Kisah Para Naga

Kisah Para Naga
Hukuman Yang Aneh


__ADS_3

"Senior,,??" kata Sin Liong dan Giok Hong hampir bersamaan.


"Kenapa,,, kalian gak.mau terima ??" kata Orang Aneh itu sambil tersenyum mengejek.


"Aiyaaaa tidak berani,, tidak berani,, eeeeh senior tolong beri kami sedikit kelonggaran."


"Kelonggaran kepalamu,,!!" "Heei setan cilik, apa dengan tampangmu yang tampan itu bisa mengodaku,, heemph maaf aja ya, kamu bukan seleraku !!"


Sin Liong yang sedikit banyak sudah tau watak orang aneh itu hanya bisa tersenyum kecut, dalam batinnya berkata pasti dulu waktu masih muda mempunyai watak yang ugal ugalan.


"Dan kau budak semprul, aku kasih kau kesempatan, seranglah aku dengan ilmu tertinggimu, jika kau dalam tiga jurus dapat membuat tubuh yang sudah peyot ini bergeser dari tempatnya, hukumanmu akan kubatalkan."


"Tapi,,, tapi,, gimana yunior berani melawan senior !?"


"Huuuhh mental macam celurut mau balas dendam,, ha-ha-ha apa kau pikir balas dendam cukup hanya menjerit menjerit macam celurut kena gebah...!!"


Setelah diam sejenak dan mengambil nafas dalam dalam, Giok Hong mulai menyerang orang aneh itu


"Senior maafkan kelancangan yunior,,!"


Kaki kiri bergeser maju sambil mengayunkan tangan kanan menyampok arah pundak orang aneh, meskipun jarak masih jauh tapi desiran angin sudah menerjang.


Si orang aneh hanya tersenyum kecil, masih diam tak bergerak, terjangan anginpun tidak menggoyahkan sehelai rambutnya. Sebelum Giok Hong mendekat entah bagaimana tiba tiba tubuhnya tergetar mundur dan di ujung lengan baju kanan terdapat bekas goresan pedang, tidak panjang tapi cukup terlihat robekannya.


"Heeeii setan cilik, kau yang hitung,,!"


"Baiklah senior, Satu,,,,!" dan Sin Liong mulai menghitung jurus yang dimainkan Giok Hong.


"Dua,,, !'


"Tiga,,,!" jurus ketiga sudah dilancarkan oleh Giok Hong tapi orang aneh itu masih berdiri kokoh tidak bergerak ataupun bergeser sama sekali. Bahkan dalam setiap jurus yang dimainkan oleh Giok Hong dia selalu mendapat "Hadiah" dari si orang aneh berupa robekan di lengan baju seperti bekas tergores pedang.


"He-he-he budak semprul, dengan kemampuan segini kau hanya mengantar nyawa kalau memaksa untuk balas dendam."


"Senior, apa yang harus yunior lakukan, tugas ini terasa berat." sambil menangis sesenggukan Giok Hong terus menundukkan kepalanya.


"Aaaaiih budak semprul,,, aku paling tidak bisa melihat gadis cantik menangis,, heeeii tikus dapur cepat keluar kau atau kupenggal ekormu biar jadi Kasim sekalian kau..!"

__ADS_1


Seketika itu muncul si Tikus Bermata Giok dari balik semak semak dengan tersenyum cengar cengir merunduk runduk dan bersujud di depan orang aneh tersebut


"Maafkan murid yang berlaku kurang ajar. Sama sekali tidak mengira bisa bertemu dengan paman guru di sini."


"Ha-ha-ha kau tikus dapur dari kecil sampai tua tetap aja ga ada yang berubah,, tetap jelek !"


Mendengar omongan orang aneh, Sin Liong dan Giok Hong dari bengong jadi tertawa cengengesan, tak terima degan ulah muridnya langsung saja si Tikus Bermata Giok membentak


"Heeeeiii bocah semprul, cepat beri hormat sama kakek paman gurumu, dasar bocah tak tau adat..!"


Segera saja Giok Hong bersujud dihadapan orang aneh dan Tikus Bermata Giok


"Kakek paman guru, cucu murid memberi hormat."


"Guru, murid memberi hormat."


Kemudian ganti Sin Liong yang maju sambil menjura "Senior salam hormat dari yunior yang bodoh." kemudian beralih kepada Tikus Bermata Giok


"Kie twako, baik baik sajakah selama ini?"


"Aaaiiihh Sin lote, kau makin tampan saja, membuatku iri padamu."


"Aiyaaaa paman guru.."


Kemudian mereka bertiga duduk duduk di atas akar akar pohon yang menongol, sedangkan orang aneh tidur tiduran di bawah pohon dengan akar pohon sebagai bantal. Tikus Bermata Giok segera menceritakan siapa adanya paman gurunya, dan menceritakan pertemuannya dengan Sin Liong kepada Giok Hong.


Orang aneh itu sebenarnya adalah Lie Kho Yung, paman guru dari Tikus Bermata Giok. Sejak muda Lie Kho Yung gemar merantau masuk hutan keluar hutan, naik turun gunung, hampir seluruh pelosok negeri sudah di datangi. Lie Kho Yung terkenal sebagai pendekar yang membela kebenaran dan keadilan, ilmu silatnya lebih tinggi dari kakak seperguruannya, tetapi karena sifatnya yang ugal ugalan gurunya menunjuk kakak seperguruannya untuk menjadi pengganti gurunya.


Pernah pada suatu waktu Lie Kho Yung yang dalam pengembaraan menemukan sebuah kitab yang sangat kuno peninggalan orang sakti jaman dulu. Dan semenjak itu namanya makin terkenal ke kalangan bu-lim sebagai pendekar pemberantas kejahatan.


Pada lima puluh tahun yang lalu suatu kejadian mencelakakan dirinya, terjebak dalam hutan dan dikeroyok oleh banyak ketua partai golongan hitam yang merasa dirugikan oleh Lie Kho Yung. Dikabarkan dalam pengeroyokan itu Lie Kho Yung menderita kekalahan dan tewas karena terperosok ke dalam lubang di dalam tanah. Oleh para ketua partai golongan hitam, lubang tersebut kemudian ditutup rapat dengan batu.


"Hehehe Tikus Dapur, sudah lama kau tidak bawakan aku makanan enak...!"


"Aiyaaaa paman guru, murid kira paman guru sudah tidak doyan makanan enak."


"Heeeii budak semprul, hukumanmu masih menantimu. Jangan kau kira kalau kau murid tikus dapur ini kau dapat kelonggaran, yang ada hanyalah makin memberatkan."

__ADS_1


"Aaaiiihh paman guru, masalah ini murid serahkan sepenuhnya kepada paman guru, murid tidak berani."


Giok Hong hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Heeeii budak semprul lakukan hukuman ini dan akan kuabaikan kesalahanmu padaku tadi, atau kau mau melihat sisa hidup tak berhargamu itu !!"


"Kakek paman guru, cucu murid siap menerima hukuman."


" Heemmph baiklah, hukumanmu adalah mulai sekarang kau harus menjadi penerusku, sayang sekali ilmu yang kudapatkan susah susah harus hilang percuma dengan berakhirnya nafas ini."


Semua terbuka mulutnya lebar lebar, tak menyangka hukumannya sedemikian rupa.


Belum sempat ada yang menanggapi hukuman dari Lie Kho Yung, tiba tiba saja bayangan berkelebat dan dari jauh terdengar suara Lie Kho Yung


"Tikus dapur muridmu sementara biar turut aku,,!


Tikus Bermata Giok yang sudah mengerti hanya bisa berguman


"Baiklah paman guru,,,."


Seketika hening, tertinggal hanya Sin Liong dan si tua Kie alias Tikus Bermata Giok di tempat itu. Sin Liong sangat kagum dengan kepandaian yang dimiliki oleh Lie Kho Yung, dan mengingat pesan terakhir yang dikirimkan oleh Lie Kho Yung kepadanya dengan ilmu menyampaikan suara. Pesan itu mengatakan bahwasanya Lie Kho Yung sudah tau bahwa Sin Liong mempunyai ilmu yang tinggi hanya tinggal memupuk pengalaman, untuk Giok Hong tidak perlu dirinya menghawatirkan, jika nanti saatnya tiba akan mencari Sin Liong.


"Kie twako, sudah lama tak bertemu kemana sajakah?"


"Aaaaaah Sin lote, aku sedang mencari keberadaan seseorang."


"Kie twako, siapakah sebenarnya yang kau cari, adikmu ini bersedia membantu."


"Sudah lebih dari sepuluh tahun ini aku mencari kemana mana, tapi memang jejaknya saja tidak bisa kuendus heemmph,,." Tikus Bermata Giok mendesah menyesali setiap usahanya yang selalu menemui kegagalan.


"Segitu lamakah twako mencarinya, apa manusia bisa menghilang, siapakah mereka sebenarnya?"


"Heeeemm aku juga tidak tau lote, sepuluh tahun yang lalu aku mempunyai seorang sahabat, seorang pendekar pembela kebenaran. Sayang karena tipu muslihat, dia diracuni dan dibinasakan sekalian satu keluarga." sambil meneteskan air mata Tikus Bermata Giok mulai bercerita.


Sin Liong yang mendengar cerita dari Tikus Bermata Giok mulai memahami siapa yang menjadi korban, tubuhnya gemetar menahan haru, keringat mulai merembes keluar. Dan untuk melepaskan rasa yang mengganjal di hatinya diapun berteriak


AAAAAAAAHHHH....

__ADS_1


Suaranya menggema diantara gunung dan kembah, burung burung berterbangan, hewan hewan berlari menjauh.


__ADS_2