih di kantor ?'' tanya Bulan baru ingat
''Ngapain kamu nanyain si Angga, dia masih banyak pekerjaan di kantor nanti juga pulang.'' jawab Wira terkesan acuh seperti tak punya rasa bersalah sudah meninggalkan Angga dan mereka pulang duluan.
''Ya kasihan aja Pak, tapi sudah di beri kabar kalau aku pulang kan?''
''Sudah Bulan, dan kalaupun gak beritahu dia juga ya tidak apa-apa, kamu ini isteri saya ini dan saya bos nya.''
''Uhukkk, istri ?''
__ADS_1
''Kenapa kamu , so terkejut begitu ?''
''Jadi, saya istri ?''
''Heh apa maksudmu ? Jangan bercanda !''
''Em bukan becanda tapi kalau beneran istri ...''
''Apa? buang jauh pikiran kotor mu itu.'' sahut Wira salah menebak
''Gak , aku tidak lagi mikirin yang kotor. Hanya itu pak, boleh saya tanya sesuatu ?'' Bulan menatap serius
''Katakan saja!''
''Aku merasa akhir-akhir ini bapak jadi sering bilang aku isteri, apa itu artinya Pak bos mulai menerima mu menjadi istri ya? Atau mungkin pak bos mulu menyukai --''
''Kamu salah besar, ya memang kamu sekarang istriku bukan kah itu benar kan. Tapi soal saya menyukai mu itu tidak mungkin Bulan, kamu bukan tipe saya dan berhenti lah berharap.'' Wira segera memotong ucapan Bulan lalu mengatakan semua itu
''Oh gitu, tapi siapa yang berharap ? Aku kan cuma tanya Pak, hm mungkin Anda ini kali yang ke geer-an.'' Bulan balas mengejek Wira
''Berani kamu seperti itu sama saya? Pijat saja sudah yang benar.'' kata Wira
**
Tidak terasa Bulan bekerja di kantor sudah satu bulan lamanya, dan untunglah Bulan ini memiliki pikiran yang tanggap sehingga dia mudah mempelajari soal bisnis dan perusahaan.
Padahal kebenarannya Bulan ini tidak lulus kuliah, karena dulu ibu Bulan mengalami sakit sehingga harus Bulan yang menggantikan pekerjaan mbok Marni dalam mengurus rumah juga dapur Mama Nur, saat itu terpaksa Bulan berhenti kuliah.
''Permisi Bos, besok adalah jadwal Anda ke kota xx untuk meninjau lokasi disana.'' beritahu Angga kepada Wira tentang kegiatan besok hari
''Oh yaudah, thank Ga.'' balas Wira sambil tangannya mengetik di papan keyboard.
''Baik itu saja Pak, saya permisi.''
''Hmm, eh Ga tunggu.'' panggil Wira kembali
''Ya ada apa Bos ?'' Angga berbalik menghadap Wira lagi
''Untuk meninjau lokasi kali ini kami tidak perlu ikut ya,''
''Kenapa ya Bos ?'' karena biasanya Angga yang merupakan asisten Wira selalu ikut menemani
''Ya pokoknya kamu urus di perusahaan saja, saya bisa kok kesana sendiri.'' hanya itu kata Wira
''Baiklah Bos, saya mengerti permisi.''
''Iya Ga.''
Setelah kepergian Angga, kemudian senyum terbit di bibir Wira.
''Saya akan mengajak mu dalam meninjau lokasi nanti agar pengetahuan mu semakin luas, juga agar kamu tak bosan.'' ucap Wira bergumam
__ADS_1