Kisah Rumit Si Aulia

Kisah Rumit Si Aulia
14


__ADS_3

Sudah beberapa bulan aulia bekerja di perusahaan pusat keluarga Wijaya, namun ia tidak pernah tau seperti apa sosok presdirnya, yang ia dengar hanya presdirnya masih sangat muda dan tampan namun bersikap dingin kecuali ke orang-orang terdekatnya saja. Dan aulia tidak tau jelas orangnya karna belum pernah bertemu atau tak sengaja bertemu di jalan atau lainnya. Mungkin karna ia karyawan biasa dan tak pernah bersangkutan langsung dengan bos besarnya tersebut. Dan ia juga tidak tau siapa nama jelas preadirnya yang hanya mendengar nama belakangnya saja Wijaya, dan ia hanya berfikir nama wijaya tidak satu orang ada banyak termasuk Marta Angga Wijaya. Juga karna ia tidak ingin di sebut orang terlalu kepo, makanya ia tidak pernah bertanya detailnya ke teman kerjanya, dan juga karna ia termasuk anak baru, dan ia hanya berfikir nantinya lama kelamaan ia akan tau seperti apa sosok bos besarnya tersebut.


"perhatian semua, hari ini presdir mau datang, jadi perlihatkan kinerja kalian sebaik mungkin, karna presdir tidak mau kesalahan sesikit pun kalian audah tau bukan"..pesan dari salah satu staff, dan semuanya tampak ada yang bahagia dan ada juga yang harap-harap cemas karna takut nantinya presdir melihat ada kesalahan mereka.


"wah, udah lama ya kita ngak lihat presdir tampan kita"..ucap salah satu karyawan yang bisa di bilang sudah lama bekerja di sana


"iyaa, aku ngak sabar untuk melihat wajah tampan yang hoot itu"


"ah, mending kita siap-siap, bentar lagi presdir datang"..aulia hanya menangapi dengan senyum perkataan teman-temannya itu, tak bisa di pungkiri ia juga sangat penasaran dengan sosok bos besarnya tersebut namun ia bisa segera menutupinya dan bersikap seadanya.


*****


Saatnya presdir yang di nanti-nantikan datang juga dan saat ia memasuki ruangan semuanya menunduk walau kadang masih ada yang mengitip-ngintip lewat ujung ekor mata namun tidak mau berlama-lama karna takut ketahuan dan kena marah. Saat bos besat berhenti dan semuanya mengangkat kepala tak lupa aulia, namun karna ia berada di barisan belakang ia agak kesusahan untuk melihat sosok bos nya tersebut karna ia tidak terlalu tinggi, sedangkan yang di depan nya tinggi-tinggi, ia hanya pasrah dan menunggu waktu untuk memberi salam langsung ke bos nya tersebut.


Saat nya aulia untuk memberi salam ke bos besarnya tersebut, ia cemas canggung dan deg-degan saat mendekati bos besarnya tersebut..


"kenapa aku deg-degan gini sih, rasanya mau ada sesuatu yang besar terjadi, huuh"..gumam-gumam aulia dalam hati sambil terus berjalan mendekati bosnya tersebut sambil menunduk karna juga cemas.

__ADS_1


Dan saat mereka sudah dekat dan aulia mengangkat kepalanya..


Deg..ia semangkin deg-degan, jantungnya berdetak jauh lebih kencang, darahnya berdesir hebat, kaki nya lemas rasa tak bertulang, lidah nya kelu rasa tak bisa bicara mau mengatakan sesuatu namun terasa terkunci, rasanya ia mau pinsan saat itu juga namun ia segera menyadarkan diri agar tidak hilang kendali dan mengucek matanya berulang kali.


"marta, benarkah itu dia" ..dengan suara pelan ia bicara yang hanya bisa di dengar olehnya dan marta saja karna jarak mereka sudah sangat dekat. Karna saat ia berdiri membeku karna terkejut marta juga secara tidak sadar berjalan mendekati aulia namun dengan wajah tak kalah terkejutnya.


"aulia benarkah ini kamu, wanitaku yang aku cari-cari selama ini, berada di depanku"..gumam marta dalam hati sambil mendekati aulia dengan wajah terkejutnya, namun ia segera menutupi keterkejutannya tersebut dengan wajah datar nya kembali. Dan saat jarak mereka sudah cukup dekat ia berhenti di depan aulia yang maaih berdiri mematung yang berkospirasi dengan pikiran nya tersebut.


Sambil mengucek matanya kembali aulia untuk memastikan yang ada di depan nya ini benar-benar orang yang ia benci namun sangat ia cintai, tetapi ntah keputusan yang tepat atau salah ia memilih pergi menjauh.


Yaa,,orang yang ada di depan nya tak lain adalah Marta Angga Wijaya, mantan pacarnya, orang yang sangat ia cintai sekaligus bos besarnya.


Ariana yang tak lain sahabat aulia mengetahui hubungan seperti apa mereka di masa lalu dan Joe sekretaris nya marta, orang tangan kanan nya yang sudah bekerja dengan keluarga wijaya sejak ayah nya dulu yang juga sebagai sekretaris papanya marta semasa masih hidup dan sekarang yang posisi mereka di gantikan oleh anak mereka dengan jabatan yang sama. Joe mengetahui hubungan marta dengan aulia, karna marta dan joe sudah seperti teman dekat apa lagi saat hanya berdua namun saat di luar mereka akan seperti bos dan karyawan.


Saat kesadaran mereka kembali, aulia gugup dan mencoba bersikap biasa seperti karyawan dan bos begitu pun marta. Ia mencoba setenang mungkin dan berpura-pura tidak tau.


Ia mengulurkan tangannya ke marta seperti yang lainnya.

__ADS_1


"Se......selamat siang tu...tuan muda"..ucap nya akhir yang di iringi tangannya mengulur ke depan marta. Namun marta masih diam dan menatap tangan aulia setelah menatap aulia dengan ekpresi yang sulit di artikan, lalu baru ia mengulurkan tangan juga untuk menyambut tangan aulia.


"siang"..setenang mungkin marta menjawab dan menggenggam tangan aulia dan tak sadar semangkin kuat saat aulia mau menarik tangan nya yang sudah lama berjabat tangan dengan marta, karna kejadian itu semuanya menjadi canggung. Setelah tangan mereka lepas, dan mengucapkan permisi, aulia kembali ke tempat semula dan menundukkan kepala nya dengan mata yang sudah kabur dengan air mata yang mungkin sebentar lagi akan menetes. Namun secepat mungkin ia segera mengusap ujung matanya, dan itu tak luput dari pandangan marta.


Ia tidak tau kenapa ia bisa air mata nya menetes dan merasakan sesak di dadanya, saat melihat marta tadi.


Setelah marta pergi aulia pergi ke toilet yang di ikuti oleh ariana, sesampai nya di toilet ia menangis sejadi jadi nya, air mata nya mengalir deras namun sulit ia hentikan, namun sebelum itu ia memastikan tidak ada siapa pun di toilet tersrbut selain ia dan ariana.


"kenapa bisa ketemu lagi..hiiiks..kenapa hiiiks"..ucap aulia dengan masih menangis dan di peluk ariana..


"kenapa an, kenapa?..aku yang menyuruhnya untuk menjauh tapi malah aku yang mendekati terlebih dahulu sekarang dan bekerja padanya"..ana masih diam memeluk aulia untuk mendengarkan semua yang di katakan aulia..


"aku malu an pada diri ku yang tak bisa menguasai hati ku ini, nyatanya usaha ku selama ini sia-sia, dan ternyata namanya masih sangat jelaa di hati ku bahkan semangkin jelas, hati ku sakit an..hiiiks...hiiiks"..


"aku juga ngak tau lia, tapi kamu harus bersabar mungkin ada sesuatu hal lain di balik semua ini, lalu apa kamu masih mau bekerja di sini atau gimana?"..tanya ana..


"aku bingung an, kalo aku berhenti aku harus cari kerja lagi, cari kerja kan susah apa lagi di perusahan-perusahaan gini"..

__ADS_1


"tapi kalo aku lanjut, hati ku sakit an, aku bingung"..


__ADS_2