
''Bu, Ma, Ulan pamit pergi dulu ya.'' ucap Bulan berpamitan karena sekarang dia akan pergi bersama Wira lagi ke tempat lokasi pembangunan proyek perusahaan.
''Iya hati-hati nak.'' ucap ibunya Mbok Marni
''Lan, kamu disana puas puas-in ya sama anak Mama, kalau perlu nanti pulang kamu berikan cucu untuk Mama pokoknya pulang ini kalian harus berhasil.'' pesan ibu mertua Bulan dengan berbisik
Bulan hanya tersenyum malu-malu tapi dalam hati dia merasa bersalah karena sudah berbohong soal ia dan Wira telah melakukannya.
''Yaudah sana susul suamimu yang udah nunggu di mobil tuh.'' ujar Mama Nur lagi
''Baik Ma, Bu.''
''Iya Lan.'' angguk ibunya
Perjalanan hari ini ke kota Yogyakarta cukup lancar tidak terlalu macet, sebelum sampai Wira tiba-tiba menghentikan laju mobilnya di depan Restauran.
''Pak, kenapa berhenti ?'' tanya Bulan
''Ayo kita makan siang dulu.'' ajak Wira dan membuka pintu mobil
Bulan baru sadar dengan tempat mobil berhenti sekarang ini rupanya di tempat makan, lalu wanita itu mengikuti langkah Wira yang sudah lebih dulu masuk.
Pelayanan datang dan langsung menyajikan makanan yang mereka pesan tadi.
Mereka berdua makan dalam diam, tidak ada obrolan lain apalagi Wira memang orangnya tidak suka bicara saat makan.
Wira melihat tiba-tiba Bulan berhenti makan padahal makanan nya masih banyak pria itu menatap heran lantas dia bertanya ''Kenapa kamu?''
''Em tidak Pak.'' Bulan menggeleng
''Itu makanan mu masih banyak Bulan, apa tidak enak?'' tanya Wira kembali
''Bukan seperti itu pak, aku udah kenyang.'' jawab Bulan menampilkan wajah meyakinkan
''Kenyang? Saya lihat kamu makan sedikit Ulan, kamu sakit?''
Bulan menggeleng kembali.
''Biar ku coba.'' Wira pun mencicipi makanan milik Bulan
''Eh jangan Pak.'' cegah Bulan tapi sayang ia terlambat karena Wira sudah menyuapkan makanan tersebut ke mulutnya.
''Kenapa? Ini enak kok.'' Wira merasakan makanan punya Bulan aman-aman saja pikirnya
''Pak, kenapa di makan? Itu bekas aku.'' ucap Bulan tidak enak
__ADS_1
''Emang kamu penyakitan hm?''
''Amit-amit tidak lah.'' cepat WANITA itu menjawab
''Ya makanya saya berani mencoba makanan punya kamu ini, tapi ada apa dengan mu kau tak melanjutkan makan hm?''
''Aku kan udah bilang aku kenyang Pak.''
''Serius? Sayang loh ini makanan nya.'' kata Wira
Bulan hanya diam tapi ia sedang menahan sesuatu di dalam perutnya, ''Em pak t-toilet d-dimana ya, Pak?'' suara Bulan mulai panik dan tidak jelas
''Toilet, itu di sana.'' Wira menunjuk belakang Bulan
''Maaf pak bos aku permisi.'' cepat-cepat Bulan berlari menuju toilet
''Hoekkk hoekk.'' wanita itu muntah-muntah.
''Dia kenapa? Nampak terlihat pucat.'' gumam Wira menebak-nebak
''Lama sekali yaudah biar saya susul.'' lanjut Wira khawatir
''Astaga Bulan.'' pekik Wira kaget ketika melihat ada seorang wanita tengah duduk tak berdaya di depan toilet
''Em ... Pak.'' ucapnya lirih
''Apa yang terjadi?'' tanya Wira mendekati
''A-aku baik baik saja.'' Bulan mencoba tersenyum
''Tidak usah bohong, kamu sakit?'' bentak Wira merasa kesal karena Bulan Seperti menyembunyikan hal ini darinya.
Bulan terhenyak dengan bentakan Wira, ''Kepala ku pusing dan aku mual.'' akhirnya Bulan mengatakan yang dia rasa.
''Sejak kapan hm?''
''Dari sejak di mobil, hoekk.'' Bulan pun muntah lagi
''Astaga apa kamu menahan nya? Mungkin kau mabuk perjalanan.'' ucap Wira menebak
''Aku pusing.'' lirih Bulan dan sampai jatuh pingsan
''Hei, Bulan.''
''Dasar menyusahkan saja kamu ini.''
__ADS_1
Wira merasa aneh kenapa dalam perjalanan ini Bulan mabuk perjalanan sampai muntah dan pingsan, sementara ketika mereka pergi ke Bali bulan lalu, wanita ini sama sekali tidak mabuk perjalanan.
Kemudian Wira menggendong Bulan menuju mobil bahkan pria itu ikut menghentikan menyantap makanan nya karena cemas dengan kondisi Bulan maka Wira membawa Bulan ke klinik terdekat tadi dia sempat bertanya pada orang yang asli sana.
''Dok, bagaimana kondisi dia? Dan sebenarnya dia ini kenapa?'' tanya Wira pada dokter
''Pasien hanya kelelahan dan juga mabuk perjalanan, ini di karenakan kondisi tubuhnya yang tidak feat, sehingga menyebabkan mual-mual.'' jelas dokter
''Oh jadi bukan karena penyakit yang serius kan Dok?''
''Ah tidak Kok mas, ini hal yang biasa bagi imun tubuh yang tidak kondusif juga bagi tubuh yang kelelahan akan mudah terkena mabuk perjalanan.'' ujar dokter kembali
''Baiklah, terimakasih Dok.''
''Sama-sama saya permisi.''
Sampai tengah malam Bulan masih berada di ruangan klinik ini, Wira tertidur sambil menunggu kesadaran Bulan.
Tak lama kemudian, WANITA itu membuka matanya dengan kepala yang masih sedikit pusing. Ia menengok pada arah samping disana ada seorang pria yang tertidur di dekat tangan nya.
''Ya Tuhan, apa Mas Wira yang membawa ku kesini?'' gumam Bulan
''Terima kasih kau baik juga rupanya.'' ucap Bulan sambil tersenyum sendiri.
Wira seperti merasakan ada yang mengusap kepalanya tadi dia pun langsung membuka dan menatap Bulan yang lagi melihat padanya juga.
''Kamu sudah sadar.'' ucap Wira
''Sudah pak.''
''Baguslah gimana udah lebih baik sekarang?''
''Alhamdulillah sudah lumayan, em apa pak bos yang membawa ku kemari?.''
''Iya lah siapa lagi, mana mungkin kau pergi sendiri.''
Ya ampun cetus sekali." Bulan menggerutu
''Terima kasih banyak Pak.''
''Sama-sama tapi cepatlah sembuh karena saya disini tuh bukan untuk merawat mu ya, ingat kita kesini karena pekerjaan.'' ucapan Wira semakin menusuk
''Iya pak, aku mengerti kok.''
'Dan itu tidak perlu di perjelas lagi kali, dasar cowok aneh, menyebalkan.' lanjut hatinya.
__ADS_1