Kisah Cinta Di Jenjang SMA

Kisah Cinta Di Jenjang SMA
Part 3 (Badboy Ganteng)


__ADS_3

Pasangan Wijaya Anderson dan Rosa Anderson memiliki tiga putra kembar mereka ialah....


1.David Putra Anderson


2.Devan Putra Anderson


3.Daren Putra Anderson


Wijaya Anderson adalah pemilik Sekolah Bina Karya Bandung, ia juga menyekolahkan ketiga putra kembarnya di sekolah itu.


Okey jangan tanya bagaimana wajah mereka iyaa pastinya wajah mereka sangat tampan, walaupun ketiganya kembar tapi mereka memiliki wajah yang tidak terlalu kembar atau lebih tepatnya hanya mirip. David dan Devan yang memiliki kemiripan di wajah mereka karena keduanya meniru gen sang ayah, sedangkan Daren hanya rambutnya yang mirip dengan kedua kakaknya untuk wajah dia memiliki postur wajah babyface karena ia meniru gen sang ibu.


Kediaman Anderson


David, Devan dan Daren baru sampai di rumah setelah pulang sekolah tadi. Mereka pulang dalam keadaan yang bisa dikatakan sedang tidak baik-baik saja. Gimana nggak datang-datang dengan wajah kusut, seragam yang sudah dikeluarkan uhhhh sampe sulit untuk mendefinisikannya. Untung ketiganya memiliki wajah ganteng kalau nggak sih iyaa gimana kalian aja nanggepinya.


"Loh kalian ini pulang-pulang bukannya ucap salam tapi malah main nyelonong kayak rumah ini nggak ada penghuninya aja" ucap seorang wanita paruh baya yang kelihatan masih cantik, padahal umurnya sudah mencapai kepala empat atau mungkin lebih.


"Assalamualaikum mah!" ucap ketiga anaknya.


"Waalaikumsalam!kalian ini kenapa??coba lihat keadaan kalian ishhh kayaknya kalian bukan anak mamah deh" ucap Rosa(mamah si kembar)


"Mah jangan bercanda deh, udah tau anak-anaknya kayak gini malah nggak diakuin lagi"ucap Daren mendramatisir.


David dan Devan yang melihat mama dan adiknya sedang akting seperti itu hanya memutar bola mata malas, ada-ada aja mereka ini.


"Sudah-sudah. David, Devan, Daren segera masuk ke kamar kalian habis itu mandi, terus makan!"perintah mama Rosa


"Okey Ma!" jawab ketiganya bersamaan


Setelah ketiganya makan siang mereka segera berkumpul di ruang kesayangan mereka, yaitu sebuah ruangan yang digunakan untuk ngegym bahkan ada beberapa alat musik yang memang sudah disediakan, kayak ruang musik&ruang ngegym dijadiin satu gitu.


"Ren, lo telfon cepetan si Andi. Biar dia kesini!" ucap David menyuruh Daren.


"Iya kak Dav!" kata Daren menuruti kakaknya.


Daren memang tidak akan bisa membantah David kakak pertamanya, tapi kalau membantah Devan kakak keduanya iya pasti sering lah hahaha.


"Ehhh Ren sekalian Andi suruh bawa cemilan gitu, biar nanti kumpulnya enak sambil makan! "ucap Devan sambil mengedipkan mata sebelahnya.


Inilah yang tidak disukai Daren, si Devan pasti begitu mungkin sangking banyaknya cewek sampai-sampai cara menggoda serahkan pada playboy(Devan) satu itu.


Daren tidak mempedulikan Devan, sehingga Devan hanya bisa mendengus kesal


'Daren ini kalau David yang nyuruh aja langsung iya kak, nurut banget'ucap Devan dalam hati sambil menahan dongkol dihatinya.


David dan Daren yang melihat Devan seperti itu sih bomat(bodoamat) karena memang sudah terbiasa dengan sikap Devan yang bukan hanya playboy tapi juga suka ngambek kalau nggak diturutin. Mungkin saat bersama cewek-cewek nya itu Devan sering ngambek kali iya! hahahaha


🎶Dering telfonku.....🎶bunyi handphone Andi tanda ada yang menelfon.


Tapi sayangnya Andi sedang dikamar mandi dan kebetulan Dini masuk ke kamar kakaknya itu.


"Kak! Ada yang nelfon cepetan keluar, lagi apa sih lama amat di kamar mandi! "ucap Dini sambil berteriak. Andi yang mendengar suara Dini segera menyahut


"Bentar lagi kali dek, udah nggak apa-apa biarin aja handphone gue bunyi"


"Yaudah, tapi setelah mandi segera turun iyaa! dipanggil bunda soalnya disuruh makan siang!" ucap Dini sembari pergi keluar kamar Andi.


Beberapa menit kemudian Andi telah selesai mandi dan melihat handphone nya


"Siapa sih yang nelfon??tumben. Loh si Daren ngapain nelfon gue?"


Karena penasaran, Andi menghubungi kembali Daren.


🎶Pippippip...... ada telfon🎶bunyi handphone Daren.


Daren yang mengetahui Andi menelfonnya kembali segera mengangkat panggilan tersebut.


'Halo Ren ada apa lo nelfon gue tadi?'tanya Andi


'Gue cuma mau ngasih tau lo kalau hari ini kak David pengen kumpul sih cepetan ke sini!'jawab Daren.


'Ohhh ya gue otw kesana cuman mungkin agak lama soalnya mau makan siang dulu gue disuruh bunda'ucap Andi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


'Iyah terserah lo yang penting lo usahain cepet lah, lo kan tau sendiri gimana kak David orangnya gak mau lama nunggu gak sabaran dianya'ucap Daren setengah berbisik, padahal ucapannya telah didengar oleh kedua kakaknya tau gitu nggak usah bisik-bisik aja ada-ada saja Daren ini.


Setelah menutup telfonnya Andi segera turun pergi ke ruang makan, memenuhi panggilan sang Ibunda Ratu hahaha.


"Lagi apa aja kak lama banget kayak gadis lagi pms aja mandinya" ucap Dini sambil nyindir dikitlah nggak apa-apa sekali-kali kakaknya ini emang harus dikasih tau.


"Iyaa kan tadi nelfon balik dek terus lama deh" ucap Andi membela dirinya


Setelah perdebatan kecil mereka, akhirnya selesailah acara makan siang.


"Mah, aku mau pergi ke rumah Si Badboy Kembar! " ucap Andi menamakan David, Devan dan Daren dengan sebutan Si Badboy Kembar karena mereka sangat terkenal dengan sebutan Badboy. Iyah kalian tau sendirilah gimana Badboy itu hanya definisi lain dari anak nakal&bandel.Tapi ada tapi nya loh iyah, walaupun Si Kembar dijuluki Badboy ketiganya yakni David, Devan Daren selalu mendapat nilai yang camlaude setiap ada ulangan maupun ujian bahkan ketiganya selalu mendapat peringkat teratas. Daren yang selalu mendapat juara umum atau peringkat pertama, David yang selalu mendapat peringkat kedua dan Devan yang mendapat peringkat ketiga setelah adik dan kakaknya. Jangan tanyakan kalau Andi sih selalu dapat peringkat empat setelah si kembar. karena hal inilah sikembar dan Andi selalu mendapat julukan"The Four Most Wanted Boy and Cool Boy"yang selalu menjadi idola para gadis saat di sekolah dan juga dimanapun mereka berada. Itu juga karena tampang mereka yang kelewat ganteng. Okey lanjut.


Andi pergi ke rumah Si Kembar dengan motor sport. Setelah sampai dirumah si kembar, lebih tepatnya mansion sih. Dia segera mengetuk pintu


tok tok tok


"Assalamualaikum! "ucap Andi senakal-nakalnya Andi salam jangan lupa


"Waalaikumsalam, loh den Andi udah sampai iyah! udah ditunggu sama den kembar"ucap bik Imah

__ADS_1


"Ohhh iya bik, diBascamp kan bik?" tanya Andi.


Bik Imah yang memang sudah tau dan terbiasa akan kedatangan Andi, selain itu Bik Imah adalah pengasuh Si Kembar sejak kecil jadi Bik Imah tau bagaimana sifat&sikap sikembar


Andi segera masuk ke Bascamp dan menemui si Kembar


"Heii bro! maaf deh kelamaan gue tadi makan dulu, gitu aja debat sama adek gue dulu"ucap Andi menjelaskan.


Walaupun Si Kembar sobatnya Andi tapi mereka jarang ke rumah Andi karena Dini selalu memperingati kakaknya supaya tidak mengajak teman-temannya ke rumah saat dia ada di rumah. Tapi kalau Dini lagi keluar iyaah bebas lah.


"Kalau gue sih nggak apa-apa ndi, tapi kedua kakak gue nih daritadi kayak gadis pms aja ngrecokin gue nanyain lo kenapa nggak dateng-dateng" ucap Daren dengan wajah sebalnya.


Andi hanya bisa tertawa keras melihat itu, walau kembar sifat mereka bertolak belakang. David yang cenderung serius tapi orangnya nggak peka, kalau Devan itu playboy akut yang suka tebar pesona(gimana nggak pacarnya aja banyak banget, setiap ada yang ngechat pasti beda-beda). Beda lagi kalau Daren, dia cenderung bodoamat tapi kalau masalah pelajaran sekolah atau ada olimpiade otaknya encer banget seencer air terjun yang selalu terjun bebas. Tidak heran kamarnya penuh piala penghargaan, entah itu olimpiade atau cerdas cermat dan lain-lain


Seputar hobi mereka. David suka sepak bola, Devan sih suka basket, Andi suka main badminton. Nah beda lagi kalau si Daren dia cenderung lebih suka beladiri, bahkan dia pemegang sabuk hitam karate


Setelah David, Devan, Daren dan Andi berkumpul di Bascamp mereka. Iyaa yang dilakukan jelas untuk menghibur diri dengan bermain musik, menyanyi, ada juga yang berolahraga membentuk tubuh mereka menjadi ideal dan mengurangi lemak yang ada dalam tubuh.


"Guyss besok pergi bareng iya kalau sekolah, biar kompak gitu. Nggak ada yang punya acara penting kan?"tanya Daren.


"Gue sih okey-okey aja, tinggal yang lain. Iyah kalian tau sendirilah disini ada yang punya pacar banyak"ucap Andi sambil melihat ke arah Devan, yang lainpun ikut melihatnya.


"Ishhh nyindir gue nih! gini iyah walaupun gue punya pacar banyak tapi mereka itu nggak ada yang gue cinta, gue cuman main-main doang"kata Devan dengan entengnya.


"Lo nya biasa aja Dev, tapi coba lo pikir dehh diantara banyaknya cewek lo pasti ada yang tulus sama lo. Emangnya lo tega iya nyakitin cewek yang nggak bersalah. Kalau cewek matre&gampangan sih gue nggak permasalahin tapi kalau cewek baik-baik gimana?"ucap David memberikan nasehat kepada adiknya itu.


Gini nih kelebihan dari si David emang sih orangnya nggak banyak omong tapi kalau sekalinya ngomong itupun mode serius kalau nggak serius iyah kadang ucapannya itu langsung ngena di hati


"Udahlah kak nggak apa-apa lagian itukan hobi gue"ucap Devan.


"Iyah hobi koleksi wanita hahaaha awas iyah lo kak kalau sampe ada cewek yang bikin lo jatuh cinta&mbucin sama dianya, gue pasti minta hadiah yang fantastis dari lo"ucap Daren sambil menaikkan alisnya.


"Itu nggak akan pernah terjadi gue pastiin itu"jawab Devan berbangga diri.


Belum tau dianya kalau udah jatuh cinta aku pastiin si Devan bakalan lebih bucin dari kedua saudaranya dan Andi hahaha.


"Karma berlaku loh Dev! "seru Andi. Devan sih bodoamat lah iyah.


Diantara mereka ber empat, cuma Devan aja yang playboy. Untuk David, Daren dan Andi sih jomblo setia iyah bukan setia jomblo🤭


Keesokan harinya.....


David, Devan, Daren dan Andi yang memang sudah janjian berangkat bersama ke sekolah, mereka sudah berkumpul dan tinggal capcuss aja sih. Kenapa Dini nggak bonceng kakaknya aja? soalnya dia pengen bareng sama kedua sahabatnya, selain itu Dini juga tidak mau kalau satu sekolah tau dia adiknya Andi. Iyah kalian tau sendirilah gimana kalau sampai satu sekolah tau dia adiknya Andi, hidupnya bakalan terusik pasti dengan recokan para fans kakaknya itu. Dini sih nggak mau repot.


Setelah menempuh perjalanan yang bisa dibilang sebentar, David, Devan, Daren dan Andi sampai di sekolah. Mereka segera masuk ke area sekolah dengan menggunakan motor sport masing-masing, David dengan motor sport birunya, Devan dengan motor sport merahnya, Daren dengan motor sport hijaunya dan tidak lupa Andi dengan motor sport orangenya. Setiap sampai di sekolah mereka pasti menjadi sorotan publik alias para cewek tentunya. Bagaimana tidak, mereka selalu terlihat keren dengan penampilan cool mereka. keempatnya seperti saling melengkapi entah dari fisik, sifat maupun sikap. David dengan penampilan cold boy, Devan dengan penampilan menggoda khasnya, Daren dengan penampilan cueknya dan Andi dengan penampilan wajah datarnya.


"Duhhh ganteng banget sih mereka, ya ampun David keren banget!"ucap salah seorang siswi histeris.


Ayuna, Elia dan Dini yang memang sudah sampai di sekolah daritadi hanya bisa menyaksikan kericuhan&kehebohan para gadis. Mereka sih b aja kayak nggak pernah lihat cowok ganteng aja pikir ketiganya.


"Inilah yang gue nggak suka saat mau dibonceng sama kak Andi kalian lihat sendiri!"ucap Dini sambil melihat kearah empat pemuda tadi.


"Keputusan yang lo ambil emang udah bener Din. Lagian apa sih istimewanya mereka yang ada hari itu bikin kita kesel aja deh"ucap Ayuna sambil mengingat kejadian tempo hari yang akan menjadi hari paling Kesal bagi mereka.


Nggak tau aja mereka Benci&cinta beda tipis, setipis benang sutra. Iyah hari ini emang benci tapi belum tentu kan esok hari atau selanjutnya.


Jadi kawan aku kasih tau nih jangan terlalu benci sama seseorang karena siapa tau orang yang kita benci bakalan jadi jodoh kita😌


Skip masuk...


Kringggggggg   bel istirahat telah berbunyi. Ayuna, Elia dan Dini segera pergi kekantin supaya dapat tempat. Begitu juga David, Devan, Daren dan Andi mereka juga pergi kekantin. Biasanya ke empat cowok itu tidak mau kekantin karena hanya akan merepotkan mereka saat akan makan saja, iyah tau sendiri lah hampir setiap hari mereka selalu mendapatkan kiriman surat cinta, coklat, buket bunga dan lain-lain dari para fans yang kebanyakan para cewek.


Disisi lain...


Ayuna, Elia dan Dini kedatangan seorang perempuan berseragam SMA, ketiganya terlihat bingung karena tidak mengenal siapa perempuan itu.


"Haii! apa kalian nggak kenal gue?"tanya gadis itu.


Ayuna, Elia dan Dini yang ditanyapun hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu.


"Gue teman sekelas kalian, tapi nanti setelah istirahat sih baru gue perkenalannya. Kenalin gue Mela Hanika, panggil aja Mela"kata gadis itu memperkenalkan dirinya.


"Apa lo Mela temen kita waktu SMP kan? "tanya Ayuna memastikan.


"Tuh Ayuna tau"ucap Mela.


"Huaaaa kangen banget kita sama lo Mel" ucap Elia dan Dini sambil memeluk Mela. Ayuna  hanya  bisa melihat kelebayan teman-temannya.


"Udah-udah mending gue pesenin makanan aja deh"ucap Ayuna


Beberapa menit kemudian Ayuna membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk dirinya dan temannya.


"Wahh udah dateng nihhh lo tau banget kita pada laper daritadi"ucap Dini.


Mereka berempat segera memakan makanan yang telah dipesan oleh Ayuna.


Kringgggggg....


Bel bunyi tanda masuk. Ayuna, Elia dan Dini segera masuk ke kelasnya. Sedangkan Mela pergi ke ruang guru.


"Assalamu'alaikum, anak anak!" sapa bu Ningsih.


"Waalaikum salam bu!" jawab semua siswa di kelas 11 Ipa 2.

__ADS_1


"Hari ini kalian akan mendapat teman baru"ucap bu Ningsih.


"Silahkan masuk!" lanjut bu Ningsih. Mela pun masuk ke kelas.


"Silahkan perkenalkan diri kamu dulu" suruh bu Ningsih.


"Hai semua... perkenalkan nama gue Mela Hanika, kalian bisa manggil gue Mela!" ucap Mela.


"Salam kenal Mela!" sapa Erlan, masih ingat kan ketua kelas 11 Ipa 2, biasalah dia lagi cari pasangan.


"Oke kamu bisa duduk di belakang dini"


"Makasih bu"


Mela pun berjalan ke belakang Dini.


"Oke anak anak, tugas hari ini, kalian harus membuat makalah, temanya bebas, dikumpulkan minggu depan, hari ini saya bagi kelompoknya, setiap kelompok terdiri dari 4 orang!"suruh bu Ningsih.


"kelompok pertama Ayuna, Elia, Dini dan Mela"


"Yes, kita satu kelompok" ucap Ayuna.


"Kelompok kedua Mawar, Indah, Desy dan Dita, kelompok selanjutnya... blablabla.. " lanjut bu Ningsih.


"Kita buat makalahnya dimana?" tanya Elia.


"Kalau dirumah gue aja gimana?" jawab Dini.


"Kalau kita sih iya iya aja, ya nggak El?" tanya Ayuna.


"He em" jawab Elia dengan anggukan kepalanya.


"Kalau lo gimana Mel?" tanya Dini pada Mela.


"Gue ngikut kalian aja" sambung Mela.


"Yaudah, nanti pulang sekolah langsung ke rumah gue aja!"ucap Dini.


"Siaaap" jawab Elia, bersama dengan anggukan kedua temannya.


Pulang sekolah....


Ayuna dan Elia sudah tiba dirumah Dini tinggal Mela yang belum datang, maklumlah beda komplek.


5 menit kemudian Mela pun sampai ke rumah Dini.


"Lama amat lo Mel" tanya Elia pada Mela


"Iya maaf deh tadi ada kecelakaan sedikit untung ada seorang cowok yang nolongin" jawab Mela sambil cengar cengir


"Tapi lo nggak ada yang luka kan??" tanya Ayuna


"Nggak kok nggk ada yang luka kan udah di obatin sama..... cowok tadi"


"Yaudah, masuk yuk!kita kerjakan tugasnya"ucap Dini.


Mereka berempat pun masuk ke rumah Dini untuk mengerjakan tugas kelompok nya, sampai Elia mengawali pembicaraan.


"Ini makalahnya berapa lembar?" tanya Elia.


"lima lembar penuh cukup deh kayaknya" jawab Dini menimpali.


"Apa lo bilang! lima lembar?gila lo" ucap Ayuna dengan lebaynya


"Lebay banget lo Ay" sambung Elia dengan memicingkan senyumnya.


"Assalamualaikum!"ucap Andi ketika masuk rumah, ia tidak mengetahui kalau teman-teman adiknya sedang belajar kelompok di rumah.


"Waalaikum salam! " ucap keempat gadis bersamaan.


"Loh lo bukannya cowok yang nolongin gue tadi iyah?"tanya Mela, dia masih ingat betul dengan wajah Andi yang telah menolongnya.


Bahkan Mela sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Andi saat itu juga. Andi yang ditanya Mela seperti itu hanya menaikkan alisnya sambil berpikir, dan ia mengingatnya.


"Nih pesenan lo dek"ucap Andi tak menghiraukan pertanyaan Mela dan langsung pergi ke kamarnya.


Mela yang dicuekin merasa sedikit sedih, pasalnya orang yang dia suka tega mengacuhkannya. Uchhh nyesek kan guysss udah cinta pada pandangan pertama&suka dianya, tapi malah dikacangin...... yang sabar iyah mel!!


"Ohhh iyah kak makasih iyah! ehh kak ditanya Mela tuh tadi masak nggak dijawab sih. Ehhh Mel jadi ternyata kakak gue yang nolong lo!" ucap Dini.


Mela yang diajak bicara oleh Dini segera tersadar dari lamunanya.


"Ehhh iy-iyah Din" ucap Mela menimpali.


"Maafin kakak gue iyah Mel, orangnya emang gitu kalau sama orang yang belum dikenal. Suka cuek&nggak peduli, tapi orangnya sebenarnya baik kok" ucap Dini menjelaskan.


"Nggak apa-apa kok Din, santai aja" kata Mela dengan senyum yang agak terpaksa.


Ayuna yang memang sangat peka dengan raut wajah Mela, dia melihat Mela yang seperti memaksakan senyum dan tersirat kesedihan di matanya. Tapi Ayuna hanya diam, sambil mendengarkan sahabatnya yang asyik bercanda sambil makan cemilan.


"Kita aja yang udah kenal kak Andi udah lama masih dikasih sikap freezernya Mel! " seru Elia.


Mereka segera melanjutkan membuat makalah sampai selesai.

__ADS_1


__ADS_2