
Setelah sampai dirumah Elia...
"Assalamu'alaikum " ucap Dini mengetok pintu.
"Waalaikum salam, eh pada ngapain kalian kesini?" jawab Elia membuka pintu.
"Lo temenin gue nganter bukunya kak Andi ya?"pinta Dini.
"Kemana?" tanya Elia.
"Kerumahnya si kembar" ucap Ayuna.
"Ah, males gue, nanti ketemu sama curut satu itu(Devan lah yang dimaksud)"
"Nggak papa lah, nganterin doang"
"Kesempatan El, nanti pulang dari rumah si kembar, kita jalan jalan dulu" ucap Ayuna meyakinkan.
"Yaudah deh, gue ganti baju dulu"
"Nggak pakai lama!" ucap Dini.
"Iya"
Beberapa menit kemudian..
"Udah yok"
Mereka pun berjalan untuk menjemput Mela.
Sesampainya dirumah Mela.
"Hayuk Mel ikut kita jalan jalan" ucap Elia to the point.
"Yaudah gue izin dulu ya"
" Yaudah cepet" ucap Dini.
Saat sampai dirumah si kembar...
tok tok tok
"Assalamu'alaikum!" ucap mereka bersamaan.
"Waalaikum salam" jawab asisten rumah tangga yang biasa mereka panggil bi Imah.
"Eh, temen temennya den kembar ya?" tanya bi Imah.
"Iya bi, mereka dimana ya?" ucap Dini.
"Ada di ruang keluarga, eneng-eneng lurus aja!"
"Makasih bi" ucap Elia. sesampainya disana
"Kak, ini bukunya" ucap Dini.
"Eh iya, lo ngapain ngajak orang sekampung" tanya Andi sambil tertawa tidak jelas.
"Lo gimana sih kak, katanya suruh bawa temen" jawab Dini.
"Iya iya, becanda kali dek. Nggak usah baperan juga"Dini hanya mendengus kesal.
Sebaliknya David dan Daren tidak menghiraukan percakapan yang menurut mereka unfaedah. Berbeda dengan Devan, dia dari tadi hanya melempar senyum manis ke arah Elia.
"Lo ngapain senyum senyum sih Dev? nggak jelas banget lo"ucap Elia.
"Marah-marah mulu lo sama gue El" jawab Devan.
"Lo bikin gue kesel"
"Udah, nggak usah berantem, lama-lama jadi cinta lo"ucap Ayuna.
"Apaan sih Ay" jawab Elia.
"Eh, ada yang cewek juga?" tanya mama Rosa (mama si kembar) keluar dari dapur.
"Iya tante" jawab Dini.
"Yang cewek juga mau belajar kelompok?" tanya mama Rosa.
"Nggak tante, cuma main aja" jawab Ayuna.
"Yaudah kalo gitu, bantuin tante masak yuk, ngrepotin nggak? kalo iya, nggak usah nggak papa"
"Nggak ngrepotin kok tante" ucap Mela.
"Yaudah yuk, ikut tante!"
Mereka berempat pun menuju dapur bersama mama Rosa.
"Ini dapurnya" ucap mama Rosa.
Beberapa menit kemudian...
"Aduuh.. kok perut tante tiba tiba sakit ya"
"Kenapa tante?" tanya Dini.
"Nggak tau tiba tiba sakit"
"Tante mendingan istirahat dulu, biar kami aja yang masak" ucap Elia.
"Yaudah, tante istirahat ya, kalian nggak papa kan kalau tante tinggal?" tanya mama Rosa.
"Iya nggak papa tante" jawab Mela.
"Mau dianter tante?" tanya Ayuna.
"Nggak usah, tante bisa sendiri oh iya, nanti kalo udah selesai kalian bawa ke ruang keluarga, kalian makan sama sama" pinta mama Rosa.
"Iya tante" ucap mereka serempak.
__ADS_1
Setelah siap semua...
"Eh udah selesai nih, langsung bawa kesana apa gimana?"tanya Ayuna.
"Iya aja" jawab Dini.
"Yaudah ayok" sambung Elia.
Mereka pun membawa semua makanannya ke ruang keluarga.
"Makan dulu nih, mumpung baru mateng" ucap Ayuna.
"Ngapain lo repot-repot, kan ada bi Imah?" tanya Daren.
"Bi imah udah tua Daren, kan nggak sepantasnya nyuruh bi Imah, lagian cuma masak sama bawa makanan kesini doang nggak repot juga"jawab Ayuna.
"Ohhh iyah tante Rosa mana?makanan udah jadi nih"tanya Dini.
"Mama istirahat tadi katanya sih kalau mau makan langsung aja" jawab David.
Akhirnya mereka berdelapan makan dengan lahap tanpa ada suara, hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar.
"Ehhh udah selesai semua kan? kalau gitu gue beresin dulu" ucap Ayuna.
"Biar gue bantu Ay" tawar Mela.
"Udah nggak usah Mel, cuman sedikit kok kalian lanjutin aja" ucap Ayuna.
Ayunapun segera membereskan piring-piring maupun wadah yang telah digunakan untuk dibawa ke dapur.
Sesampainya Ayuna di dapur Ayuna segera mencuci piring juga membersihkan dapur hingga rapi.
"Duhhh calon istri idaman deh, jadi pengen cepet halalin" ucap Daren berniat menggoda Ayuna.
"Gue nggak mempan sama godaan lo Ren, ehh lo mau bantu gue nggak? ini ada hubungannya juga sama kakak lo si David" ucap Ayuna sambil tanganya tidak berhenti membersihkan benda-benda dihadapannya(piring, wadah sama temen-temennya maksudnya)
"Ay lo tertarik sama kak David?? No-no gue nggak akan bantuin lo. Lagian lo tau sendirikan kakak gue gimana. Pokoknya gue nggak akan mau bantu lo buat deketin kak David"ucap Daren dengan kesalnya
(Daren kan nggak mau orang yang dia suka masak malah menyukai kakaknya sih kan nyesekkk kalau beneran)
"Siapa bilang yang mau deketin kakak lo yang punya wajah datar kayak tembok, mending yang lain aja. Maksud gue gini, gue ada rencana biar David sama Dini itu deket. Lo pasti tau sendirikan mereka itu cocok banget, yang satu cuek yang satu lagi orangnya pendiem. Duh jadi bayangin deh gue"ucap Ayuna.
"Kak David sama Dini biar berduaan gitu, nah sekarang lo mending kasih pesen atau lo telfon deh si Devan sama kak Andi biar mereka tau. Gimana bagus nggak ide gue??" saran Ayuna
"Okey itu ide yang bagus, gue setuju kalau gitu sekarang gue akan kasih pesan singkat sama kak Devan dan Andi"ucap Daren sambil mengetik sesuatu di handphone nya.
Ayunapun sama dia akan memberitahu Mela dan Elia atas rencananya itu. Iyah akhirnya mereka semua setuju dan segera melaksanakan rencana tanpa ada yang mencurigainya. Daren dan Ayuna segera kembali ke ruang keluarga menemui teman-teman mereka.
"Ehhh guys gue sama Ayuna izin dulu iyah mau bicarain masalah jadwal karate"ucap Daren memberitahukan.
"Yang bener, paling lo mau kencan sekalian!" ucap Devan.
"Biarin toh Ayuna udah mau daripada lo kak masih dalam tahap pengejaran hahahaha" balas Daren menertawakan Devan
Sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Daren dan Devan yang nggak pernah akur.
"Ehhh gue juga mau izin pengen ngajak Elia jalan-jalan disekitar sini"ucap Devan memanfaatkan suasana
"Ohhh iyah tadi lo minta dibeliin novel kan dek? biar sekarang aja gue belinya sama Mela, lo mau kan Mel ikut gue beli novel?"tanya Andi pada Mela, jangan lupakan wajah datarnya.
"Iyah kok kak gue mau"ucap Mela dengan wajah sedikit gugup
'Seneng banget gue, kayaknya gue harus berterima kasih sama Ayuna dehh berkat rencananya gue bisa deket sama kak Andi'ucap Mela dalam hati sambil menetralkan jantungnya yang rasanya seperti lari maraton
"Lah kok pada pergi semua sih terus gue sama siapa?" tanya Dini dengan wajah cemberutnya.
"Sama David"ucap semua berbarengan(kompak banget sih, jadi pengen😌)
Jawaban dari teman-teman dan kakaknya itu malah membuat Dini semakin jengkel
'Kenapa sih mereka malah mau pada pergi ninggalin gue sama si David wajah tembok ini lagi, untung tampan kalau nggak udah gue....... lah-lah apaan sih pikiran gue'ucap Dini dalam hati sambil merutuki dirinya sendiri yang menganggap David tampan, tapi emang bener kan Din
Tidak ada yang mau mengawali pembicaraan, dua duanya diam dengan tetap mempertahankan kegiatan masing masing. Dini yang membaca novel kesayangannya, David yang sibuk memainkan ponselnya.
"Khem.. " David
yang tak tahan dengan kecanggungan akhirnya berdehem keras untuk mencairkan suasana. Dini yang semula membaca buku terlonjak kaget, dia segera membenarkan duduknya dan memasang wajah datar.
"Ngapain lo? bikin kaget aja" ucap Dini sinis.
"Eh sorry gue nggak bermaksud....."ucap David.
"Hem" jawab Dini.
"Eh, lo bener adiknya Andi?" tanya David memastikan.
"Menurut lo?"
"Ya.. iya"
"Kalau udah tau ngapain nanya?"
"Ya.. gue cuma mastiin aja" pungkas David.
"Eh, kok cuma tinggal David sama Dini? yang lain pada kemana?" tanya mama Rosa berjalan ke ruang keluarga.
"Tante, udah mendingan perutnya"
"Iya udah nih, alhamdulillah"
"Pada kemana yang lain?"
"Nggak tau ma? pada pergi tadi" jawab David.
"Mereka tau aja sih" ucap mama Rosa pelan, tapi David dan Dini masih bisa mendengarnya.
"Tau apa ma?"tanya David, biasa orang nggak peka iyah gitu Dini juga bingung apa maksud dari tante Rosa itu.
"Ohhh nggak apa-apa David, tadi mama baru aja lihat hasil masakan para gadis cantik temenmu ituh. Pas banget rasanya enak juga lezat loh"ucap Mama Rosa
(Padahal mah bukan itu alasanya, kalian pasti tau alasanya. Iyah kan biar pendekatan gitu😅)
__ADS_1
"Ohhh"jawab David dengan singkatnya.
Note:Mama Rosa telah mengetahui ketiga anaknya dekat dengan para gadis(Dini,Elia dan Ayuna) karena mama Rosa selalu mendapat laporan dari anak buahnya yang menyamar di sekolah. Maklum guysss anak pemilik sekolah yah harus dijaga&diawasi😌
Flash Back On..
Di Sekolah....
Tok tok tok...
"Assalamu'alaikum pak!" ucap Ayuna mengawali.
"Waalaikum salam, kalian udah dateng, masuk sini!" jawab pak Edi.
"Ada apa ya pak manggil saya sama ayuna kesini? "tanya daren kepada pak Edi.
"Begini Daren, Saya memanggil kalian kesini karena akan ada turnamen karate yang akan di laksanakan bulan depan di luar kota"
"Dan saya mengusulkan kalian berdua untuk mewakili sekolah kita!" sambung pak Edi.
'apa? gue sama Daren bakalan ikut turnamen karate? berdua?' ucap Ayuna dalam hati.
"Tapi pak, saya kan murid baru disini, saya juga jadi anggota karate sekolah ini baru baru aja" kata Ayuna.
"Pasti ada murid yang lain yang lebih mahir dari saya" sambung Ayuna.
"Itu sudah menjadi keputusan kepsek Ayuna, selain itu saya telah melihat kemampuanmu itu sudah cukup mahir. Jadi lebih baik setujui saja, ini kesempatan yang tidak bisa dilewatkan"ucap Pak Edi
"Saya mau izin ortu saya dulu pak" ucap Ayuna.
"Iyah izinlah dulu Ayuna, karena memang turnamen karate ini akan diadakan di Surabaya"
"Iyah pak terima kasih infonya"ucap Ayuna dan Daren.
Flash Back Off...
Di Taman......
"Kalau bukan rencana ayuna gue gak bakalan mau jalan sama lo. Ogah gue"ucap elia yang tentunya di tujukan pada Devan.
"Jangan gitu gue tau lo sebenernya suka kan sama gue makanya lo setujuin rencananya Ayuna, biar bisa jalan sama gu..."
"Stop"Devan pun menutup rapat mulutnya setelah mendengar satu kata yang keluar dari mulut Elia.
"Lo tadi habis makan pisang ya?"tanya Elia
"Kok tau?"jawab Devan dengan wajah yang bertanya tanya.
Elia pun berjalan meninggalkan Devan
"Pantesan ngoceh mulu kayak monyet"ucap elia sambil menaikkan volume suaranya
"Sialan lo mana ada monyet seganteng gue"teriak Devan sambil berlari menyusul Elia.
Emang ya Devan kalo udah sama Elia bawaanya ribut mulu nggak ada akur akurnya.
Di Mall
Di sepanjang jalan tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Andi dan Mela, hingga tidak terasa mereka sudah sampai di depan mall, mereka pun masuk ke dalam dan mencari novel titipan Dini.
"Mumpung ada disini gue juga mau beli novel, tapi novel yang bagus itu apa ya"ujar Mela yang berbicara dengan sendirinya
Tidak sengaja Andi yang mendengar ucapan Mela itu pun mengambil satu buku dan menyerahkannya pada Mela.
"Itu bagus ceritanya kalo mau beli" Mela pun kaget dengan Andi yang tiba tiba menyodorkan satu buku.
"Ha...belajar mengenal huruf"gumam mela.
Mela pun kesal dengan perlakuan Andi sedangkan Andi yang melihat wajah kesal mela pun hanya menahan tawanya.
"Bercanda aja kali, ini yang bener"ucap Andi sambil menyerahkan satu buku yang berjudul CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA ya seperti itu lah judulnya.
'Apa maksud kak Andi ya?'tanya mela pada dirinya sendiri.
"Iyah gue tau biasanya kan perempuan sukanya novel roman kayak adek gue tuh"kata Andi.
"Hemmm bener juga sih kak, tapi gue mau ngambil ini aja deh. Kayaknya ceritanya bagus" ucap Mela.
'Udah dipilihin buku novel tentu harus gue trima dong, mana judulnya pas banget lagi kayak kisah gue sama kak Andi'ucap Mela dalam hati sambil tersenyum.
Di Ruang Tamu...
"Gimana Ay, lo udah izin sama ortu lo apa belum?masalah tadi siang buat turnamen karate di Surabaya?" tanya Daren pada Ayuna.
"Belum Ren, gue bingung"
"Kalau lo mau curhat sama gue, gue bisa kok dengerin. Iyah kalau gue bisa kasih saran sekalian"ucap Daren.
Huffttt..... Ayuna menghela nafas berat
Lalu menceritakan kisah masa lalunya pada Daren. Ini adalah pertama kalinya Ayuna menceritakan masa lalunya kepada orang lain setelah ketiga sahabatnya.
"Gue takut Ren, ketemu lagi sama Andri. Apalagi lo juga pasti akan di sakiti lagi sama dia. Waktu pertandingan basket aja muka lo bonyok, gimana nanti kalau udah di Surabaya. Bakalan lebih mungkin"ucap Ayuna.
"Udah nggak usah khawatirin gue, gue bisa jaga diri. Dan juga gue akan jagain lo supaya nggak disakitin lagi sama Andri" ucap Daren meyakinkan.
"Gini aja biar gue yang minta izin sama ortu lo. Lagian di Surabaya masih ada kakek dan nenek gue, mending nginep dirumah mereka aja biar aman daripada di hotel" kata Daren lagi.
"Makasih Ren" ucap Ayuna dengan senyum manisnya. Daren yang melihat senyum Ayuna malah salah tingkah sendiri.
"Ay, lo kalau senyum dikondisikan dong jangan manis-manis. Diabetes mulu gue lihat senyum lo" ucap Daren sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Ayuna yang mendengar perkataan Daren yang mengandung gombalan hanya memutar bola mata malas
"Mana Daren yang ada di sekolah, katanya cueklah nggak pedulilah. Lah ini nggombal mulu kerjaannya malah"ucap Ayuna
"Gue nggombalnya cuma sama lo doang kok Ay, nggak pernah sama cewek lain. Lagian kenapa juga gue nyari cewek lain buat gombalin dia kalau didepan gue udah ada cewek cantik, manis dan menggemaskan kayak lo" ucap Daren dengan menggoda.
Ayuna yang mendengar hal itu malah pergi meninggalkan Daren sendiri tanpa sepatah kata, karena memang dirinya saat ini tengah malu dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah bak kepiting rebus.
"Ciee malu tuh, sampai ninggalin gue lagi. Pipi lo merah lagi ngalahin buah tomat hahahahaha" ucap Daren dengan tawa renyahnya.
__ADS_1