Kisah Para Naga

Kisah Para Naga
Iblis Pengemis Satu Mata


__ADS_3

"Dimanakah ini?" "Kenapa aku ada di sini?"


"Nona Shu, apa sudah merasa baikan?"


"Aaiih saudara Sin, kenapa aku ada di sini, bukankah...??" kepala Giok'er mencoba mengingat ingat kejadian yang menimpanya,,


"Nona Shu, ini liontin giok yang terjatuh saat kamu pingsan, di situ terukir nama Shu maka kupikir she-mu adalah Shu." sambil menyerahkan sebuah liontin giok dan sebuah buku catatan Sin Liong, menjelaskan kejadian setelah Giok'er tidak sadarkan diri dan tentu saja tanpa mengatakan bahwa dirinyalah yang menyembuhkan Giok'er.


"Saudara Sin, maaf telah membuatmu repot."


"Bukan suatu masalah, dan percayalah aku tidak membuka buku catatan kecil milikmu." jelas Sin Liong


"Kamu benar saudara Sin, she-ku memang Shu, aku juga baru tau dari cerita guru beberapa bulan yang lalu." sejenak Giok'er berhenti bercerita sambil memandang Sin Liong yang diam menunggu Giok'er melanjutkan ceritanya.


Kemudian Giok'er menceritakan semua yang didengar dari gurunya dan segala yang dibaca dari buku catatan peninggalan keluarganya.


"Sekarang aku paham semua, maafkan saudaramu ini yang telah banyak curiga sebelumnya."


"Saudara Sin sebaiknya mulai sekarang jangan panggil aku nona nona segala, terserah saudara Sin memanggil apa, dan Karen kau lebih tua dari aku, maka aku akan memanggilmu kakak Sin".


"Heeeemm baiklah mulai sekarang aku panggil kau Giok'er, tapi,,,"


"Tapi apa,,?"


"Tapi,,,,, aku lebih suka panggil kau A San,,, hahahaha!!"


"Dasar semprul,,!!"


"Kakak Sin, kenapa kau bawa aku ke goa ini, bukan balik ke penginapan?"


"Giok'er dari yang ku dengar keluarga Shu adalah penguasa kota ini, dan Iblis Gila kemarin hanya sebagian kecil dari orang orang yang ada dibelakang mereka, tidak akan terima dengan kejadian kemarin dan bukan tidak mungkin sasaran awal mereka pasti tempat dimana kita menginap."


"Benar juga kakak Sin."


"Giok'er, kamu memang berhasil mengalahkan Iblis Gila, tapi bukan berarti kamu tidak menderita kerugian. Dalam pertarungan kemarin kau sudah mencapai batasmu, itulah yang membuat pertahananmu lemah sehingga racun Iblis Gila bisa menyerang jantungmu."


"Giok'er, kini kesehatanmu sudah pulih seluruhnya dan tenaga dalammu juga sudah seperti sedia kala, apa rencanamu selanjutnya?"


"Aku akan pergi ke tempat keluarga Shu, kematian kedua orang tuaku adalah karena muslihat mereka, sebagai anak berbakti aku harus membalaskan dendam keluarga ini !"


"Giok'er urusan balas dendam adalah kewajiban seorang anak, tapi saat ini kekuatan mereka


masih di atasmu, selama gunung masih menghijau tak akan kehabisan kayu. Sempurnakan dulu ilmu beladirimu selanjutnya terserah apa yang kau lakukan."

__ADS_1


Setelah termenung sejenak Giok'er akhirnya menyetujui usul Sin Liong.


Setelah malam tiba merekapun akhirnya beristirahat di dalam gua dengan alas seadanya.


HWUUUT... TUK.. TUK..


Sebuah totokan cepat bersarang di dada Sin Liong


"Kakak Sin, maafkan aku. Dendam ini harus segera terlaksanakan sebagai bukti baktiku pada orang tuaku."


Giok'er segera melesat meninggalkan goa pergi ke pusat kota Hong Zau. Dalam benaknya apapun yang akan terjadi sebagai anak barbakti tugas balas dendam keluarganya harus segera dilaksanakan.


Sejenak setelah Giok'er pergi meninggalkan goa, sebuah bayangan melesat dari dalam goa mengikuti arah perginya Giok'er sambil berguman


"Anak ini selalu saja bikin masalah..."


Malam itu dalam pusat kota Hong Zau suasana sangat sepi tidak seorangpun yang melintas di jalan, hanya terlihat kucing berlarian mengejar mangsanya. Suara kentongan tanda jam malam baru berbunyi dua kali. Sesosok bayangan terlihat dari melompat dari atas genting rumah rumah menuju suatu bangunan yang terlihat baling besar di kota Hong Zau, terlihat seperti burung Gagak yang sedang terbang di malam hari hentakan kakinya tidak menimbulkan suara sama sekali menandakan ilmu gingkangnya sangat tinggi.


Tiba diatas genting bangunan yang paling besar bayangan itu mendekam di atas genting melihat kondisi di dalam rumah. Sepi tidak ada penjagaan sama sekali. Setelah dirasakan aman bayangan tersebut melompat turun dan berendap endap memasuki sebuah ruangan yang gelap, tiba tiba


"Ha-ha-ha akhirnya muncul juga kau setan cilikSetelah kami obral abrik penginapan yang kalian tempati, sungguh tak kusangka besar juga nyalimu." ternyata kedatangan Giok'er sudah ditunggu oleh Shu Kongcu dan para pelindungnya.


"Hmph Shu Kong Liat, buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya, kalian ayah dan anak sama saja. Dosa kalian tidak akan terampuni, hari ini kalian harus mati ditanganku !"


"Ha-ha-ha ketahuilah baj***an she Shu, aku Shu Giok Hong adalah anak dari Shu Hun Beng, keluarga yang masih terhitung saudara kalian dengan tipu muslihat keji kalian membunuh ayah ibuku."


"Ha-ha-ha sungguh kebetulan,, sungguh kebetulan,, ternyata kau masih hidup ha-ha-ha sekarang bisa kau lihat, kalau dulu kami tidak membantai keluarga kalian apa bisa kami jadi seperti ini,,, hahaha."


Seketika hawa membunuh menyelimuti ruangan itu


"Diam kau baj***an haei ini akan kuhancurkan keluargamu!"


Sambil berkata seranganpun dilancarkan, sambil meloncat tingggi tangan kanan dikibaskan tangan kiri mendorong ke depan. Begitu dahsyat serangan yang dilancarkan Giok'er bagai angin badai yang menerjang ke arah Shu Kongcu.


BLAAAMMM...


"Hheeemm kroco kroco mau berlagak di sini !!"


"Cepat lindungi Kongcu.!"


Seorang bertampang sangar, mirip dengan Iblis Gila beda baju saja, orang tersebut memakai baju lusuh tambal tambal mirip pengemis, dialah seorang gembong iblis dengan julukan iblis Pengemis Satu Mata. Seorang gembong iblis yang pernah menggemparkan dunia persilatan tiga puluh tahun yang lalu membunuh manusia layaknya semut.


Tubuh Giok'er mundur beberapa langkah akibat benturan pukulan yang amat dahsyat itu.

__ADS_1


"Heemmph gembong iblis picak, lama menghilang ternyata ngendon di sini mencari kesenangan diri !!"


"Tutup bacotmu gadis kecil, ternyata hanya segitu saja kemampuanmu,, bisa bisanya kau mengalahkan adik seperguruanku, kalau tidak menggunakan akal licik mana kau bisa..!"


"Selamanya tidak pernah aku menggunakan siasat licik, bukan seperti kalian yang menggunakan segala cara untuk mencari keuntungan."


"Tajam juga mulutmu gadis ingusan, sudah waktunya kau pulang ke nenekmu..!"


Tangan kiri di gebah ke depan sambil menebar bubuk beracun tangan kanan didurung menggunakan jurus "Membabat Rumput Mendorong Gunung"


BLAAAAMM,,, BLAAAMMM


Dua kali pukulan bertemu membuat Giok'er mundur dua langkah pertand kalah seurat dari Iblis Pengemis.


"Hemph jangan kau kira aku takut menghadapi racun tikusmu pengemis gila!!" jengek Giok'er.


"Ha-ha-ha sunguh hebat,,, sungguh hebat,, bocah ingusan bisa menahan pukulanku, tapi sekarang lihatlah,,, di depanmu ada harimau raksasa, dan kau harus tunduk dengan segala apa yang kukatakan!"


Sambil membaca mantra Iblis Pengemis mengguna gunai Giok'er dengan ilmu sihirnya. Badan Giok'er gemetaran melihat di depannya tiba tiba muncul Harimau raksasa yang siap menerkamnya, badan tidak bisa digerakkan, lututpun jatuh ke lantai. Keringat sebesar jagung bercucuran, rasa takut yang luar biasa melanda Giok'er.


"Mulai saat ini kamu bukanlah siapa siapa, kamu adalah hambaku, turuti semua yang aku katakan, kau turutilah segala yang dikatakan Shu Kongcu !" kata Iblis Pengemis


Layaknya orang yang linglung Giok'er menjawab


"Baik tuan,,"


"Ha-ha-ha Shu Kongcu, mulai saat ini Kongcu bebas melakukan apa saja terhadapnya." Iblis Pengemis berkata kepada Shu Kong Liat.


"Hwaaah benarkah Guru, apapun itu??"


"Apapun yang Kongcu mau pasti dilakukannya."


Shu Kong Liat mendekat pada Giok'er, dia mau mencoba apa yang dikatakan gurunya,,,


"Shu Giok Hong berdirilah.."


Dan Giok'er berdiri mengikuti kata Shu Kong Liat


"Ha-ha-ha,, bagus,, bagus,,, Hahaha bisa menggunakan untuk hal lainnya hahaha tapi sebelum itu,, "sambil menjulurkan lidahnya Shu Kong Liat mau merobek baju Giok'er.


Sebelum niatnya tercapai tiba tiba


DUUUUK... BRAAAAAKK..

__ADS_1


Sebuah tendangan melemparkan tubuh Shu Kong Liat dan menghantam sebuah meja.


__ADS_2