
"lia, kamu kemana aja semalaman, kenapa ngak kabari aku sih, aku kawatir tau"..tanya ana menggebu-gebu sambil memeluk aulia erat, saat ia melihat aulia dan mengabai kan marta dan joe yang ada di sana..
"an, aku ngak bisa bernafas kamu peluknya kuat banget"..balas aulia yang merasakan hampir ngak bisa bernafas saat ana memeluknya erat karna kawatir.
"maaf lia, aku sangat kawatir sama kamu, kalo terjadi apa-apa sama kamu gimana, aku bisa di gorok sama ayah kamu"..jawab ana merinding dengan ucapan nya sendiri sambil melepas pelukannnya. Lalu marta berdehem untuk menyadar kan dua wanita tersebut yang dari tadi hanya memandangi mereka saja tanpa bicara, karna bukan hanya aulia yang datang tetapi juga marta dan joe, dan itu berhasil membuat dua wanita itu sadar dan mengalihkan pandangan mereka ke arah suara tersebut.
"lia, dia..?"..tanya ana menyelidik ke aulia, kenapa aulia bisa pulang bersamanya setelah tidak pulang semalaman. Dan aulia yang melihat ana melihat marta dengan tanda tanya pun mengerti..
"an, nanti aku ceritain ya, jangan sekarang"..bisik aulia dan ana pun hanya mengiyakan saja..
"tuan muda, tuan joe terima kasih sudah memberi saya tumpangan"..ucap aulia sambil membungkuk..
"sama-sama nona"..balas joe singkat
"sudah ku bilang jangan panggil dia tuan juga, panggil saja joe"..tegas marta pada aulia yang hanya di balas anggukan oleh aulia
"dan kau joe, sudah ku peringati sebelumnya bukan, jika pun itu kau aku tidak akan segan membunuhmu"..ancam marta kembali pada joe yang tidak terima jika joe sering bicara dengan aulia. Padahal kan mereka bicara jika bertemu saja itu pun juga ada dia kan.
"maaf kan saya tuan"..balas joe sambil membungkuk..
"kau masuklah dan istirahat, ingat seminggu lagi"..pesan marta pada aulia sebelum ia pergi, karna ia tidak bisa lama-lama karna masih ada hurusan.
"baik tuan terima kasih"..balas aulia kembali dan setelah marta menghilang dari pandangan nya ia masuk bersama ana yang masih bertanya-tanya dengan pikirannya atas apa yang ia lihat dan apa yang terjadi dengan aulia dan marta semalam, hingga mereka bisa pulang bersama..
Saat mereka sudah masuk kamar aulia dan duduk, ana langsung bertanya ke inti nya tanpa mah menunda-nunda lagi karna sudah sangat penasaran.
"lia, ceritakan semuanya, apa yang terjadi dan kenapa kamu bisa pulang dengannya, dan kenapa juga semalam hpmu ngak aktif?"..tanya ana yang sudah tidak sabar menunggu jawaban aulia, dan aulia pun menceritakan semua nya sampai ia akan menikah dengan marta minggu depan.
__ADS_1
"apaaa...gila tu si marta, mentang-mentang udah jadi bos seenak nya saja, tapi kamu senang kan bisa bersama dengan nya lagi kan kamu masih mencintainya?"..
"ntah senang ntah sedih aku an"..jawab aulia lesu
"emang kenapa, bukanya kamu sangat mencintainya?"..
"emang aku masih mencintainya, tapi dia nya sudah tidak an, dan pernikahan ini pun karna kesalahan, aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak mencintai ku an"..jawab aulia semangkin lesu yang mana air mata nya sudah menetes ikut merasakan kepedihan nya..
"kamu lihat kan tatapan dinginnya padaku tidak berbeda dengan tatapan nya dengan orang lain, ia menikahi ku hanya ingin balas dendam pada ku karna aku sudah menyakitinya dulu"..lirih aulia dan air mata nya semangkin deras keluarnya..
"kalo dia mau balas dendam dia tidak akan mau tanggung jawab lia, mungkin dia akan meninggalkan mu sendirian"..
"ntah lah an, aku tidak tau harus melakukan apa lagi, aku hanya bisa berserab pada tuhan"..
"semuga kamu di lindungi slalu lia"..balas ana lalu memeluk aulia untuk menenang kannya..
Di sebuah mobil, dua orang pria yang satu sedang mengemudi dan satu lagi duduk manis sambil senyum-senyum sendiri, karna merasa rencana nya akan seperti yang ia bayangkan lancarnya dan ia ingin segera cepat sampai di rumah untuk memberi tau orang rumah dan mengajak mereka berkerja sama menjalankan rencananya..
tuan muda, aku harap rencana mu ini terbaik..joe
aulia, aku harap kamu tidak meninggal kan ku lagi..marta
"tuan muda, apa tuan yakin mau menlanjutkan rencana tuan ini?"..tanya joe hati-hanti takut marta tersinggung dengan pertanyaannya..
"tentu saja joe, apa kau meragukan ku, kai lihat saja nanti"..balas marta dengan masih tersenyum lebar..
"aku pastikan kau tidak akan pergi lahi kali inj lia.."..
__ADS_1
Mobil terus melaju hingga memasuki gerbang tinggi dengan warna hitam, dan memasuki perkarangan halaman yang luas yang di hiasi dengan banyak bunga dan tumbuhan lainnya, karna sang pemilik rumah yang suka menanam bunga-bunga dan pohon hias lainnya.
Saat marta keluar dari mobil ia di sambut mbok darmi, seorang pelayan di rumah ini yang sudah bekerja selama bertahun-tahun bahkan sebelum marta lahir, dan ia lah pengasuh langsung marta. Wanita yanh sudah hampir setengah abad itu menghampiri marta dan memberi salam..
"selamay datang tuan muda, nyonya ada di ruang tamu dengan nona anaya"..ucap mbok darmi sopan sambil mengikuti jalan marta dan mengambil jaket yang di pakai marta tadi, dan mengantar marta sampai ruang tamu..
"baiklah mbok, terima kasih"..balas marta sopan juga, karna ia sudah menganggap mbok darmi sebagai keluarga nya sendiri yang sudah dekatn dengan nya tersebut, saat sudah sampai ruang tamu marta menyuruh mbok darmi kembali ke belakang
"kembali lah mbok"..lalu mbok darmi berlalu pergi dan sedangkan joe masuk ruang kerja marta.
"maa,,maaa"..panggil marta antusias pada mama..
"ada apa sih teriak-teriak, dekat juga"..balas mamanya yang tak terima marta teriak-teriak memanggilnya yang padahal jarak mereka hanya selangkah saja..
"tau nih berisik tau"..sambung anaya yang hanya di balas tendangan kecil di kakinya oleh marta
"kayak nya menangin job besar nih atau proyek besar senang amat mama lihat kamu hari ini"..ucap mamanya menduga-duga, dan marta mengeleng kuat..
"lebih dari itu ma"..jawab marta tersenyum senang
"jatuh cinta yaa kak, ciee yang udah lama ngak ngerasain sekarang kerasa lagi, bau-bau bucin udah mulai nih"..timpal anaya yang tak kalah senang mihat kakak nya yang sangat senang hari ini, karna ia sedikit tau bagaimana kisah asmara kakak nya dulu yang kadas..
"orang mana kak, kenalin dong sama kita, yaa ngak ma"..ucap anaya kembali sambil melirik mamanya
"iya, tapi ngak orang baru tapi orang lama"..ucap marta sambil menyandarkan punggung nya ke sofa dan melihat ke atas sambil menerawang kisah nya dulu..
Sontak jawaban nya membuat dua wanita di samping nya tersebut terkejut, bukan karna marta jatuh cinta kembali namun dengan kata orang lama itu, dan menoleh ke marta yang masih tersenyum..
__ADS_1
"maksud kamu orang lama?"..tanya mamanya yang sudah memandang marta dengan intens..