
Flashback On...
Pukul 21.00 WIB
Ayuna yang tidak bisa tidur karena penasaran siapa yang akan dijodohkan dengan David, selain itu hal ini menyangkut masa depan sahabatnya Dini. Duhhh perhatian banget sih Ayuna
"Daripada penasaran, mending gue tanya Daren aja"monolog Ayuna
Ayunapun menelpon Daren.
🎶Kring-kring... 🎶
Suara handphone Daren berdering keras.
Daren yang tertidur karena kelelahan setelah latihan karate, malas sekali membuka matanya
"Ck, siapa sih ganggu aja. Orang lagi tidur enak juga"gerutu Daren
Daren sama sekali tidak mempedulikan handphone nya
"Ini lagi ngapain sih ditelpon juga nggak diangkat-angkat daritadi"marah Ayuna
Ayuna sama sekali tidak menyerah, ia tetap berusaha menelpon Daren terus dan menerus.
'Halo apaan sih ganggu aja'marah Daren
'Waalaikumsalam'
'Ehhh Ayuna, maaf lupa gue Assalamualaikum'
'Waalaikumsalam, iyah nggak apa-apa gue ngerti kok kalau gue ganggu lo'
'Eng-nggak kok Ay, tadi gue nggak lihat dulu siapa yang nelpon'
'Iyah'
'Ada apa Ay, tumben nelpon gue. Kangen gue yah?'ucap Daren menggoda
'Ihhh siapa juga yang kangen sama lo, gue kalau nggak ada kepentingan juga nggak akan nelpon lo'
'Duhh sakit hati abang denger adek Ayuna nggak kangen sama abang Daren yang ganteng and manis ini'
'Iyain aja biar lega'
'Abang udah seneng kok walau cuma diiyain aja sama adek Ayuna cintanya abang'
'Apaan sih ren, kok jadi ngelantur semua omongan lo'
'Yah kan ini pertama kali lo nelpon gue duluan, gue seneng lah'
Jangan tanyakan bagaimana perasaan Ayuna saat ini, tidak bisa didefinisikan pokoknya. Udah jantung berdebar kayak lari maraton, untung Daren tidak didepan Ayuna saat ini. Mungkin kalau Daren melihat Ayuna saat ini pasti tertawa karena pipi Ayuna yang sedang memerah.
'Ay, gue tebak pipi lo saat ini pasti memerah kan? hahahaha'
'Apaan nggak tuh'
'Tapi gue nggak percaya, mending videocall aja'
Darenpun mengalihkan mode telepon ke videocall, sehingga ia bisa melihat gadis pujaan hatinya itu
'Tuhkan merah pipinya, tadi katanya nggak'
'Nggak tuh, nggak merah Daren'
'Kan lo nggak lihat sendiri, gue kan yang bisa lihat'
'Udah deh capek debat sama lo'
'Ay, coba lo senyum deh'
'Ogah, nggak mau gue'
'Ayolah, cuma ada gue nih. Nggak ada kak David sama kak Devan kok'
'Udah deh ren nggak usah aneh-aneh'
'Gue nggak mau yang aneh-aneh kok, kan gue cuma mau lihat lo senyum aja'
Ayuna yang melihat keseriusan Daren walaupun cuma di layar handphone tapi sudah bisa membuat Ayuna malu, bahkan pipinya memerah. Ayuna merasa pipinya terasa panas saat ini, iapun mengalihkan pandanganya kearah lain.
'Tuhkan pipi lo merah lagi, cute banget tau nggak jadi pengen cubit gue'
'Husstt udah kan bercandanya?sekarang gue mau nanya sama lo'
'Lo mau nanya apa Ay? kok kayaknya serius banget'
'Emm gue mau nanya sama lo, siapa gadis yang mau dijodohin sama kak David'
'Nggak tahu'
*Apaan deh Ayuna masak nelpon gue cuma mau nanyain gadis calonnya kak David doang😒*jengkel Daren dalam hatinya
Ceritanya lagi ngambek nih Daren
'Kok bisa sih, harusnya kan lo tau yang mau dijodohin sama kakak lo siapa'
'Gue emang nggak tau'
'Kok singkat amat ren lo jawabnya, ngambek yah? ohh iyah gue tau lo pasti ngambek gara-gara gue telpon malem-malem tapi gue cuma mau nanya calon kakak ipar lo iyah kan?'goda Ayuna pada Daren
Ayuna tidak bodo-bodo amat lah masalah itu. Dia sudah bisa menebak kalau Daren ngambek pasti gitu, ngomong singkat banget. Entahlah kenapa Daren harus merasa tidak suka atau lebih tepatnya jealous sama kakaknya sendiri pikir Ayuna
'Nggak tuh'
'Masak sih, tapi kenapa tu muka kok cemberut gitu hahaha'
'Orang ngambek juga bukannya dihibur malah diketawain'balas Daren tak lupa wajahnya yang semakin cute jadi gemes deh
Tau kan guys muka udah babyface pasti lucu banget kalau lagi cemberut
'Iyah sayang jangan ngambek dong, Assalamualaikum!'
Ayuna segera mengakhiri panggilan secara sepihak, bukan cinta sepihak loh iyah
Daren yang masih belum sadar, kalau Ayuna telah mengakhiri panggilannya. Tetap memandangi handphone nya dengan jantung yang sudah berpacu cepat
"Waalaikumsalam, duh jantung gue kenapa dag-dig-dug kayak gini. Bahaya banget kalau Ayuna ngeluarin kata-kata manisnya, bisa bahayain kesehatan jantung gue" monolog Daren sambil memegangi dadanya, tepatnya di jantung. Takut keluar kali yah jantungnya
Disisi Lain...
"Ish malu banget gue, mau ditaruh mana muka gue kalau ketemu Daren iyah"
Muka yah jelas didepan lah mau dimana lagi
Flashback Off...
Setelah mendengar cerita Ayuna. Elia dan Mela tertawa tidak henti-hentinya karena kekonyolan Ayuna pada Daren, dianya niat menggoda Daren ehh malah malu sendiri, ada-ada aja Ayuna ini
"Udah dong kalian ini ngetawain gue mulu deh, kalian nggak tau sih gimana gue malunya saat ini. Gimana kalau ketemu Daren, duh rasa-rasanya mau ngilang aja gue"keluh Ayuna
"Udahlah Ay, nggak pa-pa Daren juga pasti ngerti kok"ucap Elia sambil menahan diri supaya tidak tertawa terpingkal-pingkal
__ADS_1
"Udah, nggak usah ditahan kalau mau ketawa. Nanti lo kenapa-napa gue juga yang kena sama Devan, lo juga Mel harus gercep dong cari strategi biar kak Andi jatuh cinta sama lo"
"Ay, lo kok jadi ngingetin gue sama kak Andi sih, kan jadi kangen"
"Yah temuin lah Mel, gitu aja apa susahnya"ucap Elia enteng
Mela hanya terdiam membisu.
"Nggak semudah itu El, Mela kan cinta dalam diam sama kak Andi. Iyah lo tau sendiri sikap kak Andi gimana kalau sama perempuan, cuek banget"
Orang peka yah gini nih, sahabat nggak cerita aja dia udah ngerti perasaanya
"Emm iyah juga yah, maaf Mel gue nggak ngertiin perasaan lo"
"Nggak apa-apa kok El, gue ngerti. Apalah dayaku yang sama sekali tak terlihat dimatanya, serasa gue cuman jadi batu kerikil diantara jutaan pasir. Yang pasti nggak akan pernah terlihat"
"Tapi ketika jutaan pasir itu dihempaskan oleh angin, tidak menutup kemungkinan batu kerikil pasti akan terlihat. Jadi masih ada kesempatan Mel, jangan nyerah. Kita selalu dukung lo kok" balas Ayuna
"Ihh kalian kok bisa kata-kata sadgirl gitu sih, ada bucinnya lagi ajarin dong" canda Elia
Suasana yang semula mellow ralat*suara hati seorang sad girl* lebih tepatnya berubah menjadi happy kembali, yah walaupun mungkin masih ada hati yang berharap, tapi sayangnya harapan itu entah ada ataukah tidak
"Udah yah mellow nya, sekarang yuk kita ngerjain tugas kelompoknya" ajak Ayuna
Akhirnya ketiga gadis itu memasuki kelas untuk melaksanakan tugas mereka sebagai seorang murid.
"Kalian kemana aja sih, ada tugas kelompok daritadi malah nggak masuk-masuk kelas lagi. Pasti lagi bicarain gue kan?"cerocos Dini
"Kok lo tau sih Din"ledek Elia
"Bener-bener deh kalian ini"kesal Dini
"Udahlah Din, gak usah masukin hati ucapan Elia tapi masukin jantung aja"ucap Ayuna sambil tertawa
"Ishh kalian ini, okey udah selesai kan bercandanya. Emang tugasnya apaan Din?"tanya Mela
"Lah digrub kelas aja ada, lihat sendiri ajalah Mel"
"Paket kuota gue abis Din, belum ngisi" jawab Mela dengan tawa khasnya
"Kelompok berpasangan, tentang musik gitu"ucap Dini
"Guys nih gue udah lihat kelompoknya, ada 15 kelompok sih. Bentar iyah gue bacain nama-nama kalian, biar tau kelompoknya sama siapa" sahut Ayuna
"Iyah Ay, cepetan penasaran banget nih gue"ucap Elia dengan tidak sabarnya
"Iya-iya sabar dong El, tenang aja"
"Kelompok 1 gue sama Ryan, kelompok 2 Elia sama Iqbal, kelompok 3 Mela sama Roky, terus kelompok 4 Dini sama Erlan"jelas Ayuna
"Widihhh enak dong lo Ay!"ucap Dini
"Lah emang kenapa?"
"Kan lo satu kelompok sama si Ryan yang jago banget kalau soal musik, apalagi dia leader boyband disekolah kita" terang Dini
"Yah belum tentu juga lah Din, kan kita nggak tau temen-temen kita punya bakat kek gimana, siapa tau ada yang lebih baik dari Ryan" jawab Ayuna
"Bener juga sih kata Ayuna, udahlah nggak apa-apa mau kita kelompok sama siapa bersyukur aja kelompok kita pada jago main musik"sahut Mela
"Pada ngapain?lagi bicarain kita nih pastinya"tebak Ryan
Ayuna, Elia, Dini dan Mela yang tiba-tiba mendengar suara dari Ryan merasa terkejut.
Pasalnya sangking seriusnya mereka ngobrol tentang tugas kelompok itu, sampai-sampai mereka tidak menyadari kehadiran keempat pemuda yang mendapat julukan "The Most Wanted Boy"angkatan kelas 11
Iyah kalian taulah pastinya kenapa dijuluki begitu, yah karena ketampanan mereka pastinya.
Mereka adalah........
Ryan si badboy, tapi bar-bar dan suka ngomong ceplas-ceplos, apalagi kalau sama Ayuna bawaannya tuh mulut kayak nggak ada remnya, nyerocos mulu. Entah apa sebabnya gue nggak tau iyah, kalian tebak sendiri aja
Erlan(ketua kelas 11Ipa2)si Pak Ketu julukannya, orangnya sih bar-bar kayak Ryan tapi bedanya nggak badboy gitu aja, yah kali ketua kelas badboy, nggak jadi ketua kelas dong!!
Okey lanjut.....
Iqbal, tau kan si Iqbal anak kepsek yang anak pindahan gitu. Orangnya sih cuek+bomat, kayak nggak ada beban gitu
Yang terakhir!!
Roky si anak kutu buku, yang sayangnya tampan+pinter pastinya. Orangnya sih pendiem tapi kalau sudah kumpul sama sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Ryan, Erlan sama Iqbal. Kumat dah crewetnya
Itu yah deskripsinya mengenai sifat-sifat mereka, kalau wajah mereka kalian bayangin sendiri aja yahðŸ¤pokoknya perlu digaris bawahi mereka itu Cogan semua😂
"Lo apa-apaan sih Yan, bikin kaget aja. Untung nggak punya riwayat penyakit jantung gue" marah Ayuna
"Yee lo aja yang lebay Ay, gitu doang masak kaget. Lah biasanya lo baku hantam aja b aja tuh nggak ada kagetnya"jawab Ryan enteng
"Mulut lo kok lemes banget sih Yan, lama-lama gue plester deh tuh mulut"
"Ampun Ay, jangan marah dong. Bercanda gue, nggak maulah mulut gue yang limited edition ini lo plester. Tapi kalau plesternya yang ngasih lo sih gue rela-rela aja, apalagi sambil lihat wajah lo yang manis banget, beuhhhhh nggak kuat gue"cerocos Ryan
"Gombalan receh lo nggak mempan sama gue"balas Ayuna dengan memutar bola mata malas
Memang bukan pertama kali ini saja Ryan melontarkan gombalan receh pada Ayuna, rasa-rasanya mungkin sudah menjadi makanan sehari-hari Ayuna
"Meskipun receh, tapi gombalan kayak gitu udah bikin para cewek klepek-klepek sama gue"ucap Ryan dengan pedenya
"Dihhh narsis, pede banget lagi. Itu karena cewek itu nggak ta-"
"STOP!! kalian ini kalau ketemu tiap hari bisa nggak sih nggak usah debat yang unfaedah banget"kesal Elia
"Salahin tuh Ryan yang mulai"bela Ayuna
"Udah-udah mending kita bicarain masalah kelompok ini, kita cuma dikasih waktu sampai nanti istirahat buat bahas lagu sama alat musik apa yang mau dipakai" timpal Dini yang jengah melihat perdebatan Ayuna dan Ryan yang pasti berakhir Elia yang memisahkan
"Yaudah mending langsung pergi aja ke ruang musik"ajak Mela
Akhirnya setelah perdebatan yang sedikit alot, merekapun segera pergi ke ruang musik yang memang khusus disediakan sekolah.
Setelah beberapa saat......
Tibalah guru seni memasuki ruang musik yang sudah dipenuhi anak-anak kelas 11Ipa2
"Assalamualaikum semuanya!!" ucap pak Aldi selaku guru seni
"Waalaikumsalam pak" jawab para siswa
"Okey karena kali ini ada tugas praktek langsung alat musik, untuk kelompok sudah saya beritahu di grup kelas. Persiapan untuk kelompok pertama, silahkan maju"
Ayuna dan Ryan mempersiapkan diri, Ryan yang memainkan gitar dan Ayuna menyanyikan sebuah lagu
Setelah kelompok pertama tibalah giliran kelompok 2, Elia dan Iqbal. Lalu dilanjut kelompok 3, Mela dan Roky
Kini tibalah giliran kelompok 4 yakni Dini dan Erlan.
Keduanya telah bersepakat memilih sebuah lagu yang akan dinyanyikan oleh Dini
Erlan memetik senar gitar dengan lihainya dan mulailah Dini menunjukkan suara emasnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Kelingan nalikane
Aku ketemu ro kowe
Ati iki langsung biso
Tresno rasane
Saben ketemu sliramu
Tansah ayem atiku
Naliko nyawang
Esem lan guyumu uuuu..
Sampai tiba
Waktu yang ku nanti
Tak ungkapke
Roso neng njero ati iki
Nanging nyatane
Kowe ono sing nduweni
Aku tresno karo kowe
Nanging aku biso opo
Ngerteni kowe
Wis nyanding wong liyo
Aku kudu iso nerimo
Senajan ati loro rasane
Mungkin kabeh iki
Wis dalane
Sepurane aku
Wis tresno sliramu
Senajan aku iki
Dudu pilihanmu
Mending tak ikhlasno
Daripada cidro
Mugo kowe
Bahagia karo wong liyo
Sampai tiba
Waktu yang ku nanti
Tak ungkapke
Roso neng njero ati iki
Nanging nyatane
Kowe ono sing nduweni
Aku tresno karo kowe
Nanging aku biso opo
Ngerteni kowe
Wis nyanding wong liyo
Aku kudu iso nerimo
Senajan ati loro rasane
Mungkin kabeh iki
Wis dalane
Wis wis wis cukup
Mending balik kanan wae
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
(Kalau nggak salah judul lagunya "Aku Tresno Karo Kowe" versi Woro Widowati aku saranin sambil dengerin lagu itu)
Bahkan ketika menyanyikan lagu itu, tanpa sadar Dini meneteskan air mata sangking terbawa suasanannya
Erlan yang melihat Dini mengeluarkan air mata, segera menghapus air mata Dini dengan sapu tangan yang dibawanya
"It's okey Din, terkadang kita hanya bisa mencintai seseorang dalam diam. Karena dia orang yang dicintai telah jadi milik orang lain"
Erlan mengucapkan hal itu sambil menatap wajah Dini, entah sejak kapan dia menyimpan perasaannya itu pada gadis dihadapannya, yaitu Dini
"Yah bener kata lo Erlan, mencintai tanpa dicintai itu sudah hal biasa. Because, kita bukan pilihannya. Jadi jalan satu-satunya ikhlasin aja"balas Dini dengan senyumnya
'Duhhh Din kenapa sih lo harus senyum kayak gitu, mana manis banget lagi'batin Erlan meronta-ronta
Prok-prok-prok
Suara riuh tepuk tangan menggema di ruangan itu, yang membuat dua insan didepan merasa malu sekaligus terkejut, keduanya lupa kalau masih berada didepan teman-temannya. Maybe, karena sangking terbawa suasana kali yah sampai keluar semua kata bucin and sad
Dibalik keriuhan itu, ternyata ada hati yang sebenarnya merasa cemburu tapi tidak mau mengakui atau memang tidak peka terhadap perasaan sendiri
"Kak David, lo cemburu yah!!"goda Daren
"Nggak, gue nggak cemburu lagian Dini bukan siapa-siapa gue"ketus David
"Tuhkan kelihatan kalau lagi mikirin adek gue lo"sahut Andi
"Siapa juga yang mikirin adek lo"bela David
"Kalau lo nggak mikirin, terus tadi Daren ngomongnya cuma cemburu tapi kenapa lo malah nyebut nama Dini kak"ledek Devan
Kalau masalah meledek satu sama lain, pasti Daren dan Devan kompak
David yang mendengar ucapan Devan hanya bisa bungkam sambil merutuki kebodohan dirinya kenapa bisa berbicara seperti itu
"Tuhkan ketahuan hahahaha kak David nih ya gue saranin mending ungkapin aja deh, biar lo punya alasan kalau emang mau batalin perjodohan lo"saran Daren
"Udah deh jangan bikin gue pusing"ucap David lalu meninggalkan ruang musik dan pergi entah kemana, menenangkan diri mungkin
__ADS_1