
Saat aulia melihat dengan jelas ia sangat terkejut bahkan hampir jatuh dari kursinya.
"hantuuuu"..aulia menutup matanya dengan kedua tangannya, dan mengintil lewat jarinya, apakah yang ia lihat benaran hantu atau tidaknya, namun karna cahaya nya yang minim ia tidak bisa melihat jelas siapa orang tersebut.
"jika kamu benaran hantu jangan ganggu aku, aku ngak ngelakuin apa-apa, aku cuma mau kerja tapi kalo bukan hantu bicara siapa kamu"..ucap aulia takut dengan masih menutup matanya..
"jika aku hantu aku akan menemanimu bekerja, dan jika bukan hantu kau mau apa?"..tanya orang tersebut ke aulia dengan tersenyum jail melihat aulia yang ketakutan.
"jika kau benaran hantu enyah kau dari dunia ini jangan tampil lagi di depan ku, aku takut hiiiks..hiiiks"..aulia menjawab yang mana ia sudah menangis ketakutan, karna ia sangat takut dengan yang berbaun gaib.
Dan marta terkejut mendengar aulia yang sudah mulai menangis, bahwa ia sangat tau kalo wanita di depan nya ini sangat takut dengan yang nama nya hantu apa pun jenis hantunya, lalu ia sadar dan menyuruh aulia membuka matanya
"buka matamu, biar kamu tau siapa yang ada di depanmu"..perintah marta pada aulia, dan aulia pun membuka matanya secara perlahan, saat membuka matanya lampu menyala dan menampak kan orang yang berada di depannya nya ini.
Bukan takut yang di rasakan aulia lagi tetapi rasa terkejut saat ia melihat marta di depannya dengan wajah yang sudah kembali datar. Yaa,, marta masih memakai wajah datar dan dingin nya terhadap aulia walau pun ia tidak tega namun ia harus melakukan nya agar rencana yang di rancangnya berhasil.
Saat aulia melihat nya mata mereka bertemu cukup lama hingga marta berdehem untuk menghilangkan rasa sedikit gugupnya namun karna aulia masih membeku ia kembali berdehem..
"heeem..apa aku terlalu tampan hingga kau melihat ku sampai begitu"..ejek marta pada aulia yang masih termenung dan tersenyum tipis melihat aulia yang kembali sadar dan menunduk.
"maaf kan saya tu...tuan muda, saya tidak bermaksud lancang"..ucap aulia menundukkan kepalanya sambil meremas tangannya gugup campur takut.
__ADS_1
Mendengar aulia menyebutnya dengan panggilan tuan wajah nya menengang dan rahangnya mengeras.."tuan muda"..ucap marta sambil mencodongkan kepalanya ke depan aulia yang malah membuat aulia semangkin gugup.."kau panggil saya tuan muda?"..tanya marta ke aulia..
"iya tuan muda, bukankah tuan muda bos saya, dan biasa di panggil tuan muda oleh karyawan tuan, makanya saya panggil tuan muda juga"..jawab aulia yang takut-takut dengan masih menunduk
"aah kau benar, saya bos mu jadi emang seharuanya kau memanggilku bos"..membenarkan jawaban aulia walau ia tidak suka dengan aulia memanggilnya tuan muda.
"jadi kenapa kau masih di sini?"..tanya marta pura-pura tidak tau alasan aulia lembur..
"saya kerja tuan, dan karna pekerjaan saya belum selesai mangkanya saya lembur"..jawab aulia yang maaih menunduk karna belum berani mengangkat kepala nya, walau pun mereka punya kisah di masa lalu namun ia tidak berani karna sekarang marta adalah bosnya, dan ia sadar posisinya di mana dan apa.
"kau masih bekerja, apa kau tidak lihat jam ini sudah jam sembilan malam, sebaiknya kau pulang sekarang"..
"tapi saya belum selesai tuan, saya harus menyiapkan semuanya hari ini tuan dan lagian ini hanya tinggal beberapa saja"..
"tidak apa-apa tuan, ini sebentar lagi sudah siap"..
"baiklah terserah kau, tapi lampunya harus mati"..ucap marta akhirnya mengalah dengan keputusan aulia
"baik tuan muda, terima kasih"..ucapan aulia dan marta pun berjalan menjauh dan mematikan lampunya namun ia belum benar-benar keluar, ia berdiri di pojok dekat meja aulia yang tidak nampak sama sekali oleh aulia karna tidak ada cahaya..
"haaah,,kau sudah berubah yaa, benar kata orang kau sangat dingin sekarang bahkan kepada ku, apa kau sudah melupakan ku?"..gumam aulia namun masih bisa di dengar oleh marta, yang sengaja menunggu aulia bekerja karna ia tidak mau terjadi apa-apa ke pada gadis yang di cintainya itu, namun ia masih belum mau menunjukkan perasaannya karna masih banyak rencananya terhadap aulia. Sedangkan joe menunggu di dekat marta berada yang juga tidak di ketahui aulia.
__ADS_1
"aah tentu saja kau sudah melupakan ku bahkan mungkin kau sangat membenci ku karna aku yang menyuruhmu pergi duku dan meninggal kan mu,, haaah maaf kan aku ta, aku mencintai mu sangat mencintai mu, namun aku tak boleh bermimpi bisa hidup denganmu karna peebedaan kita yang terlalu jauh"..ucap marta tersenyum kecut dengan kenyataan yang di alaminya.
Marta yang mendengar semua ucapan aulia itu pun hanya diam tanpa bisa membantah satu kata pun..
Dan ia masih setia menunggu aulia sampai selesai, hingga ia melihat aulia bergerak untuk memberes kan semua barang nya, itu artinya aulia sudah selesai dengan pekerjaannya dan melangkahkan kaki nya untuk pulang. Dan marta pun mengikutinya dari belakang, saat ia akan memesan taksi online tiba-tiba marta datang dan menarik lengannya menuju mobilnya yang mana joe sudah menunggunya di dekat mobil dan saat marta dan aulia sudah dekat joe membukakan pintu untuk mereka masuk.
Saat tangan aulia di tarik ia terkejut dan mau teriak mintak tolong, takut jika yang menariknya maling namun saat orang yang menarik lengan nya menoleh ia tidak jadi teriak dan terkejut tanpa sadar ia sudah berada di dekat mobil.
"masuk"..suruh marta pada aulia untuk masuk kemobilnya, mendengar suara marta aulia kembali sadar dari keterkejutannya..
"eeh..aaa masuk"..ucap aulia ngangap tidak mengerti maksud marta. Dan marta yang melihat aulia tidak mengerti dengan ucapannya ia mendorong aulia untuk masuk mobil segera dan ikut duduk di samping nya, dan joe yang sudah berada di belakang kemudi segera menjalankan mobil.
"tu....tuan, kenapa saya harus ikut mobil tuan, tidak sopan rasanya saya satu mobil dengan tuan"..ucap aulia terbata atas apa yang di lakukan marta.
"mengantar mu pulang"..jawab marta singkat
"tidak perlu tuan, saya bisa pulang naik taksi tuan, tidak baik merepotkan tuan"..balas aulia yang mersa tidak enak dan meminta joe untuk berhenti menurunkannya.
"tuan joe, bisa turun kan saya di sini saja, rumah saya sudah tidak jauh lagi"..
"maaf nona, sebaiknya nona ikut dengan tuan biar aman"..balas joe sopan
__ADS_1
Dan aulia yang terkejut mendengar joe memanggil nya nona merasa aneh dan tidak enak.."eeh kenapa tuan memanggil saya nona, itu tidak pantas, panggil nama saya saja tuan, nama saya aulia atau biasa di panggil lia"..jelas aulia yang tidak suka dengan panggilan joe terhadapnya..
"maaf nona, panggil saja saya joe, dan memang seharusnya saya memanggil nona dengan sebutan nona"..ucap joe sopan