
Bruakkkkk
Wira membuka pintu dengan kasar lalu ia masuk kedalam kamar dan mendapati Bulan tengah tidur dibalik selimut nya.
Wira pun berjalan semakin mendekati Bulan, ''Bangun Bulan, jangan pura-pura tidur kamu!'' ucap Wira setengah berteriak
''Bangun ayo aku tahu kamu ini hanya pura-pura saja, kamu gak tidur benaran kan.'' kembali ujar Wira
''Ada apa Pak Bos ?'' gumam Bulan tidurnya lagi-lagi terganggu
''Bulan kamu ngadu apa sama Mama hah? Kamu kenapa jadi orang ember sekali sih.'' omel Wira
Bulan mengernyitkan alisnya ia tidak mengerti apa yang di bicarakan Wira ini.
''Ngadu, ngadu apa ya pak ?'' tanya Bulan
''Gak usah so polos gitu deh Lan, ayo katakan apa saja yang kamu beritahukan kepada Mama tentang kita disini, kamu pasti ngadu kalau aku sudah ketemuan dengan wanita lain kan? Bisa tidak kamu gak usah ---''
''Apa? ketemu dengan wanita lain, jadi Pak Wira disini maksudnya suka ketemuan? Ya Tuhan Pak, Anda sangat tega sekali, apa tidak berpikir bagaimana perasaan Ulan Pak ?'' ucap Bulan nampak histeris dan tak terima
''Loh bukannya kamu sendiri sudah tahu Lan?'' ucap Wira heran melihat reaksi Bulan ini
Bulan cepat menggeleng ''Tidak pak, aku gak tau kamu suka ketemuan dengan wanita manapun, lalu siapa wanita itu?'' desak Bulan kini justru membuat Wira panik dan kalangkabut.
''Eee itu ... Bukan siapa-siapa Bulan, hanya teman bisnis tak sengaja ketemu.''
''Tapi apa tadi, kok bisa-bisanya Pak bos nuduh aku yang ngadu pada Ibu? Aku gak seperti itu Pak, hikks.'' kini Bulan menangis tersedu-sedu
''Bukan begitu Lan, tadi saya hanya nebak Lan, soalnya saya bingung karena Mama bisa tahu hal ini, sudah ya Lan, jangan nangis gitu ah ayo kamu mau tidur lagi.'' Wira menenangkan Bulan dan rupanya dia salah mengira malah sudah menuduh Bulan yang tidak-tidak.
__ADS_1
''Aku gak mau tidur lagi udah gak ngantuk.'' jawab Bulan sambil cemberut
''Loh ini sudah malam.''
''Ya tapi ngantuk aku sudah hilang ini karena Pak bos.'' Bulan semakin cetus
''Lalu kamu mau apa? jalan jalan?'' tawar Wira
''Jalan-jalan sendirian ah gak mau.''
''Enggak lah ayo sama saya.''
''Beneran?''
''Huum ayo, ini tanda pemintaan maaf saya padamu, karena sudah berprasangka buruk tadi pada kamu Bulan.'' ujar Wira serius
''Baiklah ayo aku juga ingin jalan-jalan sebenarnya aku bosan di kamar terus tau.'' Bulan pun mengutarakan isi hatinya yang bosan
Beberapa menit kemudian kini keduanya sudah sampai di tempat orang-orang nongkrong namun ada tempat bermain untuk keluarga juga banyak yang berjualan dan juga banyak anak muda di tempat itu.
''Sekarang kamu bisa sepuasnya jalan-jalan dan berbelanja disini, ayo kamu mau beli apa itu banyak yang jual, Bulan kamu ingin apa?'' kini Wira menunjukkan perhatiannya dan jadi sedikit lembuut
Bulan sampai tertegun melihat perubahan Wira ini, Bulan menatap nanar pada Wira sampai tidak sadar kalau Wira sudah mengajaknya menunju tempat yang jualan baju dan yang lainnya.
''Lan ayo pilih, kamu ingin beli apa?'' ucap Wira
''Bulan!''
''E-eh ya.''
__ADS_1
''Kenapa?''
Bulan menggeleng
''Kamu melamunin apa Lan, aku tanya kamu mau beli apa ayo.''
''Em itu, aku ingin beli ...'' Bulan pun segera memegang pakaian untuk mengalihkan wajahnya yang memerah karena mendapatkan perlakuan istimewa dari Wira, sebut saja Bulan ini lebay biarlah ia pun mengakui tapi ini sungguhan dia sangat senang Wira bisa lembut dan perhatikan seperti ini.
Bulan pun dia memilih beberapa pakaian untuknya, ''Pak, boleh aku belikan baju untuk ibu?'' ucap Bulan meminta ijin
''Oh tentu boleh Lan, kamu ambil saja mau berapapun juga.'' Wira tak masalah dan tidak keberatan
''Segini juga sudah cukup Pak.'' kata Bulan dan ia memilih pakaian untuknya tiga saja sementara untuk sang ibu hanya dia ambil dua.
''Pak aku sudah selesai milih.'' ucap Bulan menghampiri Wira dengan diikuti pegawai toko pakaian ini membawakan baju yang Bulan pilih
''Sudah ya kamu beli berapa Lan?'' tanya Wira memastikan
''Tiga.'' jawabnya singkat
''Hanya tiga, kenapa sedikit sekali Bulan, mumpung disini kamu harus beli yang banyak Lan, untuk baju ganti mu.'' protes Wira ia sangka Bulan akan menghabiskan uang nya tapi untuk tiga pakaian itu pasti tidak ada apa-apanya.
''Ini sudah cukup kok Pak untuk saya mah.'' sahut Bulan
''Tapi saya inginkan kamu belanja yang banyak Bulan, mbak tolong antar dia untuk memilih pakaian yang menurut Mbak cocok dengan nya, beli sampai uang ini habis.'' perintah Wira tak terbantah bahkan Wira menunjukkan uang yang bernilai tiga puluh juta untuk keperluan Bulan saja.
Bulan dan pegawai toko tercengang melihat uang warna merah semua ini, maka dengan gerak cepat pegawai itu mengajak kembali Bulan ke dalam untuk dipilihkan pakaian sesuai angkat uang tadi itu.
Dan malam ini Wira sudah membuat Bulan begitu bahagia juga memanjakan wanita itu yang tanpa Bulan sadari adalah istri sah nya.
__ADS_1
Tapi apakah Wira benar-benar tulus melakukan ini, atau hanya ada keinginan tertahan pada Bulan?!