Kreatif Novel (Kumpulan Novel)

Kreatif Novel (Kumpulan Novel)
Capung Peri 01


__ADS_3

CAPUNG PERI


Part 1.


Suatu malam,tepatnya malam Minggu,Abang Nasir(saudara kandung) mengajak saya ikut jalan2 ke kota untuk sekedar menghilangkan penat,pergi ke kota untuk refreshing.izin suami sudah dkantongi dan 5 anakku tak lupa ikut serta,dan juga keponakanku 4orang juga ikut memeriahkan suasana malam Minggu d alun alun kota.


Sesampainya dtempat yang kami tuju ,lampu gemerlap terlihat indah dan wahana bermain sudah dpenuhi anggota keluarga lainnya.kacang rebus jadi pilihan makan ringan kami,iseng kusapa nenek tua penjual kacang rebus.


Aku:nek sampean dimana alamat rumahnya?sapaku iseng sambil memakan kacang rebus.


Nenek: dari desa Sampang tambelangan nak.


Aku: degk tiba2 dada berdebar kencang saat nama desa itu disebut.nama desa yang sempat jadi rumah impian saya dulu.dengan kekasihku ''capung''(nama panggilan saya ke dia).kami sempat bermimpi mau membina rumah tangga bersama dan saya ikut kerumah dia menetap disana.bagiku mau tinggal dimana saja asal tinggal dengan kekasih itu kebahagiaan yang hakiki.tapi kita tak berjodoh krna satu hal dan Allah punya kehendak lain.


menghela nafas pelan pelan mengatur nafas biar gak kentara kalau lagi tegang dan kaget.kepala mulai panas,tangan mulai tak mampu mengupas kacang rebus lagi.seluruh badan mulai lemas untuk digerakkan.

__ADS_1


Aku: nek saya ada teman dsampang sana nek,tepatnya ddesa sampaan.kataku mulai meyakinkan nenek dan sok akrab.


Sambil membungkus kacang rebus beliau menjawab dengan santai.memangnya siapa nama temannya nak?siapa tau saya kenal.karna saya asli sampang.tanya nenek meyakinkan.


Aku:dia dulu mondok ke Mekkah nek,dan saya tidak tau dia udah pulang atau udah menikah atau sudah meninggal kataku berputus asa.kami sudah 12 tahun tidak bertemu.namanya capung eeh maksud saya namanya Muhammad nek.mohammad Azhary.


Nenek:Allah nak kalo nama Muhammad yg mondok Mekkah itu nama lora pondok pesantren dekat rumah saya nak.ini bulan depan saya ikut umroh travelnya.sambil menyodorkan kertas yang berisi promo umroh travel "Hadijah".(Hadijah nama travel ).


Tak terasa air mataku menetes deras.badanku lemas.dadaku sesak.dengan tangan gemetar kuterima selebaran kertas berwarna hijau itu.sambil menunduk dan separuh memalingkan wajah supaya tidak ketahuan kalo saya sedang menangis.langit serasa runtuh.ada apa ini ya Allah?kenapa saya dpertemukan lagi dengannya sedangkan aku sudah tidak sanggup lagi menahan gemuruh cinta n rindu didada.


*******


Malam mulai larut.seleraku untuk membeli makanan dan jalan jalan sudah hilang seketika.sesekali ku pantau saja anak anakku dan ponakanku yang sedang bermain di wahana mandi bola.1jam kemudian kami memutuskan pulang.


Di dalam mobil saya tak banyak bicara.diam dan sesekali ku seka airmataku supaya tidak ada yang tau.segala kenangan tentangnya bak film semua terputar ulang satu persatu.ternyata dia masih hidup kataku.ternyata dia ada.seperti apa dia sekarang ?menikah dengan siapa?dan punya anak berapa?apa saya sedih atau bahagia?perasaanku campur aduk.hati kecilku berkata.bukankah kau memang mencarinya dan selalu berdoa dipertemukan walau hanya jarak jauh?hati kecilku mulai memarahi tangisku.

__ADS_1


@@@@


Seperti biasa.menidurkan anak anak jadi rutinitas wajibku.memastikan dia badannya tidak panas dan sudah sikat gigi sebelum tidur.mengelus punggungnya sampai benar benar tidur pulas.setelah mereka terlelap sudah jadi kewajibanku bersih bersih kekamar mandi dan pakai wewangian.lalu ku datangi kamar suami.walaupun hatiku hancur samasekali tak ku tunjukkan perubahan itu.lirih kusapa suami yg sedang berbaring disofa lapuknya.kuraih tangannya kucium dan lirih ku tanyakan.


Aku: habiby (panggilanku pada suami) panggilku lirih,jenengan malam ini membutuhkan saya?.seraya kutidurkan pipi lembutku ke telapak tangannya.


Suami: tidak.habibaty ,tidurlah kamu.saya sedang tidak enak badan.kena hujan pas ngisi ceramah di desa Omben tadi.mau berteduh kasian jamaah sudah lama menunggu.


Aku:baik by.mau dkerokin apa butuh obat?sambil kucium lagi punggung tangannya dan ku elus elus.kucium bolak balik tangannya.seraya bangun menuju kamarku.hati kecilku berkata.dia syurgaku.dia yg Allah takdirkan jadi pemimpinku menuju Rida Allah kata hatiku berbisik.


Perlahan ku seret kakiku menuju kamarku.(dirumah kami ada banyak kamar dan kami tidur dkamar masing masing.)setelah selesai ambil wudhuk dkamar sempitku.kubuka lembaran qosidah Burdah.menjadi kebiasaan sebelum tidur jika saya tidak dibutuhkan suami,saya akan membaca qosidah Burdah sampai selesai.barulah saya tidur.


Tawassul kumulai satu-persatu menyebut asma nabi dan sahabatnya dan para guru dan keluarga besarku dan spontanitas saya juga mulai menyebut nama Muhammad /capung dalam tawassulku.saya juga bingung kenapa nama itu tiba tiba disebut?


Bacaan Burdah dmulai.tapi airmataku menetes membasahi lembar lembar kitab.dengan sesegukan aku tetap melanjutkan bacaanku.mulutku membaca lantunan Burdah sementara wajah dan segala kenangan tentang capung mulai datang lagi satu persatu.dan aku masih mencintainya.mengharap bertemu itu juga tidak mungkin.ku tangisi saja perasaan rinduku.ku tangisi saja kelemahan ku.rasanya ingin kutemui dia seperti yang dulu dan ingin ku ungkapkan bahwa aku masih mencintainya.bahwa rasaku sedikitpun tak berubah terhadapnya.

__ADS_1


Tak terasa lembar terakhir qosidah Burdah sudah hampir khatam.kuseka airmataku.ku raih selimut dan membungkus separuh badanku.lagi lagi sudah 2jam kuputar tasbih tapi tidurku belum juga terlelap.aku seperti orang bodoh menangisi dia lagi.padahal hanya dengan kabar bahwa dia masih ada.apalagi sampai bertemu apakah saya sanggup?


__ADS_2