
Pukul 20.00 WIB
Elia, Devan, Ayuna, Daren, Mela dan Andi telah kembali setelah menyelesaikan rencana mereka.
"Heh tau kembali juga lo pada" ucap David.
"Ohhh kakakku tersayang, jangan marah dong. Kita-kita pada pergi juga ada urusan, kan disini kak David juga udah ada yang nemenin" kata Devan.
Mendengar ucapan Devan, David dan Dini malah merengut kesal karena ditinggal berduaan.
"Ehhhh udah jam delapan, kita anterin cewek-cewek dulu iyah!"ucap Andi yang langsung disetujui oleh semuanya.
Akhirnya Mela diantar Andi, Ayuna diantar Daren, Elia diantar Devan dan jangan lupakan Dini yang pastinya akan diantar oleh David.
Skip Pulang....
Rumah Ayuna
"Udah sampai Ay, eh sekalian gue izin sama ortu lo buat turnamen karate" ucap Daren.
"Iyah, yaudah silahkan masuk"ucap Ayuna sambil mengajak Daren masuk.
"Assalamualaikum"ucap Ayuna dan Daren bersamaan.
"Waalaikumsalam"ucap Ayah dan bunda Ayuna.
"Lohh siapa ini Ayuna! nggak ngenalin ke Ayah sama Bunda nih pacarnya"
"Ini Daren Ayah, Bunda bukan pacar Ayuna tapi kakak kelas sekaligus senior pelatih karate"
"Kenalin Om, Tante saya Daren temen Ayuna. Saya kesini ingin meminta izin pada om sama tante, karena bulan depan akan ada turnamen karate di Surabaya. Kebetulan saya dan Ayuna yang terpilih untuk mewakili sekolah"ucap Daren dengan seriusnya(kayak mau lamaran aja deh🤣)
"Gimana Bund setuju apa nggak, kalau Ayah sih setuju-setuju aja mengingat Ayuna murid baru tapi sudah terpilih mengikuti ajang turnamen karate. Ini kesempatan Bund"
"Sebentar, tapi mau tinggal dimana? Bunda nggak akan setuju kalau kalian nginap dihotel"
"Kalau itu tante tidak perlu khawatir, kebetulan di Surabaya ada kakek dan nenek saya jadi kami akan tinggal disana saja supaya lebih aman"ucap Daren.
"Ohh seperti itu, kalau memang nak Daren sudah bilang seperti itu tante mengizinkan, tante sama om titip Ayuna iyah!"
" Iyah tante"ucap Daren menyanggupi.
Disisi lain....
Elia yang telah sampai di rumah diantar oleh Devan tentunya.
"Ehhh El, lo mau kemana? udah gue anterin masak nggak ada makasih-makasihnya!"ucap Devan dengan wajah cemberutnya.
"Makasih"ucap Elia singkat.
"Nggak ikhlas banget ngucapinnya, harusnya gini. Makasih abang Devan yang ganteng udah nganterin neng Elia dengan selamat sampai tujuan" kata Devan dengan wajah menggodanya.
"Lo udah ucapin kan tadi jadi nggak perlu gue ngucapin lagi, gue masuk dulu!"
"Tunggu El, inget iyah nanti malem mimpiin gue. Karena gue akan dateng ke mimpi lo dengan wujud seorang pangeran yang akan menyelamatkan sang putri Elia"
"Ada lagi, jangan rindu iyah sama gue karena rindu itu berat, lo nggak akan kuat, biar gue aja yang merindukan lo"sambung Devan dengan senyum manisnya(Dylan 2022 iyah gini)
Elia yang melihat senyum Devan berusaha menetralkan perasaanya
'Inget El, Devan itu playboy cap kapak. Lo nggak boleh terpesona sama dia'ucap Elia dalam hati.
"Udahkan? kalau udah sana pergi. hati-hati" ucap Elia sambil berjalan memasuki rumahnya.
"Makasih sayang perhatiannya! gue akan hati-hati! lo juga harus hati-hati jangan sampai hati lo dicuri orang lain, biar gue aja nyuri hati lo"teriak Devan.
Elia tidak mempedulikannya dan langsung masuk rumah sambil tersenyum(Luluh nih hatinya neng Elia😚)
Sedangkan Dini dan David hanya saling diam ketika telah sampai dirumah Dini.
"Makasih udah nganterin!"ucap Dini.
"Hmm"jawab David dengan singkatnya.
"Lo kalau jawab singkat amat dah, tinggal ngomong iyah apa susahnya sih. Ham-hem ham-hem kayak bicara sama tembok gue"kata Dini dengan kesalnya.
"Lah apa urusan lo, mulut-mulut gue, gue mau bicara apa terserah gue lah"
"Oh terserah nihh, tapi baru kali ini deh gue dengerin lo ngomong dengan sedikit ekspresi kesal hahahaha"ucap Dini dengan tertawa terbahak-bahak.
"udah ngledeknya?"tanya David dengan wajah cemberut.
"Udah sih, oh iyah kalau pulang hati-hati iyah, jangan ngebut bawa motornya. Pokoknya harus ekstra hati-hati"
"Lah emang kenapa?"tanya David heran.
"Karena jika lo kenapa-napa gue juga yang ikut khawatir, apalagi hati gue malah lebih sakit rasanya" ucap Dini dengan seriusnya(alias mau ngeprank dianya hahahaha)
__ADS_1
Sedangkan David jangan tanyakan bagaimana ekspresinya, kaget?? jelas, tercengang?? ohhh tentu saja, malahan pipi David sudah memerah bak tomat yang merekah.
"Ciee salting ya lo! gue bercanda kali nggak beneran. Ish pipi lo merah lagi hahahaha"ledek Dini
(Ternyata orang sependiem Dini bisa juga bikin baper David yang notabene nya cuek banget😂)
"Udah gue mau pulang dulu!" ucap David sembari pergi
'Bener-bener adiknya Andi satu itu bisa banget bikin gue emosi sampai hampir baper tau nggak, ini pertama kalinya gue digoda sama cewek'ucap David dalam hati.
Ketika dalam perjalanan, David tidak sengaja bertemu dengan Ergi. David menghentikan motornya karena dihalangi oleh Ergi yang juga membawa motor.
"Turun lo David, hadapi gue sekarang"
"Ada apa?"
"Nggak usah basa-basi lo. Gue berhentiin lo karena gue pengen nantang lo balapan malem ini juga!"
"Sorry, gue nggak ada urusan sama lo"
"Ciih.. bilang aja lo takut"
'Kalau gue turutin bisa pulang malem, tapi kalau gue pergi, gue dikira takut sama mereka'ucap Devan dalam hati.
"Kalau lo menang gue nggak akan ngganggu lo lagi, tapi kalau lo kalah cewek lo bakal jadi milik gue"ucap Ergi
"Gue nggak punya cewek"
"Hahahaha David-David lo pikir gue sebodoh itu, gue bahkan udah lihat seperti apa cewek lo yang lo boncengin tadi. Cantik juga"ucap Ergi sambil menyeringai.
'Nggak-nggak gue nggak bisa bahayain nyawa Dini, siapa sih sebenernya dia'ucap David dalam hati
"Okey gue sanggupin, gue pegang janji lo"
Akhirnya David dan Ergi bersiap-siap untuk balap motor, yang disaksikan oleh teman-teman Ergi. Sudah dipastikan yang menang adalah David, karena ia melewati garis finish lebih dulu daripada Ergi.
Ergi yang tidak terima akan kekalahannya berusaha mencelakai David dia mendorong motor David dengan kakinya sehingga David tidak bisa mengendalikan motornya, akhirnya Davidpun jatuh dan pingsan dengan mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.
Ergi dan teman-temannya segera pergi meninggalkan David yang terjatuh.
Tidak lama ada beberapa warga sekitar yang melihat seperti ada orang yang kecelakaan. Para warga tersebut segera membawa David ke Rumah Sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit, David segera ditangani dokter karena memang lukanya yang cukup parah.
Setengah jam kemudian, dokter keluar dan memberitahukan keadaan David.
"Bukan dok, saya dan warga sekitar yang melihat pemuda itu dalam keadaan pingsan dan terluka, sepertinya habis jatuh dari motor dok"
"Baik kalau begitu sus, tolong kabari keluarga pasien!"
"Baik dok"
Disisi lain, Daren dan Devan yang bingung mencari dimana kakaknya itu. Tidak biasanya pergi sampai larut malam tanpa kabar.
"Duhh kak David kemana sih?udah tengah malem gini kok belum pulang iyah" ucap Daren.
"Lo bener Ren, nggak biasanya kak David kayak gini. Mana nggak ngasih kabar lagi"balas Devan.
Flashback On...
Setahun yang lalu..
"Gue mau kita putus!" ucap seorang gadis bernama Rasti.
"Nggak-nggak lo kenapa sih Ras, kok tiba-tiba minta putus?"tanya Ergi.
"Gue suka sama orang lain dan itu bukan lo gi"
"Emangnya lo anggep gue itu apa selama ini, gue sayang dan cinta sama lo Ras, kita pacaran juga udah lama bahkan sudah dua tahun"
"Gue suka sama David!"ucap Rasti
"Apa? lo suka sama David cowok dingin itu?apa sih kurangnya gue selama ini sama lo Ras, lagian kalaupun lo suka sama si David belum tentu juga dia akan terima lo"ucap Ergi dengan frustasi.
"Gue nggak peduli, yang penting gue ingin putus sama lo saat ini juga gi. Oh tadi lo tanya kan apa kekurangan lo, banyak gi lo cuma cowok biasa yang nggak terlalu terkenal, lo nggak seperti David yang jadi idaman gue selama ini. Gue nerima lo itu cuma biar gue nggak dikatain jomblo aja" ucap Rasti dengan santainya tanpa mempedulikan ada hati yang sedang terluka saat ini karena ucapannya yaitu Ergi.
"Kalau lo mau putus sama gue, okey mulai saat ini juga kita nggak ada hubungan sama sekali. Gue nyesel karena selama ini udah terlalu mencintai orang yang nggak pernah ngehargain gue" ucap Ergi.
Rasti yang mendengar ucapan Ergi merasa sedikit iba padanya, karena diapun tahu bagaimana sifat dan sikap Ergi yang sangat perhatian dan selalu mengerti Rasti.
Rasti segera pergi meninggalkan Ergi tanpa sepatah kata, dia tidak mau jika rasa iba dihatinya bisa menghalangi niatnya untuk putus dengan Ergi.
"Arrggh..... Ini semua gara-gara lo David, lo pasti akan nerima pembalasan dari gue. Gara-gara lo pacar gue minta putus dengan teganya" monolog Ergi.
Sejak saat itu Ergi tidak lagi bersekolah di SMA Bina Karya lagi dia pindah sekolah untuk melupakan Rasti, mantan pacarnya yang pernah mengisi hatinya selama dua tahun(Haish mantan terindah lah jadinya, kasian Ergi😔)
Itulah sebabnya mengapa Ergi sangat membenci David, dia menganggap bahwa karena David,Rasti meminta putus darinya dan pergi meninggalkan dirinya.
__ADS_1
Flashback Off...
🎶Pippippip🎶suara telfon Daren berbunyi
Daren melihat bahwa yang menelfonnya adalah kakaknya David.
"Halo kak! Lo dimana sih jam segini belum pulang nggak kasih kabar lagi"cerocos Daren.
"Maaf mas, ini saya suster dari Rumah Sakit Permata ingin memberitahukan kabar, kalau saudara David telah mengalami kecelakaan motor dan sekarang berada di rumah sakit"ucap sang suster pada Daren
"Apa Sus, kakak saya David ada dirumah sakit, okey sus saya segera kesana, makasih infonya"ucap Daren dengan paniknya.
"Ada apa?" tanya Devan.
"Kak David masuk rumah sakit katanya kecelakaan, ayoo cepetan kak Devan"
"Ehh iyah pakai mobil aja"
Keduanya segera menuju rumah sakit permata, tempat David dirawat. Sesampainya di rumah sakit, mereka segera menuju tempat David dirawat.
"Dok, bagaimana keadaan kak David?" tanya Daren.
"Keadaan pasien sekarang sudah stabil setelah melewati masa kritis beberapa saat yang lalu"
"Bolehkah kami melihat Kak David dok?"tanya Devan.
"Boleh, tapi diusahakan jangan berisik supaya tidak mengganggu istirahat pasien"
"Terima kasih dok!" ucap Devan dan Daren bersamaan.
Setelah keduanya memasuki ruang rawat David, Devan dan Daren yang melihat kondisi David sangat memprihatinkan, bagaimana nggak banyak luka yang telah diperban, entah itu dikepala, tangan, kaki maupun bagian tubuh lainnya.
"Gue heran deh Ren, nggak biasanya kak David sampai seperti ini. Dugaan gue sih bukan jatuh dari motor biasa, kayaknya ada yang nyelakain dia"ucap Devan.
"Lo bener Kak Dev, secara Kak David orangnya selalu waspada dalam situasi apapun. Pasti ada suatu masalah yang membuatnya sampai seperti ini" balas Daren.
Daren dan Devan masih memikirkan apa penyebab kakak mereka kecelakaan sampai masuk rumah sakit.
"Shh duhh dimana gue iyah?"ternyata David sudah sadar.
"Alhamdulillah, sadar juga lo kak"ucap Daren.
David yang mengedarkan pandangannya hanya melihat kedua adiknya, dan sepertinya dia sedang dirumah sakit saat ini pikir David.
"Lo butuh apa Kak Dav?" tanya Devan
"Gue haus"
"Yaudah nih minum, hati-hati!"ucap Devan sambil membantu kakaknya minum.
Begitulah mereka, walaupun kadang sering jail ataupun sering mengganggu satu sama lain. Tapi kasih sayang sesama kakak dan adik tidak akan pernah hilang, jika satu sakit maka yang lainpun akan ikut merasakannya.
"Apa sih penyebabnya kak sampai lo kecelakaan seperti ini?"tanya Daren perihal kakaknya itu.
"Gue..... " dan mengalirlah cerita David dimulai dari dia yang balapan liar dengan seorang pemuda yang tidak ia ketahui namanya, sampai taruhan hingga dia kecelakaan juga disebabkan oleh pemuda itu.
Daren dan Devan hanya mengangguk-anggukan kepala mereka tanda mengerti.
"Kayaknya lo suka deh sama Dini kak Dav"ucap Devan dengan santainya.
"Apaan sih lo Dev, gue nggak ada perasaan sama sekali buat adeknya Andi itu"
"Udahlah kak Dav, jujur aja lo sampai mau ngelakuin hal yang membahayakan nyawa lo sendiri demi Dini. Padahal lo bisa aja kan menolak dan langsung kabur dari mereka"selidik Daren
"Iyah karena gue nggak kepikiran itu, lagian ini masalah nyawa orang"ucap David membela dirinya.
'Daren ini, pikirannya kritis banget. jago debat lagi malu banget gue kayak orang keciduk. Rasanya gue mau ngabsen nama-nama hewan dikebun binatang semuanya. Padahal gue kan emang nggak ada perasaan sama Dini'ucap David dalam hati.
"Udah nggak usah melamun sambil ngatain gue kak Dav, lo juga kalau mau ngabsen hewan dikebun binatang sekalian yah kasih makan hewannya. Kasihan kelaparan mereka lo sebut nama mereka terus"ucap Daren
Sedangkan Devan yang melihat perdebatan David dan Daren hanya bisa tertawa dengan keras
"Hahahaha kalian ini malah debat mulu, lo lupa kak Dav Daren kan bisa baca pikiran orang"
Sedangkan David yang diingatkan oleh Devan hanya merutuki dirinya sendiri, kenapa bisa lupa sihh pikir David.
"Ehhh udah malem mending lo istirahat kak Dav, besok nggak usah masuk sekolah biar gue sama kak Devan yang minta izin ke guru"
"Iyah, loh tapi mamah sama papah gimana Ren, Dev. Jika mereka tahu bisa gawat nih"ucap David dengan paniknya.
"Iyah mau gimana lagi mereka juga udah ada didepan pintu daritadi" ucap Daren sambil memainkan game di ponselnya.
"Apaa!! yang bener?"tanya Devan dan David sambil berpandangan, saling main kode lewat mata dah tuhh😌
"Lo tahu dari mana ren??" tanya Devan.
"Cuma feeling gue aja" jawab Daren.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, datanglah pasangan paruh baya memasuki ruang rawat David dengan raut wajah yang tidak bisa didefinisikan.