
Kringggg
Bel telah berbunyi. Ayuna, Elia dan Dini yang memang sudah ada di kelas daritadi sedang santai sambil menunggu pelajaran yang akan dimulai.
Sepulang Sekolah....
Rumah Ayuna
"Assalamualaikum! " ucap salam dari Ayuna sebelum masuk ke rumah.
"Waalaikumsalam!" kata Ayah dan Bunda Ayuna menjawab salam Ayuna.
"Loh Ayah sama Bunda udah pulang? biasanya kan habis maghrib baru pulang"
" Iyaa mulai hari ini Ayah sama Bunda pulang kerjanya agak sorean Ay, jadi kamu nggak usah repot-repot buat makan malam sendiri, Bunda yang akan membuatnya"
"Iyaaa Bund, tapi aku tetep mau bantuin Bunda masak makan malam"
"Yaudah terserah kamu saja, dah sana ganti baju terus makan. Jangan lupa shalat Ashar dulu"
"Iya Bund"
Tibalah saat makan malam. Ayuna, Ayah dan Bundanya segera makan malam bersama dengan khidmat. Tanpa ada pembicaraan apapun karena Ayah Ayuna selalu mengajarkan supaya ketika makan tidak ada yang boleh berbicara, kalaupun mau bicara ketika sudah selesai makan.
Note:Ayuna adalah anak tunggal dari pasangan Reyhandyah dan Lauradyah. Marga keluarganya Dyah karena itulah nama lengkap Ayuna yaitu Ayuna Dyahputri
Rumah Elia
"Assalamualaikum!" ucap salam dari Elia
"Waalaikumsalam kakak!" ucap adik dari Elia yaitu Elina.
"Ina, mana Ayah sama Bunda??" tanya Elia
"Ayah sama Bunda tadi mau ke lumah nenek kak, katanya nenek lagi sakit"
"Loh terus kenapa Ina nggak ikut Ayah sama Bunda jenguk nenek?"
"Aku maunya sama kakak aja, soalnya lumah nenek jauh" jawab Ina dengan nada cadelnya
"Yaudah, Ina udah makan belum?" tanya Elia.
"Udah kok kak"
Elia emang gitu orangnya kalau berhadapan dengan adiknya dia akan bersikap lembut, beda lagi kalau sama temennya sikap lembut hilang entah kemana. Katanya sih semuanya tergantung situasi&kondisi(kayak bunglon aja dah, selalu berubah warna sesuai situasi wkwkwk).
Note:Elia adalah anak sulung dari pasangan Riki Reynaldi dan Risma Reynaldi. Elia juga mempunyai adik perempuan bernama Elina Azzira Reynaldi. Marga Elia Reynaldi karena itulah nama Elia yakni Elia Azzahra Reynaldi. Untuk rumah neneknya ada di Bandung tapi beda kompleks
Rumah Dini
"Assalamualaikum!" ucap salam Dini
"Waalaikumsalam! " ucap Bundanya Dini
"Bund, kakak mana? " tanya Dini
"Kakakmu ada tuh di kamarnya, emang ada apa baru pulang sekolah yang ditanyain malah kakakmu? " kata Bundanya Dini
"Biasalah Bund, aku kemarin kan titip novel yang baru terbit sama kak Andi. Iyaa sekarang mau nanyain"
" Kamu ini dari dulu suka banget sama novel Din"ucap Andi kakak Dini mendatangi adiknya yang menanyakan novel titipannya itu.
"Lagian kak, novel yang aku minta beliin sama kakak itu novelnya baguss bangett. Iyaa aku nggak maulah ketinggalan belinnya" kata Dini dengan berbinar-binar
"Nih novel kesayanganmu! " ucap Andi sambil memberikan paperbag berisi novel.
"Uhhhhh makasih kakakku sayang, yang paling ganteng" ucap Dini memuji kakaknya itu. Andi yang mendengar pujian dari adiknya hanya bisa memutar bola mata malas.
"Eleh, muji kalau cuma ada mau nya aja"
" Udah-udah, kalian ini. Dini, cepat ganti baju sana setelah itu makan"
"Iyaa Bund"Ucap Dini sembari pergi ke kamarnya.
Note:Dini adalah anak bungsu dari pasangan Ahmad Kusuma dan Leni Kusuma, dia mempunyai kakak bernama Andi Rahmat Kusuma. Marga Dini Kusuma karena itulah namanya Andini Rahma Kusuma.
Chat's
Grup Jomblo Happy😌
Elia :'Guyssss besok kalian berangkat duluan aja ke sekolah gue mau ke minimarket dulu soalnya'
22.00
Dini:'Kenapa nggak sore tadi aja El??'
22.05
Elia:'Tadi ortu gue ke rumah nenek terus gue dikabarin baru aja katanya disuruh belanja keperluan rumah. Iyaa kali jam segini gue langsung pergi ke minimarket😒
22.06
__ADS_1
Ayuna:'Begitukah??🤣'
22.06
Elia:'Udah-udah mau tidur gue daripada ngedengerin lo nanti malah ngomong yang unfaedah@Ayuna
22.07
Dini:'Hussssttttt dah tidur sana dah malem, biar besok bisa ketemu sama idaman hati. Huaaaaa jadi inget Gus Imron gue, udah sholeh, ganteng, baik hati uhhhh pokoknya paket komplit dah😍'
22.08
Ayuna:'😒'
22.08
Elia:'😒'
22.08
Keesokan harinya, Ayuna dan Dini pergi ke sekolah. Mereka hanya pergi berdua karena Elia sudah mengatakan akan ke minimarket dulu sebelum berangkat sekolah. Sesampainnya di sekolah, Ayuna dan Dini bergegas pergi ke kelas supaya tidak terlambat masuk. Karena memang jam masuk sekolah pukul 07.30
Disisi lain, Elia yang berada di minimarket berusaha secepat mungkin ketika berbelanja. Takutnya nanti dia akan terlambat.
"Haduhhh gimana ini! mana udah pukul 07.15 lagi 15 menit lagi pasti sekolah udah dimulai nih, kayaknya gue bakalan terlambat deh"Monolog Elia sambil meratapi nasibnya nanti yang pasti akan terkena hukuman.
Setelah pulang dari minimarket, Elia segera bersiap-siap berangkat sekolah. Elia menunggu angkot yang datangnya cukup lama, akhirnya ketika angkot datang Elia segera naik menuju sekolahnya. Tapi sayang seribu sayang gerbang sekolah telah ditutup karena memang waktu menunjukkan pukul 08.00, Elia yang melihat hal ini segera memutar otaknya supaya diperbolehkan Pak Satpam masuk.
"Pak Satpam! tolong bukain gerbangnya pak saya mohon! " ucap Elia dengan wajah memelas(ingin akting dianya)
"Aduhh maaf neng nggak bisa, soalnya neng udah terlambat. Saya akan lapor pada Guru BK" ucap Pak Satpam.
"Masak Pak Satpam nggak kasihan sih sama saya, saya tadi udah berusaha cepet buat berangkatnya ke sekolah eeee malah udah sampai tapi nggak diizinin masuk" kata Elia sambil berpikir andai dia datangnya bersama kedua sahabatnya, apalagi sama si Ayuna yang notabene nya jago akting dan bahasanya meyakinkan bangett. Si Ayuna pasti udah bisa membujuk Pak Satpam ini, sepertinya kali ini memang sudah nasibnya.
Tiba-tiba datang seorang cowok berseragam SMA naik motor sport. Cowok itu segera turun dari motornya dan mendatangi si Pak Satpam.
"Ehhh Pak tolong bukain gerbangnya saya mau masuk soalnya! " ucap cowok itu dengan nada santainya,
'santai banget dia izinnya, lah gue daritadi ngebujuk Pak Satpam ini udah dari seperempat jam yang lalu tetep aja nggak dibolehin'pikir Elia dalam hati.
"Ehhhh iya den, tunggu sebentar! " ucap Pak Satpam sambil membuka gerbang sekolah yang sudah tertutup. Setelah gerbang terbuka, cowok itu segera masuk dengan menaiki motor sportnya. Eliapun segera masuk dan ingin menanyakan sesuatu pada cowok itu.
"Hei lo kok enak banget mau masuk area sekolah, meski gerbang udah ditutup sama Pak Satpam. Emangnya lo siapa sampe Pak Satpam manggil lo aden?" tanya Elia bertubi-tubi. Nih Elia iyaa udah bagus dia boleh masuk, bukannya segera masuk kelas eeeee malah nanya-nanya orang nggak jelas. Efek penasaran kali iyaa!!!
"Beneran lo nggak tau gue?? kudet banget sih lo, atau lo sebenarnya udah tau cuma lo ingin gue perhatiin dan nantinya jadi pacar gue" ucap cowok itu dengan entengnya
"Whattttt gue ingin lo perhatiin dan lo jadiin pacar? yang ada amit-amit dah, ogah gue. Muka pas-pasan aja sokk!" sarkas Elia
"Ishhhh bener-bener cowok nyebelin, narsis nggak berperiperasaan" monolog Elia.
Emang ada iyaa nggak berperiperasaan, kasih tau iyaa kalau memang ada. Tapi kerena emang dasarnya Elia yang nggak akan puas kalau dia belum tau siapa cowok nyebelin tadi, dia segera menanyakan pada Pak Satpam.
"Pak, tadi itu siapa kok pak Satpam manggilnya aden?"tanya Elia.
Pak Satpam pun menjawab "Tadi itu putra kedua pemilik sekolah ini neng, namanya den Devan"
"Ohhhh gitu makasih iya pak! "
Elia segera masuk ke kelasnya, tapi sayangnya dia dikeluarkan dari kelas karena terlambat cukup lama. Gimana nggak lama Elia masuk pukul 08.30 coba bayangin dehh telat aja satu jam, guru siapa aja bakalan keluarin muridnya dari kelas dan dihukum pastinya. Ayuna dan Dini yang melihat Elia di suruh keluar kelas dan dihukum berdiri dilapangan sekolah sambil hormat pada bendera hanya bisa bergidik ngeri, kalau masalah lelah kringetan sihh biasa aja tapi malunya guysss mana tengah lapangan sekolah pusatnya orang lihat apalagi kalau ada yang dihukum.
Ternyata yang dihukum bukan cuma Elia, tapi juga si Devan tahu kan? orang yang adu mulut sama Elia saat masuk sekolah tadi. Akhirnya keduanya melakukan hukuman berdiri sambil hormat pada bendera selama setengah jam, meski dengan sedikit cek-cok antara keduanya. Walaupun Devan adalah putra kedua pemilik sekolah ia tetap akan dihukum apabila melanggar peraturan sekolah.
Setengah jam kemudian, Elia dan Devan telah menyelesaikan hukuman mereka. Iyaa walaupun harus dengan setengah hati melakukannya apalagi banyak sekali murid yang melihat mereka berdua kena hukuman.
Di Kantin....
Ayuna, Elia dan Dini telah duduk di kantin sambil menunggu pesanan mereka yang tadinya sudah dipesankan oleh Dini.
"Kok lama iya? mana perut gue rasanya minta diisi daritadi" keluh Elia setelah menghabiskan hampir satu botol air minum.
"Lo minum kayak habis dari padang pasir aja El! "seru Dini.
"Malu banget gue dihukum kayak gitu, mana diliatin banyak murid lagi hancurlah citra baik gue di sekolah ini"kata Elia sambil menelungkupkan wajahnya di atas meja.
"Lagian lo juga sih belanja nggak nunggu pulang sekolah aja, jadi terlambat kan lo. Gue tau banget apa yang lo rasain sekarang, capek sih nggak seberapa cuman malunya itu sampe ke ubun-ubun hahahaha"ucap Ayuna sambil tertawa
"Lo nggak kasihan sama gue Ay,huaaaa malu banget gue,mau ditaruh mana muka gue nih"ucap Elia dengan wajah gusarnya
"Dahlah nggak usah lebay El, lo biasanya aja malu-maluin masak sekarang gitu aja dah ngeluh katanya malulah apalah"kata Dini sambil mengedipkan mata sebelahnya.
Mereka ini iyaa udah tau temennya curhat sampe segitunya eeee malah di ketawain, kalian gimana nih saat temen kalian curhat?
"Ehh kok lama iya nggak dateng-dateng pesenannya, gue susul dululah guysss" ucap Dini.
Dini segera menanyakan pesanannya pada ibu kantin
"Bik, pesanan aku mana iya udah daritadi kok nggak datang-datang?"
"Aduhh maaf iya non ini bentar lagi udah selesai, ini non pesenannya maaf iya non soalnya tadi ada yang pesan dibungkus banyak karena itulah agak lama" ucap ibu kantin menjelaskan.
"Iya nggak apa-apa kok bik" ucap Dini menimpali.
__ADS_1
Tapi, sebelum Dini mengambil pesanannya tiba-tiba ada seorang cowok yang langsung menyerobot mengambil pesanan Dini.
"Ehh lo, nggak ada sopan-sopannya banget deh. Udah nggak antri sekarang malah ngambil pesenan gue lagi"ucap Dini dengan ketus.
"Lo bawel banget sih, nih gue ganti dua kali lipat buat lo. Ini biar gue duluan yang ambil" ucap cowok itu dengan entengnya sambil membawa pergi pesanan Dini.
Dini yang melihat perbuatan cowok itu sangat kesal dan dengan terpaksa ia memesan lagi.
"Siapa sih cowok itu seenaknya banget, nggak tau aja gue daritadi nunggu lama ehhh malah dia yang ambil pesenanya" ucap Dini sambil menggerutu kesal.
"Aden tadi itu anak pertama pemilik sekolah ini non, namanya den David"kata ibu kantin
Dini yang mendengar hal itu hanya bisa ber'oh'ria sambil menahan kekesalannya.
Dini segera kembali ke teman-temannya untuk memberikan pesanan mereka.
"Kok lama banget sih Din"ucap Ayuna dan Elia berbarengan.
"Ada sedikit masalah tadi gue ceritain nanti ajalah, mending sekarang makan dulu"kata Dini menimpali.
Mereka segera menghabiskan makanan dengan cepat, takutnya bel akan segera berbunyi tanda masuk.
Kringggggg
bunyi bel masuk telah berbunyi, para
murid segera masuk ke kelas masing-masing tak terkecuali Ayuna, Elia dan Dini.
Di Kelas...
" Assalamualaikum!"ucap Pak Rendi.
"Waalaikumsalam! " ucap murid-murid kelas 11Ipa2.
"Loh pak bukannya hari ini jadwal pelajaran Bu Ningsih iyaa?"tanya Ketua kelas, Erlan namanya.
"Iyaa saya tau, tapi Bu Ningsih izin hari ini karena sedang sakit. Jadi saya cuma menyampaikan amanat beliau memberikan tugas pada kalian. Buka Buku Bahasa Indonesia halaman 50 sampai 55 kalian buat rangkuman materinya. Nanti jika sudah selesai dan akan masuk jam pelajaran ke enam, tolong salah satu dari kalian kumpulkan tugasnya ke kelas 12Ipa1" ucap Pak Rendi panjang lebar itupun dengan wajah datar khasnya. Ayuna yang melihat pak Rendi hanya sibuk melamun sambil mendengarkan.
"Ayuna, apa kamu sedang sakit?" tanya pak Rendi.
"Ohh ng-nggak kok pak" jawab Ayuna tergagap.
"Yasudah saya pergi dulu" kata pak Rendi sembari pergi meninggalkan kelas.
Ayuna yang merasa diperhatikan oleh pak Rendi hanya sibuk senyum-senyum sendiri.
"Heh Ay, cepetan kerjain tugasnya. Lo nggak mau dihukum kan? " ucap Elia menyadarkan lamunan Ayuna. Beberapa menit kemudian semua murid telah selesai, tinggal Ayuna yang belum selesai.
"Ay, cepetan lo kalau ngerjain! daritadi ngelamun terus sih" ucap Dini
"Iya-iya bentar lagi hampir selesai kok ini" kata Ayuna yang sedang sibuk menulis.
Lima menit kemudian, Ayuna yang sudah menyelesaikan tugasnya segera mengumpulkannya ke meja guru yang sudah terisi penuh oleh buku tugas murid-murid.
"Ehhh Ay, lo aja yang ngumpulin ke kelas 12Ipa1, Lagian sebenarnya udah daritadi cuman nungguin lo aja yang belum selesai"ucap Erlan.
"Iya-iya gue yang akan ngumpulin, tapi apa gue kuat iya bawa buku sebanyak ini"ucap Ayuna biar dibantuin gitu hahahaha
"Lo kan cewek kuat Ay, gue percaya lo. Lo pasti bisa, gue bantu dengan doa dehh"sahut Ryan dari bangkunya.
Ayuna yang mendengar ucapan teman-temannya hanya bisa mendengus kesal
'mereka ini nggak ngerti banget dehh, iya emang sih faktanya gue kuat-kuat aja bawa buku segini'
Akhirnya dengan setengah hati Ayuna pergi menuju kelas 12Ipa1 yang berada dilantai 2.
"Ini nih yang gue nggak suka, pake naik ke lantai 2 lagi, bawa buku segini sih b aja tapi naiknya ini. Mana tangga banyak banget, daritadi kok nggak nyampe-nyampe" keluh Ayuna.
Baru saja sampai di lantai 2 Ayuna dikagetkan dengan adanya cowok berseragam SMA lagi ngepel lantai dengan tidak ikhlasnya, kok tau nggak ikhlas? iya tau lah dari gerak-geriknya aja kayak orang lagi main air, bukan malah ngepel ehh malah cuma dibasahin aja lantainnya. Ayuna sih bodoamat&nggak peduli yang penting tugasnya segera dikumpulkan, karena ia tidak mau sampai didemo satu kelas gara-gara nggak amanah.
Ayuna segera mengetuk pintu kelas sambil mengucapkan salam, tak lupa memberikan tugas-tugas nya pada pak Rendi. Sambil tutup telinga karena mendengar sorakan dari kakak kelasnya itu. Ia segera pamit pergi ke kelasnya. Tiba-tiba dia terpeleset dan hampir saja jatuh kalau saja ia tidak berpegangan pada seseorang, tapi naas keduanya malah terjatuh dan keduanya terduduk dilantai dalam kondisi yang errrr memprihatinkan. Ayuna yang tau lantai basah segera berdiri dan mengibas-ngibaskan rok nya yang sedikit basah.
"Ehhh lo kalau ngepel yang bener dong masak orang ngepel kayak mau bikin banjir kelas malahan" ucap Ayuna dengan kesalnya.
Semua murid kelas 12Ipa1 malah menonton adegan yang menurut mereka sangat lucu. Cowok itu malah membalas perkataan Ayuna dengan tampang tak bersalahnya.
"Lagian lo sih udah tau lantai basah kok malah main nyelonong aja. Tuh akibatnya"
Ayuna yang mendengar perkataan cowok itu menahan geram
"Ehhh udah tau salah nggak ngerasa banget iya kesalahannya, atau mau gue ceritain cara lo ngepel yang nggak ada akhlak"kata Ayuna sambil menyeringai.
Ayuna kok dilawan ilmu debatnya udah level akut hahaha. Cowok yang merasa kalau Ayuna menyindirnya, menahan kesal. Iyaa dia tau sendiri kemampuannya dalam hal bersih-bersih sangat minim.
"Sudah-sudah, Ayuna segera kembali ke kelasmu dan kamu Daren lanjutkan hukumanmu itu" perintah pak Rendi.
Ayuna segera pergi sambil menatap tajam cowok yang ia tahu bernama Daren itu.
Sesampainnya dikelas, Ayuna segera mendobrak pintu yang setengah tertutup dengan agak keras. Untungnya ia tau kalau tidak ada guru dikelasnya saat ini lebih tepatnya free class. Teman-temannya ada yang terlonjak kaget, ada yang mengelus dada bahkan ada yang langsung terbangun dari tidurnya dan terjatuh dari bangku (uhhhhh kasihan banget sih yang jatuh pasti sakit tuhh karena jatuhnya beneran bukan jatuh cinta wkwkwk).
Banyak yang menyumpah serapahi Ayuna sampai-sampai nama hewan di kebun binatang disebutkan semua hahaha. Untung mereka sudah mengenal Ayuna orangnya bagaimana. Ayuna itu orangnya bar-bar jadi maklumi saja apa yang dilakukannya itu.
__ADS_1
Elia dan Dini menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, Ayuna menceritakannya kepada kedua temannya itu. Iyah akhirnya sesi curhat ketiganya dimulai, yang anehnya dari sekian banyaknya peristiwa yang terjadi cuma hari ini hari paling kesal buat mereka. Dimulai dari Elia yang adu mulut dengan Devan, lalu Dini yang rebutan makanan sewaktu dikantin dengan David dan Ayuna yang debat dengan Daren gara-gara jatuh karena lantai basah yang tidak dipel dengan benar.