
"iya orang lama"..jawab marta sambil masih menyandarkan punggungnya..
"wanita yang bisa membuatku sadar arti cinta sebenarnya dan wanita yang membuatku gila selama lima tahun ini karna kehilangannya"..ucap marta yang membuat mama dan adiknya terkejut.
"gadis polosmu itu?"..tanya mamanya sambil menutup mulut dengan kedua tanganya, yang ikut merasakan kebahagian putranya tersebut, karna ia juga sudah lama menyukai gadis itu, dan sangat ingin bertemu dengan gadis itu yang ia tau baru dari cerita marta seperti apa gadis itu, hingga ia sangat penasaran seperti apa gadis yang sudah merubah putranya tersebut.
Dan marta tersenyum senang.."iya maa, aku bertemu dengan nya kemaren di kantor dan senang nya lagi dia bekerja untukku"..jelas marta kembali hingga ia tertawa dengan yang ia ucapkan itu
"bagaimana bisa dia bekerja di sini, bukan kah dia di kota A?"..tanya mamanya kembali yang masih belum percaya. Dan marta pun menjelaskan semuanya dari ia memilih pisah hingga rencana yang akan di lakukan nya nanti..
mama menghela nafas ringan.."haaah...bagaimana ia bisa berfikir begitu, bukanya ia tau kau sangat mencintai nya, apa ia tidak tau jika kita sudah sangat mencintai seseorang maka kita bisa melakukan apa saja demi dirinya"..ucap mama merasa alasan aulia bukan pilihan yang tepat. Karna ia juga bukan orang yang membeda-bedakan kedudukan, baginya jika anak-anaknya bahagia dan bisa berpengaruh positif maka ia akan merestuinya, dan itu berlaku untuk semua anaknya terutama marta karna sudah jauh berubah sejak kenal dengan aulia, yang dulu ia sering keluyuran tidak jelas, namun sejak ia berpacaran dengan aulia ia jadi sering di rumah dan kumpul dengan keluarga, dan anaya hanya menganguk-nganguk saja mendengar penjelasan marta.
"apa kalian mau membantuku menjalankan rencana ku ini?"..tanya marta sambil melirik kanan kiri ke dua orang tersebut yang mana ia di hampit oleh mama dan anaya. Lalu mama dan anaya saling lirik dan menganguk kuat..
"oke, aku akan bantu kakak, tapi bagaimana jika nanti ia membenci kami juga karna melakukan ini padanya kak?"..tanya anaya yang tidak mau di benci oleh aulia karna melakukan yang kakaknya suruh..
"iyaa, mama ngak tega apa lagi nanti jika ia sampai menangis karna mama?"..balas mama yang ikut resah dengan rencana anaknya tersebut..
"tidak mungkin, kalian tenang saja dia bukan tipe wanita yang sepeti itu, bahkan orang lain yang menghinannya saja tidak ia masukkan dalam hati aoa lagi mama dan anaya"..ucap marta menenang kan
__ADS_1
"jika dia benar-benar masih mencintai ku ia akan bertahan"..
"bagaimana kakak tau, Gr sekali kamu kak"..anaya
"buktinya alasan utama ia meninggalkan ku sebenarnya bukan karna ia sakit hati pada ku atas apa yang aku lakukan padanya dulu bukan tapi karna perbedaan status, dan itu sudah cukup buat ku sangat sadar bahwa aku tidak salah pilih untuk kali ini dan membuat ku sangat menyesal"..lirih marta sambil tersenyum kecut sadar atas apa yang ia lakukan di masa lalu..
"baiklah kami akan membantu mu, jadi jelas kan semuanya apa yang harus kami lakukan?"..ucap mamanya yang menyetujui rencananya marta, lalu marta menjelaskan semuanya pada mereka dan mereka berdua..
*****
Satu minggu sudah berlalu, dan tiba lah hari yang di tunggu-tunggu sebagian banyak orang termasuk marta, namun hari yang menyedihkan buat aulia, hari di mana ia akan menyandang status keluarga wijaya..
Yaa, hari ini ia dan marta akan menikah, sangat membahagiakan untuk marta karna akhirnya bisa kembali bersama orang yang ia sayangi bahkan menikahinya, namun tidak untuk aulia, terasa sangat menyedihkan untuknya menikahi pria yang di cintainya karna sebuah kesalahan bukan karna sama-sama kemauan keduanya, sangat hina baginya cara ini walau pun ia tak pernah mengingin kan kesalahan ini terjadi. Walau pun ia senang bisa menikah dengan marta namun dengan sikap marta yang sekarang terhadapnya yang tidak tau arti di balik sikapnya itu membuat hatinya pedih, kerna menganggap marta menikahinya hanya karna semata-mata ingin tanggung jawab ke padanya, yang mana adalah rencana pria itu sendiri untuk mengikatnya agar tidak hilang lagi dari hidupnya.
Aulia hanya bisa pasrah saat semuanya mengatakan sah dan bertepuk ria serta memberi selamat kepada mereka atas pernikahan mereka..
Tidak banyak yang tau, karna pernikahan di gelar sederhana dan hanya di hadiri keluarga inti dan teman terdekat saja, termasuk keluarga aulia yang sengaja di bawa marta dari kita A ke kota B tersebut untuk menghadiri dan merestui pernikahan mereka yang aulia sendiri tau setelah keluarga nya menghampirinya.
"ayah, ibu kalian di sini?"..tanya aulia terkejut yang melihat ayah dan ibunya berada di sana dan mendekatinya.
__ADS_1
"kalian kenapa bisa sampai di sini?"..tanya aulia yang masih terkejut..
"anak nakal, mau nikah tidak bilang-bilang"..ucap ibunya sambil memukul pelan bahu aulia, yang hanya di balas senyum kikuk aulia, lalu tersenyum kembali dan memeluknya.."untung nak marta datang memberitahu dan menjemput kami jika tidak kami mungkin tidak akan tau kamu menikah hari ini"..ucap ibu yang pura-pura marah dan melirik marta yang tersenyum ke arah mereka, lalu aulia melirik marta yang masih tersenyum..
"kau yang mengatakannya?"..tanya aulia sambil berbisik ke telinga marta dengan mata yang memandang kedua orang tuanya..
"iya"..jawab singkat marta..
"kenapa aku tidak tau?"..tanya aulia kembali yang masih berbisik dan hanya di balas gerakan bahu naik keatas oleh marta..
"semoga kamu bahagia slalu sayang, maaf ibu tidak bisa kasih apa-apa"..ucap ibu setelah melepas pelukannya yang sudah meneteskan air matanya.."ibu menyayangi mu nak"..ucap ibu sendu, ayah memeluk bahu ibu dan ikuk menangis bahagia atas pernikahan putri bungsunya tersebut, dan marta yang melihat kebahagia an itu pun ikut bahagia..
"ayah dan ibu hanya berdua ke sini?"..tanya aulia yang tidak melihat ketiga kakaknya di sana..
"iya, kakak-kakak mu tidak bisa hadir karna ada urusan mendadak"..jawab ayah menjelaskan pada aulia jika ketiga kakaknya tidak bisa hadir di hari membahagiakan ini..
"nak marta terima kasih sudah mau menikahi putri kami, saya sangat bersukyur anda bisa menerima kekurangannya, saya mohon jagalah dia sebaik mungkin"..ucap ayah tersenyum sendu menatap marta dan aulia..
"saya yang seharus nya berterima kasih ayah, karna sudah memberikan saya wanita sebaik aulia"..ucap marta tersenyum yang melirik aulia lalu ayah..
__ADS_1
"dan ayah tenang saja, saya akan menjaganya sepenuh jiwa dan raga saya, apa pun akan saya lakukan untuknya"..tegas marta lagi, dan aulia yang mendengar itu pun hanya tersenyum, namun ia tidak tau arti senyumnya itu yang jelas ia hanya ingin tersenyum mendengar ucapan pria yang sudah menjadi suaminya itu..