Kisah Cinta Di Jenjang SMA

Kisah Cinta Di Jenjang SMA
Part 13 (Tidak Peka)


__ADS_3

"Untuk kelompok yang sudah maju, dipersilahkan untuk keluar terlebih dahulu" ucap Pak Aldi


Akhirnya Elia, Ayuna, Dini dan Mela keluar begitupula Ryan beserta ketiga sobatnya, yah kalian tau sendirilah siapa aja


"Loh kok ada kalian?"tanya Elia


"Ehhh iyah El, tadi gue sama yang lain nggak sengaja lihat ruang musik ini ramai, jadi iyah mampir lihat dulu"jawab Daren


"Ay, gue sama ketiga sobat gue pergi kekelas dulu iyah!!"ucap Ryan dengan santainya


"Lah kenapa juga lo ijin sama gue"ketus Ayuna


"Yah biar lo nggak kangen aja sama gue, tapi kalau kangen kan yang penting udah tau gue dimana"sahut Ryan dengan senyum khasnya


Ayuna hanya memutar bola mata malas melihat tingkah Ryan, apa hubungannya sama gue coba? pikir Ayuna. Ayuna tetaplah Ayuna yang bomat masalah itu


Beda hal lagi dengan Daren yang sudah menahan emosinya daritadi karena melihat keakraban Ayuna dan Ryan


'Kok mereka akrab banget sih, apa yah hubungan mereka?'batin Daren bertanya-tanya


"Loh mana David kok nggak ada?"tanya Dini


Memang daritadi Dini sedang celingukan mencari David, yang entah pergi kemana.


"Lo susul aja di rooftop sekolah ini, kak David biasanya kalau sedang galau pergi kesitu"jawab Devan yang matanya masih fokus melihat Elia


'Duh nikmat mana lagi yang gue dustakan iya, lihat jelmaan bidadari kayak Elia tiap hari, adem banget rasanya hati'batin Devan meronta-ronta


"Bener tuh Din, ayo cepetan tunggu apa lagi. Lo susul kak David sekarang"pinta Ayuna


"Lah kenapa harus gue?"


"Lo ini nggak peka banget sih Din, udah jelas-jelas kak David itu sebenarnya cemburu lihat lo mesra sama si Erlan tadi" jelas Ayuna, kalau nggak dijelasin nggak bakalan paham Dini(biasa orangnya kurang peka)


"Tapi gue kan nggak mesra-mesraan sama Erlan"sangkal Dini


"Udah deh Din, mending lo temuin kak David dulu kasihan, mana udah jam mau pulang nih" saran Elia


"Hufftt yaudah deh gue ke rooftop dulu, tapi tungguin loh"


"Iya Din, lo jangan khawatir. Kalaupun nanti kita nggak tungguin lo,kak David juga bakal nganterin lo pulang kok"canda Mela


"Apaan sih" kesal Dini


Dini yang kesal pun tak memperdulikan ledekan dari teman-temannya dan segera menyusul David ke rooftop


"Ehh guys gue punya rencana" Ayuna tiba-tiba mencetuskan ide cemerlangnya


"Apa Ay?"heran Elia


"Kita pulang duluan aja, biar Dini sama kak David pulang berdua nanti"jelas Ayuna


Daren yang melihat kejahilan Ayuna hanya bisa tersenyum menanggapi, seniat itukah nyatuin Dini sama kak David pikir Daren


"Yah gue setuju sama ide lo Ay, yaudah mending kita ambil tas dulu dikelas terus pulang"ajak Elia


"Ehmm gimana kalau kalian pulang bareng kita aja, daripada naik angkot" saran Devan


'Ngambil kesempatan tak apalah'ucap Devan dalam hati sambil nyengir nggak jelas


"Nggak mau, mending naik angkot aja enak. Bisa cuci mata lagi lihat cogan" alasan Elia


"Tapi kan El..... "ucap Devan yang sengaja menggantung kalimatnya sambil memberi kode lewat tatapan pada Ayuna, supaya Ayuna mau membujuk Elia


Ayuna yang tau arti tatapan Devan hanya menghela nafas berat


'Gue lagi gue lagi dah'


"Udahlah El, bener kata Devan. Anggep aja hemat ongkos dapet tumpangan gratis" timpal Ayuna


"Kok gitu sih Ay, biasanya lo paling seneng lagi biar bisa liat cogan gitu. Apa jangan-jangan lo pengen diboncengin Daren iyah"selidik Elia


"What!! iyah nggak lah lo ada-ada aja sih" ucap Ayuna sambil cemberut


Ayuna malah balik menatap Devan dengan tatapan tajam


'Ini semua gara-gara lo Devan, awas lo'batin Ayuna


'Mampus gue, udah bikin Ayuna marah'tangis Devan dalam hati


"Ehhhh udah yah Elia sayang, mending kita pulang sekarang aja lagian bel juga udah bunyi tadi"bujuk Devan


"Yaudah deh"


Devan menghembuskan nafas lega, akhirnya Elia mau diajak pulang bersama.


"Gue duluan yah Ay, Mel, Daren, Kak Andi" ucap Elia


"Iyah, hati-hati lo. Kalau Devan nakal, tinggalin aja El mending cari yang lain" ucap Ayuna dengan senyumnya


Bagi Elia itu senyum manis, tapi beda kalau Devan malah bergidik ngeri melihat senyum Ayuna yang lebih tepatnya seringaian yang ditujukan pada Devan.


'Tamat beneran dah nasib gue'batin Devan yang saat ini sedang menangis meronta-ronta


"Gimana Una?yuk pulang"ajak Daren


"Hahh apaan kok lo manggil gue Una sih"


"Nama lo kan Ayuna, lagian udah banyak yang manggil Ay, jadi gue panggil lo Una aja sebagai panggilan kesayangan gue" ucap Daren sambil nyengir nggak jelas


"Terserah lo aja deh"pasrah Ayuna yang nggak mau mikir repot


Akhirnya Daren dan Ayuna pulang bersama, dan kini tinggalah dua insan lawan jenis yang masih saling terjun dalam keterdiaman mereka, siapa lagi kalau bukan Mela dan Andi. Mela yang malu harus memulai pembicaraan dan Andi yang memang notabennya orang cuek dan irit bicara, jadi yah begitulah diam adalah pilihan utama saat ini


"Mela!"


"Kak Andi!"


Sekali bicara aja barengan


"Lo duluan aja"


"Emmm kak gue pulang duluan aja"


"Nggak, lo gue anterin pulang"


"Tapi kak Andi nggak nungguin Dini dulu?"tanya Mela


"Dini udah sama David"

__ADS_1


"Ohhh iyah"


'Duhhh jantung, please deh jangan kayak lari maraton aja'ucap Mela dalam hati yang sedang menasehati jantungnya.


Di Parkiran...


Ayuna dan Daren yang sudah bersiap akan pulang


"Ehh bentar Ren, gue mau nelpon Dini dulu"


"Iyah Una, lo tinggal telpon aja"


"Daren, geli gue lo panggil kayak gitu. Apa nggak ada nama lain gitu"ucap Ayuna dengan cemberut


"Hahahaha, udahlah itu nama panggilan kesayangan gue sama lo. Iyah biasain aja dengernya"


"Dahlah terserah lo"


Ayuna pun mencari kontak Dini dan menelponnya


Di Rooftop....


"David!"


"Lo ngapain disini?"tanya David dengan herannya


"Ehmm..... gue cuman mau ngasih tau lo aja kalau ini udah waktunya pulang"


"Terus?" ucap David sambil mengangkat sebelah alisnya


Dini yang melihat hal itu merasa bingung, pasalnya David selalu menjawab dengan ketus


"Lo marah sama gue?" tanya Dini


"Nggak"


"Terus lo jawabnya kok ketus banget sih, apa lagi males ngomong yah?"heran Dini


Hadeh sama-sama nggak peka iyah gini yang satu marah karena cemburu lah satunya lagi malah polosnya terlalu


David sama sekali tidak memberikan jawaban lontaran pertanyaan dari Dini, mau tidak mau Dini hanya bisa menunggu disamping David sambil melihat pemandangan dilangit yang saat itu sedang mendung, semendung hati David saat ini


David hanya terdiam dan memikirkan perasaannya yang saat ini sedang berkecamuk, entahlah dia sendiri tidak tau.


Hanya keheningan yang saat ini menyelimuti kedua anak manusia berbeda lawan jenis itu


Tiba-tiba.........


📲🎼Kringg....... ada telpon🎼


Bunyi suara handphone Dini


'Assalamualaikum'


'Waalaikumsalam'


'Halo Ay, ada apa?'


'Din lo nanti pulang sama kak David aja yah, soalnya gue sama yang lain udah pulang duluan'


'Kok lo nggak nungguin gue sih'


'Iyah sorry deh tadi tuh udah pada nungguin lo tapi lama sih jadinya kita pada pulang duluan. Udah yah Din, gue mau pulang dulu sama Daren lo nikmatin aja waktu lo sama kak David, inget pesen gue harus PEKA, yaudah bye-bye Assalamualaikum'


'Waalaikumsalam, udah dimatiin aja sama ni bocah'


"Ada apa?"


"Ini tadi Ayuna ngabarin, semuanya dah pada pulang tinggal kita aja disini"ucap Dini dengan cemberut


David yang melihat wajah cemberut Dini hanya terkekeh pelan sambil tersenyum kecil dan sangatt tipis


"David, lo tadi tersenyum yah?coba ulangi lagi dong. Ini kejadian langka saat lo senyum kayak tadi"


"Udahlah yok pulang gue anterin"ucap David sambil pergi tanpa mempedulikan Dini yang sedang menggerutu kesal.


'Apa ini yang dimaksud Ayuna dengan Peka tadi?tapi gue nggak paham maksudnya'


Hadehh orang kalau sudah tidak peka iya begini


...----------------...


Suasana mendung disertai angin yang berhembus, membuat dedaunan disepanjang jalan melambai-lambai tanpa beban.


Tak seperti kedua insan yang saat ini berboncengan, sama sekali tidak mempedulikan angin lebat yang menerpa.


Motor sport hijau itu berbelok arah dan berhenti di depan sebuah kafe.


"Una kita berhenti di Kafe aja yah, angin kenceng banget nih mana mendung banget mau hujan bentar lagi"ucap Daren sambil melepas helmnya


"Iyah Ren, gue tadinya juga mikir gitu mau ngomong lo berhenti dimana gitu, ehhh lo udah berhenti disini aja"


"Yaudah yuk masuk"ajak Daren sambil menggandeng tangan Ayuna, Nggak Daren Ayuna nggak akan hilang kok


Keduanya segera masuk kedalam dengan bergandengan tangan, Ayuna sama sekali tidak sadar tangannya digenggam Daren karena memang Ayuna sibuk mengagumi interior kafe itu yang sangat hangat dan sangat cocok untuk tipe anak muda jaman sekarang. Tiba-tiba Ayuna yang merasa genggaman tangan Daren dan melihat sekitar, mereka menjadi sorotan publik alias pengunjung kafe itu. Ada banyak tatapan yang tertuju pada Ayuna dan Daren entah itu tatapan kagum, iri dan lainnya.


Ayuna segera melepas tangannya yang digenggam Daren


Daren yang melihat tingkah Ayuna yang sedang malu, hanya tertawa kecil. Biasanya aja berani dia kenapa sekarang malah malu pikir Daren


"Kita duduk disana aja yah!"ajak Ayuna


"Iyah, terserah lo Una"


Lalu keduanya segera menuju ke meja paling pojok yang ada disamping jendela, tepat sekali supaya bisa melihat pemandangan luar


"Una gue kan udah ngasih panggilan kesayangan buat lo, harusnya lo juga ngasih panggilan kesayangan buat gue"


Mendengar ucapan Daren, Ayuna segera mengalihkan tatapannya melihat Daren yang juga melihatnya.


"Emang lo mau dipanggil apa?gimana kalau gue panggil Aren aja, kan nama lo Daren terus D nya gue ilangin jadi Aren, gimana?"


"Kok Aren sih Una, kayak nama gula aren aja"kesal Daren


"Yah wajah lo aja babyface banget mana kalau senyum manis lagi kayak gula aren"canda Ayuna


Daren segera mengalihkan wajahnya dari hadapan Ayuna, dia tidak ingin Ayuna melihat dia yang sedang salting&melting


"Tuhkan pipinya merah banget Aren" Ayuna menertawakan tingkah Daren yang gampang sekali dibaperin olehnya

__ADS_1


"Apaan sih, mending kita pesen aja"


Daren memanggil waiters untuk memesan makanan


"Lo mau pesen apa Una?"


"Gue mau pesen nasi goreng yang pedes sama capcay, minumnya jus jeruk aja"


"Okey, tapi nasi gorengnya gak boleh terlalu pedes, inget Una jaga kesehatan"


"Gue udah biasa Aren, udah nggak apa-apa lagian gue nggak punya penyakit lambung kok"


"Meskipun begitu pokoknya jangan terlalu pedes, gue nggak mau lo sakit"


"Ishh yaudah gue nggak mau makan kalau gitu"Ayuna ngambek


"Ehmm jadi ini pesen apa yah mbak sama masnya?"tanya waiters tersebut


Tidak mungkin kan kalau tidak segera menengahi nanti yang ada mati berdiri disitu kali pikir waiters itu, ada-ada aja pikirannya


"Yaudah deh gue turutin aja, emm pesen nasi goreng yang pedes 2 capcay 1 sama minumannya jus jeruk 2" ucap Daren


"Okey ditunggu sebentar yah mbak mas" ucap waiters itu dengan ramah


"Udah dong jangan marah Una, udah gue pesenin tuh"bujuk Daren pada Ayuna yang masih dalam mode ngambek tapi nggak beneran


Tau sendirikan Ayuna Ratu Sandiwara, mungkin kalau Elia, Dini dan Mela melihat Ayuna seperti itu pasti sudah paham dengan tingkah sahabat mereka, jadi mereka maklum dan tidak terkejut ataupun terlalu menanggapi tingkahnya


Ayuna sudah tidak tega melihat wajah Daren yang berusaha membujuknya.


"Iyah, gue nggak marah kok"sahut Ayuna


"Nggak kok Aren, gue gak marah" ucap Ayuna dengan senyum termanisnya


Daren berusaha menutupi perasaanya saat ini yang entahlah tidak bisa didefinisikan sangking senangnya mungkin


Tiba-tiba Daren teringat sesuatu


"Una, tadi lo kok akrab banget sih sama temen laki-laki lo itu"


Ayuna yang sedang memainkan handphone nya melihat kearah Daren dengan mengangkat sebelah alisnya, aneh aja gitu pikir Ayuna


"Temen laki-laki banyak, emang yang mana?"ucap Ayuna dengan tampang tak berdosanya


"Yang tadi nyanyi sama lo"kesal Daren


Yah Daren tau, Ayuna sudah mengetahui yang dimaksudnya tapi emang dasarnya Ayuna pura-pura nggak peka


"Ohhhh itu Ryan namanya, dia emang biasa kayak gitu. Jadi gue nggak kaget sih" santai Ayuna


"Tapi nggak harus kayak pacar dong, pamitnya"sindir Daren


"Yaa gue juga nggak tau lah Aren, emang si Ryan itu sikapnya udah kayak gitu dari dulu. Cemburu yah?"goda Ayuna


"Nggak, siapa bilang gue cemburu"elak Daren


"Lah itu baru aja ngomong"balas Ayuna tak mau mengalah


Emang bener yah istilah"PEREMPUAN SELALU BENAR"maunya itu bener mulu


"Yah deh ngalah gue kalau udah debat sama lo Una"


Tiba-tiba......


Kringggggg ada telfon📲


Daren yang mendengar suara benda persegi panjangnya itu, segera mengangkat panggilan yang berasal dari mamah tercintanya


'Assalamualaikum mah, kenapa?'


'Daren, Ayuna sama kamu kan?'


'Lah emang kenapa mah kok tanya Ayuna, anak sendiri malah nggak ditanyain'


'Udah deh ren, nggak usah lebay. Mamah cuma mau ngasih tau kamu cepetan pulang sekalian pulangnya sama Ayuna yah! ini dirumah juga udah ada Devan, Andi, Elia sama Mela'


'Lah-lah kok pada kumpul semua emang ada apaan mah?'


'Udah pulang aja dulu, nanti mamah sama papah jelasin'


'Yah mah'


'Assalamualaikum, inget sekalian bawa Ayuna hati-hati kalau pulang jangan sampai calon mantu mamah lecet. Awas lo kalau sampai Ayuna ada lecet aja dikit, mamah hukum kamu'


'Waalaikumsalam, iyah mamahku sayang'


Tut-tut


"Ada apa ren?"


"Ohhhh ini telpon dari mamah nyuruh kita pulang, kamu mau kan ikut gue pulang dulu soalnya yang lain udah ada disana"


"Iyah terserah sih, tapi makan dulu yah udah terlanjur pesen kan tadi"


"Iyah"


Setelah menyelesaikan acara makan dadakan, Ayuna dan Daren segera pulang lebih tepatnya pulang ke mansion keluarga Anderson


Disisi lain......


David dan Dini yang sedang menikmati perjalanan mereka, walaupun hanya terdapat keterdiaman diantara keduanya


Drrrttt📲 suara getaran handphone David


David yang merasa ada sesuatu yang bergetar di saku hoodie nya menghentikan laju motor yang sudah setengah perjalanan itu.


"Ada apa vid?" tanya Dini


"Telpon" jawab David dengan singkatnya


David segera merogoh saku hoodie nya untuk mengambil benda persegi panjangnya yang daritadi terus bergetar minta diangkat


'Assalamualaikum mah!'


'Waalaikumsalam David, mamah mau minta tolong sama kamu tolong belanja keperluan dapur di supermarket yah!ehh sekalian kamu sama Dini kan, ajak pulang juga kerumah bentar biar sekali-kali main kerumah'


'Okey mah'


'Yaudah kalau gitu Assalamualaikum! hati-hati yah'

__ADS_1


Tut-tut


"Waalaikumsalam, belum juga dijawab udah dimatiin aja nih mamah"


__ADS_2