Kisah Para Naga

Kisah Para Naga
Bertemu Musuh Lama


__ADS_3

Suasana pagi itu sangatlah ramai, banyak perahu yang berseliweran di pinggiran telaga, termasuk perahu yang ditumpangi Sin Liong dan Giok'er. Orang yang memandang pasti menganggap mereka adalah dua sejoli yang sedang dimabuk cinta, yang laki laki sangat tampan dan yang perempuan sangat cantik sungguh pasangan yang serasi. Tiba tiba saja perahu mereka ada yang menabrak, tidak keras tapi cukup membuat perahu oleng.


"Hei nona cantik, kemarilah pindah ke perahu kami, kita bisa bersenang senang di sini."


"Kalian,,, " sebelum selesai Giok'er berkata segera dicegah oleh Sin Liong.


"Kemarilah nona cantik, Kongcu kami lebih tampan dan sepertinya lebih bisa memberikan kesenangan dari pada lelakimu itu".


Akhirnya Sin Liong memberikan abah abah kepada pemilik perahu untuk segera menepi. Karena suasana sudah tidak enak untuk dinikmati.


Mereka berduapun mencari rumah makan di sekitar telaga untuk mengganti rasa kesal karena adanya gangguan tadi. Di dalam rumah makan mereka masih saja menjadi perhatian, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua.


"Saudara Sin, kenapa tadi tidak kau biarkan saja kuhajar mereka." dengan nada kesal Giok'er menggerutu kepada Sin Liong


"Biarkan saja, buat apa mencari keributan."


Sekelompok pemuda terdiri dari empat anak remaja berpakaian ala bangsawan yang duduk di meja samping Giok'er mulai berkasak kusuk. Dan salah satu dari mereka akhirnya berani mendatangi meja Giok'er, dengan gayanya yang menjemukan mulai menyapa Giok'er


"Nona cantik kami berempat mengundangmu untuk bergabung di meja kami hehehe." sambil berkata matanya tidak pernah lepas dari wajah Giok'er. Menelusuri setiap lekuk tubuh Giok'er, membuat Giok'er semakin risih


"Tidak, terima kasih." jawab Giok'er singkat


"Hahaha nona cantik, lebih baik bergabung di meja kami daripada nona makan dengan pelajar kere ini, ketahuilah nona, kami adalah putra para pembesar kota ini, aku jamin nona akan merasa puas dengan kami."


"Kamu cepatlah menyingkir dari sini, atau tanggung akibatnya." bentak Giok'er


"Aaiihh Nona yang galak, semakin galak semak,,,."


PLAAAAKK GEDUBRAAAKK...


Belum juga selesai ngomong sebuah tamparan nyasar di muka pemuda tersebut dan membuatnya jatuh tersungkur menabrak meja


"Kau,,, kau,,, " hanya itu yang bisa diucapkan pemuda tersebut


"Apa kau kau segala,,, mau kuhajar kalian semua haaahh..?!!"


"He-he-he kalau memang sudah jodoh mau kemanapun pasti bertemu, dasar memang nasibku lagi baik." tiba tiba saja di depan pintu rumah makan berdiri seorang Kongcu yang berpakaian mentereng.


"Hemph.. datang lagi buaya buntung ini" Giok'er hanya mendengus


Kongcu itu segera berjalan ke arah meja Giok'er


"Biar aku singkirkan lalat lalat ini untuk nona." kemudian berbalik menghadap ke arah empat pemuda yang sedang ketakutan


"Tidak segerah menyingkir dari sini, apa mau aku kuntungi kepala kalian!!"


"Ba,, baik,, Shu Kongcu..!!"


"Nona cantik, mereka sudah menyingkir dari sini, mari aku undang nona untuk bergabung di meja yang sudah disiapkan pelayan khusus untuk kita berdua." sambil menunjuk meja yang sudah disiapkan pelayan, Shu Kongcu mencoba untuk mengundang Giok'er.

__ADS_1


Tetapi Giok'er hanya diam tak menanggapi omongan Shu Kongcu,


"Nona, kau jangan keterlaluan, aku sudah bermaksud baik mengundangmu tapi kau tak menghiraukannya.!"


"Kongcu, nona ini tidak menerima undanganmu, kuharap kau tidak terlalu memaksa."pada akhirnya Sin Liong angkat bicara.


"Kau ini siapa Siucai miskin, jangan coba coba turut campur urusanku, aku Shu Kongcu segala apa yang kumau harus aku dapatkan."


"Kalau aku tidak mau kau mau apa?!" bentak Giok'er


"Akan aku paksa,, PENGAWAL,,,!!" tetapi tidak ada pengawal yang datang


"PENGAWAAALL...!!! sekali lagi dipanggil pengawal itu juga tidak kunjung datang.


Ketika Shu Kongcu berpaling ke arah empat pengawalnya mereka sudah berdiri mematung tidak bisa bergerak, Shin Liong tanpa sepengetahuan siapapun menotok jalan darah mereka dengan menggunakan potongan sumpit yang disentilkan secara rahasia. Bahkan Giok'er menyangka telah ditolong oleh orang sakti secara misterius.


"Kalian dasar manusia tak berguna !" mengutuk anak buahnya


Dengan kemarahan yang meluap luap Shu Kongcu menyerang Sin Liong yang dikiranya manusia lemah, tapi sebelum seranganya sampai Giok'er sudah menghadangnya. Segera terjadi pertarungan seru di dalam rumah makan itu, semua pengunjung berlarian keluar kecuali Sin Liong dan empat pengawal yang tertotok. Giok'er setelah mendapat bimbingan dari Lo In Suthay ilmu silatnya meningkat pesat banyak jurus jurus aneh digunakannya digabungkan dengan ilmu silat dari guru Lie terutama ilmu meringankan tubuh semakin menambah kehebatan ilmu silatnya, sebentar saja Shu Kongcu sudah terdesak dan hanya bisa bertahan tanpa mampu membalas, pada jurus ke tujuh sebuah serangan kilat mengenai dadanya. Tak ayal lagi tubuhnya langsung terpental sampai keluar cendela.


"Awas kalian,,, kalian akan merasakan pembalasanku,, tunggulah,,!!' dengan berjalan sempoyongan Shu Kongcu pergi meninggalkan rumah makan itu.


"Hebat,,, sungguh hebat,,, tak kukira ternyata kau seorang pendekar wanita yang berilmu tinggi." seru Sin Liong sambil tetap duduk di tempatnya.


"Haduuuuhh,,, haduuuhh hancur sudah rumah makanku,," tiba tiba seorang paman umur pertengahan mendatangi dengan tergopoh gopoh


"Lihiap (pendekar wanita) hancur sudah mata pencaharianku, gimana aku harus menghidupi keluargaku,, aduuuuuhh!!"


"Apakah ini cukup ?"


"Cukup,, cukup lihiap,,, lihiap sangat dermawan, tapi sebaiknya lihiap lekas pergi dari sini, Shu Kongcu adalah orang yang tidak baik. Saya khawatir Shu Kongcu kembali lagi kesini dan mengganggu lihiap." pemilik rumah makan menghawatirkan keselamatan Giok'er dan menceritakan kebiasaan buruk dari Shu Kongcu yang suka menindas rakyat jelata.


"Heeeii kalian berdua keluarlah..!!" terdengar suara teriakan yang disertai tenaga dalam menggema sampai memekakkan telinga yang mendengarnya.


"Lihiap dan tuan siucai sebaiknya keluar dari pintu belakang,, saya takut terjadi sesuatu pada diri kalian berdua."


"Lopek jangan khawatir, biar aku lihat apa mau mereka." kata Giok'er


Giok'er dan Sin Liong segera beranjak keluar rumah makan, ternyata di tengah jalan sudah berdiri Shu Kongcu dan di sebelahnya ada seorang kakek-kakek yang tampangnya menyeramkan. Rambut riap riapan, hidung besar, bibir tebal, mata melotot, dan memakai baju kedodoran warna hitam.


"Shu Kongcu, inikah orang yang kau maksud?"


"Benar guru, seperti yang aku ceritakan tadi." jawab Shu Kongcu, ternyata kakek itu adalah guru dari Shu Kongcu.


"Heemmph bocah ingusan mau bikin onar disini, selamanya aku tidak pernah membunuh bocah ingusan seperti kalian, tapi kali ini kalian telah mengusik ketenanganku, jangan harap kalian bisa pergi tanpa meninggalkan kepala kalian di sini."


"Hheeii kakek jelek, kami mau datang bisa datang, kami mau pergi bisa pergi tidak ada yang bisa melarang, kau urusi saja muridmu yang tidak pecus itu !"


"Dasar bocah baj***an, hari ini aku Iblis Gila Tapak Beracun jika tidak bisa membunuhmu aku bukanlah manusia."

__ADS_1


Sambil berkata dengan jurus "Awan Menutup Gunung" dia menciptakan selapis bayangan tapak tangan yang rapat menyerang Giok'er. Jurus serangan yang dikeluarkan Iblis Gila benar benar jurus yang tangguh dan keji, tiga kali berturut turut Iblis Gila melancarkan serangannya, membuat Giok'er sedikit terdesak dan kewalahan.


Setelahnya Giok'er mengayunkan telapak tangannya melepaskan pukulan dahsyat ke atas lengan kiri Iblis Gila dengan jurus "Suluh Api Memecah Awan".


DUUAAARR..


Suara beradunya pukulan menggetarkan bangunan yang ada disekitar tempat pertarungan, debu debu berterbangan. mereka sama sama tergetar mundur dua langkah, menandakan kepandaian mereka tidak terpaut jauh.


"Siapa kau sebenarnya, Lo In Suthay apamukah ??" tanya Iblis Gila


"Lo In Suthay adalah guruku!"


"Ha-ha-ha sangat kebetulan,,, tidak ketemu gurunya, muridpun jadi, hari ini segera terbalaskan dendam puluhan tahun !" Iblis Gila tertawa seram


"Iblis laknat, tampangmu memang mirip orang gila, ternyata selama ini seorang dedengkot iblis bersembunyi di balik pantat penguasa kota.!"


"Bocah keparat, sudah saatnya kau pergi ke neraka..!"


Telapak kirinya diangkat diayunkan ke depan bersamaan dengan itu jari kanan disentilkan memberi serangan ilmu jari. Segulung angin disertai dengan uap beracun dan suara mencicit yang keluar dari ilmu jari Iblis Gila, sudah jelas jurus yang dikeluarkan jauh lebih hebat dari jurus yang pertama tadi.


Begitu tau bahwa Iblis Gila adalah musuh gurunya, Giok'er dalam geramnya sambil menggertakkan gigi dia bertekad menggunakan segenap tenaga dalamnya untuk mengalahkan Iblis Gila.


Maka buru buru dia merendahkan pinggangnya ke bawah lalu sepasang telapaknya didorong ke depan menyambut serangan Iblis Gila. Sin Liong terkejut dengan apa yang dilakukan Giok'er, dia khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi maka Sin Liong bersiap untuk menolong Giok'er.


Iblis Gila tertawa sinis melihat apa yang dilakukan Giok'er, tapi sejenak kemudian tawa itu lenyap ketika menyadari ada yang tidak beres dengan keadaan yang terlihat


"Baj***an berani menyembunyikan kekuatan..!!"


Untuk menambah kekuatan disaat serangan sudah dilancarkan sudah tidak sempat lagi, tanpa dapat dihindari benturan pukulan terjadi dan


BLAAAMMM..


Di tengah suara bergemuruh ternyata Giok'er berhasil menang di atas angin.


Berhasil dengan jurus yang dikeluarkan Giok'er segera melakukan serangan


"Iblis Gila,, sambut pukulanku yang ini..."


Sebuah pukulan yang amat dahsyat segera dilontarkan, angin menderu makin kencang menerjang ke arah Iblis Gila.


Sementara itu Si Iblis Gila dalam posisi berdiri tertegun, dalam gugupnya tidak sempat lagi menghimpun tenaga dalamnya untuk kedua kalinya. Dalam keadaan terdesak dia mendorong kedua telapak tangannya ke depan menggunakan seluruh sisa sisa tenaga dalam yang dia miliki. Sebuah serangan maha dahsyat bagai badai di tengah samudera tiba


"Bocah keparat, berikan nyawa anjingmu,,!!"


BLAAAMMM.. BLAAAAMM..


Dua pukulan yang menerpa Iblis Gila, tubuhnya melayang jauh dan jatuh bagai layang layang putus.


Giok'er hanya berdiri matanya memandang tajam ke arah Shu Kongcu membuat Shu Kongcu gemetaran dan lari meninggalkan tempat tersebut dengan membopong tubuh Iblis Gila.

__ADS_1


Sepeninggalan Shu Kongcu, sekujur tubuh Giok'er bergetar hebat, darahpun keluar dari ujung bibirnya, kepalanya terasa pening mata berkunang-kunang. Sebelum dia jatuh seseorang telah meraih tubuhnya, membopongnya untuk dibawa ke suatu tempat.


__ADS_2