Kisah Para Naga

Kisah Para Naga
Walet merah


__ADS_3

Sebuah bangunan Kuil tua di tepi sungai Nanfei terlihat sangat menyeramkan. Banyak tembok yang sudah roboh dan berlubang, sepertinya kuil tersebut sudah lama ditinggalkan dan tidak digunakan untuk beribadah. Bagi orang yang mempunyai kepercayaan lain mungkin bangunan kuil tersebut dianggap sarang setan iblis atau siluman.


Pagi itu beberapa bayangan melesat masuk kedalam kuil bobrok tersebut. kalau saja ada orang awam yang melihat mungkin mereka beranggapan bahwa setan iblis sedang melakukan aktifitasnya. Tapi kalau diperhatikan keenam bayangan itu bukanlah setan iblis atau siluman, melainkan manusia manusia menyeramkan yang memiliki sikap kasar dan liar, dengan golok tersoreng dipunggung, jelas sering kali menggunakan kekuatan dan kekerasan mengandalkan ilmu silat dan senjata untuk melakukan segala sesuatu menindas yang lemah.


"Twako (kakak) apa benar ini tempat yang dimaksud tuan Ma?" salah satu dari mereka yang memiliki tanda tompel di hidung bertanya pada orang tertua di antara mereka.


"Tidak salah lagi." jawab orang yang tertua diantara mereka, Xing Yu si Tinju Besi. "Bangunan di tepi sungai Nanfei hanya kuil bobrok ini satu satunya. Tapi aneh, kok sepi sekali." "Ada baiknya kita periksa dulu ke dalam !"


Merekapun berpencar memeriksa seluruh sudut ruangan, tidak ada tentang keberadaan seseorang. Akhirnya mereka berkumpul ditengah kuil tua itu. Dalam benak mereka timbul suatu kecurigaan,


"Twako, sepertinya ada yang tidak beres disini, apakah ini bukan jebakan yang dibikin tuan Ma?"


"Ngomong apa kamu itu A Kwi, tuan Ma sudah baik memberikan pekerjaan pada kita."


Baru saja Xing Yu selesai berucap terdengar berdesirnya suara senjata rahasia


SRIING SRIING TRAANG,,


Sebagian dari mereka masih sempat mengangkat golok untuk mengangkis senjata rahasia itu tapi apalah daya ilmu pelempar senjata rahasia itu lebih tinggi dari mereka. Golokpun hancur terhantam senjata rahasia yang bentuknya seperti pisau kunai, menancap tepat di sela kedua mata dari keenam orang gerombolan pimpinan Xing Yu.


Dua orang muncul dari balik pohon sambil tersenyum menyeringai. Kalau dilihat potongan mereka sangat bertolak belakang, yang satunya seorang kakek berbadan tinggi kurus seakan akan tidak pernah makan, badan tinggal tulang dan kulit, dia mempunyai julukan Tengkorak Sakti. Satunya lagi seorang yang sebenarnya sudah tua memiliki wajah kekanak kanakan, badan pendek gendut kelihatan tidak mempunyai leher seakan akan kepala langsung nempel di tubuh aja, mempunyai nama gelaran Guntur Maut.


"Hahaha suheng (kakak perguruan) lihat mereka orang orang kasar, sekawanan sampah mau berebut daging dengan kita, dasar tidak tau tingginya langit."


"Sutee (adik perguruan) sebaiknya kita hati hati, sepertinya bukan hanya kita dan mereka berenam yang datang ketempat ini." jawab Guntur Maut.


"Suheng tidak perlu khawatir, Partai Naga Bumi kita ini adalah partai paling besar dan paling kuat. Semua partai sedang disibukan mengurusi perebutan kekuasaan, partai kita malah menambah kekuatan. Jika partai yang lain nanti semakin lemah kita habisi mereka."


Tiba tiba saja si Tengkorak Sakti melemparkan pisau kunainya ke arah semak semak


SRING SRIING,, CRIING CRIIING TING TING,,


Seketika itu juga bunga api bertebaran karena benturan senjata rahasia, pisau kunai pun rontok ke tanah terbentur senjata rahasia lain berupa coin baja.

__ADS_1


"Cecunguk darimana berani main sembunyi sembunyi."


"Hahaha ternyata berisi juga." seketika itu melesat dua bayangan hitam dan putih berdiri didepan Tengkorak Sakti dan Guntur Maut. Sosok berbaju Hitam adalah seorang kakek dengan penampilan yang mengerikan, kulit seluruh tubuh berwarna hitam legam, mata, gigi, dan telapak tangan hitam semua, dibalut jubah yang berwarna hitam makin menambah seram tampilannya, arang ini berjuluk Iblis Hitam. Sedangkan bayangan putih adalah seorang nenek nenek yang penampilannya keterbalikan dari sang kakek, semuanya berwarna putih. Ada kabar mengatakan bahwa mereka berdua berjuluk Sepasang Iblis Hitam Putih, melakukan ritual meningkatkan kemampuan beladiri dengan membunuh bayi yang baru lahir sebagai korbannya.


"Apa,,, apakah ji-wi berdua dari lembah iblis, Sepasang Iblis Hitam Putih yang tersohor dikolong langit?" tanya Guntur Maut.


"Tidak salah, tidak salah, memang Perkumpulan Naga Bumi tempat orang orang sombong, kami berdua jarang sekali menampakkan diri, tapi kalian mengetahui kami. Tidak sia sia Perkumpulan Naga Bumi membuat nama hebat di bu-lim." Jawab Iblis Hitam


Dengan kata lain Iblis Hitam mengatakan bahwa tingkatannya lebih tinggi daripada Guntur Maut yang hanya pintar mencari informasi saja.


"Gentong nasi dikatakan hebat dari mananya." "Di mataku mereka hanyalah semut!" umpat Iblis Putih sambil mulutnya tersenyum mengejek.


Tengkorak Sakti sudah mau bergerak karena hatinya terasa panas dikatakan sebagai gentong nasi, tapi tindakannya dicegah oleh Guntur Maut


"Sutee tahan sebentar, pesan Pangcu (ketua partai) kita tidak boleh bikin onar, kita sedang memupuk kekuatan partai."


"Ji-wi berdua, kami dari partai Naga Bumi bukanlah manusia manusia rendahan, tidak ada catatan bagi kami untuk takut pada siapapun!"


SUIIIITTT..


"Heeeemm ternyata Partai Naga Bumi sudah mempunyai persiapan, hebat, hebat, tapi bagiku hanya sekumpulan semut !" ucap Iblis Putih


"Iblis Putih kamu jangan keterlaluan, baiknya kita mulai saja pertarungan ini." teriak Tengkorak Sakti


"Orang she Pak, situ jual, kita beli !" Sahut Iblis Putih


Merekapun bersiap memulai pertarungan, Iblis Putih sudah merapalkan jurus yang akan dipakai, sedangkan Tengkorak Sakti juga sudah menyiapkan jurus andalan


dari partainya. Tepat pada saat keduanya melancarkan serangan tiba tiba terdengar bentakan


"Tahaaann..!!" BOOOOMM,,


Tiba tiba muncul bayangan merah berdiri diantara Iblis Putih dan Tengkorak Sakti. Sambil membuka mulutnya semua mata memandang kagum pada sosok bayangan merah yang bisa menahan dua serangan dari dua orang sakti tersebut, dia adalah seorang gadis yang yang sangat cantik jelita pipinya halus kemerah merahan menandakan kesegaran, matanya lentik sedikit sayu, bibir mungil tipis merah merona menggairahkan, rambut dibiarkan tergerai melambai lambai tertiup angin. Gadis ini terkenal dengan julukan Si Walet Merah. Sambil tersenyum manis dia berkata,

__ADS_1


"Saudara sekalian tahan amarah semua, kita berkumpul di sini tidak untuk mencari permusuhan tapi untuk menerima titah dari junjungan kita Pangeran Hu Hai yang sebentar lagi akan menjadi kaisar."


Sesaat setelah kedatangan Si Walet Merah, banyak rombongan dari berbagai macam partai yang datang, baik itu partai yang besar maupun kecil, golongan hitam, putih maupun netral. Dari berbagai partai yang datang lebih didominasi oleh partai dari golongan hitam.


"Kenapa bukan Putra Mahkota yang jadi kaisar malah pangeran Hu Hai yang harus kita dukung?" tiba tiba dari atas genting kuil muncul orang memakai jubah hitam berhias emas dan memakai segala aksesoris terbuat dari emas. Memiliki raut wajah yang sedikit menggelikan, muka agak lonjong, mulut terlalu maju dengan dua gigi yang besar kumis hanya beberapa helai, mata bulat kecil mencorong yang selalu melirik ke kanan ke kiri.


"Saudara Tikus Bermata Giok, kenapa tidak kau coba turun kebawah dan kita ngomong baik baik!" Si Walet Merah menimpali sambil tersenyum lebar.


"Kita bicarakan dulu untung ruginya, kalau tidak menguntungkan buat apa aku harus turun !"


"Saudara Tikus Bermata Giok, kita di sini berkumpul untuk membagi tugas yang kan diberikan junjungan kita, kalau tidak menguntungkan untuk kalian semua, buat apa aku harus mengundang kalian semua untuk datang kemari."


"Walet merah, jangan kau kira aku tidak tau apa yang ada dalam benakmu!"


Walet merah mulai dibuat gusar oleh Si Tikus Bermata Giok, tapi untuk mencapai tujuannya dia tetap bersabar,


"Saudara Tikus Bermata Giok, sebenarnya apa yang kau mau ?"


"Hahaha gampang, jadikan disini aku sebagai pemimpin, semua keputusan mutlak ada ditanganku!" kata Tikus Bermata Giok


Si Walet Merah mulai tersulut emosinya,


"Hahaha memang apa kemampuanmu, seberapa besar kekuatanmu. Kalau untuk mencari sepuluh orang sepertimu, buat aku sama halnya dengan semudah membalikan tangan!" "Aturan disini hanya aku yang buat sebagai wakil dari pimpinan!"


"Kau bocah ingusan mau memberikan perintah pada kami, omong kosong!" Si Tikus Bermata Giok tidak mau kalah


"Kau Tikus Kuburan enyahlah dari sini !" kata belum habis tubuh sudah terbang ke arah Tikus Bermata Giok, pertarunganpun terjadi di atas genting. Semua mata menatap pertarungan tersebut, saling serang saling pukul dan tendang menggunakan jurus jurus sakti, jual beli serangan dan tipuan terjadi dengan serunya, efek dari kekuatan mereka menerbangkan genting genting di atap kuil.


Setelah lima puluh jurus berlalu kelihatan Tikus Bermata Giok mulai terdesak, dia mulai kewalahan menghalau serangan Walet Merah, apalagi Walet merah menggunakan jurus-jurus tingkat tinggi disertai racun ganas ajaran gurunya seorang Datuk golongan hitam yang pernah menggemparkan bu-lim dengan kekejamannya, dia berjuluk Iblis Racun Neraka.


Pada jurus ke lima puluh lima Tikus Bermata Giok menerima pukulan telak di dada yang membuatnya terlempar sampai ke tepian sungai dan melarikan diri. Pengawal Walet Merah hendak mengejar tapi dicegah oleh Si Walet Merah karena dia sudah tau Tikus Bermata Giok tidak akan bertahan dalam satu hari.


Seperti tidak terjadi apa apa, Si Walet Merah segera menemui para undangan yang telah berkumpul,

__ADS_1


"Saudara saudara sekalian, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kedatangannya, kembali pada tujuan kita berkumpul di sini, saya akan membagikan tugas yang diberikan junjungan kita. Semua yang hadir disini diberikan tugas sesuai dengan apa yang ada dalam gulungan masing masing yang saya berikan. Untuk partai Naga Bumi urusan enam orang yang tidak berguna itu biar saya yang tangani. Dan tolong sampaikan ucapan terima kasih dari Pangeran Hu Hai kepada Pangcu kalian."


__ADS_2