
"Ehmm sebenarnya........."
Kring-kring ada telepon🎶
"Ehh bentar ren, gue angkat telepon dulu"
'Assalamualaikum Bun, ada apa?'
'Waalaikumsalam, kamu dimana Ayuna?'
'Emm Ayuna lagi di rumah sakit bun'
'Loh kamu sakit sayang?'
'Nggak bun, bukan Ayuna. Ini lagi njenguk Daren abis kecelakaan'
'Astaghfirulloh, rumah sakit mana?Bunda mau jenguk sekarang yah sama Ayah'
'Tapi Bun, Bunda kan pastinya baru pulang masak langsung mau ke sini'
'Udah nggak apa-apa, lagian Bunda kan pengen tau gimana keadaan Daren'
'Yaudah deh terserah Bunda'
'Assalamualaikum sayang'
'Waalaikumsalam Bunda'
"Kenapa Ay, sama Bunda lo. Mau kesini yah?"
"Gue bahkan heran sama Bunda, maksa banget mau kesini. Padahal keadaan lo juga nggak parah-parah amat"
"Itu karena gue kan bakalan jadi calon mantunya, yah jelas perhatian dong"ucap Daren dengan wajah bangganya
"Gak usah ngayal lo, sekarang cepet jelasin kenapa lo bisa kecelakaan kayak gini, ehhh satu lagi jelasin juga hubungan lo sama Fela"
"Kenapa tanya hubungan gue sama Fela?"
"Kalau lo nggak mau jelasin sih terserah lo"ucap Ayuna cuek sambil memainkan handphone nya
"Gue nggak ada hubungan apa-apa sama Fela"
"Gak ada hubungan apa-apa tapi kok mau disuapin, terus tadi yang nyuruh supaya gue menjauh siapa yah?"sindir Ayuna
"Maaf Una, gue tadi kebawa emosi sampai ngomong kayak gitu sama lo. Please maafin gue yah"
"Hufftt.... Untung gue jadi orang gak pendendam"ucap Ayuna dengan pedenya
"Ohh iya, penyebab lo kecelakaan apa?"
"Andri"jawab Daren cuek
"Andri?jadi Andri yang buat lo kayak gini?"
"Yah begitulah Una"
"Kronologi kejadiannya gimana?"
"Gini, kan gue abis nganterin Fel-..."
"Stop, kalau mau cerita gak usah sebut nama perempuan itu"
"Lah emang kenapa??"
"Oh jadi lo masih mau nyebut namanya terus yah. Yaudah sebut aja terus gue mau pulang"ucap Ayuna sambil beranjak dari tempat duduknya
Daren yang tahu kalau Ayuna mode ngambek, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan segera menghentikan langkah Ayuna dengan cara mencekal pergelangan tangan Ayuna walaupun dengan agak kesusahan karena luka yang dialaminya
"Una, jangan ngambek dong. Gue gak bakal nyebut namanya lagi kok, katanya tadi pengen tahu gimana kejadian gue bisa kecelakaan kayak gini"
"Ck, cepet jelasin"ucap Ayuna dengan singkat, padat, jelas dan tidak bertele-tele
Daren yang mendengar nada bicara Ayuna yang masih kesal dengannya, hanya menampilkan raut wajah bak anak yang sedang dimarahi ibunya
"Gak usah akting kayak anak kecil, gak mempan sama gue"
"Tapi Una-..."
"Daren Putra Anderson, mohon segera menjelaskan tidak usah berbelit-belit"kata Ayuna dengan wajah datar
Daren yang melihat Ayuna memasang wajah datarnya, merasa bergidik ngeri
'Perempuan kalau cemburu ngeri amat yah, bahaya nih gue kalau gak segera jelasin'batin Daren meronta-ronta
"Tadi setelah gue nganter perempuan itu, dalam perjalanan tiba-tiba gue dihadang sama Andri and the genk. Gue nggak heran sih kenapa dia hadang gue tapi yang gue heran beneran kenapa dia hadang pakai acara ngajak temen segenknya, gue kan jadi mikir sehebat itukah gue sampai-sampai Andri gak berani hadapi gue sendirian"jelas Daren dengan cengengesan
'Nih orang pede amat yah'ucap Ayuna dalam hati sambil melihat tingkah Daren, tidak lupa dengan masih menggunakan wajah datarnya
"Terus? lo diajak baku hantam akhirnya kalah karena jumlah mereka yang banyak"tebak Ayuna
"Yah nggaklah, gue sih mikir pakai otak. Kalau gue hadapin sih biasa aja tapi jumlah mereka yang hampir dua puluh orang itu, bisa-bisa bonyok ditempat gue. Kan lebih baik kabur demi menyelamatkan diri daripada menghadapi demi ego yang tak berarti"opini Daren
"Lo emangnya gak kesel kalau dibilang pengecut sama mereka?"tanya Ayuna
"Buat apa kesel, gak ada gunanya juga. Lagian yang pengecut bukan gue tapi si Andri, mana ada yang katanya pemberani tapi ngadepin gue aja gak berani sendiri malah ngajak temen-temennya. Kalau berani itu langsung shareloc ngajak ketemuan dimana, satu lawan satulah jangan mainnya keroyokan"
"Ohhh gitu, apa emang pemikiran laki-laki semuanya seperti itu. Harus dengan kekerasan"
"Nggak semuanya Ayuna, kalau nggak bisa diselesaiin dengan cara damai yah mau gimana lagi. Gue juga nggak mau kali main baku hantam, yang ada sakit iyah bonyok juga iyah. Kalau gue disuruh milih sih mending dibicarain baik-baik dulu gak usah pakai acara kekerasan"
Ayuna hanya manggut-manggut tanda mengerti tentang pemikiran laki-laki
"Terus lanjutin lagi ceritanya"
"Karena gue saat itu langsung kabur dan gak mau ngladenin mereka, bukannya ngebiarin gue pergi malah gue dikejar. Yah akhirnya gue kurang fokus hampir aja nabrak truk, alhamdulilah gue bisa menghindar tapi malah nabrak pohon. Entahlah gimana keadaan motor kesayangan gue"ucap Daren yang diliputi kesedihan karena memikirkan nasib motornya
"Keadaan lo aja sampai kayak gini, masih sempet-sempetnya mikirin motor"
"Jangan salah Una, itu bukan cuma motor bagi gue tapi juga sebagai sahabat ketika dijalan"
'Sahabat dijalan apanya, yah jelaslah namanya motor pasti digunain dijalan. Ada-ada aja nih Daren'batin Ayuna yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Daren
Setelah sesi penjelasan yang berjalan lancar, akhirnya Ayuna dan Daren memutuskan untuk berbaikan saja
Tok-tok-tok
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"sahut dari dalam
"Aduh, Daren kok bisa kecelakaan sih nak. Tante jadi khawatir loh"ucap Laura(Bunda Ayuna)
"Khawatir sih khawatir Bun, tapi yah gak usah nyuruh Ayah ngebut dong. Ini mah namanya khawatir sama orang lain tapi nggak khawatir sama diri sendiri"sindir Reyhan(Ayah Ayuna)
"Udah kuduga Yah, Bunda pasti kayak gitu. Kalau lagi khawatir mah tujuannya apa yah pasti dikhawatirin yang lain sih nggak bakalan dipikirin"
"Husstt, Ayah sama Ayuna diem dulu. Bunda lagi tanya Daren kok kalian yang sewot deh"
Ayuna dan ayahnya yang jengah melihat tingkah ibu sekaligus istri tercinta lebih baik memutuskan untuk menyudahi debat, karena keduanya pasti akan kalah kalau masalah debat dengan wanita nomor satu itu
"Hehehe Daren nggak apa-apa kok Tante, cuma kecelakaan biasa. Ini udah baik-baik aja"ucap Daren dengan tersenyum manis melihat tingkah ibu dari Ayuna yang sangat mengkhawatirkannya
"Udah baik-baik aja gimana, lihat tuh lukanya. Sampai yang diperban banyak banget, Tante gak bisa bayangin gimana rasanya pasti perih kan?"heboh Bunda Laura
__ADS_1
"Yah gitu sih Tante, mau gimana lagi"cengir Daren
"Sudahlah Bun, nggak usah lebay gitu. Toh Daren juga nggak apa-apa"enteng Ayuna
"Kamu ini gimana sih Ayuna, pacar lagi sakit kayak gini malah enteng banget kalau ngomong"
"Pacar apaan sih Bun, ada-ada aja Bunda ini"
"Heh gak usah pura-pura nggak ngaku. Bunda udah tahu dari temen-temen kamu kalau disekolah kalian itu dikabarkan pacaran"
"Ishh tapi emang bener Bun, Ayuna tuh nggak pacar-..."
"Shuuttt udah-udah pokoknya menurut Bunda kalian itu pacaran"
"Daren, yang sabar yah kalau ngadepin dua perempuan ini. Kalau lagi kumpul yah gitu bawaannya debat mulu sukanya"pusing Reyhan melihat anak dan istrinya yang selalu meributkan hal-hal tidak penting
"Nggak apa-apa kok Om, malah bagus biar ramai gitu"jawab Daren tertawa kecil
'Pantes Ayuna jago debat, lah Tante Laura aja gitu'batin Daren
Seusai sesi perdebatan ibu dan anak yang tentu saja hasilnya seri
"Inih Ayuna, Bunda bawain perlengkapan kamu"
"Loh-loh Bun, banyak amat. Aku kan juga mau ikut pulang kok malah dibawain seragam sama tas juga sih. Bunda mau ngusir aku yah"cemberut Ayuna
Pletak___
"Duh Bunda kok jidat aku di jitak sih, sakit tahu"keluh Ayuna dengan mengelus-elus keningnya
"Ngomong asal jeplak terus, Bunda ngasih itu semua supaya kamu nginep aja disini jagain Daren. Kan kasihan Daren kalau sendirian"
"Lah-lah Bunda kasihan sama Daren sendirian, tapi nggak kasihan sama anak sendiri. Aku perempuan loh Bun, lagian udah ada kakak-kakak Daren juga"
"Yang bilang kamu laki-laki siapa hem?udah nurut aja sama Bunda, soalnya daripada kamu sendirian di rumah"
"Emang Bunda sama Ayah mau kemana?"
"Mau ke Surabaya Ayuna, kakekmu lagi sakit jadi mau kesana. Kan kakekmu cuma ada om kamu yang jagain"sahut Ayah Ayuna
"Kok gak daritadi dikasih tahu"
"Kamu nggak nanya sayang, yaudah daripada kamu dirumah sendirian Bunda sama Ayah malah nggak tega. Mending kamu disini sama nak Daren, gak apa-apa kan Daren kalau Tante titip Ayuna"
"Tentu saja Tante, Daren bakal jagain Ayuna"
"Makasih yah nak Daren, yaudah kalau gitu Tante sama Om pamit dulu"
"Iyah Tante, Om"
"Ayuna, inget pesen Bunda. Jagain Daren yah sampai sembuh, jangan galak-galak sama pacar sendiri"
Ayuna hanya memutar bola mata malas
"Iyah Bundaku sayang, lama-lama Daren deh yang jadi anak Bunda"
Rasanya Laura ingin menjitak jidat anaknya kembali, kenapa punya anak satu-satunya tapi sangat menyebalkan
"Eh-eh Bun, jangan jitak lagi loh iyah. Nanti aku gimana caranya jagain Daren kesayangannya Bunda Laura"
"Ay, Bunda cuma kesayangan Ayah. Jangan lupa"
"He em, bucin terus"
"Ayah sama Bunda pamit yah!"
"Hati-hati Ayah, Bunda"ucap Ayuna sambil memeluk kedua orang tuanya yang sangat dicintainya
"Titip Ayuna yah nak Daren"
"Cepet sembuh nak Daren!"
"Makasih Tante, Om udah jenguk segala jadi ngrepotin"
"Nggak usah sungkan, ohh iyah ini sampai lupa Tante sama Om udah bawain buah sama makanan. Nggak tau nak Daren suka apa nggak"
"Iyah makasih Om, Tante"
"Assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumsalam"jawab Ayuna dan Daren
Akhirnya kedua orang tua Ayuna pergi ke Surabaya setelah menjenguk Daren di rumah sakit
"Lo lucu yah"seketika tawa Daren menguar
"Lucu apaan?"
"Sekarang gue tahu lo suka debat itu darimana"ejek Daren
"Eleh, gue juga nggak lupa siapa yah dulu orang yang mau buat banjir kelas 12Ipa1"
"Ck, nggak usah inget-inget masa lalu. Gue akuin sih, gue emang minim banget soal bersih-bersih"
Tok-tok-tok
"Yuhuuu, Devan si manusia tertampan di dunia datang!"
*Si pembuat onar dateng*bisik Ayuna pada Daren
*Diem Ay, kalau kak Devan denger bisa-bisa nggak selesai nanti*
"Eh-eh kalian lagi bisikin apaan sih, mentang-mentang yang udah dijenguk camer sampai-sampai pacarnya juga yang nungguin"sindir Devan
"Iyah jelas dong kak, bukan cuma dapet perhatian anaknya ortunyapun udah dapet lampu ijo gue"
"Yaudah kalau gitu gue sama kak David pulang ajalah yah, besok kesini lagi"
"Masak gue sama Daren cuma berdua sih"
"Lo tenang aja Ay, Daren orangnya kuat iman kok. Lagian nih lo nggak kasihan sama kak David yang mau jadi mempelai pria gak baik kalau lama-lama diluar rumah"
Perkataan Devan malah dapat geplakan dari David
"Aduh kak, sakit tahu"
"Kalau ngomong gak usah aneh-aneh juga kali. Gue bukan dipingit"
"Lah sama aja, terus seminggu izin nggak sekolah buat apa kalau nggak buat dipingit"
"Serah lo"
"Udah ayo pulang, Ayuna titip Daren yah. Gue sama Devan mau pulang duluan, besok biar kesini lagi"
"Iyah kak David, tapi kalian tahu darimana kalau gue mau nginep"
"Dari Tante Laura sama Om Reyhan tadi yang ngasih tahu"
Ayuna menganggukkan kepala tanda mengerti
Akhirnya David dan Devan pergi meninggalkan kedua insan lawan jenis diruangan itu
"Lo mending tidur Aren"
__ADS_1
"Iyah Una, kenapa nggak lo duluan aja"
"Yang sakit kan lo, yah harusnya lo yang tidurnya duluan"
"Lo tidur dimana?"
"Tuh ada sofa besar gitu, cukuplah buat gue"
"Yaudah gue tidur dulu yah"
"Iyah, jangan lupa doa dulu"
"Okey, kalau itu sih paling penting"
Ayuna dan Daren memutuskan untuk beristirahat diruangan yang sama, tetapi berbeda tempat. Ayuna di sofa dan Daren yang ada di ranjang pasiennya
🎶Pagiku cerahku...⏰
Suara alarm Ayuna memecah keheningan dipagi hari
"Hoamm, ehh udah pagi ternyata"
Ayuna yang memutar alarm pada pukul 05.30 karena memang ia sedang berhalangan jadi tidak bangun shubuh untuk sholat. Ayuna segera pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah
"Udah bangun lo Aren"ucap Ayuna dengan wajah segarnya tidak lupa sudah memakai jilbab dan seragam yang sudah dibalut sweater, terkecuali roknya karena ia akan memakai motor sport jadi Ayuna memutuskan untuk memakai celana terlebih dahulu
"Kok lo udah siap aja sih Una, ini udah jam berapa emang?"
"Tuh udah jam 06.00, gue kan juga harus berangkat lebih pagi soalnya jarak sekolah sama rumah sakit ini agak jauh"
"Gue jadi ngrepotin lo deh, harusnya kalau lo dirumah sekarang kan nggak terlalu jauh juga berangkatnya"
"Udah kok nggak apa-apa, sini gue bantuin lo pastinya mau kekamar mandi kan?"
"Iyah"
Ayuna lalu membantu Daren untuk kekamar mandi, selagi menunggu Daren yang sedang dikamar mandi Ayuna memutuskan untuk membuka handphone nya, terutama di aplikasi hijau yakni WhatsApp.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Grup Jomblo Happy😊
Ayuna:'Kalian berangkat duluan aja, gue ada dirumah sakit soalnya'
06.05
Elia:'Loh emang siapa yang sakit Ay'
06.06
Ayuna:'Daren abis kecelakaan semalam'
06.06
Mela:'Kok lo nggak ngasih tahu kita sih Ay, kita kan bisa nemenin lo'
06.07
Dini:'Betul tuh'
06.08
Ayuna:'Gue nggak mau buat kalian khawatir, apalagi kan malam. Nggak baik cewek-cewek keluar malam'
06.09
Mela:'Alasan lo aja kali, biar berduaan sama Daren@Aydytri'
06.09
Ayuna:'Serah lo dah Mel, udah yah gue lagi repot nih'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ayuna segera mengakhiri membalas chat dari ketiga sahabatnya yang super duper cerewet dan bawel
"Aren udah apa belum?"
"Udah kok Una"ucap Daren sembari keluar dari kamar mandi
Untunglah dokter memperbolehkan Daren mandi, yah walaupun pada bagian kepala, tangan dan kaki tidak diperbolehkan terkena air
"Hati-hati"
Ayuna membantu memapah Daren untuk kembali keranjang pasiennya kembali
Tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan seorang suster yang masuk tanpa ketok pintu dan tanpa permisi
"Mas Daren, saya membawakan makanan, obat dan juga perban. Saya ganti sekalian yah"ucap suster tanpa melihat Ayuna sama sekali
Ayuna merasakan gelagat aneh dari suster itu
'Nih suster kok gini yah, kayak gue patung aja disini. Udah main nyelonong aja nggak ada permisi-permisinya, masih mau langsung ganti perban Daren lagi. Lah gue daritadi disini dianggep apa?"batin Ayuna geregetan
"Maaf nih Sus, kalau masuk bisa nggak permisi dulu gitu jangan asal masuk aja. Ini saya masih diruangan ini lo nggak cuma Daren doang, lagian biar saya aja yang ganti perbannya"ucap Ayuna dengan sedikit menyindir
"Kan takutnya mbaknya gak bisa, saya yang lebih berpengalaman"sinis suster tersebut
"Saya bisa kok sus, lagian Daren kan PACAR saya. Udah tentu saya yang harusnya ngelakuin itu, mending suster pergi aja deh"
"Tapi kan say-....."
"Udah yah sus, anda keluar dulu saja"ucap Ayuna sambil mengajak keluar suster itu
Setelah mengusir suster secara halus, Ayuna segera masuk kembali untuk melakukan tugasnya
"Kata-kata lo ambigu banget Una"sahut Daren dengan menahan tawa daritadi
Daren sama sekali tidak berpikir untuk menghentikan pertikaian antara Ayuna dan suster. Karena Darenpun tahu Ayuna pasti bisa menyelesaikannya sendiri
"Gue kok greget sama suster tadi, udah masuk nggak ada permisi-permisinya masak mau langsung ganti perban lo. Ngomong aja kalau mau modus"sebal Ayuna
"Udahlah Una, nggak usah marah lagi nanti lo malah terlambat ke sekolah"
"Baru jam 06.15 kok, ohh gue tahu lo pasti mau yang gantiin perban lo sisuster tadi kan?"selidik Ayuna
Daren hanya bisa menghela nafas sabar melihat kelakuan Ayuna yang cemburu padanya
"Udah deh sini gue yang ganti aja daripada lo cerewet banget daritadi"
'Lah yang cerewet daritadi bukannya lo yah Una, gini amat dah nasib gue. Niatnya hanya ingin mengingatkan eh malah disangka cerewet banyak omong, apa gini semua yah perempuan kalau lagi cemburu. Gara-gara suster tadi sih'
Sayangnya Daren mengucapkan itu dalam hatinya saja, kalau langsung bisa-bisa disemprot lagi dah sama Ayuna.
Ayuna dengan telaten mengganti perban Ayuna, sekaligus menyuapi Daren dengan sarapannya tidak lupa meminumkan obatnya juga
Tok-tok-tok
"Wah-wah, pagi-pagi udah disuapin ayang aja nih"ucap Devan yang baru datang bersama David
"Ohh udah dateng juga. Kalau gitu gue berangkat dulu yah"ucap Ayuna tanpa basa-basi
"Iyah hati-hati, bareng kak Devan aja!"
__ADS_1
"Hem"
Ayuna segera keluar ruangan tanpa mempedulikan tanda tanya yang ada dibenak kepala ketiga badboy kembar itu