Kisah Cinta Bulan

Kisah Cinta Bulan
Bab 25


__ADS_3

Bulan sudah berjalan akan menghampiri Wira yang sedang bersama wanita asing itu Bulan akan melabrak keduanya, tapi saat ia mau berteriak memanggil rupanya wanita tadi malah keburu pergi tak sempat Bulan temui.


''Eh eh, itu mau kemana dia?''


''Hei Mbak tunggu, kau siapa ?'' panggil Bulan lagi


Tapi sayang wanita yang tadi mengobrol dengan Wira sudah keburu pergi.


''Yah dia nya sudah pergi lagi.'' sesal Bulan tak bisa menatap dengan jelas


Wira berbalik dari pandangan wanita yang sudah pergi itu, kemudian Wira di kejutkan dengan wajah seseorang tepat di depannya.


''Astaga!'' pekik Wira mengusap dada ia kaget


''Kamu sedang apa ? Dan ngapain berdiri disitu?'' tanya Wira


''Itu siapa tadi Pak Bos ?'' tanya balik Bulan dengan tatapan penuh arti


''Ada apa dengan tatapan mu? Dia siapa? saya tidak mengerti.'' Wira mengelak


''Itu perempuan yang barusan ngobrol sama Pak bos lah, siapa lagi.'' cetus Bulan jadi kesal karena Wira so tidak paham yang ia tanyakan


''Perempuan? Oh yang tadi itu.''


''Ya siapa?''


''Aku juga gak tahu dia siapa, tapi tadi gak sengaja ada kejadian dikit.'' ujar Wira

__ADS_1


''Ada kejadian apa?'' dahi Bulan mengernyit


''Tadi anaknya wanita itu jatuh jadi aku membantunya udah gitu ajah, ngapain lagi kamu tanya-tanya soal itu, sudahlah tidak penting.'' ucap Wira tentu itu hanya kebohongan, entahlah Wira tidak ingin Bulan tahu dan jangan sampai Mama nya tahu juga.


''Beneran kaya gitu kejadiannya ? Tapi aku lihat di antara kalian kok sepertinya ada hal lain deh.'' tebak Bulan dan masih nampak tidak percaya begitu saja


''Apa sih Bulan, sudah. Jangan membuat keributan yang tidak penting! Kau membuatku tak bersemangat hari ini.'' cetus Wira kemudian berjalan mendahului Bulan dan masuk kedalam kamar hotel


''Ih aneh kenapa dia jadi balik lagi ke kamar, katanya tadi mau jalan-jalan di luar.'' gumam Bulan menata heran kepada Wira


**


Hari pun sudah malam.


''Bulan bangun.''


''Heh kebo, ayo cepat bangun astaga!'' Wira sedari tadi mencoba membangunkan Bulan yang tertidur pulas padahal ini baru jam enam sore


''Emmh ada apa sih, jangan ganggu.'' gumam Bulan nampak kesusahan bangun


''Dasar wanita kayak kebo ya, ayo bangun kamu lapar gak sih!'' omel Wira


''Hoamm iya lapar tapi ngantuk juga.'' jawab Bulan coba membuka mata lalu menatap Wira


''Yaudah ini makan lah dulu, nanti bisa tidur lagi.'' ucap Wira menyuruh Bulan untuk makan


''Pak, anda sehat?'' celetuk nya Bulan

__ADS_1


''Apa maksudmu?'' balas Wira


''Ya apa anda sehat Pak Bos? Soalnya mendadak anda jadi baik sih pak bos jadi sangat perhatian.'' ucap Bulan sambil tersenyum manis dan mata yang dikedip kan sudah seperti cacingan bagi Wira


''Bulan! Ayo bangun! Jangan banyak mimpinya kamu, jangan ke geer-an ya, aku hanya gak mau kamu sakit lalu merepotkan ku, hanya itu saja ya.'' jelas Wira mematahkan senyum Bulan


''Ya Tuhan judes lagi , ya baiklah aku akan bangun.'' dengan tak bersemangat Bulan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dulu


''Kenapa makan mu kaya gitu, biasanya juga rakus, tapi sekarang kayak gak bersemangat gitu ada apa?'' tanya Wira ketika keduanya tengah menyantap makanan malam ini


''Em tidak ada, bukan apa-apa Pak hanya agak malas .'' jawabnya pelan tak ada semangat


''Ayo makan yang banyak agar tubuhmu ini gak kurus Bulan, ayo tambah lagi nih sayurannya ini tuh sehat untuk badan kamu agar gendutan dikit.'' Wira memberikan nasehat dan juga menambahkan lauk serta sayuran ke dalam piring Bulan


''Aku gak mau, gak suka sayur.'' Bulan merengek lalu menolak pemberian Wira karena memang dia tak doyan sayuran


''Jangan menolaknya Bulan, badan mu itu kurus sekali dan itu artinya kau harus banyak makan sayuran ini, ayo cepat telan nih aaaa ...'' bahkan Wira menyuapi Bulan agar mau memakannya


Terpaksa Bulan menuruti walaupun ia pasti kesusahan menelan makanan ini, rupanya wanita itu benar-benar tak suka makan sayur.


''Ayo di telan, agar tubuh kamu berisi.'' ucap Wira tersenyum senang Bulan mau menurut juga memakan yang ia suapi tadi.


''Apa pak bos suka dengan wanita yang tubuhnya berisi? Apa kalau aku jadi agak berisi bos bisa jatuh cinta padaku? Lalu kita bisa melakukan kayaknya suami istri, iya kah kita bisa lakukan itu lalu memberikan cucu untuk Nyonya?'' celetuk Bulan membuat sang Pria terdesak


''Uhukk uhukk.'' Wira terbatuk


''Bulan kau membuatku sakit tenggorokan.'' pekik Wira ia terkejut karena Bisa-bisanya wanita ini punya pikiran ke arah sana, yang tak terpikirkan oleh Wira sebelumnya. Wira sungguh-sungguh ingin membuat Bulan agak gemuk dan tidak kurus juga agar wanita itu sehat tapi tanggapan Bulan mengejutkan untuk Wira.

__ADS_1


__ADS_2