Kisah Rumit Si Aulia

Kisah Rumit Si Aulia
25


__ADS_3

Sudah waktunya sang mentari menampakkan bentuknya, menyinari seisi bumi yang terkena sinaran dengan cahaya nya yang terang dan khas, menghangatkan seluruh bagian yang terkena langsung olehnya.


Sebuah rumah besar dan megah, yang hanya di isi beberapa manusia saja, semuanya para pekerja di rumah tersebut lalu lalang bekerja menyiapkan bagian masing-masing dari tugasnya.


Di lantai dua di sebuah kamar yang besar sepasang suami istri baru masih tertidur pulas, karna kelelahan, namun dengan posisi tidur yang berjarak terpisah.


Saat sebuah ketukan pintu dan suara terdengar dari seseorang di balik pintu mengejutkan salah satu penghuni kamar tersebut.


"tuan muda"..ucap seorang pelayan di rumah tersebut, mbok Darmi yang bertugas langsung membangunkan tuan muda di rumah tersebut sedari dulu hingga sekarang.


"yaa tunggu sebentar"..jawab aulia yang mendengar suara di balik pintu tersebut dan berjalan membukakan pintu, dan nampak lah mbok darmi yang berdiri..


"ada apa mbok?"..tanya aulia sopan dengan suara khas bangun tidurnya..


"sudah waktunya tuan muda bersiap-siap nona"..jawab mbok darmi sopan juga sambil menunduk kan kepalanya, lalu aulia melirik ke tempat tidur yang mana marta masih tidur dengan tenang di sana..


"biar saya saja mbok yang membangunkannya dan katakan saja apa yang akan saya siapkan untuk tuan muda"..balas aulia tersenyum sopan..


"tapi nona, tuan muda susah sekali bangunnya, takutny no.."..belum selasai mbok darmi bicara aulia sudab memotongnya..


"tidak apa-apa mbok, sekarang itu semua tugas saya, karan saya istrinya, jadi biar saya yang menyiapkan keperluannya saja"..ucap aulia yang masih tersenyum sopan sambil mengenggam tangan mbok darmi, dan itu membuat mbok darmi terkejut, lalu mencoba rilek kembali, karna ia juga sedikit tau sebab kedekatannya dengan marta dengannya jadi membuatnya sering mendengar sedikit cerita tentang aulia dari marta yang juga sering cerita cerita dengannya. Dan saat ia tau mereka berpisah ia juga ikut sedih karna keterpukulan marta saat-saat hari beratnya, namun sekarang ia sangat bahagia akhirnya tuan mudanya menemukan kembali cintanya bahkan memikahinya.


"baik lah nona"..jawab mbok darmi ikut tersenyum sopan, lalu menceritakan semua persiapan yang di butuhkan marta, sedangkan marta masih diam di tempat tidur mendengar semua rentetan kata-kata, ia tau karna ia tidak benar-benar tidur, sebab ia tidak bisa tidur nyenyak sejak semalam karna tidak bisa lepas dari memandang aulia dalam diam..


Setelah mbok darmi selesai dengan urusannya ia kembali ke bawah setelah aulia menutup pintu kembali..

__ADS_1


Aulia berjalan pelan mendekati tempat tidur di mana marta masih berbaring, ia sengaja belum bangun karna ingin melihat bagaimana aulia membangunkannya, saat aulia sudah berada di dekat tempat tidur ia meremas kedua tangannya dan membuka mulutnya dan menutup lagi hingga beberpaa kali dan marta mengintipnya hingga suara aulia terdengar juga..


"tu...tuan muda"..ucap aulia gugup, namun tidak ada tanggapan dari marta, menjawab pun tidak bahkan membuka matanya


"tuan muda"..ucap aulia kembali mencoba membangunkan marta, namun lagi-lagi belum ada jawaban dari marta..


"benar kata mbok darmi, susah sekali membangunkannya, kalo begini bisa telat aku masuk kerja nantinya, dan bisa-bisa aku lembur"..gumam-gumam kecil aulia, lalu ia mencoba membangunkan marta kembali namun hasilnya nihil..


"tuan muda"..dengan penuh tekat terserah jika marta nanti nya akan marah, aulia kembali membangukan marta dengan menggoyangkan pelan lengannya dan itu berhasil..


"hmmm.."..jawab marta sambil membuka matanya, mengerjab kan matanya seperti orang bangun tidur..


"ada apa, kenapa kau membangunkan ku, huaaa"..ucap marta kembali dan menguap dengan masih telentang di tempat tidur..


"anu,, sudah pagi tuan"..jawab aulia gugup sambil menunjuk ke luar jendela..


"saat nya bersiap-siap bekerja tuan"..jawab aulia..


"dan saya juga mau masuk kerja tuan, saya takut telat nantinya"..ucap aulia dengan tertunduk..


"emang nya kenapa kalo kau telat?".. tanya marta kembali karna melihat ketakutan istrinya ini jika ia telat datang ke kantor..


"dan lagian kenapa kau masih bekerja sih, apa kau anggap aku tidak sanggup mengasih mu uang aaah, emang berapa banyak kebutuhanmu aku sanggup memberikannya dan lagian itu kantor juga punya ku"..ucap marta yang mulai meninggikan suaranya, dan itu membuat aulia memundurkan langkahnya karna melihat kemarahan marta dengan masih tertunduk..


"saya bisa di pecat tu..tuan"..ucap aulia lirih..

__ADS_1


"bukan maksud saya menuduh tuan tidak bisa memberi saya uang, tapi ada keluarga saya yang saya bantu tuan dengan hasik kerja saya, dan saya sangat tau itu perusahaan tu..tuan"..ucap aulia yang semangkin melemah menahan isakannya karna ucapan marta terhadapnya dan kemarahannya, sambil menghapus air matanya ia masih tertunduk, dan seketika marta merasa bersalah atas yang di ucapkannya dan kebodohannya karna kemarahannya sendiri.


Lalu ia segera berdiri dan hendak mendekati aulia, namun aulia kembali melangkah mundur, dan itu membuatnya semangkin frustasi..


"tuan, apa aku sudah boleh pergi bekerja setelah tuan selesai bersiap-siap?"..tanya aulia kembali menengadah setelah ia menghapus air matanya, berharap marta mengizinkannya..


"baik lah, kau boleh bekerja"..ucap marta mengalah karna tidak ingin aulia tertekan dengan keinginannya aulia tetap di rumah..


"tidak perlu menyiapkan keprluanku, biar aku sendiri kau bersiap-siap lah dulu"..ucap marta kembali..


"baik tuan"..balas aulia lalu berlalu ke kamar mandi san bersiap-siap..


Lalu setelah aulia keluar dari kamar mandi marta masuk juga mau bersiap-siap pergi bekerja, sebenarnya ia tidak mau masuk kantor hari ini karna mau menghabiskan waktu dengan istrinya, namun istrinya sendiri pergi bekerja, jadi mau tidak mau ia juga harus pergi ke kantor, walau karyawan di kantor tidak ada yang tau tentang mereka kecuali Joe dan Ana saja.


Saat marta masih di ruang ganti, mbok darmi datang membawakan mengatakan sarapan sudah siap, dan aulia pun menunggu marta keluar untuk sarapan bersama..


Tak lama marta keluar sudah rapi, aulia mendekat dan mengatakan sarapan mereka sudah siap, lalu mereka keluar kamar di ikuti aulia di belakang.


Di meja makan sudah ada mama dan anaya..


Marta dan aulia duduk setelah aulia menyapa mama dan anaya yang hanya di balas lirikan tidak suka yang di artikan sendiri oleh aulia, sedangkan ia tidak tau jika itu rencana suaminya.


"pagi ma, pagi anaya"..ucap aulia sedikit tau siapa dua wanita di depannya tersebut karna sudah di beritahu mbok darmi saat mereka bicara tadi..


Namun yang di sapa hanya menjawab dengan lirikan tidak suka, marta hanya diam.

__ADS_1


Mereka berdua sangat cantik, dan mama masih kelihatan sangat muda walau sudah tua namun masih cantik, tapi mereka tidak suka padaku sepertinya..gumam aulia dalam hati


Sedangkan mama dan anaya hanya berpura-pura tidak suka yang mana aslinya mereka sangat menyayangi aulia namun karna ide gila putranya ia terpaksa melakukan semua itu, ntah apa tujuannya ia juga kurang tau yang jelas ia hanya mengikuti rencana anaknya tersebut.


__ADS_2