Kisah Cinta Di Jenjang SMA

Kisah Cinta Di Jenjang SMA
Part 6 (Penggoda Ulung)


__ADS_3

Setelah penjelasan dari Ayuna mengenai masalah Daren dan Andri juga mengenai masa lalunya yang menyedihkan. Elia, Dini dan Mela tidak menyangka ternyata Ayuna pernah mengalami kegagalan cinta.


"Ohhhh gitu ceritanya tapi kalian cocok kok. Mana tadi mesra-mesraan lagi"ucap Elia sambil menaikkan alisnya berusaha menggoda Ayuna.


"Nggak kok, gue cuma anggep Daren temen. Tadi itu gue cuma khawatir aja. Iyah seperti yang kalian tahu akar permasalahan ini kan gue, jadi gue nggak mau orang yang nggak bersalah ikut disakiti sama Andri" ucap Ayuna menjelaskan.


"Heii guys kita boleh duduk disini kan para ciwi-ciwi!" ucap Rio(anggota basket)


Dia emang friendly banget.


"Boleh aja nggak ada larangan kok lagian ini kantin tempat umum" ucap Dini.


Akhirnya mereka duduk bersama, David berhadapan dengan Dini, Devan berhadapan dengan Elia, Daren berhadapan dengan Ayuna dan Andi berhadapan dengan Mela. Jangan tanyakan Rio bagaimana iyah, dia pastinya duduk di bangku pojok samping.


"Lah gini banget nasib gue yang jomblo, kalian mah hadap-hadapan sama pacar lah gue duduk aja di pojok samping" ucap Rio mendramatisir. Tapi sama sekali tidak ada yang memperdulikan keluhan Rio.


Devan yang sama sekali tidak mendengarkan ucapan Rio malah sedang sibuk melihat Elia yang tepat berada dihadapannya.


'Duhhh baru nyadar gue ternyata Elia cantik juga kalau dilihat dari dekat'ucap Devan dalam hati.


Ayuna yang tahu kalau Devan selalu melihat&memperhatikan Elia hanya bisa berdehem sebentar.


"Ehm-ehm kalau suka bilang aja kali Devan nggak usah lo lihatin mulu" ucap Ayuna dengan entengnya.


"Iyah, tapi gue kok nggak yakin kalau Elia bakalan suka juga sama lo Dev" ucap Dini menimpali.


"Kenapa emangnya??" tanya Devan.


"Iyah secara lo tau sendirilah gimana lo kalau sama cewek lo kan playboy jelas tentu punya banyak cewek. Pastinya lo akan permainin perasaan Elia. Dan gue adalah orang pertama yang bakalan ngabisin lo kalau sampai lo nyakitin sahabat gue Elia" ucap Ayuna dengan tegas.


"Ehh Ayuna, jangan galak-galak napa nanti lo nggak gue restuin sama adek gue Daren"ucap Devan dengan sedikit ancaman.


"Terus, apa peduli gue. Lagian cowok masih banyak kok nggak cuma adek lo doang" jawab Ayuna bercanda dengan dibumbui keseriusan.


Devan yang mendengar jawaban Ayuna hanya tertawa


"Hahahaha lihat tuh Daren, pacar lo masak nggak gue restuin sama lo dia malah mau cari yang lain sihh"ucap Devan.


Daren yang mendengarnya hanya diam, menyembunyikan kemarahannya. Sedangkan Elia yang daritadi hanya diam, mengangkat suaranya


"Lo bener Ay, apa gunanya kita ngarepin yang nggak pasti apalagi gue paling benci sama cowok playboy"kata Elia dengan enteng.


"Ehhh iyah kan kita udah punya idaman, mending kita sama idaman kita aja toh nggak ada ruginya"ucap Dini.


"Yuk guys kita kembali kekelas aja!"ajak Mela.


Akhirnya Ayuna, Elia, Dini dan Mela kembali ke kelas mereka meninggalkan para cowok yang hanya bisa terdiam.


"Dav, kenapa lo daritadi cuma lihatin adek gue?" tanya Andi yang memang daritadi tidak ikut bicara karena ia terlalu fokus memperhatikan David yang terus memperhatikan Dini, adiknya.


"Emang tadi salah satunya ada adek lo Ndi?" tanya Daren penasaran.


"Iyah tadi yang duduknya berhadapan sama David" jawab Andi.


"Ohhhh jadi yang itu, kan dia namanya kalau nggak salah siapa iyah lupa gue" ucap Devan sambil berpikir.


"Namanya Dini" ucap David singkat.


"Widiw lo ternyata udah tahu Dav? nama adek gue. Gue lihat-lihat lo cocok deh sama Dini, biar lo jadi adek ipar gue gitu" ucap Andi sambil menaikkan sebelah alisnya berniat menggoda David.


David sama sekali tidak mempedulikan ucapan Andi.


"Gue heran deh sama Elia, baru kali ini gue serasa ditolak sama dia. Padahal, selama ini gue nggak pernah ditolak sama cewek iyah walaupun cewek itu tahu kalau gue playboy. Gue akan berusaha buat Elia jatuh cinta sama gue" ucap Devan dengan penuh keyakinan.


"Tapi menurut gue Kak Dev, kayaknya lo duluan yang bakalan bucin dan jatuh cinta duluan sama Elia. Karena gue lihat Elia cewek baik-baik walaupun dia terkesan cuek sama lelaki, itu udah membuktikan kalau dia nggak akan sembarangan memberikan hatinya pada orang lain" ucap Daren. Insting Daren memang kuat.


"Itu nggak akan mungkin Ren, karena gue nggak akan pernah jatuh cinta. Gue cuma anggep cinta itu cuma ekspektasi doang nggak lebih, dan cinta juga yang bikin orang jadi bodoh" ucap Devan.


"Gue pernah bilang kak Dev sama lo kalau sampai lo bucin dan jatuh cinta sama cewek apalagi cewek itu Elia, gue bakalan minta hadiah fantastis dari lo. Jika saat itu tiba lo harus mau nurutin apa yang gue minta" pinta Daren


"Itu nggak akan pernah terjadi, okey gue akan lakuin apa yang lo minta" ucap Devan.


"Eh gue mau kekelas Elia yah" kata Devan lagi.


"Emang lo mau apa Dev?" tanya David.


"Biasa kak gue mau ngrayu si Elia biar dia suka sama gue, gue kan nggak mau kalau sampe citra cara menggoda gue ini dianggep nggak mempan atau udah nggak jitu" jawab Devan.


David, Daren dan Andi hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat tingkah Devan.

__ADS_1


Tibalah Devan di ruang kelas 11Ipa2, kelas Elia. Tidak lupa sepanjang dia jalan selalu tebar pesona pada cewek-cewek. Emang yah orang kalau udah playboy yah gitu, tiada hari tanpa tebar pesona.


"Hai Elia sayang! lagi ngapain nih?" tanya Devan pada Elia yang saat itu sedang main hp.


"Lo punya mata kan? bisa lihat dong jelasnya udah tau gue lagi main hp pakai nanya segala. Dan satu lagi nggak usah manggil gue sayang gue bukan salah satu cewek-cewek lo yang terlalu gampang luluh dengan rayuan murahan lo itu" ucap Elia dengan pedasnya.


"Duh lo marah aja cantik El, apalagi kalau lo senyum, tertawa sama gue. Nikmat mana lagilah yang gue dustakan" ucap Devan sambil tersenyum sangat manis.


Elia yang melihat Devan tersenyum seperti itu merasa kalau kadar ketampanan Devan semakin bertambah. Kalian tahu sendirilah, orang kalau udah ganteng, mau cemberut aja ganteng apalagi yang tersenyum manis eh-eh-eh rasanya gula aja kalah manis sama senyumannya😅


"Ohhh iyah gue cuma mau nglihat keadaan lo aja biar hati gue lega, alasan lainnya biar gue nggak terlalu rindu sama lo. Rasa-rasanya berat gue mau ninggalin lo dikelas ini. Pengen gue karungin aja dah terus gue bawa pulang, biar cuma gue yang lihat lo" ucap Devan, tak lupa senyum manisnya.


Elia hanya melihat dan tidak menanggapi tingkah Devan. Akhirnya Devan pergi keluar kelas Elia.


"Ehm gue tau El, sebenernya lo suka kan sama Devan" ucap Ayuna sambil tersenyum


"Sok tahu lo Ay, ogah gue suka sama si playboy cap kapak kayak Devan" ucap Elia dengan mendengus kesal.


"Hahahaha El-El gue kenal lo nggak sehari dua hari, udah bertahun-tahun kita sahabatan dari masih dalam kandungan malah. Jujur ajalah nggak apa-apa" ucap Ayuna lagi.


Elia yang mendengar ucapan Ayuna malah malu dengan keadaan pipi yang memerah seperti udang rebus. Sedangkan Dini dan Mela hanya tertawa keras melihat tingkah Elia yang malu seperti itu. Ayuna kok dibohongi, masalah perasaan Ayuna sangat peka.


Setelah pulang sekolah.......


Rumah Andi dan Dini


"Bun aku barangkat iyah mau kerja kelompok di rumah sikembar" ucap Andi meminta izin pada bundanya.


"Iyah, hati-hati kalau naik motor jangan ngebut" ucap Bunda Leni.


"Iyah bundaku sayang!"


Akhirnya Andi pergi kerumah si kembar.


Sesampainya di rumah si kembar, Andi segera masuk untuk menemui ketiga temannya itu.


"Hai broo!" ucap Andi.


"Hai juga, lah lo tumben udah dateng aja" ucap Daren.


"Kan hari ini kita kerja kelompok Ren, apa lo udah lupa sih" jawab Andi dengan kesalnya.


"Yaudah mana bukunya Ndi?"tanya David.


"Bentar-bentar gue cari dulu di tas"ucap Andi sambil menggeledah tasnya.


"Lah kok nggak ada sih padahal tadi seinget gue udah gue masukin tas. Duhh kayaknya ketinggalan dirumah"


"Terus gimana sekarang lo ambil deh Ndi!"perintah Devan.


"Males gue apalagi cukup jauh juga kan jarak rumah gue sampe sini, emm gimana kalau gue nyuruh adek gue kesini buat nganterin bukunya?" ucap Andi yang telah menemukan cara.


"Terserah lo!" ucap David.


"Tapi adek gue itu orangnya kan pemalu, mana mau dia kalau disuruh dateng sendiri"kata Andi yang meragukan idenya sendiri


"Iyah lo suruh sama temen-temennya ajalah. Gampangkan, lagian sekalian gue mau ngrayu si Elia biar luluh sama gue" ucap Devan dengan percaya dirinya.


"Eleh gue pastiin lo malah yang bakalan luluh dan malah ngebucin sama Elia" ucap Daren meremehkan.


"Yaudah gue telfon adek gue dulu"kata Andi sambil mencari kontak Dini, adiknya dan segera menelfonnya.


🎶ting-ting-ting ada telfon🎶bunyi handphone Dini. Dini yang sedang membaca Novel dengan khusyuknya merasa terganggu


"Siapa sih nelfon segala, orang lagi sibuk baca novel juga ganggu banget"


'Halo ada apa kak? cepetan kalau nggak penting nggak usah nelfon'


'Eh-eh-eh lo apa-apaan sih dek baru diangkat juga udah mau dimatiin. Jelaslah ini penting. Dek gue minta tolong dong bawain buku paket Fisika gue yang ada dimeja, yang warna hijau'


'Lah kenapa nggak diambil sendiri aja kan kak Andi bawa motor, terus gue pake apa nganterinya'


'Minta ditemenin Ayuna Elia sama siapa satunya?iyah pokoknya temen-temen lo itu'


'Mela kak yang satunya. Yaudah deh dimana alamatnya?'


'Di Mansion kediaman Anderson'


'Apa? kediaman Anderson? rumah si David menyebalkan itu? ish nggak mau lah gue, males ketemu si David muka tembok itu'

__ADS_1


'Dek tolongin gue dong please lo mau apa gue turutin deh'


'Yaudah gue mau tapi ada syaratnya, yaitu lo harus beliin gue novel roman yang baru terbit minggu lalu kak'


'Iyah-iyah gue beliin nanti pas pulang, bener-bener deh lo dek perhitungan banget sama gue kakak lo sendiri'


'Selagi ada kesempatan mah gue bakal manfaatin kak, Assalamualaikum!'


Tut-tut-tut


'Waalaikumsalam'


"Hadeh bener-bener deh salam aja belum gue bales udah dimatiin aja" ucap Andi


Disisi lain......


Dini yang diminta Andi membawakan bukunya segera pergi kekamar kakaknya dan mencari buku paket milik kakaknya.


"Duhh dimana sih katanya di atas meja lah ini udah dicari daritadi nggak nemu" keluh Dini sambil mengobrak-abrik meja belajar kakaknya yang penuh dengan buku berserakan.


"Lah ini dia ketemu juga dah" kata Dini.


"Gue langsung kerumah Ayuna sama Elia aja deh terus jemput Mela sekalian. Hahahaha salah siapa gue kok disuruh anterin buku gue ajak semua dah sekalian. Pengertian banget kakak gue, ngebolehin gue bawa temen"


Dini segera bersiap-siap dan pergi ke rumah Ayuna tak lupa berpamitan pada bunda dan ayahnya.


Rumah Ayuna


"Assalamualaikum!" ucap Dini


"Waalaikumsalam! loh nak Dini ayo masuk, cari Ayuna iyah?" tanya Bunda Laura


"Ehhh iyah tante Ayuna nya ada kan? sekalian saya mau ijin ngajak Ayuna nganterin aku ke rumah temen kakak aku tan" ucap Dini meminta ijin


"Iyah tante ijinin langsung aja masuk kekamarnya iyah nak Dini, tante mau kedapur dulu" kata Bunda Laura.


"Iyah tante"


Dini segera menuju ke lantai atas pergi kekamar Ayuna.


Tok-tok-tok


"Ay buka pintunya dong"


Tidak ada jawaban


"Gue masuk iyah Ay" ucap Dini lagi.


Dini masuk kekamar Ayuna, tapi Ayuna tidak kelihatan mungkin sedang mandi pikir Dini. Dini melihat kamar Ayuna dengan cat warna hitam dan putih khas Ayuna sekali, seperti tingkahnya yang bar-bar. Selain itu banyak sekali stiker, lukisan maupun mainan boneka kecil dengan pakaian khas beladiri karate.


'Seneng banget Ayuna sama karate, sampai-sampai kamar aja penuh hal tentang karate bahkan kamar warna hitam sama putih lagi. Mungkin kalau orang yang nggak ngerti pasti ngiranya kamar cowok bukan kamar cewek hahahaha'ucap Dini dalam hati.


Ceklek...


"Loh ada lo Din, kenapa tumben banget kerumah?" ucap Ayuna sambil menggosok-gosok rambutnya yang basah dengan handuk.


"Gue mau ngajak lo ke rumah sikembar badboy" jawab Dini


"Emang lo ada urusan apa tumben banget mau kesana, kangen si David iyah! bener banget lo Din kangen langsung kerumahnya aja minta restu ortunya David, sekalian bawa David ke KUA" ucap Ayuna sambil menaikkan sebelah alisnya.


Dini yang mendengar perkataan Ayuna hanya memutar bola mata malas


"Apa nggak kebalik Ay yang bawa David masak gue sih ehh"ucap Dini tanpa sadar sambil menutup mulutnya.


"Ohhhh jadi lo berharap nih yang ngajak lo siDavid terus minta dibawa ke KUA?" kata Ayuna


"Eng-nggak gue tadi keceplosan, lagian mulut gue juga nggak bisa direm asal njeplak aja" ucap Dini sambil merutuki dirinya sendiri, kenapa bisa ngomong gitu apalagi nih si Ayuna yang notabene nya nggak akan berhenti menggoda.


"Omong keceplosan berarti yang emang lo inginkan Din, gue restuin kok kalau lo sama David. Cocok banget kalian, Wah bahkan gue udah bayangin aja kalau lo sama David nikah terus punya anak ishh gue bakalan punya keponakan yang lucu-lucu pastinya" ucap Ayuna dengan berbinar-binar.


Dini malah menghela nafas berat


"Lo apa-apaan sih Ay pikiran lo jauh banget, heh inget masih SMA jangan mikir kejauhan, lagian gue nggak cinta sama David gimana bisa nikah segala"ucap Dini dengan kesalnya.


"Ohhh jelas mikir harus masa depan Din, tadi lo bilang apa nggak cinta gimana bisa nikah?iyah bisalah kalau dijodohin misalnya. Lo pasti pernah dengerkan tembung jawa*Witing Tresno Jalaran Soko Kulino*masalah cinta itu muncul karena terbiasa, udah pokoknya gue doain moga lo nikah sama David terus saling mencintai juga"ucap Ayuna tak mau kalah.


"Udahlah Ay, kalah gue ngomong sama lo terserah lo aja deh. Cepetan siap-siap habis ini masih jemput Elia sama Mela, bakalan lama dah gue pastiin kak Andi marah sama gue. Terus gue nggak dibeliin novel roman kesayangan gue" ucap Dini memelas.


"Iyah-iyah nih gue cepet tinggal pake krudung aja" kata Ayuna sambil memakai krudung.

__ADS_1


Akhirnya Ayuna dan Dini berangkat kerumah Elia setelah berpamitan pada bunda Laura(ibu Ayuna), keduanyapun berjalan kaki ke rumah Elia.


__ADS_2