
Satu minggu sudah berlalu sejak aulia minta marta memberinya waktu untuk menjawab dari pertanyaan nya, marta sangat senang hari yang di tunggu tunggu nya sudah tiba. Tentu siapa yang tidak senang akhirnya kita bisa bersama dengan orang yang kita sayang. Namun tidak bagi aulia, ia masih bingung dengan dirinya, yang mana ia belum bisa memberi kepastian untuk marta atas pertanyaan nya. Karna selama ini ia hanya merasakan nyaman atas nama berteman dulu belum ada rasa lebih. Dan marta yang sudah tidak sabar atas keputusan aulia, ia mengirim pesan untuk bertanya kembali atas jawaban aulia.
Yaa walau pun hanya lewat pesan, tapi apa daya nya yang aulia tidak mau berhicara langsung dengan nya, bukan tidak mau hanya tidak ingin jika ada yang melihat mereka bicara ada gosip yang tidak tidak tentang mereka yang bahkan ia sendiri masih bingung untuk menjawab nya. Jangan kan untuk bertemu menelpon saja aulia tidak ingin yang alasan nya tetap sama, yang tidak mau di ganggu dengan panggilan panggilan apa lagi hanya soal yang kurang penting baginya.
marta : "lia, bagaimana dengan jawabannya"?,,tanpa terlebih dulu basa basi marta langsung menanyakan soal jawabana dari pertanyaan nya satu minggu lalu
aulia : "jawaban apa!",,yaa lia lupa dengan pertanyaan yang di sampai kan marta satu minggu lalu dan dengan polosnya ia bertanya kembali
marta : "itu yang aku tanya kan minggu lalu"
aulia : "yang mana marta gue lupa, kan pertnayaan lo ngak satu atau dua"
marta : "yang aku tanya soal kamu mau ngak jadi pacar aku itu lia.."dan marta dengan sabarnya memberi tau pertanyaan nya yang satu minggu lalu itu ke aulia
marta : "bukan kah kamu minta waktu satu minggu ke aku untuk nentuin keputusan mu lia, dan ini udah satu minggu"
marta : "lalu jawaban nya apa lia?"marta masih sabar menjelas kan atas pertanyaan nya minggu lalu ke aulia
aulia : "oh..yang itu"
aulia : "marta, gue masih bingung sama jawaban gue, gue mintak waktu lagi yaa!"
marta : "berapa lama lagi lia dan jangan bilang satu minggu lagi aku ngak mau lia"
aulia : "ngak lama kok besok gue jawab"
aulia : "gue ngak mau keputusan gue nanti salah, jadi gue mintak waktu satu hari lagi yaa"
__ADS_1
marta : "oke, aku tunggu besok lia"
aulia : "makasih ta lo udah ngertiin gue"
marta : "ngak papa lia🙂"
Ke esok kan harinya di sekolah, aulia sesampai di sekolah ia langsung masuk kelas yang mana kelasnya udah pada ribut terutama aji dan yulia, ntah apa yang membuat membuat mereka berdua paling ribut yang mana aji pegangi tangan yulia yang sedang menjambak rambutnya aji. Murid lain nya hanya bisa tertawa dengan melihat tingkah mereka dan tidak ambil pusing lagi karna mereka memang sudah sering berantam hanya karna hal hal sepele yang aji sering mengatakan yulia bocil karna badan yulia yang emang pendek tapi memiliki badan yang cukup berisi. Dan aulia juga hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua.
"yulia,, dasar cewek pendek sakit tau rambut gue" kata aji
"gue ngak peduli, mau sakit mau apa pala lo sekalian botak pun gue ngak peduli, ngapain lo bilang gue pendek"
"yee kan emang lo pendek yul, semua orang juga tau lo pendek, udah ya jambak rambut gue,lihat tuh udah banyak rontok berserakan di lantai yul",,bela aji yang mana ucapannya emang benar yulia itu pendek
"huus,,sekali lagi lo bilang gue pendek gue botakin rambut lo",,yulia mendengus kesal dan akhirnya melepaskan tangan nya dari rambut aji
Bel istirahat berbunyi dan semua nya tampak senang tak ter kecuali aulia. tiba tiba tika bertanya tentang hubungan nya dengan marta.
"Lia, gimana hubungan lo sama marta udah jadian belum?",,aulia ternsenyum lalu ia menjawabnyan
"belum tik, tapi dia udah nembak gue satu minggu yang lewat, cuman gue mintak waktu buat jawab, karna gue takut salah ambil keputusan tik",,kata tika dengan datarnya.
"kenapa lia?",,tanya tika
"gue masih bingung tik, gue emang nyaman sama dia tapi baru sekedar teman belum bisa lebih",,jawab aulia
"haaah,,bingung apa lagi lia, lo coba aja terima dan bukak hati lo buat dia, mana tau emang jodoh lo dan kalo ngak cocok kan ngak harus di paksa bisa di bicarakan nanti nya",,kata tika. Di antara teman aulia yang lainnya emang hanya tika yang bisa lebih dewasa menyikapi masalah.
__ADS_1
aulia menghela nafas ringan mencoba untuk menenang kan fikirannya "iyaa deh nanti gue coba dulu" kata aulia
"nah gitu dong" kata tika
Dan akhirnya mereka kembali masuk kelas setelah bel masuk tanda waktu istirahat berbunyi sampai mereka pulang sekolah.
Saat ini aulia udah di rumah dan sudah berganti pakaian. Ia henda tidur siang namun hp nya berbunyi tanda pesan dari marta
marta : "lia, apa udah sampai rumah?",,tanya marta
aulia : "sudah, nih baru siap ganti pakaian"
tanpa menunggu lagi marta langsung bertanya soal yang semalam
marta : "lia, jadi gimana jawaban semalam nya?"
aulia menghela nafas berat sebelum ia menjawab
aulia : "hmm gue mau marta"
di seberang sana marta yang mendapat jawaban itu dari aulia langsung senang dan langsung membalas pesannya kembali
marta : "aku janji lia aku ngak akan nyakitin hati kamu ngak akan buat kamu sedih"
Marta menjawab dengan sangat senang sedangkan aulia ia merasa kasihan dengan marta yang sangat senang dengan keputusan nya itu, tapi tidak dengan aulia yang sebenanrnya ia masih bingung dengan perasaan nya. Dan ia menerima karna ia mau mencoba bukak hati nya untuk laki laki lebih dari sebatas teman.
Sebenarnya ia dulu pernah suka sama laki laki yang tak lain kakak kelasnya sendiri namun ia menyukai dalam diam dan tak pernah mengungkap kan nya hingga akhirnya perasaan yang awal nya sangat besar menghilang secara perlahan karnan tak terbalas kan. Sebenarnya bukan salah laki laki itu juga karna aulia memyembunyikan perasaan nya ke pada laki laki itu, dan ia emang tak berniat untuk mengungkap kan perasaan nya terlebih dulu karna gensi nya yang cukup tinggi hingga akhirnya rasa itu hilang dan ia memilih menutup hati nya
__ADS_1