Kisah Rumit Si Aulia

Kisah Rumit Si Aulia
19


__ADS_3

Di tempat lain seseorang sedang cemas karna menunggu kepulangan sesorang yang mana ia tinggal pulang lebih dulu tadi sorenya..


"lia,,kamu di mana sih kenapa jam seginu belum pulang juga, hp kamu juga kenapa ngak aktif sih"..dengan cemas ana terus menghubungi aulia, namun hpnya tidak aktif.


"yaa tuhan, jaga lah slalu aulia lindungilah slalu ia"..ana terus berdoa dan menanti aulia hingga larut malam dan kantuknya tiba, namun yang di tunggu tidak kunjung pulang, hingga akhirnya ia terlelap karna sudah sangat mengantuk namun masih dengan hati cemas.


*****


"haaaa...."..pagi-pagi sekali aulia terbangun, dan saat ia membuka mata ia nampak asing dengan tempat nya lalu melihat sekeliling tidak ada seorang pun selain dirinya.


"kenapa aku ada di sini, dan di mana ini, aah tunggu baju siapa ini, semalam aku tidak memakainya"..berfikir-fikir keras mengingat apa yang terjadi semalam, lalu seketika ia mengingat seseorang..


"aah iya bukan kah aku semalam pulang bersamanya, lalu apa ini, kenapa..."fikiran aulia sudah melayang ke mana-mana hingga ia kembali sadar dengan pakaian yang ia pakai..


"apa semalam kami..."..saat aulia masih berusaha mengingat apa yang terjadi semalam ia mendengar bunyi air di kamar mandi..


"apa jangan-jangan kami semalam..haaaa"..aulia bertirak kuat hingga seseorang yang berada di kamar mandi tersebut secepatnya segera keluar kamar mandi untuk melihat aulia yang berteriak, takut terjadi apa-apa dengan aulia, hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya dan rambut yang masih basah..


"ada apa, kenapa berteriak, apa ada yang sakit, di bagian mana?"..tanya marta bertubi-tubi dengan nada cemas saat melihat aulia yang masih terduduk di tempat tidur dan menghampirinya, lalu mengusap kepala aulia pelan..


"katakan kepada ku kenapa kamu berteriak hmm, apa kamu mimpi buruk?"..tanya marta kembali dengan nada yang masih cemas sambil mengenggam kedua tangan aulia erat dan lupa akan rencananya sesaat..


"tidak tidak mungkin"..dengan wajah panik aulia ia melihat marta yang hanya menggunakan handuk yang mana memperlihatkan nya seperti baru selesai mandi.."apa jangan-jangan.."..aulia menutup mulutnya dengan kedua tangan nya yang meresa terkejut dengan pikiran nya sendiri.

__ADS_1


"apa semalam kita...?"..tanya aulia akhirnya yang tidak bisa berpikiran lain dan marta yang awal nya tidak mengerti dengan pertanyaan aulia diam sesaat, dan saat melihat wajah panik aulia ia tersadar dan tau maksud pertanyaan aulia.


"ia.."..hanya jawaban singkat marta itu sudah bisa membuat aulia terkulai lemas..


"mana mungkin, itu tidak benarkan,,bahkan aku tidak tau"..balas aulia panik yang masih belum percaya dengan jawaban marta..


"tentu saja itu benar, bahkan kau yang menggodaku duluan semalam, apa kau benar-benar tidak ingat..?"..jelas marta kembali dan tersenyum miring melihat kepanikan aulia yang mana tidak terjadi apa pun yang ada di pikiran aulia, namun jika bukan begini ia mungkin akan kehilangan aulia untuk kedua kalianya, dan ia tidak mau itu terjadi..


"ck..bagaimana bisa kau lupa, mangkanya tidurmu jangan seperti kebo"..tawa marta pecah saat mengingat bagaimana nyenyak nya tidur aulia semalam..


"heiii..jangan sembarangan, aku bukan kebo"..kesal dengan yang katakan marta bahwa ia seperti kebo.


"aku harus pergi, mana baju ku?"..tanya aulia yang tidak melihat keberadaan bajunya satu pun dengan nada yang masih kesal. Mendengar aulia yang ingin pulang seketika marta berhenti tertawa dan kembali berwajah datar.


"aku mau pulang, dimana bajuku"..tanya aulia kembali saat marta mendekatinya dan membantu mengangkat kain yang ia gunakan..


"kau bisa terjatuh jika melilitkan kain sebesar ini kebadan mu yang kecil ini"..tanpa mempedulikan pertanyaan aulia. Dan aulia yang merasa pertanyaan nya di abaikan ia kembali bertanya..


"pakaian ku dimana aah"..teriak aulia yang sedikit kesal karna belum menemukan pakaian nya dengan wajah yang masih panik.


Dan saat marta mendengar teriakan aulia, ia menatap aulia lama, hingga yang di tatap merasa gugup dan risih, namun marta tak memepedulikan itu, malah membuat nya senang, lalu ia berjalan ke sofa dan duduk..


"sebelum kau pergi aku ingin mengatakan sesuatu"..dengan wajah yang sudah kembali seperti biasa ia mengutarakan niatnya pada aulia yang masih diam. Dan melihat aulia yang tidak ingin menjawab nya ia kembali bicara dengan masih menatap aulia..

__ADS_1


"karna aku bos mu, dan aku tidak mau di katakan bos yang buruk tidak bertanggung jawab, maka aku akan bertanggung jawab.."..ucapan marta yang berhasil membuat aulia menatap nya dengan terkejut namun tidak mengerti dengan ucapan pria di hadapan nya ini


"maksud nya"..tanya aulia bingung, dan marta yang melihat kebingungan aulia tersebut tersenyum miring..


"aku akan menikahimu dan bertanggung jawab atas yang sudah terjadi semalam"..jawab marta enteng, dan aulia yang mendengar semangkin terkejut dan mata nya membulat terbelalak dengan keinginan marta..


"ti..tidak perlu, kau tak ha..harus bertanggung jawab, tidak akan terjadi apa-apa"..jawab aulia dengan sedikit gemetar atas yang di ucap kan marta tadi..


"lagian ti..tidak ada yang tau bukan tentang i..ini"..ucap aulia kembali dengan takut yang mengendarkan penglihatan nya ke sekeliling ruanagan yang mana hanya ada dia dan marta, karna ia takut ini hanya keinginan balas dendam marta kepadanya dan ia tidak mau terjebak dalam pernikahan yang mana ada rasa benci di dalamnya, walau pun ia masih sangat mencintai marta namun ia tidak tau dengan marta, yang ia lihat hanya kebencian yang di perlihatkan marta kepadanya.


Namun jawaban aulia membuat rahang marta menegang yang menandakan marta sangat marah dengan ucapan wanita di depan nya ini..


"keputusan ku sudah bulat, dan kita akan menikah minggu depan"..ucap marta dingin yang membuat aulia kembali menatapnya..


"ta.."..belum sempat aulia menyelesaikan ucapannya marta sudah kembali bicara memotong ucapannya..


"tidak ada bantahan, aku bos mu sekarang, jangan kau anggap dulu kita pernah ada hubungan aku akan menerima ucapan mu"..dan itu berhasil membungkam mulut aulia, walau sakit ia harus mengatakannya agar aulia tidak lagi berusaha untuk menolak rencananya.


Dengan wajah tertunduk dan air yang sudah menetes aulia hanya diam, ucapan marta sangat menyakitkan baginya, namun apa daya sekarang posisi mereka tak jauh hanya sekedar karyawan dan bos saja..


"baik"..ucap aulia lirih akhirnya menerima tawaran marta. Dan marta yang mendengar aulia sudah menerima tawarannya ia melihat aulia yang tertunduk dan menghapus air martanya kasar namun seketika ia melihat marta yang masih duduk..


"apa aku boleh mengajukan syarat..?"..tanya aulia ragu jika marta menolak syarat nya..

__ADS_1


__ADS_2