Kisah Cinta Di Jenjang SMA

Kisah Cinta Di Jenjang SMA
Part 10 (Kegalauan)


__ADS_3

Kringgggg...


Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi.


Dini, Mela, Elia dan Ayuna segera bersiap-siap untuk pulang sekolah.


"Guys cepetan dong, katanya mau ke rumah sakit abis pulang sekolah" ucap Dini


"Iyah sabar aja kali din, lo tenang aja rumah sakitnya nggak akan pindah kok" canda Ayuna


"Biasa guys efek kangen seharian nggak ketemu yah gini, tapi kalau udah ketemu saling diem-dieman. Entah karena nggak ada topik pembicaraan, atau emang pakai bahasa isyarat" timpal Elia


"Hahahahahaha" suara tawa Elia, Mela dan Ayuna


"Ketawa terus, yaudah deh gue mau berangkat sendiri aja" ucap Dini sambil meninggalkan ketiga sahabatnya itu.


"Eh-eh din, tungguin dong kita kan juga mau jenguk kak David" ucap Mela


Mereka segera keluar kelas dan pergi menuju halte.


Sepuluh menit kemudian...


"Duh mana sih nih angkot, giliran saat gini aja nggak muncul-muncul" gerutu Dini


"Sabar aja lah din, lo kok kayak pertama kali aja mau naik angkot. Bahkan biasanya aja hampir setengah jam nunggu lo b aja tuh" ucap Elia


"Lo kok kayak nggak peka aja El, Dini itukan  lagi khawatir sama kak David. Iyah secara gitu nggak suka katanya tapi kalau khawatir aja sampai nggak ketulungan hahahaha"sindir Ayuna


"Apaan sih"kesal Dini


"Ehh udah-udah tuh angkotnya udah dateng"


Keempat gadis itu segera memasuki angkot dan pergi ke tujuan mereka.


Sesampainya di Rumah Sakit...


"Duh mana yah ruangannya kenapa gue nggak tanya kak Andi sekalian tadi" sesal Dini


Sedangkan Ayuna, Mela dan Elia hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Dini yang seperti tidak bisa berfikir jernih, padahal tanya suster kan juga bisa.


Akhirnya Ayuna memutuskan untuk bertanya pada salah satu suster di rumah sakit itu.


"Permisi sus, mau nanya pasien atas nama David Putra Anderson dimana yah?" tanya


"Ohhh, pasien tuan David ada di ruang VIP tepatnya di lantai 5, nomer 1"


"Okey, terima kasih sus"


"Sama-sama mbak"


"Yok guys di lantai 5 ruang vip nomer 1"


"Sip Ay, yok capcus berangkat jenguk pacarnya Dini" teriak Elia


"Apaan deh El, jangan teriak-teriak. Ini rumah sakit" ucap Ayuna


"Loh mana Dini?"tanya Mela


"Tuh udah masuk lift, nggak sabaran amat sampai nggak nungguin sahabatnya"timpal Ayuna


Ayuna, Elia dan Mela segera memasuki lift selanjutnya.


Setelah sampai di lantai 5, Ayuna, Elia dan Mela melihat Dini yang tengah berdiri mematung atau lebih tepatnya sedang kebingungan di depan pintu ruang rawat David.


"Loh din, lo nggak masuk?"tanya Mela


"Emmm gu-gue nungguin kalian. Ehh yuk masuk sekarang" ajak Dini


Ketiga sahabatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, karena mereka tahu kalau sebenarnya Dini malu masuk sendirian. Tadi aja sok-sok an berani, sekarang malu dah tuh si Dini


"Assalamualaikum!"ucap salam dari keempat gadis itu


"Waalaikumsalam"jawab para cowok yang ada di ruang rawat David, mereka tak lain ialah Devan, Daren, Andi juga David tentunya.


"Ehhh udah pada dateng nih!"seru Andi


"Hai Elia sayang! gimana kabarnya? maaf yah tadi aku nggak sempet bicara sama kamu" ucap Devan


"Lo ini emang nggak ada kerjaan yah Dev"ketus Elia


"Kerjaan gue kan luluhin hati lo, biar nantinya lo jadi jodoh gue El"


"Njirrr Devan, jurus gombalannya keluar hahahaha" ucap Andi dengan tertawa terpingkal-pingkal


"Apaan sih lo ndi, nggak dukung banget. Temen lagi berjuang juga" sinis Devan


"Udah-udah, nggak usah pada ribut. Kedatangan kami kesini mau menjenguk David, terutama neng Dini ini yang daritadi paling semangat jenguk lo kak David" ucap Ayuna dengan santai


"Apaan sih Ay, nggak kok" bela Dini


"Yang tadi khawatir and panik banget siapa hem? bahkan kita aja ditinggal sampai-sampai harus nunggu lift selanjutnya tad-emmm" ucap Elia terpotong karena Dini membungkam mulut Elia dengan tangannya.


"Emm apa-apaan sih lo din, emang benerkan yang gue katakan tadi" sambung Elia sambil melihat ke arah Ayuna dan Mela


Sedangkan Ayuna dan Mela yang mendengar kata-kata Elia juga ikut mengangguk-anggukan kepala.


'Ishhh mereka ini nggak bisa di ajak kompromi banget sih, malu banget gue. Nanti pasti David ngiranya gue suka lagi sama dia'ucap Dini dalam hati


Akhirnya berhentilah pertengkaran dan juga kericuhan para gadis itu.


"Duh kalian, pastinya belum pada makan kan? mending kita pergi kerestoran depan rumah sakit" saran Devan


"Terus yang jagain kak David siapa?" tanya Daren


"Kan udah ada adek gue, Dini pastinya mau dong jagain David dulu. Nanti sekalian kita beliin makanan buat keduanya" ucap Andi santai


"Wahhh bener tuh, ayok capcus kita pada kesana sekarang" ucap Ayuna semangat


"Eh-eh kok pada mau ninggalin gue sih" kesal Dini


"Udahlah din, nggak apa-apa. Toh disini lo nggak sendirian masih ada David juga kan" ujar Elia


Akhirnya Devan, Daren, Andi, Elia, Ayuna dan Mela pergi meninggalkan David dan Dini berdua. Sebenarnya mereka sudah merencanakan sejak awal tentang hal ini, mereka juga berharap supaya Dini yang akan dijodohkan dengan David.


Tinggallah Dini dan juga David yang tengah saling sama-sama diam, tidak ada yang mau memulai pembicaraan.


"Permisi!" ucap Suster memasuki ruang rawat


"Iyah sus, ada apa?" tanya David

__ADS_1


"Ini tuan David, obat dan juga makanannya"


David dipanggil tuan karena memang rumah sakit itu milik keluarga Anderson.


"Terima kasih sus!" ucap Dini sambil menerima obat juga makanan yang diberikan oleh suster itu.


"Sama-sama, untuk obatnya sudah tertulis resep untuk meminumnya. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap suster meninggalkan dua insan tersebut.


"Nih lo makan!"ucap Dini sambil menyodorkan mangkuk berisi bubur khas makanan orang sakit.


Tetapi David tidak bisa menerima bubur tersebut, karena tangannya masih diperban.


Dini yang melihat hal itu mengerti dan segera menyuapi David.


"Maaf ngrepotin lo, lo jadi nyuapin gue segala lagi"


"Nggak kok, gue nggak repot. Nih makan lagi" ujar Dini sambil meneruskan menyuapi David.


Uhh sosweet banget sih, jadi pengen deh😍


Setelah bubur habis, Dini juga mengambilkan obat untuk David


"Nih obatnya diminum, bisa apa nggak?"


"Ehm, gue nggak bisa megang obat sama airnya. Lo lihat sendirikan tangan gue kayak gini"


"Yaudah, gue bantuin kalau gitu"


Dini membantu David meminum obatnya.


Hanya keheningan yang menyelimuti kedua insan lawan jenis itu, Dini yang sudah tidak tahan dengan keheningan yang tercipta akhirnya memecah keheningan tersebut dengan mengawali pembicaraan.


"Lo kok bisa kecelakaan kayak gini sih?padahal semalem lo baru aja nganterin gue. Kata kak Andi lo ikut balap liar yah?"


"Emmm gu-gue....


'Duh gimana gue ngejelasinnya yah sebenarnya gue emang nggak mau ikut tantangannya tapi karena gue nggak mau kalau Dini disakitin, jadi gue terima aja'


"Kenapa? apa sebabnya? kok lo malah diem aja sih Dav"


"Ehh nggak apa-apa kok, biasa aja gue balapan kayak gini"


"Iyah balapannya biasa, tapi sampai kecelakaan kayak gini masak udah biasa?"


'Duh baru kali ini gue kehilangan kata-kata, bahkan gue bingung mau jawab apa'ucap David dalam hati


"Udah deh nggak usah dibahas lagi, udah terjadi juga" ucap David sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Yaudah terserah lo"


Dini memainkan handphone nya untuk mengisi waktu luang, sambil menunggu teman-temannya yang tak kunjung kembali. Mau menyusul kasihan David nanti sendirian, nggak menyusul bosan banget apalagi tidak ada topik pembicaraan antara ia dan David, pikir Dini


"Shhhhh Auchh"


"Ehhh kenapa Dav, ada yang sakit. Yang mana yang sakit?" khawatir Dini


"Nggak apa-apa kok, gue cuma mau bangun buat ke kamar mandi aja"


"Yaudah gue bantuin sini"


"Nggak usah Din, gue bisa sendiri"ucap David sambil berusaha bangun sendiri, tapi tetap tidak bisa


"Udahlah Dav, jangan keras kepala. Nanti luka lo jadi makin parah, mending gue bantuin aja"


"Husssttt, nggak usah bantah. Nurut aja apa susahnya sih" sela Dini


Akhirnya David pergi kekamar mandi dibantu oleh Dini dengan cara Dini merangkul David supaya tidak terjatuh.


"Kalau udah selesai panggil aja iyah!" seru Dini


"Iyah" jawab David


Beberapa menit kemudian...


"David kok nggak keluar-keluar iyah, apa terjadi sesuatu sama dia?" ucap Dini bertanya-tanya


Tok-tok-tok


"Dav, lo baik-baik aja kan? udah selesai belum?"


"Gue baik-baik aja din, bentar"


Akhirnya David membuka pintu kamar mandi dengan agak kesusahan.


"Hati-hati Dav!" ucap Dini sambil memegangi tubuh David


Untung saja Dini sigap memegangi David, kalau tidak mungkin saja David akan terjatuh. Tapi yang kita fokuskan saat ini bukan itu, melainkan posisi mereka yang berdekatan. Dimana Dini merangkul tangan kiri David, selain itu terjadilah saling pandang antara dua insan tersebut


"Ehm-ehm" itu bukanlah suara Dini maupun David melainkan suara dari mamah Rosa(ibunya David)


"Pah, sepertinya mamah udah dapetin jodoh yang cocok untuk David"


"Ehhh iyah mah, kayaknya emang harus cepat-cepat di laksanakan pernikahannya"


David  yang melihat kedua ortunya itu merasa terkejut begitupun Dini, karena memang posisi mereka yang iyah kalian bisa mendefinisikan sendirilah.


'Apa, David mau dijodohin? tapi dengan siapa?"ucap Dini dalam hati bertanya-tanya


Dini segera membantu David untuk berbaring diranjangnya kembali.


"Ehhh maaf om, tante tadi saya cuma membantu David saja"


"Tidak apa-apa Dini, tante ngerti kok" ucap Mamah Rosa sambil tertawa kecil


"Mana adik-adikmu? kalau ada Dini, berarti yang lain pasti ada kan?" tanya mamah Rosa


"Mereka lagi makan di restoran depan rumah sakit" jawab David


"Ohhhh gitu" mamah Rosa menganggukan kepalanya tanda mengerti


*Pah, mereka ngerti banget yah sampai-sampai David dan Dini di tinggalin berdua kayak gini*bisik mamah Rosa


*Iyah, mah. Kayaknya David udah nemuin belahan jiwanya*balas papah Wijaya


David mulai bertanya-tanya sebenarnya apa yang dibicarakan oleh kedua ortunya itu sampai berbisik-bisik.


Sedangkan Dini, jangan tanyakan sedang apa? karena Dini saat ini tengah bingung harus melakukan apa, dia hanya berharap supaya teman-temannya segera kembali. Dia tidak ingin ada dalam situasi yang menurutnya sangat canggung itu.


Tok-tok-tok

__ADS_1


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam"


"Loh pah, mah udah lama dateng?"tanya Daren


" Baru aja kok ren, ini mamah sama papah juga langsung mau pulang aja"


"Ehh ini sekalian mamah tadi bawa cemilan sama buah, kalian bagi iyah makan bersama" ucap mamah Rosa


"Iyah mah siap" jawab Devan


"David, cepat sembuh. Daren, Devan jagain kakak kalian jangan sampai kenapa-napa karena papah dan mamah udah dapetin jodoh buat kakak kalian. Mungkin dalam waktu dekat ini" ucap papah Wijaya dengan tegas


"Ba-baik pah" ucap Daren dan Devan


Ayuna, Mela dan Elia terkejut mendengar hal itu, berarti David akan dijodohkan tapi dengan siapa? batin mereka bertanya-tanya.


Sedangkan Dini, entahlah bagaimana perasaannya saat ini. Sangat sulit didefinisikan.


'Kenapa hati gue kayak nggak enak gini iyah, rasanya sakit mendengar David akan dijodohkan. Apa emang gue udah punya perasaan sama David?'ucap Dini dalam hati


Ayuna melihat tingkah Dini seperti orang yang sedang patah hati, iyah bisa dibilang orang galau.


Kedua ortu sikembar itupun pulang.


"Ehhh guys kok pada diem sih, yuk makan!" ajak Daren memecah keheningan


Lain lagi dengan David yang hanya diam, sambil memperhatikan Dini. Entah mengapa dia merasa tidak enak hati pada Dini karena perjodohan ini.


Sepertinya memang sudah mulai tumbuh benih-benih cinta antara David dan Dini, tapi keduanya masih belum menyadarinya😌


"Gue pulang aja" ucap Dini


Ayuna yang sudah mengerti hal ini ikut pulang, mana mungkin dia membiarkan temannya yang sedang patah hati itu pulang sendiri.


"Yaudah kita ikut pulang aja kalau gitu!yuk Mel, El kita pulang. Nanti takutnya dicariin" ajak Ayuna


"Iyah juga Ay, yuk pulang. Cepet sembuh kak David"ucap Elia


"Iyah" ucap singkat David


Akhirnya Dini, Mela, Elia dan Ayuna pulang bersama.


"Mereka ada apa iyah?"


"Mungkin capek kali, mangkanya langsung pulang" tebak Devan


Disisi lain...


"Din, kita mau main kerumah lo boleh apa nggak?" tanya Ayuna


"Beneran nih?iyah jelas boleh dong, yuk kalau gitu"ucap Dini bersemangat


'Kasihan lo Din, gue tahu sebenarnya lo udah punya perasaan sama David. Tapi entah kenapa disaat lo mulai menyadari perasaan lo, lo harus dihadapkan dengan kenyataan ini'ucap Ayuna dalam hati


Skip sampai di Rumah Dini..


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam, udah pulang Din!" ucap Bunda Leni


"Iyah Bund, ohhh iyah ini ada temen-temen Dini"


"Ini bukannya Elia sama Ayuna yah?yang satunya siapa Din, kenalin dong ke bunda"


"Ini Mela Bund, temen kita waktu SMP dan sekarang jadi murid baru juga"


Bunda Leni mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti


"Mau makan dulu atau gimana?" tanya Bunda Leni


"Tadi udah makan kok bund, aku sama temen-temen mau kekamar dulu yah bund!" ujar Dini


"Iyah, bunda mau pergi kekantor ayah dulu, mungkin pulangnya agak terlambat din. Kamu ajak temen-temen kamu makan iyah kalau laper"


"Iyah bundaku sayang"


"Assalamualaikum!"salam bunda


"Waalaikumsalam"jawab Dini, Elia, Mela dan Ayuna bersamaan


"Yuk langsung kekamarku aja iyah! " ajak Dini


Keempat gadis itupun pergi menuju kamar Dini


"Aku ganti baju dulu iyah, sekalian mau mandi. Kalau kalian mau mandi silahkan aja, anggep aja rumah sendiri. Ohh iyah kalau kalian mau makan cemilan atau mau minum ambil langsung didapur aja!" ucap Dini


"Okey Din, Assiap"jawab Mela


"Ay, kenapa lo ngajak kita main kerumah Dini?"tanya Elia


"Emang ada yang aneh iyah?" tanya Mela penasaran


"Nanti kalian juga tahu sendiri" ucap Ayuna dengan misterius


"Lo ini bikin penasaran aja deh Ay" kesal Elia


"Penasaran apa?" tanya Dini yang tiba-tiba muncul


"Astaghfirulloh din, lo ngagetin aja deh"ucap Mela mengelus dada


"Gitu aja kaget Mel, belum aja ditembak cowok. Mungkin kalau lo ditembak cowok bakalan jantungan kali hahahaha"ejek Dini


"Eleh, lo seger banget deh din abis mandi. Jadi pengen mandi gue, mana cuaca panas banget lagi hari ini" ucap Elia sambil mengibas-ngibaskan kerudungnya


"Yaudah lo mandi ajalah El, kalau mau ganti gue pinjemin baju. Nggak usah khawatir"


"Nggak lah din, nanti aja gue lagi mager ini. Lagi enak rebahan" ujar Elia


Dini yang jengah melihat tingkah sahabatnya memutuskan untuk tidak mempedulikannya lagi


"Din kok ada gitar disini, ini punya lo yah?" tanya Ayuna


Dini yang ditanya mengalihkan pandangannya pada Ayuna yang sedang memperhatikan sebuah gitar di sudut kamarnya


"Nggak lah, itu punya kak Andi"


"Kok ada disini din?" tanya Mela penasaran

__ADS_1


"Kamar kak Andi kemaren kan abis direnovasi, jadi sebagian barang-barangnya ditaruh dikamar gue. Mungkin karena nggak sempet ngrapihin lagi kali, mangkanya gitarnya masih ada disitu" jawab Dini dengan logis


Ayuna, Mela dan Elia hanya ber'oh'ria mendengar penjelasan Dini


__ADS_2