
Kelas 11Ipa2
"Ay lo udah balik? ada urusan apa tadi sama pak Edi"tanya Mela
"Tentang turnamen karate dua minggu lagi"
"Lo kenapa Ay?"tanya Elia
"Gue nggak apa-apa kok"jawab Ayuna dengan senyum khasnya
"Ay, kita ini sahabat lo. Kalau ada masalah cerita sama kita, yah emang sih belum tentu gue sama Mela bisa ngasih lo saran. Tapi kan lo jadi lega kalau lo udah cerita"
"Hufftt...... Gini El, Mel. Gue nggak tau salah gue dimana sama Daren, sikap dia itu kayak berubah banget" curhat Ayuna
"Siapa tau kan Daren ada masalah gitu?" ujar Mela
"Iyah juga, lo nggak tanya Daren apa dia punya masalah apa?"
"Gue udah tanya El, tapi dia cuma jawab singkat banget. Gue tau walaupun Daren punya masalah dia nggak akan bicara singkat gitu sama gue, gue kan mikirnya seakan gue adalah tersangka kasus yang dipikirin Daren"
"Gitu amat Ay, bahasa lo"sahut Mela
"Biasa Mel, Ayuna kalau nggak pakai filosofi atau Kata-kata bucin atau majas tertentu nggak bakalan lega dianya"
"Udahlah, nggak usah dibahas lagi. Ehh iyah nanti anterin gue ke parkiran yah"
"Lo mau apa?" tanya Elia heran
"Gue masih penasaran kenapa Daren sikapnya kayak gitu sama gue"
"Jadi lo mau tanya Daren lagi?"Mela hanya geleng-geleng kepala
"That's right, gue harus dapet kejelasan dari Daren"
"Ehhh yang bener nih Ay, lo mau tanya duluan lagi?" Elia juga tidak mengerti apa yang ada dipikiran Ayuna sahabatnya itu
"Iyah, kenapa nggak! gini yah kalian pasti mikirnya gue kayak cewek nggak ada harga diri dan terkesan kayak ngejar-ngejar Daren. Tapi inilah gue My Friends, gak selalu laki-laki yang duluan. Perempuan juga bisa duluan, apalagi dua minggu lagi gue sama Daren akan ikut turnamen karate. Kan nggak etis kalau gue sama Daren nggak saling sapa and saling ngomong. Gue harus tau terlebih dahulu akar permasalahan nya itu gue atau orang lain, baru nanti gue bisa bertindak "
Elia dan Mela hanya melongo sambil manggut-manggut. Keduanya sih tidak akan berpikir sampai situ
"Ehmm, ini free class atau gimana yah? kok daritadi gue nggak lihat guru masuk"
"Lo nggak lihat grup kelas? kan udah ada pengumuman kalau hari ini full free class guru pada rapat" ucap Elia sambil memainkan handphone nya, ohhh bukan lebih tepatnya sedang membalas chat dari doi, siapa lagi kalau bukan si playboy insyaf Devan
"Hadehh tau gini ngantin aja guys, laper gue"
"Bener sih Ay, gue juga laper yuk El kita kekantin"
"Ehh bentar" ucapan Elia tersebut hanya ditanggapi deheman pelan Ayuna dan Mela, iyah keduanya sudah tau kalau Elia akan berpamitan terlebih dahulu kepada sang kekasih tercinta, alias Devan
"El, nanti aja lanjutin lagi chatan sama siplayboy. Makan dulu aja nih, lagian kalau kangen tinggal ketemu, upss lebih tepatnya lihat wajahnya dari jauh aja yah" ejek Ayuna
"Tega bener lo sama gue Ay, gue pura-pura ngejauh dari Devan juga penyebabnya si Iqbal. Takut nekat dianya"
"Gue bercanda El, walau gue nggak pernah ada diposisi lo gue tetep ngerti kok. Sabar aja yah suatu saat nanti pasti akan ada jalannya" keluarlah Kata-kata bijak si Ayuna
"Gue juga setuju opini si Ayuna, dan untuk sekarang gak usah galau mulu. Yuk capcus ngantin" ajak Mela
"Yok" ucap Ayuna dan Elia bersamaan
Ketiga gadis itupun segera pergi kekantin untuk mengisi tenaga mereka yang terkuras, padahal belum ada bel istirahat, tapi tidak apalah selagi guru rapat, jika ada kesempatan jangan disia-siakan
Sesampainya dikantin, ketiga gadis itu segera mencari tempat duduk yang sekiranya cocok untuk mereka. Mengingat walau bel belum berbunyi, tapi kantin sudah di penuhi dengan lautan siswa-siswi yang ada di SMA Bina Karya.
"Ehhh ada tuh bangku pojok, yok guys kesana!" ajak Ayuna
"Ehh yah tuh Ay, Mel ayok"
"Kalian pesen apa?"
"Gue bakso sama es teh Ay"
"Lo El?"
"Samain aja"
"Okey gue pesenin yah!" Ayuna segera pergi untuk memesan nya
Sambil menunggu Ayuna yang memesan makanan, Elia dan Mela saling berbincang ringan
"Loh El, tuh lihat!"
"Apaan sih Mel, lagi males banget gue"
"Udah lihat dulu, gawat darurat nih"
Elia yang memang sedang menelungkupkan kepalanya mau nggak mau melihat kearah yang ditunjuk Mela
"WHATT!!! APA-APAAN INI!"ucap Elia menggelegar sampai seisi kantin melihat ke meja mereka
" Ehhh Sorry guys, maafin sobat gue yang agak sengklek ini yah. Sok atuh dilanjut lagi makannya"ucap Mela dengan nada-nada agak bersalah
"Lo apaan sih El, udah tau nih kantin ramainya kebangetan. Suara lo kayak toa tau nggak"
"Iyah sorry, beneran gue kaget bener pas lo nunjukin gue itu. Untung gak lihat dah tuh"
"Gue juga kaget sih kok bisa-bisanya kayak gitu, padahal deketnya sama...... "
"Sama siapa maksud lo Mel?, kayaknya serius banget" ucap Ayuna tiba-tiba yang membuat Mela dan Elia gelagapan
"Ehhh ng-nggak apa-apa kok Ay, santai aja. Biasa kita mah kalau lagi gosip banyak yang diomongin" ucap Elia mencari alasan
"Iyah Ay, nggak siapa-siapa kok" ujar Mela
"Kalau emang gosip biasa, wajah kalian nggak mungkin ketakutan kayak gitu. Seakan akan kalau gue tau gue bakalan broken heart" ucap Ayuna setengah serius setengah bercanda
'Lo emang bakalan patah hati Ay, kalau lihat ini'ucap Elia dan Mela dalam hati dengan wajah sendu
Memang kisah percintaan Elia, Mela, Dini dan Ayuna memang rumit. Elia yang dikejar mantan playboy insyaf(Devan), Mela yang berharap pada kakaknya Dini(Andi), Dini yang dijodoh-jodohkan dengan David tapi memang jodoh dan mau nikah beneran. Dan yang terakhir Ayuna dan Daren, keduanya yang memang sama-sama peka, ikut ekskul karate juga, tapi kalau dipikir-pikir hubungan Ayuna dan Daren bahkan lebih rumit dari yang lain. Mau dibilang pacaran tapi mereka tidak jadian, mau dibilang tidak pacaran tapi sikap mereka layaknya sepasang kekasih
Ayuna yang memang gabut melihat keseluruhan isi kantin sekolah tersebut, tanpa sengaja ia melihat hal yang seharusnya tidak ia lihat. Ayuna melihat dua sejoli yang memang sangat dikenalinya bahkan silaki-laki itu, sedang makan dikantin. Ohhh tidak-tidak keduanya sedang makan sih wajar, tapi ini saling menyuapi yah walau yang lebih aktif adalah si perempuan. Siapakah mereka??
"Kayaknya gue tau deh hal yang kalian sembunyiin dari gue"
Elia dan Mela yang sudah memulai acara makan baksonya seketika dibuat tersedak oleh Ayuna, keduanya segera minum untuk menuntaskan rasa tak enak ditenggorokan.
"Udah nggak usah kaget gitu, di bangku sana ada Daren dan Fela yang makan bersama, bahkan Daren di suapi Fela" ucap Ayuna gamblang dengan wajah datar
Gimana perasaan lo guys? saat melihat seseorang yang lo sukai sedang makan berdua dengan perempuan lain bahkan disuapi oleh perempuan itu. Padahal satu sekolah sudah tau kalau lo pacaran sama si lelaki itu, yah walaupun nggak beneran pacaran? sakit kah? cemburu kah? marah kah? entah lah perasaan Ayuna campur aduk saat ini
Fela Wikana Putri, anak 11Ips3 yang selalu mengejar Daren supaya jadi pacarnya
"Ay, gimana perasaan lo?"
"Gue baik-baik aja kok, it's okey gue gak apa-apa" ucap Ayuna sambil memakan baksonya dengan santai
Mela dan Elia hanya mampu saling bertukar sandi lewat tatapan mata.
"El, Mel nanti tolong anterin gue tanya Devan yah"
"Iyah, pasti lo mau tanya tentang Daren kan?"
"Begitulah El, gue harus cepet nyelesaiin masalah ini"
"Yaudah kita bakalan nganterin lo nanti, fighting Ayuna!"
"Makasih yah, kalian emang bestfriend forever gue"
"Yok i, santai aja kali. Kayak sama siapa aja" balas Elia
Setelah menghabiskan makanan dikantin. Ayuna, Elia dan Mela segera pergi masuk kelas. Walau freeclass mereka tetap memilih dikelas supaya tidak terkena hukuman karena keluar dijam pelajaran, lah terus tadi kok malah kekantin?yah anggap saja mengambil kesempatan dikala perut yang tidak bisa diajak kompromi lagi.
Tidak terasa waktu pulang sekolah telah tiba.Elia, Ayuna dan Mela pergi ke parkiran setelah mengemasi perlengkapan sekolah mereka.
Sesampainya di parkiran
"Ehhh ituh ada Devan sama kak Andi!"
"Yah, yuk kesana"
Ketiga gadis itu segera menghampiri Devan dan Andi yang memang akan pulang
"Ehhhh princess nya babang Devan,tumben mau dianterin pulang yah"
"Nih Ayuna ada urusan sama lo bukan gue"sanggah Elia
"Gue kan....."
__ADS_1
"Gue tau Devan,lo mau anterin Elia.Tapi bentaran doang gue cuma mau nanya soal Daren"
"Tanya apaan Ay?"
"Lo tau nggak penyebab Daren jadi agak cuek gitu sikapnya?"
"Ohh soal itu nih lihat sendiri and gue juga minta penjelasan"ucap Devan sambil menyodorkan handphone nya pada Ayuna
"WHATT!!nggak bener nih, foto ini nggak seperti itu.Gue jelasin, saat itu gue pulang ke rumah tapi nggak sengaja gue ketemu sama Andri.Dia paksa gue buat nerima jadi pacarnya,gue nggak mau.Kalau pegangan tangan itu cuma sebentar, gue yakin pasti ada salah satu temennya yang disuruh fotoin itu"
"Gue juga nggak percaya kalau lo kayak gitu, yah walaupun lo ini kan cewek jadi-jadian, bar-bar"ejek Devan
"Serah lo, yang penting gue udah jelasin"
"Kenapa gak lo jelasin ke Daren?"tanya Andi
"Gue juga maunya gitu kak,ehh itu Daren gue kesana dulu yah!"ucap Ayuna
"Fighting Ayuna"ucap Elia dan Mela menyemangati
"Ren gue mau bicara sama lo, gue pengen ngejelasin tent-..."
"Gue gak butuh penjelasan lo"
"Tapi Daren,lima menit aja nggak lama kok"
"Ehhh Ayuna,Daren aja udah nggak mau dengerin penjelasan lo.Udah deh mending lo pergi aja"usir Fela
Ayuna bukan marah karena ucapan Fela, tapi karena tingkah Fela yang kegatelan jadi cewek.Tangan Daren aja dirangkul yang lebih bikin Ayuna naik darah kenapa Daren tidak marah sama sekali.
"Gue nggak bicara sama lo Fela, jadi mending lo DIEM aja.Ohh iya gue lupa,lo kan cewek yang sukanya jadi PHO"ucap Ayuna dengan penuh penekanan, tidak lupa senyum seringainya
PHO(Perusak Hubungan Orang)
Fela yang mendengar ucapan Ayuna merasa agak merinding, memang bukan rahasia lagi kalau Ayuna adalah cewek bar-bar dan ketika berkata-kata pada orang yang ikut campur urusannya maka beginilah jadinya, kata-kata pedas bahkan penuh penekanan akan terlontarkan.
"Lo yang harusnya diem Ayuna!!gue nggak mau denger penjelasan apapun dari lo. Mulai hari ini lo nggak usah deket-deket gue lagi.Gue udah muak"
DEGG!!!!💔
"Tapi Daren gu-.."
"Ayo Fela,gue anter lo pulang"
"Duh yah makasih loh Daren lo mau repot-repot nganterin gue pulang, dan lo Ayuna lo pasti paham kan tadi ucapan Daren jadi lo nggak usah deket-deket lagi sama Daren.Bye-bye"ucap Fela yang sengaja mengejek Ayuna
"WOYY, jadi cewek kok kegatelan banget sih"teriak Elia yang memang gregetan daritadi pengen nampol si Fela tapi selalu dihalangi Devan
Sedangkan Fela yang dikatai Elia dengan tidak tahu malunya malah memeluk Daren yang sedang menyetir motornya.
"Ay, harusnya lo ajak baku hantam aja.Gue aja dari tadi pengen nampol aja tuh muka sok kecantikan"ucap Elia emosi
"Nggak ada gunanya gue ngladenin Fela"
"El, jangan salah Fela tuh beraninya cuma omong doang.Kalau diajak langsung baku hantam mah kelar bentar sama Ayuna"sahut Mela
"Kenapa nggak lo paksa Daren aja sih Ay"
"Gue bukan perempuan pemaksa Devan,kalau itu udah keputusan Daren yang bikin dia bahagia gue akan terima"
Elia,Devan,Mela dan Andi saling memberi isyarat mata.
"Mending lo pulang bareng Devan aja El"
"Ay, gimana sih lo.Kok malah nyuruh gue pulang bareng Devan!"ucap Elia dengan bersungut-sungut penuh kekesalan
"Nggak apa-apa kali El, gue tau lo pengen nemenin gue.Tapi kan gue udah ada Mela nih,lo pulang bareng Devan aja.Kasihan tuh Devan kayak orang kuper"
"Kuper? apaan tuh?"sahut Devan
"Kurang Perhatian hahaha"ucap Ayuna dengan tawa candanya
"Yaudah gue sama Mela duluan yah!!kalian hati-hati pulangnya"
"Lo juga hati-hati Ay, kalau ada apa-apa kabarin gue yah"
"Iyah El, thanks yah atas bantuannya.Gue juga mau bilang makasih sama lo Dev, karena lo udah ngasih tau gue masalah Daren"
"Santai ajalah Ay, lo kan bakalan jadi adek ipar gue"
Kata-kata Devan itu hanya dibalas dengan tatapan datar khas Ayuna
"Devan, lo kok seneng banget sih bikin Ayuna darah tinggi"Elia selalu pusing dengan Devan yang selalu mengadu padanya lagi dan lagi.
'Kalau nggak berani kenapa masih ganggu singa tidur sih'batin Elia
"Beraninya cuma ngadu ke ceweknya, lo laki-laki nggak sih??"
Hanya satu kalimat tapi nyelekitnya teramat sangat
"Jahat banget lo Ay, gini-gini gue normal kali.Gue lelaki sejati"
"Udah-udah, kalian ini kalau ketemu debat mulu sukanya"
"Doi lo tuh, nasehatin biar mulutnya dijaga nggak asal njeplak aja"
"Hadehhh capek gue denger perdebatan kalian, ayo Ay kita pulang aja"
"Ini juga mau pulang Mel, gue duluan yah!! bye-bye!!"
"HATI-HATI AYUNA DYAHPUTRI DAN MELA HANIKA!!"
Mendengar teriakan Elia, Ayuna dan Mela hanya mengangkat kedua jempolnya
...#####...
Hanya ada suara kebisingan yang terjadi disekitar halte dekat sekolah. Lalu lalang kendaraan silih berganti menandakan keramaian yang tak kunjung pasti, entah kapan akan berhenti
"Ay, gimana perasaan lo?"
"Lo tanya perasaan gue Mel?gue gak mau munafik, saat ini perasaan gue sedang gak baik-baik saja.Gue nggak nyangka Daren bakal ngomong kayak gitu sama gue dihadapan Fela lagi"
"Gue pernah ada diposisi lo Ay, tapi bedanya gue suka kak Andi diam-diam dan juga sikap kak Andi biasa aja sama gue itu yang bikin gue agak nyesek"
"Nggak ada bedanya juga kali Mela, hahaha kadang gue suka nertawain diri gue sendiri, gimana bisa gue semudah itu jatuh sejatuh-jatuhnya pada seorang Daren salah satu most wanted boy sekolah ini. Gue bahkan terlena dengan perhatian yang biasa"
"Hati nggak ada yang bisa nebak Ay, kita juga nggak bisa ngendaliin hati. Jika sudah suka dengan dia mau kita berusaha melupakan atau menolak kenyataan itu tetap nggak akan bisa"
Setelah pembicaraan mereka mengenai masalah hati, tidak lama datang angkot yang memang mereka tunggu sedari tadi. Ayuna dan Mela segera menaiki angkot tersebut untuk pulang ke rumah masing-masing
Rumah Ayuna
"Assalamu'alaikum!!"
"Huffttt, kayaknya bunda sama ayah belum pulang"ucap Ayuna dengan lesu
Kedua orang tua Ayuna memang pulang sekitar jam 5, sedangkan Ayuna pulang sekolah jam 3 jelas saja kalau di rumah sangat sepi
Ayuna langsung masuk ke kamarnya dan segera membersihkan diri, baginya hari ini adalah hari yang paling melelahkan
Ayuna merebahkan diri di kamarnya sambil menerawang langit-langit kamarnya, ia memikirkan kejadian demi kejadian yang dilaluinya tadi, entah kenapa hatinya sangat rindu dengan sosok Daren yang selalu hangat padanya, ia rindu itu semua. Bahkan tanpa sadar Ayuna meneteskan air matanya, hatinya sakit ketika mendengar Daren ingin dirinya pergi dari hidupnya
"Apa lo bahagia ren, kalau gue pergi dari hidup lo?? jujur dari lubuk hati gue paling dalam gue sebenernya suka sama lo"ungkapan penuh kesedihan dari seorang Ayuna
Ayuna yang sadar akan air matanya segera menghapus air mata itu
"Gue akan perjuangin lo Daren"ucap Ayuna penuh tekad
"Gue telpon aja kali yah"gumam Ayuna sambil mencari kontak Daren
Sekali tidak diangkat, dua kali suara operator yang bicara tiga kali pun malah tidak aktif
"Kok perasaan gue nggak enak yah, telpon Devan aja deh"
'Haloo, Devan lo tau Daren dimana??'
'Ehmm ehh i-tu itu Daren lagi......'
'Dimana??jawab jujur aja'
'Di rumah sakit, Daren abis kecelakaan'
'Rumah sakit mana??'
'Rumah sakit keluarga Anderson'
'Gue segera kesana'
__ADS_1
Tut-tut-tut
"Kok lo kasih tau sih Dev"
"Gue sebenernya gak mau kasih tau kak, tapi gimana lo tau sendiri Ayuna kayak gimana.Tadi aja dia tau kalau gue mau bohong"
"Hadehh terus ini gimana??"
"Ya udahlah kak, gak usah khawatir gitu Ayuna mau kesini juga kan kita enak"
"Hah?kok bisa"
"Yah bisa lah, kan nanti Ayuna yang ngerawat Daren. Kita juga nggak bisa ngasih tau mamah sama papah, mereka kan lagi di luar negeri"
"Serah lo dah"pasrah David
Disisi Lain.......
Ayuna yang mendengar Daren kecelakaan, segera bergegas pergi tidak lupa mengganti baju rumahannya dengan celana hitam, sweater oversize jangan lupakan jilbab instan yang telah melekat di kepalanya.
Dia menuju garasi untuk mengambil motor nya
"Duhhh lupa lagi gue motor matic gue kan diservis, mobil ayah bunda masih dipakai mereka juga belum pulang lagi, naik angkot kelamaan nanti"
"Nggak ada pilihan lain, kayaknya gue pakai coky aja"
Jangan salah coky ini bukan nama orang yah tapi nama motor sport warna abu-abu milik Ayuna yang tidak pernah dipakainya karena itu merupakan hadiah ultah Ayuna yang ke 15 tahun dari om kesayangannya.
"Maaf ayah and bunda aku pakai coky yah!! lagian umurku udah 17 tahun"gumam Ayuna seakan-akan minta maaf pada ayah bundanya
"Sekali-kali melanggar perintah untuk darurat boleh lah"ucap Ayuna diakhiri kekehan kecil
Ayuna segera menggunakan helm nya lalu menaiki coky dan melaju dengan kecepatan yang bisa dikatakan normal bagi Ayuna padahal ngebutnya kebangetan
Akhirnya Ayuna sampai di rumah sakit dalam waktu 10 menit padahal seharusnya 20 menit baru sampai, hadehhh besar kecepatan Ayuna naik motor jangan ditanya kalian pasti ngerti sendiri cara mempersingkat waktu supaya lekas sampai tujuan, tapi jangan ditiru yah!! jangan ngebut kalau naik motor nanti takutnya malah jatuh
Ayuna yang memang sudah tidak sabar segera masuk ke rumah sakit dan menanyai suster
"Sus, dimana ruang pasien Daren Putra Anderson"tanya Ayuna dengan ngos-ngosan
"Tuan Daren ada di ruang VIP, tepat ruangan nya di lantai paling atas rumah sakit ini"
"Okey thanks sus"ucap Ayuna sambil berlari menuju lift
"Ehhh tadi itu siapa yah?"
"Gak tau, paling kekasih tuan Daren"
"Iyah juga, tapi cocok kok"
Kedua suster itu malah membicarakan Ayuna yang mereka kira kekasih Daren, bagaimana tidak semua orang juga akan mengira hal itu melihat kekhawatiran Ayuna yang sangat berlebihan pada Daren
Setelah sampai didepan ruang Daren, Ayuna memberanikan diri mengetuk pintu terlebih dahulu, mengingat Daren sebenarnya tidak mau Ayuna menampakkan diri didepannya
Tok-tok-tok
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"ucap David dan Devan
Daren memang belum sadarkan diri saat itu
Ayuna menghela nafas lega karena melihat Daren sepertinya sudah dalam keadaan baik, tapi masih banyak perban yang melekat pada Daren
"Ayuna lo kok udah sampai cepet amat"
"Cepet gimana maksud lo?"heran Ayuna
"Masak lo nggak nyadar sih lo sampai kesini itu hanya dalam waktu 15 menit, padahal harusnya perjalanan lo kesini paling nggak setengah jam"ucap Devan dengan wajah tidak percaya begitupun David
"Udahlah nggak usah ngomongin hal nggak penting, gimana keadaan Daren?"
"Bisa lo liat sendiri gimana, tadi sempat masuk UGD untung keadaannya nggak kritis jadi bisa langsung dipindahin di ruang ini"
"Alhamdulillah kalau gitu. Kak David kenapa??"
"Gak usah lo tanya, dia lagi males omong. Orang mau nikah harusnya bahagia lah ini murung terus sampai sukses"sindir Devan
"Ay, jagain Daren bentar gue sama Devan pergi keluar dulu"hanya satu kalimat yang keluar dari mulut seorang David
Setelah David dan Devan yang ijin keluar entah kemana, kini hanya tersisa Ayuna dan Daren di ruangan itu
Ayuna duduk di kursi dekat Daren, sambil mengamati wajah Daren yang ehmm walaupun kepala sebatas dahinya diperban tapi entah kenapa masih terlihat tampan dimata Ayuna.
"Haishhh mikir apaan sih gue"ucap Ayuna dengan sedikit menepuk dahinya, berniat menyadarkan pikirannya yang masih sempat-sempatnya mengagumi ketampanan Daren yang unlimited, bagaimana tidak, tampan iyah, punya lesung pipit iyah, muka baby face iyah, punya dada bidang iyah,kan sandarable & pelukable, coba apalagi yang kurang
Ayuna yang dasarnya penyuka cogan manis hatinya luluh seketika, padahal pada pak Rendi biasa aja tuh nggak segininya apa karena hatinya memang tertaut pada Daren?? entahlah
"Ren, lo nggak mau bangun apa?? nyenyak banget tidurnya. Gue lebih milih liat lo marah-marah daripada liat lo berbaring tak berdaya kayak gini, rasanya sakit tau nggak lihat lo kayak gini. Please cepetan bangun yah, gue nggak mau bohongin perasaan gue lagi. Gue sebenernya suka sama lo ren"keluh kesah Ayuna pada Daren yang masih terpejam tanpa disadarinya kalau Daren dari tadi sudah bangun tapi lagi menunggu waktu yang tepat saja
Jantung Daren rasanya seperti lari maraton, setelah mendengar pernyataan suka Ayuna.
Ayuna yang menyadari kalau jantung Daren berdetak tidak normal merasa aneh, apalagi setelah melihat mata Daren bergerak-gerak padahal masih terpejam.
"Auchhh Ay, sakit. Tega banget masak dicubit sih"
"Lo kalau udah bangun daritadi kenapa pura-pura tidur hemm??"ucap Ayuna dengan wajah kesal
Bagaimana tidak kesal, sudah nangis-nangis bahkan sampai ngungkapin perasaan ehhh malah yang dituju pura-pura tidur. Nggak tau apa malunya ke ubun-ubun
"Yah gue sebenernya mau bangun, tapi denger lo omong kayak curahan hati gitu gue mutusin pura-pura dulu ajalah. Lagian kalau nggak gini lo pasti nggak akan ungkapin perasaan lo"
"Serah lo, gue kayak percuma tau nggak disini. Sana tidur lagi nggak usah bangun sekalian"
"Jangan gitu dong, nanti kalau gue nggak bangun lo nangisin gue. Gini aja lo udah nangis"ucap Daren tenang sambil mengusap sisa air mata Ayuna
"Apaan sih gak lucu tau nggak, udah tau gue khawatir setengah mati lo malah giniin gue"
"Loh-loh kok malah nangis lagi sih Ay, cup-cup-cup udah jangan nangis lagi. Maaf gue tadi bercandanya keterlaluan"
Daren yang melihat Ayuna malah menangis ingin menenangkannya, ia ingin duduk tapi begitu kesulitan
"Ehhh mau apa lo"
"Gue mau nenangin lo Ay"
"Udah nggak usah, keadaan lo aja kayak gini sok-sok an mau nenangin gue"ucap Ayuna sambil membaringkan tubuh Daren kembali
"Kenapa lo nangis lagi Ay, gue minta maaf. Gue nggak bermaksud buat lo sedih"
"Yaudah kalau gitu caranya lo harus cepet sembuh, kurang dua minggu lagi kita ada turnamen karate Daren. Lo emangnya mau biarin gue sendiri gitu"
"Iyah lo tenang aja, gue akan sembuh sebelum itu kok. Tapi nggak ada yang mau lo jelasin sama gue"
"Jelasin apa??"goda Ayuna
Sebenarnya Ayuna tau apa maksud Daren, tapi pura-pura nggak tau nggak apa-apa kan?
"Beneran nggak ada yang mau lo jelasin???"
"Nggak ada, emang apaan?"
"Udahlah capek gue pengen tidur"Daren membelakangi Ayuna untuk tidur
"Dihh gitu aja ngambek lo, yaudah dengerin nih........"
Mau tidak mau Ayuna menjelaskan kronologi kejadian dirinya dan Andri yang memang sengaja Andri buat untuk menghancurkan hubungan Ayuna dan Daren
"Hadap sini dong ren, lo kok malah nyuekin gue sih. Gue udah jelasin tuh sama lo semuanya, sekarang gue minta penjelasan lo kok bisa kecelakaan kayak gini itu sebabnya apa"
Daren menghadap Ayuna lagi sambil menatap wajah Ayuna yang diliputi rasa penasaran
"Pengen tau apa pengen tau banget??"
"Pengen tau banget"
"Beneran??"
"Iyah Daren sayang, cepet jelasin"
Daren malah salting sendiri ketika Ayuna memanggilnya sayang
"Udah deh nggak usah pakai salting lo"
"Ishhh iyah-iyah gue jelasin gak sabar amat, lagi pms yah lo"
"Iyah, cepetan. Susah amat dah tinggal jelasin daritadi berbelit-belit mulu kerjaan lo"
__ADS_1
"Ehmm sebenarnya........."