
Hooeek...hooeeek..aulia terus menerus muntah, masih belum ada tanda mau berhenti, ia mengeluarkan semua makanan yang ia makan tadi, wajahnya sudah pucat, dan tubuhnya sudah lemas.
Namun ia masih terus muntah, dan ana terus memijat tengkuknya, san tony menunggu di luar toilet dengan sangat cemas.
"bagaimana jika aulia sampai sakit, ah seharusnya aku tidak menganggunya tadi, bisa-bisa my beby ana marah besar padaku, dan ngamuk-ngamuk hii seram"..tony merasa merinding dengan ucapannya sendiri pasal ana, karna wanita yang ia sukai itu jika marah sangat menyeramkan, namun walau ana begitu ia tetap menyukai ana, karna ada kebaikan ana yang tak ada di orang lain.
Namun kisah cinta tony tak jauh tragis, ia mencintai sendiri dan dalam diam. Yaa tony sudah menyukai ana sejak awal ana bergabung bekerja dengan perusahaan wijaya, yang langsung satu divisi dengan tony, ana yang juga ramah ke semua orang membuat tony jantuh cinta namun tak mampu mengungkap kannya.
Tony sengaja mendekati aulia hanya untuk melihat reaksi ana, apa kah ana akan cemburu atau biasa saja, namun sampai sekarang yang terlihat ana biasa saja, namun ia tak mau menyerah dan terus berusaha.
Tak berapa lama aulia dan ana keluar, aulia sudah lemah karna memuntahkan semua makanan yang ia makan. Tony yang melihat mereka keluar langsung menghampiri.
"aulia, maafkan aku, aku sungguh menyesal, seharusnya aku tidak mengajakmu berbicara, maafkan aku ana"..ucap tony panik yang melihat kondisi aulia sangat lemah dan pucat.
"sudah ku peringati kau, tapi tidak kau dengar, dan lihat aulia sekarang"..ucap ana marah pasa tony.
"maafkan aku, aku sungguh menyesal"..ucap tony kembali dengan wajah mengiba dan ana hanya mendegus kesal menanggapinya.
Aulia tersenyum tipis, guna menenangkan kecemasan tony..
"aku tidak apa-apa ton, sudah lah jangan berlebihan begitu"..ucap aulia tersenyum.
Lalu mereka kembali ke ruang kerja karna waktu istirahat untuk makan siang sudah habis, dan sudah saatnya semuanya kembali melakukan pekerjaan masing-masing.
Aulia yang masih lemah, mau tidak mau juga harus bekerja, walaupun sekarang ia sudah menjadi istri pemilik perusahaan tersebut, namun ia tidak mau menyalah gunakan posisinya, dan juga karna tidak ada yang tau ia istrinya presdir perusahaan tersebut kecuali joe dan ana juga rekan bisnisnua. Namun kabar menikahnya marta sudah tersebar kemana-mana, akan tetapi tidak ada yang tau jelas seperti apa sosok istrinya tersebut, karna marta tak mengizinkan satu pun media menyorot pernikahannya, terutama istrinya karna ia tak ingin banyak laki-laki lain yang melirik aulia nantinya. Padahal kan di perusahaan juga banyak laki-laki namun apa boleh buat, ia hanya bisa pasrah karna aulia tetap ingin bekerja dan marta tak mau melarangnya yang mana akan membuat aulia nantinya merasa bosan.
*****
__ADS_1
Cahaya terang sudah berubah warna menjadi kegelapan, dan mengharuskan semua orang meninggalkan pekerjaannya, namun tidak dengan seorang wanita, ia masih betah duduk berlama-lama di tempatnya. Walaupun semua orang di ruangan tersebut sudah pulang namun tidak dengan aulia, ia lagi-lagi harus lembur karna pekerjaannya yang banyak, dan itu lagi-lagi perintah mita, kepala bagian divisinya. Walaupun mita tau aulia sedang tidak enak badan, namun ia tak merasa kasihan pada aulia karna kebenciannya yang sangat besar pada aulia.
Dan aulia pun tak pernah menolaknya atau bahkan mintak mengurangi pekerjaanya, ia slalu menerimanya dengan lapang dada, karna pekerjaan ini sangat ia butuhkan. Walau pun ia atakut marta marah padanya jika ia pulang malam, namun setidaknya ia punya alasan nantinya kenapa ia bisa sampai terlambat pulang.
Dan lagi marta memergoki aulia lembur hingga larut malam namun aulia tidak mengetahuinya.
"joe, kenapa dia lembur lagi, bukan kah dia tidak sehat?"..tanya marta pada joe melihat aulia sambil menunjuknya, yang mana mebuat joe mengikuti arah tunjuk marta.
"maaf kan saya tuan muda, saya lalai terhadap nona"..jawab joe menunduk merasa bersalah karna belum melakukan yang di ingin kan marta..
"aku ingin kau segera joe"..ucap marta tegas yang mana sudah peringatan terakhir untuk joe karna ia tidak mau aulia terus di tindas..
"baik tuan muda"..jawab joe cepat..
Marta berjalan menghampiri aulia, dan berdiri di samping aulia lalu menundukkan badannya, namuj aulia masih belum menyadarinya.
"apa yang kau lakukan jam segini?".. ucap marta tepat di samping telinga aulia, dan membuat aulia terperanjak kaget dan hampir terjungkal ke belakang, namun untung ia bisa menahannya cepat..
"tu..tuan muda"..ucap aulia terbata sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya..
"apa yang tuan muda lakukan di sini?"..tanya aulia.
"kau bukannya mintak maaf karna sudah memukulku tapi malah bertanya kenapa aku di sini"..ucap marta pura-pura marah dan menunduk merasa bersalah karna sudah berani memukul marta.
"dan ini kantorku jadi terserah aku ngapain di sini"..ucap marta enteng yang lagi-lagi malah membuat aulia semangkin menundukkan kepalanya.
"maafkan saya tuan muda, karna sudah berani memukul anda tuan"..ucap aulia menunduk.
__ADS_1
"hmm"..marta hanya menjawab singkat
"kenapa kau belum pulang jam segini dan apa ini kenapa banyak sekali yang kau kerjakan haah"..ucap marta kembali namun dengan yang sudah tinggi karna marah atas perbuatan mita yang berani-beraninya dia memberi aulia pekerjaan yang banyak.
Aulia melihat meja kerjanya yang masih banyak laporan yang harus ia kerjakan.
"maaf tuan, saya belum menyelesaikannya cepat"..jawab aulia dengan masih menunduk..
"dan maafkan saya tuan tidak bisa pilang cepat untuk menyambut anda tuan karna saya akan pulang lama"..ucap aulia kembali..
"siapa yang menyuruhmu untuk lembur haah"..ucap marta yabg masih marah.
"tidak ada tuan muda, ini atas kelambatan saya tuan mengerjakan pekerjaan saya"..ucap aulia semangkin merasa bersalah..
"kenapa kau terus-terusan mintak maaf, apa aku memintamu untuk melakukannya"..ucap marta..
"tidak tuan muda"..jawab aulia..
"sebaiknya kita pulang"..ucap marta kembali
"tapi tuan, pekerjaan saya masih banyak, jika tidak selesai sekarang.."ucap aulia menolak keinginan marta untuk mengajaknya pulang, namun belum sempat ia menyelasaikan ucapannya marta langsubg memotongnya.
"kenapa emangnya jika masih banyak?"..tanya marta pura-pura tidak tau apa yang akan terjadi pasa aulia jika ia tidak segera menyelasaikan pekerjaan nya.
"aah tidak ada tuan"..jawab aulia cepat karna tidak mau marta mengetahui jika ia sering kena marah.
"jadi sebaiknya kita pulang sekarang"..ucap marta lalu mengandeng tangan aulia tanpa sadar, yang mana membuat aulia terkejut dan marta menyadarinya juga lalu langsung melepaskan tangan aulia kembali, dan berjalan cepat yang mana di ikuti aulia dengan langkah cepat pula.
__ADS_1
"joe, kau urus semuanya dan harus lakukan secepatnya, aku sudah muak dengan semua ini"..ucap marta tegas yang hanya di mengerti joe saja.
"baik tuan muda"..jawab joe cepat, lalu mereka pulang.