
Setelah selesai membuat makalah. Ayuna, Elia, Dini dan Mela telah berencana akan pergi ke taman kompleks. Iyah mereka selalu melewatinya, tapi sayangnya mereka tidak pernah ke taman itu untuk sekedar duduk santai. Kegiatan sekolah begitu banyak hingga tidak menutup kemungkinan mereka juga butuh refreshing.
"Ehhhh udah sampai nih agak capek juga iyah, padahal jarak dari rumah Dini nggak jauh-jauh amat. Tapi rasanya kaki udah jalan lebih dari dua kilo meter"ucap Elia mengawali pembicaraan
"Iyah mungkin karena kita kurang olahraga, apalagi nggak pernah punya kesempatan kesini" ucap Mela menimpali.
"Ehh sore-sore gini enaknya sambil minum yang hangat gitu" ucap Dini sambil membayangkan.
"Guys itu kayak ada penjual teh & kopi tuh diseberang jalan" kata Ayuna.
"Wahh bener tuh ramai banget, tapi nggak apa-apalah yuk El ikut gue!" ucap Dini sambil menarik tangan Elia
"Iyah-iyah nggak usah narik tangan gue juga kali Din, sakit nih!" kata Elia mendramatisir
Ayuna dan Mela yang melihat kelakuan temen mereka yang seperti anak kecil hanya bisa geleng-geleng kepala. Akhirnya Dini dan Elia pergi ke penjual itu, walau antrian yang panjang.
Kini tinggal Ayuna dan Mela yang duduk dibangku taman.
"Mel, apa lo suka kak Andi?" tanya Ayuna dengan lugasnya
Mela yang ditanya sangat terkejut, pasalnya dia tidak pernah menceritakan kepada siapapun tentang perasaannya.
"Eng-enggak kok Ay, lo ini ada-ada aja" ucap Mela dengan gugupnya.
"Udahlah Mel, jujur aja sama gue. Raut wajah lo kentara banget tau nggak" ucap Ayuna dengan santainya.
'Ayuna ini, nggak tau aja gue gugupnya setengah mati. Ehhh dianya santai amat nanya gitu'ucap Mela dalam hati.
Sepertinya dia akan jujur pada Ayuna, lagian di sana Elia dan Dini juga masih lama.
Huffttttt....... Mela menghela nafas berat.
"Lo bener Ay, gue emang udah suka sama kak Andi sejak dia nolongin gue waktu kecelakaan kecil tadi. Entahlah bagaimana bisa secepat itu gue suka sama dia. Saat kata-kata gue dicuekin nggak ditanggepin sama dia rasanya sakit banget Ay. Apa mungkin gue emang udah ada perasaan sama dia?"curhat Mela.
"Gue nggak tau Mel, karena emang gue juga nggak berpengalaman masalah kayak gitu. Cuman pesen gue sama lo, lo boleh suka sama siapa aja apalagi ini yang lo sukai Kak Andi. Gue nggak nglarang kok, gue dukung malah perjuangin Mel! tapi kalau lo merasa tersakiti dan perjuangan lo nggak dihargai mending lo berhenti aja. Karena gue juga udah pernah ngrasain gimana ada diposisi lo Mel. Sakit rasanya"ucap Ayuna menasehati temannya itu.
Mela yang mendengar hal itu merasa kaget, karena dia tidak pernah mengetahui bagaimana kisah cinta temannya itu. Ayuna terlalu tertutup masalah percintaan.
"Emangnya gimana Ay, kisah lo" tanya Mela.
Ayuna hanya tersenyum tipis
"Udah masa lalu nggak usah diinget-inget lagi Mel. Lagian gue sekarang udah bahagia"ucap Ayuna dengan senyum pepsodent, walaupun sebenarnya hatinya perih mengingat masa lalunya.
Memang, kadang orang suka tersenyum atau tertawa dengan bebasnya bukan karena bahagia melainkan hanya sebagai topeng untuk menutupi luka yang pernah ada.
Flash Back On...
Satu tahun yang lalu, saat ayuna masih di SMA di Surabaya, dia pernah mengalami kejadian yang amat mengiris hatinya.
Di SMA Cendrawasih Surabaya, saat itu sedang mengadakan class meeting. Ayuna sedang menonton pertandingan basket bersama teman-temannya. Dia sangat antusias sebab disana ada salah satu laki laki yang dia suka. pertandingan pun selesai, dan dimenangkan oleh tim dengan Andri sebagai leadernya ya Andri, laki laki yang disukai Ayuna saat pertama kali melihatnya, cieeee suka pada pandangan pertama😄kalian pernah nggak tuh😁 berbagai ucapan selamat dari semua siswa dilayangkan kepada sang leader, karena selain dia yang membawa timnya menang, tampangnya juga membuat semua kaum hawa histeris ketika melihatnya. bahkan Ayuna langsung berlari menuju tengah lapangan. tapi sayang, Ayuna tidak sempat menjabat tangannya dan mengucapkan selamat karena banyak sekali yang saling dorong karena ingin mengucapkan selamat kepada dia.
"Ihh... nggak usah dorong-dorong dong, sakit tau nggak!" seru Ayuna.
"Apaan sih lo, gue juga mau kesana, minggir lo!" suruh perempuan yang Ayuna sendiri tidak mengenalnya, mungkin dari kelas lain.
"Gantian dong, gue juga mau kesana!" jawab Ayuna. Belum sempat Ayuna mengucapkan selamat, Andri sudah pergi.
"Yah, keburu pergikan dianya"ucap Ayuna dengan sebal.
"Yaudah deh lain kali kalau ketemu lagi aja"sambung Ayuna.
Setelah itu dia memutuskan untuk pergi ke kantin. Entah kenapa tiba tiba dia ingin ke kantin.
"Eh, itu bukannya kak Andri ya?" monolog Ayuna saat akan memilih tempat duduk.
"Kok dia sendirian ya, apa gue kesana aja, yaudah deh"
"Hai kak! kakak sendirian aja?" sapa Ayuna. berharap Andri menjawab sapaannya, tapi yang didapat hanya anggukan kecil. nyesek nggak sih.
"A - aku boleh duduk disini?" tanya Ayuna.
__ADS_1
"Duduk aja" jawab Andri.
'Hah mimpi apa gue semalem, bisa duduk berdua sama kak Andri. apa sekalian aku utarain perasaan aku ya? iya aja deh, mumpung sekarang waktunya ada' pikir Ayuna dalam hati.
"Kak, aku mau ngomong sesuatu sama kakak" ucap Ayuna.
"Mau ngomong apa? ngomong aja kali, nggak usah basa basi" jawab Andri dengan nada ketus.
"A - aku su - suka sama kakak" ucap Ayuna sejujurnya.
"Apa! lo suka sama gue, mimpi lo ketinggian kali, lo tu nggak level sama gue, mau lo sampai mohon-mohon sama gue, gue nggak bakal nerima cinta lo, ngerti lo!"seru Andri dengan senyum devilnya
"Heh, lo semua liat, ni anak ingusan berani- beraninya ngungkapin kalo dia suka sama gue, gila nggak sih"ucap Andri kepada semua siswa di kantin.
Semua siswa pun melihat ke arah mereka berdua, semuanya menertawakan Ayuna, bahkan ada yang sampai memakinya, katanya nggak pantes lah, apalah. Jahat banget sih mereka.
"Maaf kak, aku cuma bilang kalau aku suka sama kakak, tapi kalau kakak nggak suka setidaknya nggak usah bikin aku malu juga"ucap Ayuna dengan badan bergetar.
"Pergi lo dari sini, muak gue lihat muka lo!"suruh Andri.
"Oke kalau itu yang kakak mau, aku nggak akan pernah ganggu kakak lagi" ucap Ayuna menahan tangis dan pergi dari kantin.
Flash back off...
Elia dan Dini telah kembali dengan membawa empat gelas kopi hangat untuk mereka nikmati.
"Duhh ramai banget tadi, sampai kringetan gini gue nunggu pesanan ni kopi"keluh Dini.
"Yeeeee itu kan karena lo sendiri, bisa aja kan kita cari penjual lain yang nggak terlalu antri"ucap Elia sambil mendengus kesal.
"Sudahlah, mending kita nikmati aja kopinya sekarang. Takutnya nanti dingin kan jadi nggak enak" ucap Mela menengahi perdebatan.
Sedangkan Ayuna hanya sibuk meminum kopi hangatnya dengan santai, tanpa memperdulikan teman-temannya yang daritadi adu mulut.
"Loh Ay udah habis aja kopi lo" ucap Elia.
"Iyah, tadi haus banget gue. Mumpung lo sama Dini kembali dengan bawa kopi iyah langsung gue minum ajalah" ucap Ayuna dengan santainya.
Teman-temannya hanya bisa memutar bola mata malas.
Ayuna dan Elia telah pulang ke rumah mereka. Kini tinggallah Dini dan Mela yang sudah sampai di rumah Dini.
"Ehhh Din, gue pulang dulu iyah!" ucap Mela.
"Ehhh tunggu-tunggu jangan dulu dong, gue minta kak Andi anterin lo deh biar aman, selamat sampai rumah"ucap Dini
"Aduh nggak usah Din, lagian deket kok kan cuma ke kompleks sebelah aja"ucap Mela menolak tawaran Dini.
"Udah iyah, nggak usah bantah pokoknya lo harus dianter kakak gue titik nggak pake koma"ucap Dini sambil masuk rumah untuk memanggil kakaknya.
Beberapa saat kemudian, Andi keluar dengan wajah yang bisa dibilang fresh. Dengan memakai pakaian casualnya.
"Kak anterin Mela tuh kasihan, masak udah maghrib gini dia mau jalan sendirian ke kompleks sebelah. Kan agak jauh malem-malem lagi. Anterin Mela iyah!" ucap Dini sambil merayu kakaknya itu supaya mau mengantar Mela.
"Iya-iya bentar gue ngambil motor dulu" ucap Andi sembari melenggang pergi ke garasi untuk mengambil motornya.
Setelah itu Andi segera mengantar Mela ke rumahnya
"Rumah lo dimana? "tanya Andi.
"Dijalan Mawar, rumah nomor 10 kak"ucap Mela sambil mencoba menetralkan detak jantungnya yang daritadi berbunyi seperti lagi lari maraton
'Duh seneng banget gue dianter kak Andi, mimpi apa coba gue semalem sampai hari ini gue bisa boncengan sama kak Andi'ucap Mela dalam hati.
Sesampainya di rumah Mela, Mela segera turun dari motor Andi.
"Makasih kak udah mau nganterin"ucap Mela.
"Iyah" ucap Andi singkat dengan wajah datarnya. Andi segera pergi kembali ke rumah.
Sedangkan Mela yang melihat kepergian Andi, segera masuk ke rumah dengan wajah sumringah.
__ADS_1
"Yes seneng banget gue, moga aja Kak Andi jodoh gue. Ehhh mending gue sholat maghrib aja, sekalian doain kak Andi biar jadi jodoh gue"
Ckckckck ada-ada aja Mela ini.
Keesokan Harinya....
Ayuna, Elia, Dini dan Mela sudah berada di kelasnya sejak pagi. Mereka sedang sibuk belajar untuk ulangan dadakan Fisika.
"Heh Ay!"seru Ryan
"Iya kenapa?" tanya Ayuna tanpa mengalihkan pandangannya.
"Lihat gue dulu dong Ay, gue mau ngomong nih lo cuekin aja. Bahkan lo lebih milih tu buku yang jelas-jelas nggak ngganteng, daripada gue yang gantengnya sejagat raya ini" ucap Ryan dengan narsis.
Ayuna yang malas berhadapan dengan si Ryan itu malah menggeplak bahu Ryan.
"Auhhh lo apa-apaan sih Ay, main mukul aja. Nggak tahu aja lo geplakan lo sakit banget, ish memerah Ay tega banget lo sama gue" ucap Ryan sambil mengelus-ngelus bahunya yang sedikit perih
"Eleh gitu doang juga, laki-laki kok nggak tahan sakit. Lagian tadi cuma biasa aja kok nggak pakai tenaga"ucap Ayuna dengan entengnya.
"Apa lo bilang!!! nggak pakai tenaga aja sakit banget gimana kalau pakai tenaga ishhh kayaknya bakalan patah tangan gue. Lo ini Ay-Ay gadis jadi-jadian iyah lo tenaga lo aja kayak laki-laki. Untung lo cantik Ay, manis lagi kalau senyum. Jadi nggak apa-apalah lo geplak bahu gue tadi" cerocos Ryan.
Ayuna hanya memutar bola mata malas. Sedangkan Elia, Dini dan Mela hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Ayuna yang bar-bar dan Ryan yang narsisnya minta ampun.
"Ehhh iyah lupa gue, Ay lo mesti tertarik dengan kabar gue nih"ucap Ryan dengan sedikit membuat penasaran.
Ayuna hanya menaikkan sebelah alisnya dan kembali membaca buku.
"Ehhh Ay lo kacangin gue mulu deh daritadi"kata Ryan dengan nada sebalnya.
"Mending lo ngomong langsung aja deh yan, nggak usah basa-basi"ucap Ayuna dengan santai, tapi beda lagi dengan Ryan yang agak ngeri dengan Ayuna.
"Okey-okey jangan marah iyah Ay, gini kan ada ekskul nih apalagi tadi kata Erlan yang nggak ikut sama sekali cuman lo doang Ay. Temen-temen lo aja ikut ekskul basket" ucap Ryan.
Iyah memang Elia, Dini dan Mela ikut ekskul basket, karena mereka lebih suka yang berbau olahraga.
"Terus" ucap Ayuna pada Ryan.
"Iyah gue kan mau ngrekomendasiin lo buat ikut bela diri karate aja, cocok banget lo Ay" kata Ryan.
Ayuna yang mendengar kalau ada bela diri karate dia sangat antusias, apalagi sewaktu SMP dia juga ikut karate. Nah gitu toh ternyata pantes iya guys Ryan yang bahunya dipukul pelan aja udah sakit hahaha.
"Wahhh beneran ada nih Yan, ish seneng banget gue. Okey makasih karena lo udah kasih tau gue tentang ekskul ini. Kemana daftar ikut karatenya?" tanya Ayuna.
"Ke Pak Edi, pembina karate"jawab Ryan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal
'Tadi aja hampir marah, setelah gue kasih tau ada karate semangat banget dia'ucap Ryan dalam hati.
Ayuna segera pergi untuk menemui pak Edi.
"Nggak usah heran lo Yan, Ayuna dari SMP udah ikut karate. Bahkan pernah memenangkan kejuaraan karate juga" ucap Elia.
Ryan yang mendengar kata Elia bergidik ngeri
"Ihhhh pantes pukulannya sakit banget, itu aja baru pukulan biasa nggak pakai tenaga gimana coba pukulan yang pakai tenaga. Bisa nginap di rumah sakit gue"ucap Ryan.
Teman sekelasnya hanya menertawakan Ryan yang sedang drama menurut mereka.
Tidak lama kemudian, Ayuna kembali dengan wajah bahagianya. Siswa-siswi dikelas itu merasa heran, tapi mereka bodoamat sih.
"Guys gue udah daftar terus, nanti pulang sekolah mulai latihan karatenya" ucap Ayuna dengan wajah berbinar-binar mengalahkan wajah bahagianya ketika melihat cogan.
"Loh terus lo pulangnya gimana?setiap hari nggak latihannya?"tanya Elia bertubi-tubi.
"Gue pulangnya naik angkot atau naik ojek, kalau latihannya nggak setiap hari, tapi dua kali seminggu" jawab Ayuna.
"Ehhh jadi lo pulang sendiri dong, nggak takut emang? nanti kalau pulang agak malem terus ada mbak-mbak rambut tergerai pake baju putih gimana?" tanya Dini agak bercanda.
"Iyah nanti gue ajak latihan karate sekalian, kan lumayan asah kemampuan gue udah lama juga gue nggak latihan" ucap Ayuna dengan santainya.
Ketiga temannya malah bergidik ngeri, gimana nggak coba bayangin latihan karate sama mbk kunti hahahaha.
__ADS_1