Kisah Rumit Si Aulia

Kisah Rumit Si Aulia
27


__ADS_3

Saat waktu makan siang, saat-saat yang di nantikan semua perkerja untuk mengisi perut mereka, ada yang memilih makan di luar dan ada juga di kantor atau tempat kerja lainnya.


Tak bedanya dengan aulia dan ana, mereka memilih pergi makan di kantin kantor saja, dan duduk di tempat favorit mereka di sudut ruangan kamtin dekay jendela besar menghadap langaung ke jalan raya.


"lia, kamu baru nikah kok udah masuk kerja lagi?"..tanya ana pada aulia berbisik sambil menantikan makanan mereka tiba..


"emang nya kenapa an?".. tanya aulia kembali acuh


"kok gitu sih, yaa nama nya pengantin baru libur kek, bulan madu kemana gitu kek"..goda ana tersenyum jail, namun tidak merubah raut wajah aulia


"kamu tau sendirikan bagaimana aku bisa menikah dengannya, dan apa alasan ya"..jawab aulia yang kini tertunduk..


Ana tersadar dengan ucapannya, jika aulia sangat sensitif menyangkut pernikahannya, ia mendekatkan kursinya lebih dekat ke aulia.


"maaf kan aku lia bukan maksud aku menyinggun perasaanmu"..ucap ana mengiba sambil memeluk bahu aulia dan mengusapnya pelan..


Lalu aulia mengangkat kepalanya kembali dan tersenyum..


"tidak apa-apa an, aku tau maksudmu"..ucap aulia yang kembali tersenyum sambil mengusap tangan ana yang masih di bahunya..


Lalu makanan mereka datang, dan mereka segera memakannya dengan diam. semua pergerakan mereka terekam oleh dua pasang mata dari meja tak jauh darinya, mata dua orang yang jadi trending topik saat makan siang.


"kenapa tiba-tiba tuan muda dan tuan joe makan di kantin, bukan kah mereka kurang suka kebisingan?"..tanya salah satu karyawan ke temannya..


"tidak tau, mungkin emang lagi pengen makan di sini aja kali"..


"uuh, kenapa mereka tambah ganteng sih"..


"aku tambah suka haaa"..


"huuus..jika sampai ada yang dengar habis kalian, lebih baik cepat makan waktu istirahat sebentar lagi mau habis"..ucap yang satunya karna tidak mau ada masalah nantinya..


Bisik-bisik tetangga terusa saja terdengar namun tidak bagi aulia, mata dan telinganya hanya tertuju pada makanan nya, saat makan ia hanya fokus pada makanan selebihnya ia abaikan saja, jika tidak terlalu penting.

__ADS_1


Bisik-bisik itu terus terdengar hingga ketelinga marta, ia mengetahui namun di abaikannya, pandangan nya hanya tertuju pada wanita di depannya saja, wanita yang hanya fokus dengan makanan yang ada di depan matanya.


Hingga tak berapa lama seorang laki-laki mendekati meja aulia dan duduk di sampingnya menghadap langsung dengan ana, semua itu tak luput dari pandangan marta, mata nya menyiping tanda tidak suka apa lagi atas apa yang di lakukannya pada aulia, yaa wanita di depannya tak lain aulia, istrinya.


Joe juga sangat kesal di buatnya, ntah karna dekat dengan nonanya ntah ada alasan lain, yang jelas ia sangat marah.


"siapa dia joe, berani-beraninya dia duduk di samping istriku, bahkan aku saja masih belum bisa terlalu denganya apa lagi duduk berdekatan seperti itu"..ucap marta marah, bahkan sendok yang tadi di tangannya sudah bengkok karna remasan tangannya..


"namanya tony tuan muda, ia juga berteman dekat dengan nona dan ana"..jawab joe jauh lebih kesal dari marta dan itu membuat marta sedikit bingung, namun marta ingin fokus dulu dengan cerita istri dan tony tersebut..


"teman dekat maksud mu?".. tanya marta kembali sambil menautkan kedua alisnya..


"hanya sebatas teman kerja saja tuan muda tidak ada hubungan lain"..jawab joe tau makaud pertanyaan marta..


"apa dia baik?"..tanya marta kembali..


"dia baik tuan muda, dia juga sering membantu nona dan ANA"..jawab joe kembali yang membuat marta merasa lega, namun belum dengan joe, bahkan ia jauh lebih marah dan bahkan sendok di tanganya sudah patah karna terlalu kuatnya ia meremaa sendok itu.


"syukur lah, tapi kenapa kau yang sangat marah joe, bahkan jauh lebib marah dari ku, bukan kah yang dekat dengan nya istriku bukan istrimu?"..


"apa kau menyukai aulia?"..tanya marta kembali namun hanya untuk memancing joe..


"tidak tuan muda, mana berani saya"..ucap joe menunduk sadar atas pertanyaan marta


"apakah selama ini kau tidak menyukai aulia, jadi kau hanya pura-pura saja karna dia istriku?"..ucap marta pura-pura marah karna ia tau joe bukan tipe orang seperti itu..


"tidak tuan muda, bukan begitu maksud saya"..jawab joe cepat tanda tidak benarnya tuduhan marta


"lalu apa?"..tanya marta


"saya menyukai nona tuan, tapi hanya sebagai majikan saya saja tidak lebih dan saya tidak pernah tidak menyukainya"...ucao joe sungguh-sungguh sambil menunduk..


"lalu kenapa kau sangat marah begitu?".. ucap marta terjeda..

__ADS_1


"apa jangan-jangan kau menyukai ana?"..tanya marta kembali yang membuat joe tersedak ludah nya sendiri, dan marta tersenyum misterius melihat joe yang baru pertama kali begitu..


*****


laki-laki itu tersenyum ke arah ana lalu menyikut tangan aulia dengan sikunya dan itu mendapat pukulan kecil di tangannya oleh ana, karna tidak mau ada yang menganggu aulia saat makan, sebab ia tau masalahnya nanti..


"lia"..ucap seorang laki-laki itu pada wanita yang fokus pada makanan nya tersebut..


"tony, sudah berapa kali ku katakan jangan mengangguku saat makan"..ucap aulia kesal pada tony dengan masih menatap makanannya, namun sudah tidak berniat untuk memakannya lagi..


"maaf lia, aku lupa"..ucap tony cepat sambil menyatukan jari telunjuk dan jari tengah nya membentuk V, dengan ekpresi menyesal, karna ia juga tau penyebab aulia tidak ingin bicara atau bahkan di ganggu saat makan, dan aulia hanya melengus kesal di buatnya..


"sumpah lia aku menyesal"..ucap tony kembali dengan sangat menyesal sambil memasang wajah sedihnya, yang slalu berhasil membujuk aulia..


"sudahlah, kau tidak perlu memasang wajah begitu, aku jijik melihatnya"..ucap aulia di selangi tawa kecilnya yang malah membuat tony cemberut, dan di ikuti gelak tawa ana..


"lia, sebaiknya kamu makan lagi, jangan hiraukan makhluk halus di samping mu itu"..ucap ana setelah mereda tawanya, namun aulia menggeser makanannya tersebut..


"aku sudah tak selera makan an"..ucap aulia sambil memandang nanar makanan nya yang masih banyak..


"tapi lia, kamu kan cuman baru makan sedikit kan dan makanan nya masih banyak sayang kalo di buang"..ucap ana..


"bukankah kamu paling tidak suka kalo ada makanan yang mubazir hmm"..ucap ana lagi..


"iya lia, sayang kalo di buang"..timpal tony sambil cengiran..


Dan membuat aulia kembali menarik makanannya dan mencoba makan kembali, namun baru dua suap ia sudah berhenti dan segera pergi ke toilet..


"kan sudah ku duga, ini semua gara-gara kau ton"..ucap ana kembali memukul lengan tony lalu menyusul aulia yang di ikuti tony di belakang ana..


"dia akan muntah joe, pasti sakitnya akan kambuh setelah ini, kurang ajar"..ucap marta kembali marah yang melihat aulia berlari ke toilet karna tau penyebabnya, marta segera berdiri namun di tahan joe..


"kenapa?"..tanya marta saat joe menahan tangannya..

__ADS_1


"tuan muda, bukan kah hubungan anda masih privasi, jika tuan muda mengejar nona, akan aulit bagi nona nantinya"..ucap joe dan marta kembali duduk membenarkan ucapan joe, ia hanya berdoa semoga sakitnya tidak kambuh..


__ADS_2