Kisah Para Naga

Kisah Para Naga
Bertemu Orang Aneh


__ADS_3

Mohon maaf sebelumnya, untuk memudahkan, selanjutnya Giok'er kita sebut Giok Hong


Tiba tiba saja Sin Liong berdiri di samping Giok Hong, tangan kiri memegang pundak Giok Hong dan tangan kanan dibiarkan menjuntai ke bawah. Serangkum hawa dingin menyegarkan bak air pegunungan menerobos masuk ke dalam tubuh Giok Hong.


Rasa nyaman dan segar mengembalikan kesadarannya, rasa ketakutan yang tadi melanda dan membuatnya frustasi berlahan lahan hilang.


Masih dengan menatap tajam mata Iblis Pengemis, Sin Liong memberikan botol kecil kepada Giok Hong


"Minumlah obat ini dulu, istirahat dan pulihkan tenagamu."


"Iblis ini bukan lawanmu, selebihnya serahkan kepadaku." Giok Hong hanya mengangguk mendengar kata Sin Liong


Iblis Pengemis Satu Mata sebenarnya adalah gembong iblis yang berasal dari negeri India, karena kejahatan yang dilakukannya akhirnya dia dikejar kejar oleh para Pandita Hindu dan pembesar negara yang akhirnya dia berdua adik seperguruannya lari ke tanah Tiongkok. Dan lagi lagi untuk kesekian kalinya mereka membuat onar dengan membunuhi para pendekar


baik golongan hitam maupun golongan putih. Dan dengan kesepakatan para pendekar pada waktu itu mengeroyok mereka berdua yang akhirnya melarikan diri dengan membawa luka yang sangat parah bahkan harus menerima kehilangan satu matanya. Pada saat itu tiada yang pernah tau bahwa mereka berdua tidak mati dan bersembunyi mengasingkan diri untuk menyembuhkan luka. Sekian lama menyembunyikan diri, karena ajakan dari adik seperguruannya dia akhirnya mau keluar dari pengasingannya untuk menjadi pelindung keluarga Shu.


"Hemph,, mainan anak kecil.. Enyahlah,,!!" sambil berkata Sin Liong mengibaskan tangan kanannya


BUUUUSH...


Makhluk berupa harimau raksasa itu bagai asap tersapu angin, hilang tak berbekas.


"Heeemph,,, berisi juga kau, berani melawan ilmuku !!" Iblis Pengemis berkata geram karena ilmu andalannya bisa dipatahkan dengan mudah oleh Sin Liong.


"Ha-ha-ha,, itu kau katakan ilmu ??"


"Ha-ha-ha,, di negeri ini ilmumu hanyalah mainan penjual obat keliling bodoh,,!!"


"Baj***an kau celurut kecil,,, serahkan nyawa anjingmu..!!"


"Ambilah kalau kau bisa iblis bodoh !!"


Segera Iblis Pengemis melompat tinggi melepaskan jubah tambal tambalnya, dan memainkan silat dengan kain tersebut.


Sungguhpun walau sekedar kain tapi ditangan Iblis Pengemis merupakan senjata yang sangat dahsyat, jika menggunakan tenaga kasar akan berubah layaknya tongkat dari baja, dan jika menggunakan tenaga lemas kain tambal tambal itu bisa bergerak lincah meliuk liuk bak ular yang dapat melibat senjata lawan.

__ADS_1


Sin Liong bersilat dengan tangan kosong, gerakannya kuat pukulan kedua lengannya mendatangkan angin yang menderu deru menandakan tenaga dalamnya yang besar. Ada kalanya gerakannya lembut seperti gadis yang menari tetapi kibasan tangannya bisa melemparkan batu gunung yang sebesar kerbau.


Pertarungan seru segera tersaji, dan pada jurus yang ke sembilan kain tambal tambal Iblis Pengemis melibat tangan Sin Liong yang memang dengan sengaja membuka cela untuk diserang oleh Iblis Pengemis. Tarik menarik kain tambal tambal dengan menggunakan tenaga dalam terjadi, dan


TAAASSH..


Kain itu putus berbarengan dengan menebarnya bubuk yang berwarna hitam ke udara


"****** kau celurut kecil hahaha,,," Iblis Pengemis tertawa terbahak bahak melihat tipu muslihatnya berhasil. Kain tambal tambal tersebut sebenarnya setiap tambalan berisi racun, dan ketika tambalannya pecah bubuk racun segera menyebar menyerang lawan.


"Heemmph bubuk rongsokan mana berguna di hadapanku iblis bodoooh..!! ucap Sin Liong sambil mengibas ngibaskan lengan mengusir sisa bubuk yang melayang layang di udara.


"Haaah..???" sambil mulutnya terbuka lebar Iblis Pengemis berkata dalam hati "ternyata dia kebal racun, tapi bagaimana mungkin??"


Segera Iblis Pengemis mencabut pedang pendek yang berwarna keungu unguan berbau sangat amis dan memuakkan, jelas sekali pedang pendek itu sangat beracun.


Dengan pedang pendeknya mulai melancarkan serangan mengarah ke pinggang. Sin Liong berkelit ke samping, tapi Iblis Pengemis melanjutkan serangannya dengan berjongkok dan menyabet ke arah kaki lawan.


Sin Liong meloncat ke atas sedikit berputar dan sebelum kakinya turun ke bawah ia bergerak dengan dengan kecepatan yang luar biasa kaki kanannya menotol dada lawan, Iblis Pengemis dalam posisi setengah jongkok, untuk menghindar sudah tak sempat lagi. Maka tak ayal diapun menjerit dan terlempar, pedangnya terjatuh dan darah menyembur dari mulutnya. Kemudian berkelebat bayangan menyambar tubuh Iblis Pengemis dan menghilang di kegelapan. Giok Hong segera mengejar ke arah menghilangnya Iblis Pengemis, tapi


"Tapi,,,"


"Sudahlah, biarkan mereka menghirup udara sehari dua hari, mari kita pergi dulu."


Sepekan sejak kejadian di rumah Shu Kongcu Sin Liong dan Giok Hong melanjutkan perjalanan ke Wong Saan, mereka berdua memasuki daerah pegunungan yang memiliki panorama pemandangan yang luar biasa indahnya, pohon pohon Pinus tumbuh dengan suburnya dihiasi dengan lautan awan dari atas. Untuk sejenak Sin Liong dan Giok Hong terpesona dengan pemandangan yang tersaji. Tersaji begitu indahnya, betapa agung pembuatnya.


"Kakak Sin bisakah kita berhenti sejenak, pemandangan di depan sana begitu indah, sayang untuk dilewatkan."


Giok Hong yang kini mengetahui bahwa Sin Liong adalah pendekar yang mempunyai kesaktian melebihi dirinya merasa nyaman jika pergi berdua dengannya.


"He-he-he yang satu tampan,,, yang satu lagi cantik,, pasangan yang benar benar serasi."


Tiba tiba saja di situ duduk orang dengan penampilan yang sedikit aneh, seperti mirip binatang. Wajahnya penuh dengan bulu, kumis dan jenggotnya dibiarkan tumbuh tak beraturan mencuat ke kanan ke kiri ke atas ke bawah semrawut seperti rumput liar habis diterjang angin, rambut yang sebagian sudah memutih dibiarkan panjang menjuntai sampai ke bawah pundak, sebagian malah menutupi wajah. Tidak memakai baju hanya celana sepanjang lutut terbuat dari kulit binatang dan tanpa menggunakan alas kaki.


"Siapa sebenarnya orang ini, sungguh hebat ilmu bela diri yang dimilikinya, sampai kehadirannya tidak kusadari,,!" batin Sin Liong

__ADS_1


Sebenarnya kalau saja Sin Liong tidak terpesona keindahan alam bisa saja Sin Liong merasakan kehadirannya.


"Aaaaiih senior, mohon maafkanlah kami yang mengganggu ketenangan senior, kami hanyalah orang pengembara bodoh yang kebetulan lewat di sini dan menikmati keindahan alam." sambil menjura Sin Liong menyapa orang aneh itu agar tidak menimbulkan kesalah pahaman.


Sekilas orang aneh itu mengerling kepada Sin Liong, dari pancaran matanya terlihat keagungan dan kesucian hati jelas sekali menandakan kebaikan dan


ketulusan hatinya.


"Anak muda, kulihat di kening teman gadismu itu menguarkan hawa dendam yang sangat mendalam. Dendam hanya akan menjerumuskan diri kita ke jurang kehancuran."


"Senior maafkanlah kelancangan yunior ini, kalau boleh tau siapakah senior ini?" tanya Giok Hong


"Aaaah bocah cantik, dendam kesumat apa yang menyelubungi hati dan pikiranmu?"bukannya menjawab pertanyaan Giok Hong orang aneh itu malah bertanya balik kepada Giok Hong


Giok Hong akhirnya memperkenalkan diri mereka berdua dan menceritakan semua yang menimpanya, entah kenapa melihat orang aneh yang ada di hadapannya dia merasa damai dan nyaman.


"Begitulah yang yunior alami selama ini senior."


"Heeeii bocah bagus, kenapa tak kau habisi sekalian itu si picak,!"


"Eeehh senior Itu,,, itu,," hanya itu yang bisa diucapkan oleh Sin Liong,


"Halaaahh itu itu apalah itu itu,,, !!"mendengar kata orang aneh, Giok Hong tidak bisa menahan tawanya, sambil menutup mulut dengan kedua tangannya terlihat pundaknya bergoyang-goyang menahan tawa.


"Heeeii kau bocah semprul apa yang kau tertawaan haahh..!!"


Giok Hong dan Sin Liong kaget dan heran mendengar orang aneh itu memanggil Giok Hong dengan sebutan "bocah semprul". Seketika mereka berdua langsung diam dan saling pandang.


"Bocah semprul siapa tadi namamu?"


"Yunior she Shu bernama Giok Hong." jawab Giok Hong


"Nama yang indah,,, nama yang indah,, secantik orangnya, tapi sayang,,, untuk membalas dendam ilmu silatmu terlalu cetak." sambil memainkan rambut yang menutupi di wajahnya orang aneh itu menambahkan,


"Karena kalian berdua tadi telah mengganggu ketenanganku, maka kalian harus menerima tiga hukuman dariku."

__ADS_1


__ADS_2