Kisah Rumit Si Aulia

Kisah Rumit Si Aulia
24


__ADS_3

Di dalam kamar, saat aulia mencari-cari keberadaan kopernya atau barangnya yang lain pintu kamar mandi terbuka menampak kan seorang laki-laki tampan dengan karisma yang ia miliki bisa membuat para wanita menggilainya.


Namun aulia tidak menghiraukannya, ia terus mencari barang-barangnya, karna ia tau siapa laki-laki itu yang tak lain ialah marta yang sekarang sudah menjadi suaminya dan sekamar dengannya, walau pun ia sedikit takut namun ia mencoba tenang..


"apa yang kau cari?"..tanya marta pada aulia yang tak berhenti bergerak dari tadi.


"mencari koper saya tuan, saya mau ganti baju"..ucap aulia tertunduk karna saat ia mendengar marta bertanya ia membalik badannya dan mendapati marta yang berdiri tak jauh darinya hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya saja, sedangkan tangannya memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah. Yang membuat aulia sangat gugup dan menelan ludahnya susah payah melihat pemandangan yang sangat indah di depannya ini..


Marta tersenyum tipis melihat kegugupan aulia, ia berjalan perlahan mendekati aulia yang tidak tau karna masih menundukkan kepalanya, ia meremas kedua tangannya, jantungnya berdegub kencang, pikiran nya sudah bertebaran kemana-mana, dan mulutnya komat kamit berdoa supaya tidak terjadi apa-apa, apa lagi seperti yang di lakukan para pengantin baru biasanya, walau pun mereka sudah sah namun aulia masih takut untuk melakukannya karna ia tidak tau hati marta sebenarnya, masih adakah dia atau sudah tidak ada lagi baginya untuk berharap bersama, yang ia tau sekarang marta menikahinya hanya karna rasa tanggung jawab saja tidak lebih. Ia takut jika ia sudah memberikan seutuhnya cinta dan tubuh nya, dan bahkan jika ia sampai hamil, namun marta tidak mencintainya bahkan tidak menyukainya nantinya marta akan membuangnya dan bukan cuman dia yang sakit hati namun anaknya juga akan merasakan kepedihannya, dan ia tidak mau itu terjadi.


Sampai ia tidak mengetahui bahwa marta sudah ada di depannya mulutnya masih komat kamit dengan mata terpejam, dan itu tak luput dari penglihatan marta..


"apa yang kau katakan, aku tidak mendengarnya.?"..tanya marta pura-pura tidak tau, yang sebenarnya terjadi dengan aulia juga terjadi dengannya, jantungnya tak kalah berdegub kencangnya dengan aulia, dan ia juga merapalkan semua doa agar ia tidak lepas kendali nantinya, namun semua itu segera ia alihkan dan kembali bersikap biasa..


"aah ti..tidak ada tuan"..jawab aulia terkejut gugup, dan lebih terkejut nya lagi marta sudah berdiri di depannya. Dengan susah payah menelan ludahnya ia memandang marta gugup, ia ingin menyentuh bentuk di depannya ini namun takut datang menghampiri jika nantinya sang pemilik tubuh marah karna sudah langcang menyentuhnya.


"apa kau sudah puas memandang nya, jika belum kau lanjutkan nanti karna aku sudah capek berdiri di sini"..ucap marta tersenyum geli melihat aulia yang tak berkedip menatapnya, dan ucapan nya itu mampu menyadatkan aulia dari keterpakuannya..


"aa..aa maaf tuan"..ucap aulia malu dan menundukkan kepalanya karna sangat malu dan jangan lupakan pipi dan telinganya sudah memerah karna rasa malu, marta hanya tersenyum tipis..


Seketika aulia kembali sadar jika ia sedang mencari pakaiannya..

__ADS_1


"tuan, dimana barang saya?"..tanya aulia kembali tentang barang-barangnya..


"tidak ada"..jawab singkat marta..


aulia menengadahkan kepalanya melihat marta karna jawaban marta yang membuatnya semangkin panik..


"lalu, saya ganti pakaian bagaimana tuan, di sini kan baju saya tidak ada satu pun"..ucap aulia panik..


"ikuti aku"..jawab marta sambil berjalan terlebih dulu masuk sebuah ruangan yang tadi di masuki marta, yang di ikuti aulia dengan kebingungan..


Setelah sampai di ruangan tersebut ia berhenti yang juga di ikuti aulia berhenti di belakang nya..


Sedangkan aulia ia masih sibuk melihat sekeliling ruangan yang di penuhi barang-barang dari baju sampai sepatu dan jam tangan..


"waah besarnya, bahkan sama besar dengan kontrakan ku dulu"..ucap aulia tanpa sadar yang bisa di dengar oleh marta, dan lagi-lagi membuat hati marta pedih atas kehidupan yang ia jalani selama ini..


Jika saja, aku dari dulu tau alasan mu meninggalkan ku tidak akan pernah aku melepaskanmu, aah bukan karna alasannya tapi karna aku yang ingin kau hanya menjadi milikku, kau tidak akan merasakan penderitaan itu, hanya milikku..Marta


"kau ganti lah baju mu, aku tunggu di luar"..ucap marta lagi stelah ia mengambil pakaian juga untuknya karna saat dari tadi ia hanya menggunakan handuk yang di lilit kan saja di pinggangnya, lalu pergi keluar..


"baik, terima kasih tuan muda"..ucap aulia menundukkan kepalanya, lalu mengambil salah satu pakaian untuknya dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


"waah bahkan kamar mandi ini lebih besar dari kamarku"..ucap kagum aulia kembali atas besar dan mewahnya kamar mandi tersebut.


Lalu ia menangal kan semua pakaian nya dan mandi dengan cepat karna tidak mau lama-lama mandi takutnya nanti marta marah karna terlalu lama mandi, tak lama ia keluar kamar mandi dan mendapati marta setelah berganti pakaian di atas tempat tidur yang masih duduk berselonjoran sambil mengotak atik hpnya.


Aulia memilih duduk di sofa yang masih mengeringkan rambutnya yang basah, setelah itu ia meletakan handuk itu ketempatnya kembali dan duduk lagi di sofa. Diam, marta yang masih sibuk dengan hpnya dan aulia yang hanya duduk diam sambil melirik marta di tepat tidur lewat ekor matanya, dan marta pun mengetahuinya..


Aah kenapa ia masih belum tidur sih, kan aku sudah sangat mengantuk, jika aku tidr duluan nanti dianya marah..gumam aulia dalam hati, abil memain kan kakinya di lantai, ia sudah sangat mengatuk dan lelah karna pesta pernikahan nya hari ini, namun jika ia tidur duluan takutnya marta marah, berbicara pun ia tidak tau apa yang akan ia katakan, jadi ia memilih diam saja duduk di sofa..


Melihat aulia yang sudah mengantuk marta meletak kan hpnya dan merebahkan tubuhnya..


"matikan lampunya"..ucap marta tiba-tiba dan menutup matanya..


"ba..baik tuan"..jawab aulia lalu bergerak untuk mematikan lampunya.


Setelah itu ia masuk ruang ganti baju untuk melihat selimut untuknya, setelah dapat ia kembali ke sofa dan tidur di sana, karna ia tak punya keberanian untuk tidur seranjang dengan marta, karna ia tak ingin bermimpi terlalu tinggi jika marta ingin dengannya..


Dan semua gerak aulia nampak oleh marta, karna sebenarnya ia belum tidur, namun aulia tidak mengetahuinya karna lampu hanya remang-remang saja yang hanya tertuju pada tempat aulia tidur sekarang..


Kenapa kau tidur di sana, apa kau menghindariku atau apa aku melarangmu tidur denganku, apa aku terlihat seperti itu, mana mungkin bahkan dari dulu aku sudah sangat ingin tinggal berasama mu, aah baik lah untuk sekarang tapi jangan harap mulai besok sampai seterusnya kau tidak tidur lagi denganku..Marta


Lalu marta memejam kan mata nya kembali dan ikut terhanyut dalam mimpinya..

__ADS_1


__ADS_2