Kisah Cinta Di Jenjang SMA

Kisah Cinta Di Jenjang SMA
Part 5 (Pengakuan Tak Terduga)


__ADS_3

Kringgggggg


Bunyi bel pulang sekolah telah berbunyi.


"Ay, beneran nih kita duluan aja atau lo mau kita tungguin dulu?" tanya Dini.


"Udah nggak apa-apa kalian duluan aja, takutnya lama nanti" ucap Ayuna meyakinkan teman-temannya.


"Yaudah kita duluan iyah, bye!" ucap Elia, Dini dan Mela bersamaan.


Ayuna segera pergi ke tempat latihan karate yang ada di lantai dua khusus olahraga, sebelumnya Ayuna telah mengganti seragam sekolahnya dengan seragam khusus karate.


Setelah sampai di tempat latihan, Ayuna segera berkumpul dengan temannya yang lain. Tidak lama kemudian datanglah seorang laki-laki


"Selamat siang semuanya! perkenalkan nama saya Daren Putra Anderson, panggil saja  Daren"ucap laki-laki itu.


Ayuna yang hanya bisa mendengar suaranya tapi tidak bisa melihatnya karena dia yang berada di barisan paling belakang, maklum Ayuna kan orangnya nggak terlalu tinggi jadi iyah gitu nggak kelihatan yang depan


"Siapa tadi namanya Daren? Ishh pasti cowok nyebelin yang saat itu adu mulut sama gue, tau gini nggak ikut ekskul ini gue. Tapi kan sayang gue pengen banget ikut karate. Nggak apa-apalah lagian niat gue belajar" ucap Ayuna sambil menghela nafas berat


Bagaimana tidak coba bayangkan seandainya ada di posisi kalian orang yang membuat kalian jengkel malah jadi yang ngajar ekskul susah rasanya


Yang ikut karate banyak banget, tapi rata-rata yang paling banyak adalah perempuan. Karena pengen deket kali sama Daren, walaupun ketika latihan Daren memasang wajah cuek dan datarnya tapi entah mengapa hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para gadis.


"Okey kita mulai saja latihannya, dimulai dari gerakan dasar dahulu!"perintah Daren


Beberapa saat kemudian......


"Sudah cukup untuk hari ini, dilanjut besok lagi" ucap Daren.


Ayuna yang memang sangat lelah mengistirahatkan tubuhnya dahulu di tempat istirahat.


"Duh capek banget deh, terlalu lama nggak latihan sih" keluh Ayuna sambil sedikit memijit tangan dan kakinya.


Setelah istirahat sebentar, Ayuna segera mengganti pakaian dengan seragam sekolahnya. Ayuna pergi ke halte sambil menunggu angkutan umum.


"Masih ada nggak iyah angkot jam segini, kalau ojek kok tumben juga nggak ada biasanya juga ada"ucap Ayuna.


Tiba-tiba datanglah seorang lelaki menaiki motor sport berhenti didepan Ayuna, Ayuna hanya menatapnya aneh dan berpikir siapa itu. Lelaki itu membuka helm nya dan langsung mendekati Ayuna.


"Ay, lo kemana aja sih selama ini? gue cari lo kemana-kemana ternyata lo disini. Gue kangen banget sama lo" ucap lelaki itu.


Ayuna yang sudah mengetahui kalau lelaki itu adalah Andri(orang yang pernah disukainya dulu) hanya melihat sebentar lalu menghindarinya.


"Ay, please maafin gue. Lo boleh hukum gue kayak gimanapun terserah lo, yang penting lo mau maafin gue dan kasih kesempatan buat gue Ay, gue bener-bener nyesel perlakuin lo nggak baik dulu" ucap Andri dengan nada sedih.


"Gue udah maafin lo dari dulu"ucap Ayuna.


"Beneran Ay? jadi lo maukan ngasih kesempatan gue, gue janji akan bahagiain lo" kata Andri dengan bahagiannya.


"Gue emang udah maafin lo tapi kalau ngasih kesempatan, maaf gue nggak bisa"


"Kenapa Ay?"tanya Andri.


"Karena udah ada hati yang harus gue jaga saat ini, dia lebih berarti dari lo" ucap Ayuna dengan tegas.


"Nggak gue nggak percaya, lo pasti bohong kan sama gue. Gue tahu Ay lo kecewa, benci sama gue tapi jangan giniin gue" ucap Andri sambil menarik-narik tangan Ayuna dengan kasar.


"Andri, lepasin tangan gue! lo apa-apaan sih. Lo kok jadi kayak gini, kasar banget sama perempuan! " ucap Ayuna dengan lantangnya.


"Gue kayak gini karena lo Ay, gue mau lo jadi kekasih gue. Gue janji bakal bahagiain lo"


"Tapi gue nggak mau Andri, gue udah punya kekasih yang bisa ngehargain gue, yang bisa jaga dan bahagiain gue. Udahlah lupain gue aja masih banyak perempuan diluar sana yang lebih baik dari gue"


"Tapi gue maunya lo Ay, pokoknya lo harus jadi milik gue! "ucap Andri sambil menarik paksa Ayuna supaya ikut dengannya.


Ayuna yang ditarik paksa oleh Andri berusaha melepaskan cengkraman tangan Andri, tapi sayang tenaganya tak sekuat Andri yang notabene nya seorang laki-laki.


"Lepasin gue Andri! lo udah gila iyah?"ucap Ayuna


"Nggak gue nggak akan lepasin lo, udah cukup lama gue nyari lo" kata Andri.


Disisi lain, Daren yang melihat keributan di halte merasa penasaran, apalagi mendengar suara teriakan seorang perempuan. Daren segera menuju halte dengan menaiki motornya.


"Andri, lepasin gue, gue nggak mau ikut lo!" teriak Ayuna


"Lepasin dia!" ucap Daren dengan lantang.


"Heh, siapa lo berani-beraninya ngelarang gue. Mau jadi pahlawan kesiangan lo!" ucap Andri tak kalah lantangnya.


"Lo jadi laki-laki nggak ada lembut-lembutnya sama perempuan. Apa bener iyah lo ini laki-laki masak beraninya sama perempuan"


" Bukan urusan lo mau gue apain ni perempuan"ucap Andri.


"Jelas itu jadi urusan gue"


"Emang lo siapanya?"


"Gue PACARNYA!" ucap Daren dengan penuh penekanan.


Andri yang mendengar pengakuan Daren, melepaskan cengkraman tangan Ayuna. Ayuna yang sudah lepas dari Andri segera menuju ke arah Daren, berlindung di belakang punggung Daren. Memang sih Ayuna ikut karate, tapi dia tetaplah perempuan yang memiliki rasa takut. Apalagi disekitar halte saat itu sepi, untunglah ada Daren yang menolong Ayuna, entahlah apa yang terjadi bila tidak ada Daren.


Andri pergi meninggalkan Ayuna dan Daren, dengan rasa kekecewaan yang mendalam.


"Makasih ren, lo udah nolongin gue. Gue nggak tau gimana jadinya gue kalau nggak ada lo"ucap Ayuna dengan shok.


"Gue anter pulang!" ucap Daren.

__ADS_1


Bukannya jawab sama-sama atau gimana gitu eh emang iyah orang kalau cuek gitu.


"Udah nggak usah gue nunggu angkutan umum aja"


"Udah nggak usah bantah, cepetan naik atau lo mau digangguin lagi sama cowok tadi. Untuk pengakuan pacar tadi gue cuma salah omong doang"ucap Daren menjelaskan.


"Gue nggak permasalahin tadi, lagian gue juga tahu kalau ucapan lo tadi emang bohong aja" balas Ayuna.


Mendengar jawaban Ayuna, Daren berpikir


'Semua perempuan aja pada ngejar-ngejar gue. Lah dia gue akuin pacar gitu santai-santai aja kayak nggak terjadi apa-apa. Ish apaan sih pikiran gue'ucap Daren dalam hati.


Keduanya segera pergi untuk pulang karena hari memang sudah malam.


"Alamat lo dimana?"tanya Daren.


"Jalan merpati blok A rumah nomer 5" jawab Ayuna dengan jelas.


Tidak lama kemudian, keduanya telah sampai dirumah Ayuna.


"Makasih ren"ucap Ayuna dengan senyuman manisnya.


Daren yang melihat senyuman Ayuna malah memalingkan wajahnya, Ciee Daren salting diabetes dah tuh hahahaha.


"Gue pulang dulu" ucap Daren singkat.


"Hati-hati jangan ngebut!" balas Ayuna.


Ciee yang satu habis salting yang satu perhatian nih. Daren segera pergi dari rumah Ayuna, sedangkan Ayuna hanya melihat kepergian Daren sampai tidak terlihat lagi.


"Loh tadi kenapa gue ngomong gitu segala buat apa coba, ish malu banget gue. Mau ditaruh mana muka gue kalau ketemu si Daren lagi, mana setiap seminggu dua kali latihan karate lagi, otomatis gue bakal ketemu dia lagi dong. Huaa nggak tau gue harus gimana"ucap Ayuna.


Udahlah Ay, lagian Daren seneng juga kok lihat senyuman&perhatian dari lo


Sedangkan Daren yang sudah sampai dirumah, masuk dengan senyum yang tidak luntur dari wajahnya(sampe segitunya guys efek senyuman&perhatian)


David dan Devan yang melihat tingkah Daren hanya bisa menatapnya heran. Ada apa dengan adiknya itu, pulang-pulang bukannya ucap salam tapi malah senyam-senyum kayak nggak ada dosa.


"Heh Ren ucap salam dulu kek, lo masuk rumah malah senyam-senyum kayak gitu. Ini Daren beneran kan bukan Daren jadi-jadian" ucap Devan sambil bergidik ngeri.


"Lo apa-apaan sih kak Dev adek lo sendiri baru pulang lo malah ngomong seakan-akan gue bukan Daren aja" ucap Daren sambil mendengus kesal.


David yang melihat adik-adiknya sedang berdebat hanya tertawa dengan keras. Iyah beginilah mereka saat dirumah keluarlah sifat asli mereka yang memang selalu bercanda. Berbeda saat mereka di sekolah, sifat cuek dan terkesan tidak peduli seakan telah melekat pada diri mereka.


Flashback On....


Satu tahun yang lalu...


Setelah kejadian Andri yang mempermalukan Ayuna di depan semua murid, Andri merasa bersalah dan kasihan. Tapi karena egonya yang terlalu tinggi, sehingga ia sama sekali tidak ada niatan untuk minta maaf pada Ayuna.


Sedangkan, Ayuna telah menerima telfon dari ibunya jika mereka akan pindah ke Bandung, ibunya juga menceritakan kalau Elia dan Dini ikut pindah karena kedua ortu mereka adalah partner bisnis. Untunglah saat itu telah penerimaan raport karena itu ada class meeting yang malah terjadi peristiwa paling menyedihkan bagi Ayuna.


Bagaimana rasanya kalian ngungkapin perasaan bukan malah dapat balasan tapi malah dapat penghinaan iyah begitulah sulit untuk didefinisikan.


Setelah sampai dirumahnya, Ayuna segera bersiap-siap untuk mengepak barangnya


"Ayuna udah selesai apa belum? ayo cepat berangkat setengah jam lagi kereta akan berangkat!"ucap Reyhan(ayah Ayuna)


"Iyah ayah sebentar lagi" ucap Ayuna yang masih ada dikamarnya.


Lima menit kemudian, Ayuna turun sambil membawa sebuah koper besar. Ayuna, ayah dan bundanya segera pergi naik taxi menuju stasiun. Tidak lama kemudian, mereka sedang dalam perjalanan menuju Bandung. Disanalah perjalanan kisah cinta Ayuna dan sahabat-sahabatnya akan dimulai.


Keesokan harinya, Andri berangkat sekolah seperti biasa. Tidak sengaja dia mendengar pembicaraan gurunya.


"Bu Neli, sebenarnya kenapa kok Ayuna murid kelas 10Ipa1 itu pindah? padahal anaknya pinter, sopan, aktif terus juga dalam belajar"ucap Bu Mina.


"Kedua orangtuanya ada perjalanan bisnis Bu, jadi iyah katanya sih sekalian pindah" jawab Bu Neli.


Andri yang menguping pembicaraan gurunya itu merasa penasaran, akhirnya diapun bertanya


"Maaf Bu Neli, emangnya Ayuna pindah kemana iyah?"


"Tidak tahu Andri karena memang kemarin kedua orangtuanya langsung meminta surat pindah sekolah, tidak ada penjelasan mengenai kemana mereka akan pindah katanya akan ke luar kota" ucap Bu Neli.


"Ohh makasih bu infonya" ucap Andri sembari pergi menemui teman-temannya.


Entah mengapa Andri masih memikirkan perlakuannya kemarin pada Ayuna, dia merasa bersalah.


Satu bulan kemudian, Andri yang berusaha melupakan Ayuna malah selalu terbayang-terbayang dengan wajah Ayuna, bahkan didalam mimpi sekalipun. Jujur Ayuna memang memiliki wajah babyface, cantik dan senyumannya yang manis.


'Sepertinya gue udah mulai suka sama Ayuna. Tapi sekarang dia dimana aja gue nggak tahu, kenapa sih saat gue suka sama dia, dia malah menghilang. Gue nyesel banget Ay, perlakuin lo kayak gitu'ucap Andri dalam hati sambil membayangkan wajah Ayuna.


Flashback Off....


Di sekolah......


Ayuna, Elia, Dini dan Mela telah berada di kelas. Kelas mereka sedang tidak ada pelajaran atau freeclass, begitupun dikelas-kelas yang lain. Mengapa begitu? karena dihari itu ada pertandingan basket antar sekolah, SMA Bina Karya Bandung


dan SMA Lengkara Bandung. Tapi mereka berempat sangat malas menonton. Akhirnya hanya bermalas-malasan di kelas. Tiba-tiba keempatnya dikejutkan dengan suara Bu Ningsih


"Ayuna, Elia, Dini, Mela kalian kenapa tidak menuju lapangan basket?"


"Males Bu, lagian cuma gitu doang"jawab Ayuna.


"No-no-no kalian harus segera pergi kesana sekarang! nggak ada bantahan, kalian harus kasih dukungan buat tim sekolah kita!" perintah Bu Ningsih.


Mau tidak mau Ayuna, Elia, Dini dan Mela keluar kelas menuju lapangan basket walau dengan setengah hati alias malas

__ADS_1


Disisi lain.......


David, Devan dan Andi sedang membujuk Daren supaya ikut pertandingan basket. Iyah begitulah Daren kurang menyukai hal-hal berbau olahraga, kecuali karate pastinya. Tapi jangan salah walaupun Daren tidak menyukai basket, dia juga jago main basket tidak kalah dengan kedua kakaknya dan Andi.


"Ren please ikut dong tim kita pasti menang kalau ada lo"bujuk Devan, si kapten basket.


"Males gue kak Dev, lagian kalian bisa cari orang lain. Kenapa juga harus gue"ucap Daren dengan santai.


"Ren cuma lo yang bisa, kemampuan yang lain tak semahir lo"ucap Andi yang juga ikut membujuk Daren


"Udahlah Ren, ikut aja nggak ada ruginya juga"ucap David.


"Kalau kak David udah bilang gitu gue mau ikut" ucap Daren.


Devan dan Andi yang melihat hal itu hanya bisa melongo. Tau gitu kenapa nggak daritadi aja David ngomongnya, pikir mereka.


Untuk satu orang lagi dia bernama Rio yang juga menjadi anggota tim basket mereka.


Setelah mereka bersiap-siap memakai kaos tim basket, mereka segera menuju lapangan basket. Kursi penonton sudah penuh dengan para suporter, entah dari SMA Bina Karya maupun dari SMA Lengkara.


Ayuna, Elia, Dini dan Mela juga berada di kursi penonton, bahkan mereka berada di kursi paling depan. Iyah karena paksaan dari Bu Ningsih tentunya. Tidak lama, tim basket dari SMA Lengkara telah memasuki lapangan, Ayuna yang memang kebetulan melihat ke arah lapangan sangat terkejut karena ada Andri yang termasuk salah satu anggota tim basket SMA Lengkara, ohh bukan-bukan malah Andri lah sang kapten basket. Darimana ia tahu? iyah karena dialah yang maju paling depan diantara temannya yang lain, mewakili anggotanya seperti Devan yang mewakili anggotanya pula. Ayuna yang melihatnya merasa khawatir, bukan khawatir pada Andri melainkan pada Daren yang diketahui Andri sebagai pacarnya.


Andri yang tahu kalau salah satu dari tim basket lawannya ada seorang cowok pacar Ayuna. Andri melihat disekeliling para penonton kalau pacar Ayuna ada disini otomatis Ayuna juga pasti bersekolah disini, pikir Andri


'Itu dia Ayuna, lo emang cantik Ay pantes lo udah dapet pengganti gue. Tapi gue nggak akan biarin lo sama pacar lo tenang, gue pastiin lo akan jadi milik gue'ucap Andri dalam hati, sambil melihat Ayuna dengan senyum menggodanya.


Ayuna yang tahu tidak mempedulikannya. Sedangkan Daren yang melihat Andri melihat Ayuna dengan wajah menggodanya, ia merasa marah entah mengapa ia merasa tidak rela jika Ayuna dilihat dengan sebegitu intens oleh Andri.


Pertandingan telah dimulai......


Kedua tim berusaha memasukkan bola ke keranjang lawan. Beberapa saat kemudian skor kedua tim seri atau sama. Andri yang saat ini mendrible bola ingin memasukkan bola ke keranjang lawan, sayangnya selalu di halangi oleh Devan. Teriakan para suporter tidak bisa dihitung lagi sudah berapa kali, mereka meneriakkan nama-nama idola mereka. Lain lagi dengan Elia, Dini dan Mela mereka asyik makan cemilan yang mereka bawa sebelum pergi ke lapangan tadi. Daripada teriak nggak jelas, mending makan aja pikir mereka.


Sedang Ayuna melihat pertandingan dengan serius sambil berdoa dalam hati supaya tim sekolahnya menang. Elia, Dini dan Mela melihat Ayuna yang begitu serius melihat pertandingan merasa heran, pasalnya Ayuna tidak terlalu menyukai yang namanya basket lah ini kok malah diperhatiin sampai segitunya.


Daren yang melihat Andri mendrible bola tidak membiarkan Andri untuk memasukkan bola tersebut, dia berusaha merebut Bola dari tangan Andri dan berhasil. Daren cepat-cepat mendrible bola ke arah keranjang lawan. Ketika sudah dekat, dia langsung melompat dan memasukkan bola kekeranjang lawan, tepat saat Daren memasukkan bola tersebut waktu telah habis dan sudah dipastikan kalau pemenang dari pertandingan basket adalah tim dari SMA Bina Karya. Para suporter berteriak keras melihat itu mereka senang tim sekolahnya memenangkan pertandingan.


Andri yang melihat kalau timnya kalah, merasa tidak terima.


'Ini semua gara-gara cowok itu, gue nggak akan biarin ini'


Saat pertandingan selesai, Andri malah mendekati Daren dan berusaha menonjok wajah Daren. Daren yang bisa membaca gerakan Andri segera menangkisnya.


"Gue nggak akan biarin lo bahagia sama Ayuna, dia hanya milik gue"ucap Andri.


"Dan gue nggak akan biarin lo nyakitin pacar gue. Lo nggak berhak ganggu dia"


David berusaha memisah mereka tapi dihalangi oleh Devan.


"Jangan kak Dav, biarin Daren selesain masalahnya, dia udah dewasa. Gue yakin kalau adik kita pasti bisa nyelesain masalahnya sendiri"


David hanya menurut benar kata Devan pikirnya.


Disisi lain, Ayuna yang melihat Daren hampir ditonjok sama Andri segera pergi kelapangan. Dia tahu ini semua salahnya dia, Ayuna tidak akan membiarkan Daren sampai disakiti Andri. Ketiga teman Ayuna ingin mencegah Ayuna tapi sayang, Ayuna tidak bisa dihentikan. Ada apa sebenarnya pikir mereka, sepertinya mereka akan meminta penjelasan dari Ayuna.


Sedang, Andri dan Daren malah berkelahi mereka sama-sama jago bela diri tapi masih unggul Daren lah iyah. Walaupun begitu Daren masih mendapat luka di sekitar wajahnya.


"Berhenti! kalian apa-apaan sih" teriak Ayuna tapi itu tetap tidak menghentikan mereka berkelahi. Hanya ada satu cara menghentikan mereka pikir Ayuna.


Ayuna menendang perut Daren juga Andri secara bergantian supaya terpisah. Daren dan Andri yang telah dipukul Ayuna mundur beberapa langkah.


"Udah selesai berkelahi ha? perilaku kalian kayak anak kecil tau nggak! masalah kemarin bisa dibicarain baik-baik. Lo Andri sebenarnya mau lo apaan sih?"ucap Ayuna dengan lantang.


Para suporter, kakak-kakak Daren, Andi dan juga ketiga teman Ayuna hanya melongo tanpa ada yang bicara. Hanya suara lantang Ayuna yang terdengar.


Andri yang ditanya Ayuna hanya mampu terdiam. Andri sama sekali tidak pernah melihat Ayuna semengerikan itu.


"Udah bubar aja semuanya! lo Andri obatin luka lo"ucap Ayuna.


Andri yang merasa diperhatikan oleh Ayuna tersenyum dengan lebar.


"Daren, ikut gue! gue mau obatin luka lo"ucap Ayuna sambil menarik tangan Daren.


Daren yang akan diobati Ayuna merasa senang, beda lagi dengan Andri yang malah terlihat sedih.


"Lo nggak obatin gue Ay?kenapa cuma dia aja yang lo obatin?"tanya Andri.


"Lo punya tangan kan? obatin sendirilah. Gue mau ngobatin Daren karena dia orang yang berarti buat gue, lo juga udah tau kan kalau Daren PACAR gue" ucap Ayuna dengan penuh penekanan.


Andri yang mendengar itu hanya mengepalkan tangannya dan pergi begitu saja. Sedangkan Elia, Dini, Mela, David, Devan, Andi juga para penonton hanya melongo dan bertanya-tanya. Bahkan ada yang mendukung juga menyoraki Daren dan Ayuna yang memang cocok, ada yang tidak menyangka, bahkan ada yang patah hati bagi yang mengidolakan Daren, Hari Patah Hati dah hahaha.


Ayuna membawa Daren ke UKS. Ayuna segera mencari kotak obat dan mengobati Daren.


"Lo ini bener-bener deh udah tahu si Andri emosian lo kok malah ladenin sih" ucap Ayuna marah sambil mengobati luka Daren diwajahnya.


Daren malah tersenyum melihat wajah Ayuna yang menurutnya sangat lucu kalau marah. Ayuna yang tidak mendengar tanggapan Daren, ia melihat Daren malah senyum-senyum sendiri sambil menatapnya.


"Auchh ishh Ay, kok lo malah tekan gitu sih sakit banget lagi" ucap Daren sambil mengeluh sakit, walau sebenarnya sakitnya tidak seberapa.


"Tau juga rasanya sakit dikasih tau bukan jawab atau gimana malah senyum-senyum sendiri, lo nggak tau apa gue khawatir banget sama lo gimana kalau terjadi apa-apa sama lo"ucap Ayuna dengan wajah khawatir.


"Ciee khawatir sama gue nih, tenang aja kok luka kayak gini biasa buat gue" ucap Daren sambil mengelus kepala Ayuna yang berbalut hijab.


"Ehm, mesra terus kasih penjelasan dong" ucap Andi.


Ayuna dan Daren yang baru menyadari kalau ada enam orang best friend mereka merasa malu, pipi mereka memerah seketika.


"Ciee pipi merah-merah kenapa tuhh" ucap Mela yang malah membuat rona di pipi Daren dan Ayuna semakin kentara.

__ADS_1


Akhirnya Ayuna pergi kekantin bersama tiga sahabatnya dan Daren yang masih di UKS menjelaskan perihal masalah yang baru saja terjadi.


__ADS_2