Kisah Rumit Si Aulia

Kisah Rumit Si Aulia
26


__ADS_3

Saat sesang sarapan, tidak ada yang menguarkan suara atas pesan marta karna aulia tidak suka bicara saat makan apa lagi sampai mengajak nya bicara, karna itu bisa menghilangkan selera makannya yang mana malah membuat sakit magh nya kambuh, namun jika ia terus makan itu malah akan berbalik semua yang ia makan akan ia muntahkan semua, dan marta tidak ingin aulia pergi bekerja saat masih lapar apa lagi sampai sakit. Bagi aulia makan yaa makan, jika mau bicara selesai makan dulu baru bicara..


Mama hanya bisa melirik aulia dalam diam, ingin rasanya ia menghampiri aulia dan memeluknya erat, dan bercerita ria namun karna rencana marta ia harus menahannya, sekarang ia hanya bisa memeluk dari jauh saja, ia melirik marta yang hanya di balas senyum tipis olehnya, lalu kembali melirik aulia di depannya, dan menyikut siku anaya, saat anaya mau bicara ia melihat marta dengan jari telunjuk di depan bibirnya menandakan tidak boleh bicara, dan aulia tidak mengetahuinya karna terlalu serius memakan makanannya hingga selesai.


Saat aulia selesai sarapan ia berdiri dan mencoba bicara hati-hati agar marta tidak marah..


"maaf tuan, saya selesai duluan"..ucap aulia menunduk, lalu mencoba melirik orang-orang di sana dengan ekor mata nya yang tidak bereaksi..


"tuan, apa saya bo...boleh pergi bekerja duluan tuan?"..tanya aulia hati-hati sambil meremas kedua tangannya, lalu marta memandang nya sebentar dan beralih lagi ke makanannya..


Aulia masih menunggu dengan diam, dan harap cemas takut jika nanti ia akan terlambat datang ke kantor dan malah akan menambah masalah lagi.


"apa kau tidak ingin berangkat denganku, bukan kah tempat tujuan kita sama"..ucap marta saat sudah menghabiskan makanannya, lalu melirik aulia dengan ekor matanya sebentar.


"tapi tuan, saya takut jika ada gosip yang tidak baik nantinya jika kita sama-sama berangkat tuan"..jawab aulia was-was dengan menundu.


"emang nya cerita apa, dan siapa emangnya yang akan bergosip?".. tanya marta acuh


"tidak sopan rasanya saya karyawan biasa pergi bersama dengan anda tuan apa lagi sampai satu mobil"..aulia menjeda ucapan nya sebentar..


"para karyawan di kantor tuan"..lanjut aulia kembali..


"kalau begitu kau tidak usah bekerja"..ucap anaya pura-pura acuh..


"kau pikir kau menikah dengan siapa, apa kau pikir marta tisak sanggup menafkahimu,,huuuh.."..imbuh mama dengan tangan salin meremas di bawah meja, dan melirik marta sebentar.


"maaf ma, aku sangat membutuhkan pekerjaan ini"..ucap aulia dengan masih tertunduk..


Nampak marta diam saja dan berfikir lalu berucap..


"baik lah kau boleh pergi sekarang"..ucap marta


"kau akan di antar sopir, joe akan mengurusnya"..lanjut marta

__ADS_1


"aah tidak perlu tuan"..ucap aulia menggoyangkan kedua tangannya..


"sudah tuan izinkan saya bekerja saja saya sudah sangat senang"..ucap aulia tersenyum senang yang mana membuat mama ingin langsung memeluknya melihat kepolosan menantunya tersebut, namun ia urungkan karna masih ada perjanjian dengan marta..


"lalu, dengan apa kau pergi bekerja?".. tanya marta sambik menaikan satu alisnya..


"apa kau sudah janjian dengan orang?"..tanya marta lagi yang mencurigai istrinya tersebut..


"tidak tidak tuan, saya naik ojek"..ucap aulai tersenyum..


"ojek?"..tanya marta dengan alis berkerut menandakan kurang sukanya..


"iya tuan, selain cepat ongkosnya juga murah"..ucap aulia..


Nampak marta berpikir sejenak lalu memanggil joe dengan suara keras, yang membuat joe langsung menuju sumber suara..


"iya tuan muda, anda memanggil saya?"..tanya joe saat sudah dekat dengan marta..


"kau siapkan sopir untuknya, aku tidak mau ia naik ojek"..ucap marta lalu berdiri dari duduk nya dan hendak berjalan namun berhenti kembali saat aulia memanggilnya..


"kau mau bekerja atau tidak, jika kau menolak sebaiknya kau tidak usah bekerja"..ucap marta tegas, dan tentu saja itu tambah tidak mungkin bagi aulia..


"baik..baik tuan, saya naik mobil saja"..jawab aulai pasrah sambil menunduk, dari pada ia tidak boleh bekerja nantinya, dan tentu tidak bisa membantu keluarganya..


"hmm..bagus lah"..balas marta lalu berjalan keluar..


"tuan kenapa nona tidak pergi sama kita saja, bukan kah tujuan nya sama?"..tanya joe di belakang marta..


"dia tidak mau pergi denganku"..ucap marta kesal..


"kenapa?"..tanya joe kembali yang masih penasaran..


Marta berhenti dan membalik tubuhnya..

__ADS_1


"kau tanya saja padanya, aku sangat kesal dengan alasan nya yang tidak masuk akal itu, huuuh.."..marta melengus kesal lalu kembali berbalik dan berjalan..


Joe hanya diam menanggapi jawaban marta, mungkin nanti ia akan tau sendirinya, pikir joe sambil terus mengikuti marta menuju mobilnya..


Di meja makan, saat aulia belum beranjak sesudah kepergian marta ia melirik mama dan anaya lalu menuduk mendengar perkataan dua wanita di depannya ini.


"mama tak habis pikir kenapa marta memilih dia sebagai istrinya "..ucap mama pada anaya yang bisa di dengar oleh aulia sambil melipat kedua tangannya di dada..


"ntah, tidak ada menariknya, kampungan sekali gayanya bahkan cantik pun tidak"..balas anaya tersenyum miring


"huuuh menyabalkan punya menantu sepertinya"..tambah mama mencaci aulia dengan mata jijik..


Aulia hanya diam, namun matanya sudah kabur oleh air mata yang akan menetes sebentar lagi, dan ia tidak ingin terlihat menangia di deoan dua wanita ini, karna mendengar cacian dua wanita di depan nya tersebut, sebelum itu terjadi ia segera beranjak pergi..


"saya permisi ma, nay"..ucap aulia lirih dengan masih menunduk lalu berlalu pergi..


Saat ia sudah sedikit jauh air mata nya tak dapat ia tahan lagi, mengalir sudah air matanya, namun segera ia hapus sebelum ia sampai di mobil, dan segera masuk untuk bisa segera sampai di kantor..


**


Di meja makan dua wanita masih merasa takut, jika kata-katanya terlalu kasar, karna mereka melihat aulia menghapus air matanya tadi saat ia sudah sedikit jauh namun masih bisa mereka lihat..


"nay, apa kata-kata mama sangat jahat tadi?"..tanya mama pada anaya takut..


"mama memakinya tadi, tentu saja itu sangat jahat"..jawab anaya..


"apa mama tidak lihat tadi ia sampai meneteskan air matanya"..tambah anaya yang membuat mama semangkin takut jika nanti aulia akan membencinya..


"kamu juga menghinanya tadi"..balas mama yang merasa terpojokan dengan ungkapan anaya..


"apa kita sudahi saja drama ini ma, aku sangat kasihan pada kak lia"..ucap anaya sedih..


"kamu pikir mama mau melakukan ini, bukan kah kamu tau mama sangat menyayanginya, tapi kita sudah berjanji membantu kakak mu"..ucap mama memperjelas rencana marta..

__ADS_1


"huuuh..menyebalkan sekali kak marta, masih cinta tapi pura-pura tidak peduli"..ucap anaya..


__ADS_2