Kisah Cinta Bulan

Kisah Cinta Bulan
29


__ADS_3

Bulan menyaksikan bagaimana Wira melakukan pekerjaan dengan begitu telaten dan santai namun penuh tanggung jawab, Bulan jadi tidak bosan lagi bahkan kini dia semakin meronta ingin bekerja secara tiba-tiba.


Akhirnya pertemuan Wira dengan clien perempuan itu pun sudah usai, clien nya berpamitan pada Wira dan Bulan dengan elegannya.


''Sudah selesai ?'' tanya Bulan bersuara


''Sudah, oh ya Lan, kamu lihat tidak bagaimana cara perempuan tadi dalam bekerja ?'' tanya balik Wira


''Iya aku lihat Pak, dan Sepertinya seru juga terlihat sangat berwibawa orang kantoran itu ya Pak.'' ucap Bulan


''Ya memang harus seperti itu Bulan, oh ya kamu ada gak rasa ingin bekerja kaya clien ku tadi ?''


Bulan terkejut dan tak buang waktu dia pun mengangguk cepat, ''iya Pak, a-aku mau mau Pak.'' sahutnya antusias


''Kalau mau kamu harus belajar.''


''Tapi bagaimana caranya ?'' Bulan bingung


''Pak Wira mau ajarin aku tentara perusahaan? Tapi kan Ulan gak kuliah.'' lanjutnya

__ADS_1


''Itu gampang Bulan, yang terpenting kamu mau melakukannya dan belajar dalam bisnis Bulan.''


''Mau banget Pak, tapi apa aku pantas menjadi wanita karir ya?'' Bulan jadi tidak percaya diri karena dia kan hanya anak dari seorang pembantu


''Kamu kenapa jadi inseciur begitu Bulan, untuk melakukan bisnis ini jiwa dan mental kamu harus kuat dulu, kalau kamu lelah bagaimana bisa melawan lawan bisnis mu?'' nasehat Wira


''Pak bos benar, aku harus semangat dan bisa membuktikan.''


''Nah gitu dong, enak dilihatnya tapi aku gak bisa ngajarin kami Bulan, tanggung jawab ku di perusahaan juga tidak bisa ditinggal jadi sebaiknya nanti kamu di ajarin sama si Angga, gak apa-apa kan?''


Bulan berfikir sejenak, ya ada benarnya juga yang di katakan Wira, pria itu kan punya tanggung jawab yang besar dalam perusahaan pastinya waktunya tidak akan terbuang sia-sia hanya dengan mengajarkan soal bisnis dengan nya Bulan pun setuju usul Wira.


''Baik pak Bos, aku setuju dan terima kasih tapi sebenarnya kenapa tiba-tiba ingin aku terjun ke dunia bisnis pak?'' Bulan merasa dia perlu menanyakan ini pada Wira.


''Aku tidak punya niat jahat ya Bulan, aku melakukan ini karena baru sadar kamu tidak perlu bergaul bahkan kami tak memiliki teman kan? Dan aku rasa waktu berteman mu itu sudah terlewat,''Karena masa bermain Bulan sudah terlewatkan.


''Aaaa mas, makasih.'' Bulan menyela penjelasan Wira dan tak sadar ia langsung memeluk Wira karena saking senangnya.


''Uhh kau membuatku susah nafas Bulan.'' omel Wira

__ADS_1


Bulan hanya tersenyum meringis.


''Bulan aku rasa tidak ada salah kamu terjun ke dunia bisnis, aku tahu potensi mu kau adalah orang yang pandai dan tanggap dalam melakukan apapun, jadi aku rasa kau bisa membantuku salam mengelola bisnis ini, kamu akan membuat pemasukan perusahaan semakin besar lagi.'' lanjut Wira


''Jadi karena uang?''


''Apalagi, uang itu segalanya Bulan, kita ini harus realistis, semua jaman sekarang itu pakai uang tapi kami tenang saja untuk enam bulan ini, gaji mu selama enam bulan itu tidak perlu kau berikan pada perusahaan, itu kau ambil untuk ku dan ibumu. Tapi setelah habis enam bulan baru di bagi dengan perusahaan.'' keputusan Wira dan tak terbantahkan


Bulan hanya mencebik-kan bibirnya, ia lupa Pria ini kan gila harta.


''Sudah gak usah cemberut kayak kesal gitu Lan, ini untuk mu masa depan kamu, ya kalau kamu sudah pandai dalam bidang perkantoran dan ekonomi, itu akan menguntungkan untuk mu, apalagi kalau kau sudah sukses dan misalnya kita berpisah, kau bisa menghidupi dirimu sendiri Bulan.'' celetuk Wira tanpa sadar


''Apa! Jadi semuanya ini karena pak Bos, ingin kita berpisah begitu ? Aku gak mau !'' pekik Bulan


''Eh bukan gitu Bulan, kan saya bilang tadi kalo misalnya.'' ulang Wira


''Pak bos ini kayak bunglon, kadang berubah baik kadang berubah jadi suka menyakiti.'' umpat Bulan dan ia beranjak kemudian berlalu pergi


''Hei tunggu, bukan seperti itu maksudku.''

__ADS_1


''Hah ... memang seperti ini lah wanita susah diatur , makanya aku benci wanita.'' Wira mengejar Bulan


'Kita lihat saja nanti, Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, ketika kau melihat kedekatan ku dengan mas Angga, hmm ... ini akan ku jadikan kesempatan untuk membalas mu! Jangan sebut aku Bulan, kalau aku mengalah begitu saja' ucap batin Bulan memiliki rencana. Dan kekehnya dalam hati ia akan menang.


__ADS_2