
"David kenapa kamu sampai ikut balapan liar ha?dan sekarang kamu kecelakaan seperti ini. Apa penyebabnya ceritakan pada papah!"
"Maafin David pah, David terpaksa nerima tantangan untuk balapan liar karena David.... nggak mau cowok itu libatin dan akan nyakitin orang lain" ucap David membela diri.
"Tetap saja David kamu anak pertama, seharusnya bisa memberikan contoh yang baik untuk kedua adikmu!" ucap mamah Rosa
"Papah akan hukum kamu papah akan menjodohkanmu dan menikahkanmu dengan seorang gadis yang nantinya bisa mengubah perilakumu itu" ucap Papah Wijaya yang tidak bisa diganggu gugat.
"Apa pah? papah mau jodohin aku?papah nggak bercanda kan? umurku aja baru 18 tahun pah, terlalu muda untuk menikah" ucap David dengan frustasi, tahu gini waktu itu gue nggak akan terima tantangannya untuk balapan pikir David.
Sedangkan Daren dan Devan yang mendengar bahwa kakaknya akan dijodohkan merasa sangat terkejut, keduanya hanya bisa terdiam melihat perdebatan David, mamah dan papahnya. Mereka tidak mau ikut campur, nanti yang ada mereka yang malah disuruh menggantikan David menikah.
"Pokoknya papah nggak mau tahu, kamu harus nurut David. Itu adalah hukumanmu"
"Tapi pah, masak nggak bisa diganti apa hukumannya. Iyah kali cuma gara-gara ikut balapan liar hukumannya disuruh nikah"ucap David dengan wajah cemberut.
"Kasihanilah putra pertamamu ini pah" sambung David dengan wajah dilebih-lebihkan.
"Ku menangis, membayangkan betapa kejamnya papahku atas diriku. Papah paksa aku ini untuk nikah mudaa" ucap David dengan dramanya meniru lagu sinetron.
"Hahahaha"terdengar suara tawa Devan dan Daren yang menertawakan ke lebay yan kakaknya itu. Sedangkan mamah Rosa berusaha menahan tawa melihat tingkah polah anak pertamanya itu.
David memberikan kode mata pada kedua adiknya supaya di bantu untuk keluar dari masalah itu. Tapi Daren dan Devan yang mengetahui kode itu hanya bisa menjawab dengan gelengan kepala, karena keduanya juga tidak tahu harus bagaimana.
'Habislah nasib gue kali ini!! teganya papah ini masak mau jodohin gue sih, gue aja nggak ada pacar😭'batin David menangis
"Sudah-sudah, David nggak usah bantah perintah papahmu. Papah pasti menginginkan yang terbaik buat kamu, jadi turuti saja. Papah dan mamah akan mencarikan jodoh yang baik sesegera mungkin" ucap mamah Rosa
"Yaudah papah sama mamah pulang dulu, David istirahatlah sampai sembuh. Devan, Daren jagain kakak kalian!"perintah papah Wijaya.
"Iyah pah mah!" jawab Daren dan Devan bersamaan.
Sedangkan David, jangan tanya sedang apa? karena dia masih kesal dengan papah mamahnya. Dia hanya diam tak menjawab.
Setelah Papah dan Mamah siKembar pulang, David ingin mengatakan sesuatu pada kedua adiknya.
"Ren, Dev kalian bantu gue dong. Gimana caranya supaya gue nggak dijodohin, umur gue aja baru 18 tahun"
"Bukannya kita nggak mau bantu kak, tapi lo tau sendirikan papah mamah gimana orangnya. Iyah emang sih keduanya nggak terlalu mengekang kita, tapi kalau sudah ada perintah kitapun nggak bisa bantu apa-apa"ucap Devan.
"Kayaknya lo harus terima aja deh kak Dav, masalah perjodohan ini. Bukannya gue maksa, cuman papah mamah nggak pernah kan nuntut kita lakuin hal-hal yang nggak kita suka. Baru kali ini aja kak David dapet hukuman disuruh nikah"balas Daren
"Lo tenang aja Kak, gue dan Daren akan menyeleksi siapa nanti yang akan menjadi calon istri lo. Jadi lo nggak usah khawatir kalau calon lo itu nggak sesuai kriteria lo, pasti orangnya baik kok"
"Ck, udah deh mau tidur gue. Ngomong sama kalian bukannya dibantu malah mau nyeleksi yang mau dijodohin sama gue lagi"
"Selamat malam kak David!!" ucap Daren dan Devan bersamaan.
"Malam!"singkat, padat, jelas.
Emang iyah David kalau cueknya lagi kumat😌
Keesokan Harinya......
"Kak kita pulang dulu iyah, mau siap-siap sekolah!"ucap Daren.
"Iyah, hati-hati!"
"Kak David juga hati-hati, kalau butuh apa-apa panggil suster aja. Atau kalau ada hal mendesak langsung telfon kita aja" sambung Devan.
"Yaudah kita pergi dulu, Assalamualaikum!"ucap Daren dan Devan bersamaan.
"Waalaikumsalam!" jawab David.
Setelah pulang kerumah sebentar untuk mempersiapkan sekolah, Daren dan Devan segera berangkat ke sekolah dengan motor kesayangan mereka pastinya. Sesampainya di sekolah, banyak yang merasa heran karena tidak biasanya sikembar badboy itu berangkat sekolah tidak bersamaan. Daren dan Devan segera pergi ke kelas mereka tanpa memedulikan tatapan para gadis yang memuja penampilan mereka. Padahal tampilan mereka sama sekali tidak rapi, seragam yang dikeluarkan, dasi yang tidak tertata rapi, rambut yang agak acak-acakan, bawa tas aja cuman diselempangkan di sebelah bahu(Fix, beneran penampilan badboy yah kayak gini)
Tapi entah mengapa hal itu malah menjadi daya tarik tersendiri bagi para gadis disekolah itu.
Devan dan Daren yang sudah sampai dikelas, dikejutkan dengan keberadaan Andi yang berdiri di tengah-tengah pintu kelas.
"Ehhh kalian kok cuman berdua sih, mana si David?ada apa dengan kalian bertiga? apa ada masalah? kok berangkat sekolahnya nggak bareng?" tanya Andi dengan panjang lebar.
"Lo ini nanya ngalahin wartawan tau nggak ndi"ucap Devan dengan sebalnya
"Ehhh gue kan penasaran nggak biasanya kalian cuma berangkat berdua kayak gini"
"Kak David kecelakaan terus masuk rumah sakit semalem" jawab Daren
"Apaa?kok bisa?bukannya semalem baru aja nganterin adek gue iyah, kok bisa sih kecelakaan" ucap Andi dengan kekagetannya yang luar biasa.
"Iyah karena kemaren dia itu ditantang balapan sama seseorang tak dikenal, terus pake taruhan adek lo lagi. Karena kak David kan nggak mau kalau sampai orang nggak bersalah di sangkut pautin, jadinya dianya nerima ehhh udah menang malah orang itu curang dan nyelakain kak David" penjelasan Devan dengan panjang lebarnya.
Sedangkan Andi yang sudah tahu mengenai alasan mengapa David bisa kecelakaan hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
"Ehhh ada berita hot juga lo!"ucap Devan dengan misteriusnya.
Kalau Daren sih jangan tanya dia malah memakai earphone nya sambil mendengarkan musik, tak lupa berangkat tidur hahahaha.
"Emang berita apaan?lo jangan bikin gue penasaran"ucap Andi dengan kesalnya.
"Iyah-iyah sabar dong, lo tahu nggak gimana respon bokap sama nyokap setelah tahu kalau kak David kecelakaan karena balap liar?" tanya Devan
"Marah lah apa lagi, cepetan dong kasih tahu gue lo lama-lama bikin gue naik darah terus tau nggak Dev"
"Gini, Kak David dapet hukuman mau dinikahin alias mau dijodohin gitu sama gadis pilihan nyokap and bokap"
"WHATTT!! apa lo bilang?yang bener aja balap liar sampai kecelakaan hukumannya nikah. ENAK dong" ucap Andi dengan tidak santainya alias dengan teriak-teriak.
Murid-murid yang ada dikelas itupun kompak menatap Andi dengan tatapan tajam, seakan-akan mau menelan mangsa hidup-hidup.
"Ehhhmm maaf guys, silahkan lanjutin kegiatan kalian" ucap Andi sambil nyengir nggak jelas.
"Lo bisa santai aja nggak sih, sampai segitunya. Kayak nggak tahu aja murid kelas ini nggak suka keramaian" ucap Devan.
__ADS_1
"Hehehehe yah kan gue refleks aja denger berita lo, wih beneran enak banget si David dapet hukuman masak nikah. Nikah muda dong"
"Lo seneng nah dianya sampai drama biar nggak dihukum nikah, ehmm tapi gue penasaran sama siapa yah Kak David mau dijodohin"ucap Devan
"Sama adek gue aja cocok dah tuh, gue pengen banget punya adek ipar kayak David"ucap Andi dengan entengnya.
"Lo ada benernya juga, tapi nggak tahu deh gue. Loh mana Daren?" tanya Devan
"Noh adek lo lagi tidur sambil ngedengerin musik enak banget dah hidupnya" ucap Andi sambil menunjuk kearah Daren yang enak-enakan tidur di bangkunya.
Setelah perbincangan antara Devan dan Andi yang baru saja selesai, masuklah guru mapel yang mengajar dikelas 12Ipa1.
Disisi lain..
Ayuna, Elia, Dini dan Mela sedang mengerjakan tugas dari pak Rendi. Kebetulan saat itu, setelah pak Rendi memberikan tugas, pak Rendi segera meninggalkan kelas 11Ipa2 karena akan ada rapat.
🎶dering telfonku.... 🎶
suara telpon Dini berbunyi nyaring.
"Ehh ada yang nelfon tuh din" ucap Mela
"Siapa sih ngganggu aja orang lagi ngerjain tugas juga" ucap Dini sebal
"Loh Kak Andi nelfon gue ada apa yah?"
"Yah kalau lo penasaran angkatlah din, gitu aja repot" ucap Ayuna
'Assalamualaikum kak ada apa?'
'Din, nanti lo sama temen-temen lo pergi kerumah sakit yah'
'Lah, emang siapa yang sakit?'
'David'
'Apaa!! kok bisa sih David masuk rumah sakit, semalem kan baru aja nganterin gue. Emang kenapa dia?'
'Abis kecelakaan jatuh dari motor saat balapan'
'Yaudah rumah sakit mana kak? nanti biar aku sama temen-temen jenguk David'
'Rumah sakit Permata'
Tut-tut-tut Andi mengakhiri panggilan
"Ishh belum juga selesai ngomong main matiin aja kak Andi ini"
"Ada apa din?"
"David kecelakaan, katanya abis jatuh dari motor karena balapan" ucap Dini dengan panik
"Tarik nafas buang nafas lalu kluarin" ucap Elia pada Dini
"Lo apa-apaan sih El, kayak gue mau lahiran aja tarik nafas buang nafas" ucap Dini dengan kesalnya
"Udah-udah mending pulang sekolah kita jenguk David bentar" ucap Ayuna menengahi
"Betul tuh kata Ayuna, gimana kalau pulang sekolah aja kita jenguk. Khususnya Andini Rahma Kusuma wajib dan harus ikut menjenguk David Putra Anderson" kata Mela
"Lah kenapa khusus gue yang wajib?" tanya Dini
"Iya-iyalah daritadi yang paling panik siapa? yang khawatirin David siapa? sadar dong din, lo itu sebenernya udah ada perasaan sama David" balas Ayuna menasehati
"Lo emang jadi orang nggak peka banget sama perasaan sendiri din, tanyakan tuh sama pakar kepekaan Mrs. Ayuna Dyahputri siap memberikan solusi dan saran juga nasehat kepadamu" ucap Elia
"Apaan sih, gue kan emang nggak suka sama David" bela Dini
"Nggak suka tapi panik banget setelah dapet kabar kalau David kecelakaan, terus khawatir gitu. Masak nggak ada perasaan sih" ledek Mela
"Emang kalau orang khawatir itu berarti suka iyah? kan nggak, gue cuma panik biasa kok"
"Emang tidak semua yang khawatir dan panik dengan seseorang itu tandanya suka atau ada perasaan, tapi dari raut wajah lo kentara banget. Seakan-akan lo takut kehilangan dia" timpal Ayuna
Dini yang mendengar kata Ayuna hanya bisa berpikir dalam hati'Apa gue emang ada perasaan yah sama David?'
"Dan gue yakin seratus persen kalau lo saat ini lagi mikir dan berkata dalam hati, lo bertanya-tanya apa lo suka David atau nggak" tebak Ayuna yang memang tidak meleset sama sekali
"Kok lo tahu sih Ay?" tanya Dini
"Gue nebak aja" jawab Ayuna dengan santai
"Ayuna kan ikut karate, jadi otomatis ada tuh cara baca pikiran atau cara baca batin seseorang jadi pastinya dia bisa nebak tanpa meleset" ucap Elia
"Ehh bener juga lo El, gue kok nggak mikir kesitu yah?" balas Dini sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Simple aja jawabannya"
"Karena lo nggak peka Andini Rahma Kusuma" ucap Elia dan Mela bersamaan
Sedangkan Dini hanya cengar-cengir nggak jelas mengetahui ketidakpekaan dirinya sendiri yang sudah mencapai level akut hahaha
"Udah-udah yok ngerjain tugas dari pak Rendi, daripada ngegosip yang unfaedah" ajak Ayuna
"Eleh, itukan emang lo yang ngefans dan ngidolain banget pak Rendi. Mangkanya rajin amat kalau pelajaran pak Rendi" Elia dengan memutar bola mata malas.
Emang yah guys sesuatu pasti akan dilakukan kalau menyangkut sang idola bahkan waktu&tenaga bisa dikerahkan semua loh🤭
"Hehehe tuh lo tahu kan, tapi ada alasan lain juga sih. Biar acara ngeghibah&ngegosip tidak terganggu, jadi kerjakan tugas dulu" ucap Ayuna
Akhirnya keempat gadis itu mengerjakan tugas mereka dengan seriusnya.
Beberapa menit kemudian...
__ADS_1
"Ay, lo yang ngumpulin yah ke pak Rendi" ucap Erlan dengan nada memohon
"Lah lo kan ketua kelasnya Lan, masak gue yang harus ngumpulin"
"Ayuna, lo kan gadis baik, pinter, cantik, gemesin. Yah-yah please sekali-kalilah gue istirahat dari tugas-tugas jadi ketua" ucap Erlan dengan cengengesan
"Okey, mumpung hari ini gue sedang goodmood. Biar gue yang ngumpulin"
"Lo emang temen gue paling pengertian dehh Ay" ucap Erlan
"Iyain ajalah biar lega" ucap Ayuna sembari pergi mengumpulkan buku-buku tugas temannya ke pak Rendi
Sesampainya di kantor, Ayuna segera mencari ruang guru dan menuju ke ruang pak Rendi.
Tok-tok-tok
"Assalamualaikum pak!"
"Iyah, silahkan masuk!"
"Ini pak tugas-tugas dari kelas 11Ipa2" ucap Ayuna sambil menyodorkan tumpukan buku yang dibawanya
"Letakkan di rak itu Ayuna!"
"Iyah pak"
"Permisi pak!"
"Ehhh tunggu Ayuna, saya mau minta tolong. Berikan buku jurnalnya Bu Ningsih ke kelas 12Ipa1, bisa kan?"
"Iyah pak bisa, kalau begitu saya permisi dulu"
"Terima kasih Ayuna"
"Sama-sama pak"
Ayuna langsung pergi menuju kelas 12Ipa1 yang ada di lantai 2
Setibanya di kelas 12Ipa1, Ayuna mengetuk pintu kelas
Tok-tok-tok
"Permisi!"
"Iyah silahkan masuk"
Ayunapun membuka pintu kelas dan segera masuk menemui Bu Ningsih, tanpa memedulikan tatapan siswa-siswi yang ada dikelas itu, bahkan ada yang bersiul.
"Ada apa Ayuna?"
"Ini bu, jurnal dari pak Rendi"
"Ohh iyah terima kasih yah"
"Saya permisi dulu bu!"
"Tunggu Ayuna sebentar lagi, kamu lihat di papan itu ada beberapa soal matematika yang dipelajari di kelas 11, kerjakan iyah!" perintah Bu Ningsih
Ayuna mengamati papan tulis itu sebentar, untunglah soal-soal itu memang soal kelas 11 jadi dia sudah tahu
"Iyah bu"
Ayuna segera mengerjakan soal di papan dengan baik juga cepat.
Beberapa menit kemudian, Ayuna telah menyelesaikan soal dan juga telah meneliti kembali jawabannya
"Sudah bu"
"Sudah? bagus sebentar saya koreksi dulu"
"Iyah semuanya benar, tanpa ada yang salah. Semuanya silahkan tulis jawaban yang telah Ayuna tulis, dan juga Ayuna adik kelas kalian ini perlu dicontoh. Dalam keadaan bagaimanapun juga dia tetap bisa mengerjakan soal matematika dengan baik, walau bisa dibilang tadi dadakan kan?"
"Iyah Bu" ucap Siswa Siswi di kelas itu
Banyak yang merasa kagum bahkan menyukai Ayuna, terutama dikalangan laki-laki yang ada dikelas 12Ipa1 itu.
"Wah pinter yah Ayuna itu"
"Iyah, jadi pengen deh jadiin pacar"
"Udah cantik, jago matematika lagi"
"Ayuna, boleh nggak abang jadi pacarmu"
Daren yang melihat bahwa banyak teman laki-lakinya banyak yang memuji bahkan terang-terangan ingin menjadi pacar Ayuna merasa panas hatinya, dia merasa cemburu
Sedangkan Ayuna yang melihat tingkah KaKel(Kakak Kelas) nya yang lebay itu merasa jengah dan ingin segera pergi dari kelas itu.
Tidak sengaja dia melihat tatapan Daren yang menyiratkan sedikit kemarahan bahkan ada sedikit rasa cemburu yang diperlihatkan. Ayuna sih nggak labil-labil amat karena dia juga memiliki kepekaan yang sangat tinggi akan hal itu.
"Bu saya permisi dulu mau kekelas"
"Ohh iyah, silahkan. Terima kasih yah"
"Sama-sama bu"
Ayuna segera pergi setelah melihat kembali Daren dan memberikan senyuman manis khasnya pada Daren, berniat menenangkan hati Daren sih.
Sedangkan Daren yang melihat senyum Ayuna merasa salting sendiri, juga merasa lega. Setidaknya diantara para pujian yang dilontarkan teman-temannya itu tidak ada yang terkesan buat Ayuna, tapi Ayuna malah memilih menenangkan hatinya yang gundah gulana bahkan panas dihatinya serasa hilang karena senyuman Ayuna.
"Ilih, yang baru disenyumin gebetannya mah sumringah terus tuh paling sampai pulang kebayang-bayang terus" sindir Devan
"Biarin, kan kisah perjalanan cintaku nggak serumit lo kak Dev, mending lo fokus ngejar Elia dan juga luluhin hatinya Elia biar lo nggak kebanyakan cewek mulu" ucap Daren menyindir balik Devan
__ADS_1
Andi yang melihat Devan dan Daren saling adu mulut sindir-menyindir, hanya memutar bola mata malas.
'Kakak adek nggak pernah akur yah gini'ucap Andi dalam hati ikut pusing melihat tingkah Devan dan Daren.