Kreatif Novel (Kumpulan Novel)

Kreatif Novel (Kumpulan Novel)
Zem Love Story


__ADS_3

“Ketika mencintai seseorang haruslah diungkapkan bukan hanya dipendam dalam diam, karena seorang wanita itu tidak akan bersedia selamanya digantung.” Duduk di kantin saat istirahat Rahmad terbiasa menasehati Rain tentang perkata cinta, pria asal Jerman itu sudah lama memendam rasa tapi salah satu penulis sekaligus marketing dalam perusahaan tempat mereka bekerja.


“Kak Rahmad, berhentilah terus beromantis. Aku bukan orang seperti itu, lagi pula aku sama Fira itu hanya berteman. Aku tidak mungkin bersaing dengan Jin Chin Ho, Oppa Chin Ho itu jauh lebih segalanya.” Shiou Rain mengaduk-ngaduk mie kuah di depannya. Seperti biasa setelah jam istirahat, Rain dan Rahmat pergi ke kantin untuk makan siang.


Rahmad mengangguk.”Benar, dia memiliki banyak sekali kelebihan, termasuk kelebihan omong kosong.”


Shiou Rain tersenyum kecil mendengarnya, Manajer Marketing itu memang selalu ceplas-ceplos bahkan tidak pernah takut kalau seandainya Jin Chin Ho mendengarnya.”Kak Rahmad, jangan bicara seperti itu. Nanti kalau Oppa dengar, kakak akan mendapat masalah.”


“Hais, untuk apa juga peduli. Palingan juga hanya akan dikatain goblok, paling parah juga ditendang dari ZEM entertainment,” balas Rahmad mengejek, sudah menjadi kebiasaan seorang Jin Chin Ho mengatai setiap orang yang tidak sesuai dengan pendapatnya GOBLOK seakan itu adalah mantra ajaib pemikat musuh untuk datang menyerang.


Seorang pria bersurai pirang, berkulit putih bersih, iris mata hitam berjalan angkuh melawati para pegawai. Di belakangnya ada Ryu Shi, seorang gadis yang sangat tergila-gila dengan pria tersebut, Hwang Yuu Ji membawa tongkat panjang seperti pengawal yang siap menghajar siapapun yang berani mengganggu pimpinan ZEM. Ada juga Sarah Lee, Jang Hyeri seorang gadis sangat suka mengatakan kalau dirinya adalah kekasih Jin Chin Ho.


“Boss Jin, kita akan duduk dimana?” tanya Yu Ji memperhatikan tempat duduk penuh, kadang heran juga kenapa manusia satu ini tidak pergi saja ke kantin khusus direktur.


Jin Chin Ho memperhatikan tempat duduk, semua hampir penuh kecuali di depan Shiou Rain dan Rahmad. Hanya saja, kenapa tidak ada Firanda Firdaus? Biasanya wanita itu akan selalu ada dimanapun Rain berada, tidak lupa dengan Hamasaki Rin yang selalu menyebut dirinya sebagai Suami, Inarida suka memanggil dirinya sebagai calon dari Ayahnya.


Derap langkah kaki terdengar di telinga pria asal Korea Selatan, ia menoleh kebelakang ternyata itu adalah Fira bersama yang lain, baru juga dibicarakan wanita cerewet itu sudah muncul.


“Kak Fira, bagaimana persiapan untuk acara besok?” tanya Akiramenai, pria asal Jepang yang selalu ramah pada siapapun.


“Semua beres, tinggal mulai saja,” jawab Fira dengan senyum mengembang di bibirnya.


Jin Chin Ho sangat penasaran tentang acara yang mereka sebutkan tersebut, seingatnya ZEM tidak sedang merencanakan acara apapun.


“Sudah, kalian semua tidak perlu khawatir, kak Rin pasti akan membuat semua jadi beres, benar bukan Kak Rin?” timpal Inarida memeluk bahu gadis asal Jepang tersebut.

__ADS_1


“Tentu saja, semua akan beres kalau di tanganku.”Hamasaki Rin tersenyum bangga, keempat orang tersebut berjalan melewati Jin Chin Ho in the geng.


Jin Chin Ho sangat penasaran, dia pun berjalan menghampiri gadis delapan belas tahun tersebut, ia menarik salah satu kursi lalu duduk di sampingnya.”Fira, kalian ingin membuat acara apa? Kenapa tidak mengatakan apapun padaku? Bagaimanapun juga aku adalah Boss di ZEM.”


Rahmad dan Rain diam-diam memperhatikan pria asal Korea Selatan tersebut, kenapa perasaan selalu saja kepo kalau urusan Fira.


Inarida mengambil tempat duduk di samping kiri Chin Ho dan Hamasaki Rin menggeser Fira membuat pria kulit putih itu bingung."Kalian berdua mau apaa?" Kesal dan jengkel.


"Suamiku, aku akan menceritakan padamu. Tenang saja," kata Rin meraih lengan Chin Ho dan memeluknya erat.


"Kak Chin Ho, adalah calon ayah dari anak-anak ku. Kak Rin ngalah saja, kak Rin sama Sinchan saja."Inarida tidak mau kalah, dia meraih lengan yang satunya dan memeluknya erat.


Fira, Rahmad, Akiramenai dan Rain berasa melihat derama rumah tangga dengan judul berebut cinta suami.


Sarah Lee, Ryu Shi, Hwang Yu Jin serta Jang Hyeri tercengang melihat ketua mereka diperebutkan seperti itu.


Gubrak…


Tidak siap dengan segala serangan, tidak mampu mempertahankan diri saat gadis itu menariknya kebelakang.


Hahaha…


Gelak tawa meramaikan kantin tersebut, Jin Chin Ho terjengkang kebelakang dengan gaya tidak elit, kepala di bawah dan kaki di stas, bibir mencium lantai.


“Ternyata seorang owner ZEM lebih suka memmberikan ciuman pada lantai daripada seorang gadis,” celetuk Fira menahan tawa.

__ADS_1


Jang Hyeri merasa sangat bersalah karena tidak sengaja membuat pria itu terjatuh dan ditertawakan. Rain dan Rahmad bangkit dari tempat duduknya lalu membantu sahabat lamanya tersebut, meski sekarang Jin Chin Ho seperti melakukan permusuhan terhadap mereka tapi dirinya tidak seperti itu.


Iris hitam tajam menatap semua yang ada dingin, membungkam seluruh tawa dari semua yang ada di kantin, mengheningkan kantin yang tadinya ramai.”Tertawa sekali lagi, angkat laki kalian semua dari sini.” Maksud hati ingin bilang angkat kaki, tapi karena terlalu emosi dan malu dia salah bicara.


Tidak ada yang berani tertawa lagi karena takut terkena tindakan tegas, Rahmad menahan tawa menutup mulut karena tidak ingin membuat pria tersebut semakin marah. Begitu juga dengan Akiramenai serta Hwang Yu Ji, meski Chin Ho sangat menyebalkan tapi mereka tetap menghormati sebagai seorang pimpinan.


Bezzzz


Dezz…


Ciutt….


Fira, Inarida dan Hamasaki Rin tidak bisa menahan tawa mendengar suara unik tersebut.


“Itu suara apa?” tanya Jin Chin Ho heran, tak lama kemudian tercium bau busuk seperti bangkai manusia.


Hoek…


“Ini kenapa ada bau busuk?!” Jin Chin Ho murka, dia langsung berlari meninggalkan kantin karena tidak tahan lagi mencium aroma tidak sedap yang merupakan gabungan dari kentut, Rain, Rahmad dan Yu Ji.


“Ahm sepertinya aku pergi saja, di sini sudah bau bangkai.” Fira ikut bangkit dari tempat duduk lalu mengejar Jin Chin Ho, mereka memang selalu ribut tapi persahabatan mereka sangat tulus.


Inarida, dan Rin menatap Rahmad dan Rain penuh selidik."Apakah kalian berdua sudah mengeluarkan gas beracun?" Tanya Rin galak.


"Rin, aku tidak sengaja. Aku tidak bisa menahan tawa, jadi aku mengeluarkan lewat jalur belakang," jelas Rahmad merasa bersalah dan takut kalau Sekertaris ZEM itu akan mengamuk.

__ADS_1


"Aku juga minta maaf, Kak Rin. Sungguh kelepasan tadi," timpal Rain juga tidak mau kalau sampai terkena amukan wanita satu itu.


__ADS_2