Kisah Cinta Di Jenjang SMA

Kisah Cinta Di Jenjang SMA
Part 11 (Curhat)


__ADS_3

"Ehhh guys, gimana kalau kita nyanyi sambil main gitar aja. Lumayan hibur diri gitu"saran Ayuna


"Tapi siapa yang mau main gitar, kan nggak ada yang bisa diantara kita"timpal Elia


"Gue aja, gue bisa kok" ucap Ayuna sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Whattt!! kapan lo belajarnya Ay, kok gue nggak pernah lihat lo belajar main gitar sih"tanya Dini penasaran


"Hehehe, sebenarnya gue bisa karena belajar dari Daren"ujar Ayuna


"Hahh? tapi gue kok nggak pernah lihat lo latihan main gitar sama Daren Ay?"Tanya Mela


"Karena gue latihannya abis ekskul karate"


Elia, Mela dan Dini menganggukan kepala mereka tanda mengerti


"Yaudah yuk mulai" ajak Ayuna sambil memainkan gitarnya


"Lo duluan aja Ay, nanti kita request mau lagu apa" ujar Dini


"Okey, gue mulai yah. Jangan ketawain nanti kalau gue salah, masih tahap belajar soalnya" ucap Ayuna


"Iyah-iyah, udah cepetan dong Ay. Nggak sabar nih" ujar Elia


Ayuna mulai memainkan gitar dengan baik


🎼"Bahagia ku bersamamu


Senang bila dekat denganmu


Kamu makhluk yang aku tuju


Yang lainnya aku tidak mau


Genggam erat tangan ku sayang


Dan jangan pernah kau lepaskan


Karena aku butuh bimbingan


Cinta ku jangan kau lewatkan


Bahagia aku bila bersamamu


Tenang hatiku dalam pelukanmu


Tetap denganku hingga kau menua


Hingga memutih rambutmu


Senang hatiku hidup bersamamu


Belahan  jiwa jagalah diriku


Karena denganmu damailah hatiku


Menualah bersamaku"🎼


Ayuna menyanyikan lagu Haico:Bahagia bersamamu


Tanpa Ayuna sadari, Elia merekam dan memvideo Ayuna di handphone nya. Ayuna sama sekali tidak mengerti hal itu karena dia terlalu fokus menghayati lagu yang dinyanyikannya


Elia segera mengirim video Ayuna itu ke Daren


                             


...****************...


Ting📲suara notif handphone Daren


Daren yang sedang tidur, terbangun sambil mengucek matanya. Dia menyadari kalau ada notif pesan  Whatssapp. Daren segera membukanya, takutnya ada yang penting pikir Daren.


'Loh dari Elia, dia ngirim video apaan nih'ucap Daren dalam hati bertanya-tanya


Karena penasaran, Daren segera mengunduh video tersebut dan melihatnya. Tidak sengaja, Daren menyetel video tersebut dengan volume yang tinggi, sehingga mengagetkan tiga manusia yang sedang ada di zona nyamannya masing-masing.


Mereka tak lain ialah David yang sedang melamun, entahlah memikirkan apa. Lalu Devan yang sedang stay dengan sosmednya, juga Andi yang sedang bermain game.


"Ehhhh siapa tuh yang nyanyi ren?" tanya Devan


"Ayuna" jawab Daren singkat


"Loh, emang cewek galak+tomboy itu bisa nyanyi yah" timpal Devan dengan nyengir nggak jelas


"Apaan sih lo kak, iyah jelas bisalah Ayuna kan pacar gue" ujar Daren


"Heh kapan emangnya lo jadian sama Ayuna?" tanya Andi penasaran


"Masih calon pacar sih" jawab Daren dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Itulah akibat terlalu menghayal, jadinya lupa kalau sebenernya Ayuna itu belum jadi PACAR nya" ucap Devan dengan menekankan kata pacar, berniat menyindir adik satu-satunya itu


"Udah-udah kalian malah bikin gue tambah pusing tahu nggak" ucap David frustasi


"Lo kenapa Dav?" tanya Andi


"Gue bingung aja" ucap David sambil menghela nafas berat


"Entah kenapa saat gue lihat Dini denger kalau gue mau dijodohin, gue ngrasa nggak enak aja. Kayak hati gue nyesek gitu, gue nggak tega lihat Dini sedih" curhat David

__ADS_1


"Gini iyah kak Dav, gue kasih pencerahan buat lo. Lo itu sebenarnya udah ada perasaan buat Dini, mending lo jujur aja biar nggak galau kayak gini" nasehat Daren


"Yang dikatakan Daren bener kak, kalau lo emang suka sama Dini, segera jujur langsung. Jangan cuma dipendam, gini-gini walau gue dianggap playboy gue ngerti dan bisa bedain mana perempuan yang tulus dan mana perempuan yang cuma main cantik tapi sebenarnya busuk didalem hatinya" keluarlah kata-kata bijak dari seorang Devan


"Gue sebagai kakak Dini cuma bisa menyerahkan segala keputusan pada Dini saja, kalau lo mau jujur perihal perasaan lo pada adek gue, gue kurang setuju. Karena saat ini lo akan dijodohkan, gimana nasib adek gue nantinya jika melihat orang yang disukainya akan menikah dengan orang lain?"


Daren dan Devan yang mendengar perkataan Andi itu baru menyadari dampak dari saran mereka.


"Hufftt udahlah gue bingung, capek, pengen istirahat aja" ucap David


"Yaudah deh lo istirahat aja kak"suruh Daren


Devan, Daren dan Andi pergi keluar meninggalkan David yang ingin istirahat.


" Arghh kenapa sih, saat gue mulai menyadari perasaan gue sama Dini, gue harus menerima kenyataan ini"frustasi David


...****************...


Di Kamar Dini....


"Ehhh Din, lo nggak mau curhat gitu sama kita?" pancing Ayuna pada Dini


Elia dan Mela yang mengerti maksud pertanyaan Ayuna itu, mempersiapkan diri untuk menjadi pendengar dan penonton setia.


"Emangnya gue kenapa, sampai harus curhat segala"


"Jujur ajalah Din, tentang perasaan lo" bujuk Elia


"Bener tuh, sama sahabat sendiri juga" timpal Mela


"Kalian kok peka banget sih?"heran Dini


"Ekspresi lo tadi kentara banget tau nggak?" jawab Ayuna


"Masak kentara banget, padahal gue udah berusaha bersikap biasa aja" ucap Dini sambil berbaring menatap langit-langit kamarnya


Ketiga sahabatnya hanya melihat dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Gue nggak tahu mau cerita mulai dari mana, gue sebenernya masih bingung sama perasaan gue sendiri buat David. Saat bersama David, gue kayak ngerasa nyaman gitu. Terus saat gue denger David kecelakaan, gue ngerasa khawatir banget. Dan yang paling penting nih saat gue denger David mau dijodohin, entah kenapa hati gue kayak nyesek gitu. Gimana menurut kalian?" tanya Dini pada ketiga sahabat the best nya itu.


"Kalau menurut gue, lo udah punya perasaan sama David, din" pendapat Elia


"Lo udah suka sama David dari dulu, tapi emang dasarnya lo nggak peka aja jadinya baru tahu sekarang" sambung Ayuna


"Iyah juga sih, apalagi yang lo ceritain tadi din itu tuh udah tanda-tanda orang yang memiliki perasaan suka" timpal Mela


"Emmm kalian tahu nggak David mau dijodohin sama siapa?" tanya Dini


Mela, Ayuna dan Elia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak tahu menahu mengenai siapa perempuan yang akan dijodohkan dengan David.


"Gue jadi penasaran deh"sambung Dini


"Nggak tahu"jawab Dini singkat


...****************...


"Bagaimana??"tanya Papah Wijaya


"Tapi umur mereka terlalu muda untuk menikah"ucap Bunda Leni(bundanya Dini)agak keberatan


"Kalau menurutku tidak apa-apa Len, mengingat umur David yang sudah 18 tahun dan Dini 17 tahun. Itu umur yang pas untuk mereka menikah, lagipula daripada mereka pacaran atau gimana kan lebih mengkhawatirkan"saran Mamah Rosa


"Apa yang dikatakan Rosa memang benar, aku tidak ingin kalau sampai anak-anak kita terlibat pergaulan yang terlalu bebas jaman sekarang, gimana menurutmu Ahmad?"tanya Papah Wijaya pada Ayah Dini tersebut


Sedangkan yang ditanya, masih memikirkan apa yang akan dilakukannya. Pria paruh baya itu agak bimbang dengan saran dari sahabat lamanya itu, apalagi ini menyangkut masa depan putri bungsunya.


"Tapi bagaimana masa depan Dini dan juga David setelah mereka menikah? David juga masih sekolah apa ia bisa menjadi kepala keluarga dan juga imam yang baik untuk putriku?"ucap Ayah Ahmad(Ayah Dini)


"Aku tahu dan mengerti kekhawatiranmu itu Ahmad, tenang saja aku yakin dan jamin kalau David pasti bisa menjadi kepala keluarga juga imam yang baik untuk putrimu. David juga sudah memiliki usaha yang dibangunnya sendiri dari nol" ucap Papah Wijaya


"Usaha apa itu?" tanya Ayah Ahmad


"Sebuah restoran terkenal yang ada dipusat kota, David memulai usahanya itu sejak dia kelas 11. Jadi sudah terhitung dua tahun sejak berdirinya restoran itu" jawab Papah Wijaya


Bagaimana sudah ketebak kan dengan apa yang kedua pasangan paruh baya itu bicarakan? mereka membicarakan tentang pernikahan David & Dini. Jadi kalian pasti mengerti kalau gadis yang akan dijodohkan dengan David adalah Dini🤗


"Gimana Bund, setuju apa nggak?? apa yang dikatakan Wijaya ada benernya juga, Ayah jelas nggak mau kalau sampai Dini terpengaruh pergaulan jaman sekarang yang tidak baik"ucap Ayah Ahmad


"Bunda setuju aja yah, biar persahabatan kita semakin erat. Apalagi anak-anak kita akan kita jodohkan, biar jadi besan juga" jawab Bunda Leni menyetujui rencana perjodohan anak-anak mereka


Flashback On...


Setelah berpamitan pada Dini, Bunda Leni segera pergi kekantor suaminya menggunakan taxi.


Sesampainya di kantor suaminya, kebetulan saat itu kedatangan tamu yang tak lain sahabatnya sendiri yaitu Mamah Rosa dan Papah Wijaya(mamah&papah si kembar)


Akhirnya perbincangan mengenai perjodohan David dan Dini pun dilakukan.


Flashback Off...


Hari ini adalah hari ketika David sudah sehat dan sudah kembali bersekolah lagi.


"Widihhhh udah sembuh lo bro!" sambut Andi dengan happy


"Iyahlah, bosen gue dirumah sakit mulu. Nggak ada pemandangan indah sama sekali"ketus David


"Ehhh santai aja dong Dav, iyah gue ngerti kok. Tapi kalau saat ada adek gue lo pasti nggak bosan kan, apalagi lihat wajah adek gue tuh. Beuuhhh adem banget iyah kan?" goda Andi


"Hemm" jawab David singkat

__ADS_1


"Udah ndi, lo kayak nggak tahu Kak David aja gimana orangnya. Aslinya sih emang suka tapi nggak tahu cara mengekspresikannya" ujar Daren


"Betul tuh, mending kayak gue gini. Masih dalam tahap pencarian gadis yang cocok sama gue, dan gue telah nemuin itu. Tuh gadis cantikku si Elia lagi bercanda sama temennya, manis banget lagi kalau senyum"ucap Devan sambil melihat koridor kelas 11 dimana ada empat gadis yang sedang asyik bercanda


David, Daren dan Andi segera mengalihkan pandangan mereka ke arah empat gadis itu.


"Dav, bicarain sama adek gue. Kalau lo emang mau ngungkapin perasaan lo sama adek gue, gue ikhlas dan percaya sama lo. Inget sebelum semuanya terlambat" ucap Andi sambil menepuk bahu David meyakinkan sahabatnya itu


David yang mendengar perkataan Andi hanya terdiam, sambil memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya.


Disisi lain....


Keempat gadis yang sedang asyik bercanda dikoridor kelas, mereka tak lain ialah Dini, Ayuna, Elia dan Mela.


"Kalian apa-apaan sih daritadi godain gue mulu" ucap Dini dengan pipi yang sudah memerah bak kepiting rebus


"Tuh pipinya makin merah hahaha" sahut Ayuna


"Iyah tuh, yang lagi kasmaran mah beda. Senyum terus" ejek Elia


"Udah deh gue mau masuk kelas aja" hindar Dini dengan memasuki kelas tergesa-gesa


Ayuna, Elia dan Mela hanya bisa tertawa melihat tingkah Dini yang lagi kasmaran sama David


"Ehhh guys duduk dulu deh" ajak Ayuna


"Ada apa Ay?" tanya Elia dan Mela


"Lihat kebahagiaan Dini gue jadi nggak tega sama dia, kira-kira gimana yah perasaanya nantinya kalau lihat kak David menikahi perempuan lain" ucap Ayuna sambil melihat kedua sahabatnya


"Yang lo katakan bener Ay, gue sebenernya juga mikir kesitu" ujar Elia


"Hanya ada satu cara biar kita bisa membantu Dini" ucap Ayuna


"Apa Ay?" tanya Mela penasaran


"Kita harus tahu terlebih dahulu siapa gadis yang akan dijodohin sama kak David"


"Jangan bilang kalau lo mau ngelabrak cewek itu, terus dia nggak mau nikah sama kak David gitu" tebak Elia


"Ehhh yang bener Ay, lo mau lakuin itu?" tanya Mela


Ayuna mengelus dada sabar, emang yah kalau bicara sama orang yang kelewat peka seperti Elia, bawaannya sok tahu aja


"Iyah nggak lah, masak gue mau ngelabrak cewek buang-buang waktu banget tahu nggak!"elak Ayuna


"Lah terus mau ngapain, kok harus tahu gadis yang mau dijodohin sama kak David segala" ucap Mela memojokkan Ayuna


"Lo sih nggak ngelabrak Ay, tapi langsung baku hantam. Dan gue yakin tuh cewek kalah lah dari lo" ujar Elia


"Kalian ini suudzon banget deh sama gue, yah nggak gitu juga kali. Gini biar gue jelasin, kan kalau kita udah tahu siapa gadis yang akan dijodohin sama kak David kan enak ting-"


"Emang lo mau makan pakai enak segala"sela Elia tidak sabaran


"Bentar dong El, gue kan belum selesai ngomong"ucap Ayuna dengan cemberut


"Ehh maaf-maaf, okey lanjutin dah"ucap Elia sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal, menyadari kesalahannya yang telah menyela perkataan Ayuna


Ayunapun menghela nafas berat sambil melanjutkan penjelasannya


"Kan kalau udah tahu kita tinggal nyari rencana biar nggak ada yang tersakiti antara kak David maupun sahabat kita Dini" ucap Ayuna


"Kenapa lo nggak tanya Daren aja Ay, siapa tahu dia udah tau calonnya David" saran Mela


"Dia nggak tahu" jawab Ayuna singkat


"Emang lo udah tanya Daren Ay?" tanya Elia


"Udah"


"Kapan?" tanya Mela


"Semalem"


"Hahhhh???" kaget Elia dan Mela


"Lo-"


"Jangan suudzon dulu sama gue, kemaren gue nanya di telfon"ucap Ayuna menyela ucapan Elia


"Ohhhh gitu"ucap Mela dan Elia mengerti


"Ceritain dong Ay, pembicaraan lo sama Daren" ucap Elia memelas


"Iyah-iyah gue ceritain, nggak usah dilebih-lebihin juga tuh muka. Mual gue lihatnya hahahaha" canda Ayuna


"Gue maafin kata-kata lo itu, karena lo udah mau cerita"


"Kalau ada guru gimana?" tanya Mela was-was


"Jangan khawatir Mel, freeclass hari ini" jawab Ayuna


"Lo tau darimana Ay?"tanya Mela


"Dari grub kelas, baru aja dikirim tadi. Tapi ada tugas sih, berkelompok lagi"


"Yah gue kira freeclass nggak ada tugas, ternyata masih ada aja"ucap Mela dengan lesunya


"Udah-udah masalah tugas nanti aja, sekarang lo cerita aja Ay" perintah Elia yang tidak bisa diganggu gugat

__ADS_1


Mau tidak mau Ayuna menceritakan apa yang dibicarakannya dengan Daren semalam.


__ADS_2