Kisah Rumit Si Aulia

Kisah Rumit Si Aulia
18


__ADS_3

"joe, jangan bicara padanya, apa kau mau mati"..ucap marta dingin yang melirik aulia kesampingnya.."dan kau bisa diam"..ucap marta kembali pada aulia yang membuat aulia membukam mulutnya langsung dan diam seribu bahasa. Dan joe tersenyum tipis menanggapi jiwa keposesif an tuan mudanya namun masih belum mau mengakuinya.


"joe lihat ke depan"..ucap marta saat melihat joe yang diam-diam melirik ke belakang lewat kaca spion.


"maaf tuan"..joe


Dia kenapa sih, sama sekeretaris saja begitu, dan tampang nya itu sudah seperti es batu dinginnya, apa waktu setahun ini bisa merubahnya begitu cepat yaa. Aulia


Beberapa saat, aulia yang sudah sangat lelah ia tertidur dan saat marta melihat ia meletakkan kepala aulia ke bahunya dan mengusapnya pelan, namun aulia tidak menyadarinya.


"kau masih seperti kebo yaa, mudah tidur sembarangan, dan maaf kan aku untuk semuanya"..saat ia melihat aulia yang tertidur pulas muncul ide jail di kepalanya.


"joe, kita ke apartemen"..perintah marta pada joe


"baik tuan"..dan joe pun membelok kan mobilnya ke jalan lain.


Saat sudah tiba di parkir apartemen nya marta, aulia masih belum bangun, joe membukakan pintu untuk marta dan melihat aulka yang masih tertidur.


"tuan muda, biar saya bantu mengangkat nona masuk tuan"..ucap joe tanpa sadar mendapat tendangan di kakinya oleh yang mendengar..

__ADS_1


"apa kau cari mati joe, jika aku sangat lelah sekali pun aku tidak akan membiarnya di angkat laki-laki lain walu pun itu kau, bahkan di sentuh pun aku tidak rela"..ucap marta yang kesal dengan perkataan joe dengan nada suara kecil takut aulia terlanjur bangun dan mengagal kan rencananya..


"maaf tuan"..ucap joe yang hanya di balas dengusan kesal oleh marta, lalu marta mengangkat aulia masuk ke aparteman nya dan meletak kan nya di kamar, dan menyelimuti aulia.


Lalu ia kembali keluar kamar dan saat di pintu joe berniat masuk untuk melihat aulia namun marta memghalanginya..


"mau apa kau joe"..tanya marta yang melihat joe berada di pintu kamar..


"melihat nona tuan"..ucap joe polos yang malah membuat marta kesal kembali dan segera menutup pintu kamar pelan agar tidak membangunkan aulia..


"kau sudah gila, sudah sebaiknya kau pulang saja, biar aku yang urus sepanjutnya"..usir marta pada joe


Saat joe sudah pergi marta kembalj masuk ke kamar dan saat ia melihat aulia yang tertidur sangat pulas ia mendekat sambil menanggalkan dasinya dan kacing lengan kemejanya. Ia membelai kepala aulia dan mencium keningnya.


"apa selama ini kau bahagia dengan hidupmu itu, aku tidak akan melepaskan mu lagi sekarang sayang.."..setelah itu marta masuk kekamar mandi karna badan nya sudah sangat lengket, dan beberapa saat kemudian ia keluar hanya dengan menggunakan handuk yang di lilit di pinggang saja dan handuk kecil di tangan ny untuk mengeringkan tambutnya yang masih basah, dan duduk di tepi kasur lalu mengambil hp nya dan menghubungi seseorang.


"ke sini secepatnya"..dan setelah mengatakan itu sanbungan pun di putus langsung oleh marta..


Saat menunggu kedatangan seseorang marta memakai baju nya dan tak berapa lama seseorang datang memencet bel, marta yang mendengar bel nya berbunyi segera membuka pintu dan menyuruh orang tersebut masuk.

__ADS_1


"apa ada yang tuan butuhkan"..tanya seorang wanita yang sudah tidak mudah lagi namun juga tidak terlalu tua..


"ikuti aku"..lalu wanita itu mengikutinya ke kamar dan terkejut mendapati seorang wanita berada di kamar marta bahkan tidur di kasurnya. Yang mana marta terkenal dengan sifat dinginnya tak tersentuh orang sedikit pun kecuali orang-orang terdekat saja. Namun ia segera menguasai diri lagi dan bersikap normal lagi.


"ada apa tuan"..dan marta pun menjelaskan semua yang ia inginkan ke pada wanita tersebut dan wanita itu pun mengangguk dan segera melakukan yang di tugaskan marta ke padanya setelah marta keluar kamar dan menutup pintu rapat.


Kenapa tuan muda memintaku untuk melakukan ini, bukan nya tuan muda tidak suka di dekat dengan sembarang orang apa lagi wanita, tapi ini ada wanita di kamarnya bahkan tidur di kasurnya. guman-gumam wanita itu dalam hati sambil melakukan yang di perintahkan marta terhadap nya.


Yaa marta berubah menjadi dingin sejak kepergian dua orang yang di cintai nya, papa dan aulia. Ia tak pernah lagi beehubungan dengan wanita lain sejak ia berpisah terakhir kali dengan aulia, pernah suatu ketika ia di dekati wanita dan mencoba menerimanya namun wajah aulia terbayang-bayang terus di pikiran nya pun hanya aulia. Dan sejak saat itu ia tidak pernah lagi berdekatan dengan wanita lain kecuali mama kakak dan adik nya. Yang mana sekarang bertambah satu wanita lagi, wanita yang membuat nya bersikap dingin ialah Aulia Radity. Dan bahkan ia tak ingin aulia di sentuh oleh pria lain pun.


Beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka dan wanita yang tadi keluar lalu menghampiri marta yang sedang duduk di sofa depan tv.


"tuan muda, saya sudah selesai, apa masih ada yanb tuan butuh kan"..tanya wanita itu ke pada marta.


"tidak terima kasih, kau boleh pergi dan ingat pesan ku tadi janga ada yang tau tentang semua ini"..ucap marta mempertegas yang ia katakan tadi saat di kamar.


"baik tuan saya, saya permisi"..lalu wanita itu pergi dan marta kembali masuk kamar, lalu mendekati aulia di tempat tidur, dan ia tertawa kecil.


"kau benar-benar kebo ya kalo tidur, lihat kau tidak bangun sedikit pun. ck..bagaimana jika laki-laki yang melakukannya"..mengusap kepala aulia pelan "kau pasti sangat lelah, setelah ini kau tak akan kelelahan lagi karna kerjaan mu itu tapi karna aku"..tersenyum misterius.."dan untuk wanita itu kau tenang saja aku akan menguris wanita itu"..dengan wajah marah namun kembali melunak saat melihat wajah manis aulia saat tidur.."kau semangkin manis dan cantik saat tidur, selamat malam sayang "..lalu marta mencium seluruh wajah aulia mulai dari kening pipi hingga ke bibir namun hanya singkat karna ia melihat aulia bergerak mengeliat.."lihat kau hanya mengeliat saat aki mencium mu, haaah kau menyebalkan tapi sangat manis"..marta terus berbicara sendiri sambil tersenyum dengan sikap aulia, lalu ia berjalan ke sofa dan tidur di sana, karna ia tidak mau tidur satu kasur dengan aulia takut ia lepas kendali nantinya yang mana rencananya akan gagal nantinya, ntah apa rencana nya hanya dia dan tuhannya yang tau..

__ADS_1


__ADS_2