
Bulan dan Wira mereka sudah sampai di kota tersebut untuk besoknya mengecek lokasi pembangunan proyek yang akan menjadi tempat baru perusahaan Wira di kota itu yang akan menjadi anak cabang perusahaan.
Wira tidak memesan hotel di kota tersebut sebab sebelumnya Pria itu telah membeli apartemen yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat pembangunan.
''Pak, ini tempat apa tinggi sekali.'' tanya Bulan melihat-lihat bangunan yang tinggi menjulang.
''Kamu gak tahu ini tuh apartemen namanya.'' jawab Wira
''Apartemen yang suka ada di film kan, oh ya sekarang aku ingat.'' kata Bulan ia suka melihatnya di televisi namun dia tidak tahu dengan nama bangunan tersebut.
''Mulai detik ini kamu harus tahu tentang dunia luar Bulan.'' ujar Wira
''Kenapa begitu Pak ?'' tanya Bulan jelas ia bertanya-tanya sebab sebelumnya ia tidak di perbolehkan keluar apalagi mengetahui tentang bangunan besar seperti yang ia pijak sekarang ini.
''Karena sekarang kamu menjadi wanita yang sudah bekerja jadi kamu harus tahu nama-nama bangunan ataupun perusahaan di berbagai dunia.'' jelas Wira
''Sepertinya itu seru Pak.'' kekeh Bulan
''Jangan di buat mainan, disini kamu bekerja jadi harus sungguh-sungguh.'' perintah Pria itu
''Siapa yang mau main-main.'' gerutu Bulan pelan
''Jangan mengumpat.'' ucap Wira menatap Bulan
''Tidak kok.'' wanita itu balasan menggeleng dan terkesan acuh.
**
Semua nyatanya telah berjalan dengan lancar, hari ini kembali Wira mengajak Bulan untuk melihat-lihat lokasi. Lalu saat mereka berjalan menuju dalam ruangan tiba-tiba ada seorang wanita menghampiri mereka.
''Selamat siang Pak Wira.'' sapa wanita itu terlihat modis dan rapih juga terkesan menor sebab berdandan juga berpakaian cukup minim.
__ADS_1
''Oh selamat pagi, Yusi.'' balas Wira mengenal wanita ini
Siapa dia? batin Bulan menatap wanita yang menyapa suaminya namun terlihat judes kepadanya sebab tadi wanita itu tidak balas senyuman Bulan.
Andai saja aku tahu, wanita kurang ajar ini tidak membalas senyum ku, aku juga gak akan tersenyum padanya tadi. Tapi pesan mas Wira, katanya aku harus murah senyum disini jangan galak apalagi judes. lanjut hati Bulan menggerutu.
''Apa Bapak Wira kesini untuk mengecek pembangunan Pak ?'' tanya wanita itu terkesan dibuat-buat imut tapi bagi Bulan justru cempreng.
''Benar Yusi, bukankah saya sudah memberi kabar pada staff mu.'' balas Wira
''Oh maafkan saya Pak, dua hari ini saya libur karena anak saya tengah sakit mohon maafkan saya.'' ucap Yusi mengatakan alasannya.
''Ok tidak apa, sekarang bagaimana kondisi anakmu ?'' tanya Wira so perhatian sekali.
''Sudah lebih baik pak bos, dan terima kasih atas perhatiannya.'' balas Yusi sambil tersenyum malu-malu.
Wira menatap aneh pada Yusi, tapi detik kemudian ia mengangguk juga.
''Em ini siapa pak, saya seperti baru lihat dia?'' tanya Yusi tatapannya berubah ketika melihat pada Bulan bahkan terkesan seperti merendahkan.
''Perkenalkan saya adalah---''
''Dia pegawai saya di kantor pusat, manager baru.'' ucap Wira memperjelas dan memotong perkataan Bulan.
Bulan dan Yusi saling mengernyitkan dahi mereka, Yusi berpikir tidak mungkin Bulan menjadi manager di tambah di kantor pusat, sementara dia hanya staff di kantor cabang padahal dia telah bekerja cukup lama dengan Wira, namun Bulan yang katanya anak baru sudah menjadi manager, sungguh ini tidak adil kata batinnya Yusi semakin menatap sengit pada Bulan. Sialan wanita ini bekerja di kantor pusat, mana jadi manager lagi, sementara gue yang sudah lama kerja di perusahaan tidak juga baik jabatan ataupun di pindahkan ke kantor pusat, awas saja kau. batin Yusi
Begitu juga dalam hati Bulan. Kenapa mas Wira harus memotong ucapan ku, padahal tadinya aku ingin mengenalkan diri ku ini sebagai anak pembantu di rumah mas Wira, oh apa dia takut aku keceplosan dengan mengatakan yang sebenarnya kalau aku ini istrinya, apa dia tidak ingin orang ini tahu tentang hubungan kami? Tapi bukankah mereka ini terlihat seperti dua orang yang sudah kenal. batin Bulan
Dan alasan kenapa Wira cepat memotong ucapan Bulan ya karena takut Bulan keceplosan mengatakan dia adalah isteri Wira, karena sampai detik ini Wira masih belum bisa mempublikasikan hubungan mereka yang belum hadirnya cinta di dalam dirinya itu.
''Oh jadi Nona ini manager di kantor pusat, beruntung sekali Anda.'' ucap Yusi
__ADS_1
''Apa maksudmu? Beruntung bagaimana?'' balas Bulan
''Ah tidak ada lupakan saja.'' Yusi harus bisa menjaga sikap di hadapan Wira Karena tidak mau tercoreng.
Kemudian Wira dan Bulan kembali melanjutkan mengecek bangunan itu untuk melihat apakah sudah sesuai dengan yang Wira inginkan atau belum nya.
''Menurutmu bagaimana?'' ucap Wira meminta pendapat Bulan
''Bagaimana apanya?'' kata Bulan
''Oh Bulan ayolah, saya ini sedang membahas mengenai bangunan ini kamu fokus dong.'' omel Wira
''Em, maaf Pak iya menurut aku sudah bagus ok ok saja kok Pak,''
''Memang kamu mengerti dengan konsep nya?'' tanya Wira ini seperti menjebak
Bulan diam, tapi kemudian dia mengangguk tanda ia paham dan mengerti. ''Aku paham kok, bukankah letak bangunan dan konsep seperti ini tuh keinginan nya bapak ya.'' ucap Bulan
''Kamu ... bagaimana bisa tahu?'' Wira terkejut
''Tentu saya tahu dan masih ingat, dulu kalau tidak salah saat saya masih duduk di SMP Bapak pernah mengatakan cita-cita Anda, ingin memiliki perusahaan dengan gaya dan posisi yang seperti ini.'' ujar Bulan lagi mengejutkan Wira
''Hah, benarkah saya pernah mengatakan ini padamu dulu Lan?'' bahkan Wira saja ia lupa tapi wanita ini masih mengingatnya kalau dulu Wira pernah memberitahu cita-citanya kepada Bulan.
''Huum saya masih ingat kok,'' Karena Anda ini spesial mas Wira.. lanjut batin Bulan
''Saya udah lupa Lan.'' sahut Wira sedikit menyesal
''Ya gak apa-apa,''
''Yaudah ayo kita istirahat dulu, kamu pasti haus.'' ajak Wira, dan Bulan balas mengangguk patuh.
__ADS_1
Kita hadirkan saingan Bulan, agar hubungan mereka semakin erat atau justru semakin renggang. Atau mungkin setelah ini justru mereka benar-benar menyatu dalam ikatan mereka yang suci dan halal? See you next bab 💝