Kreatif Novel (Kumpulan Novel)

Kreatif Novel (Kumpulan Novel)
Sayang Kamu Part IV


__ADS_3

Sayang Kamu!


"Eh Rania? Rania Ananda'kan?" Sapa satu suara yang agak asing. Aku menengok kearahnya.


"Eh kamu..." Aku berpikir keras untuk mengenali orang yang ada dihadapanku ini. Tapi semakin berpikir malah sulit untuk mengenali.


"Yaelah ini gue Ian. Masa lo lupa sama gue?"


"Oh Ian! Adlyan Amirasyid kan?!" Tanyaku bahagia setelah berhasil mengigat namanya.


"Iya. Jahat banget sih lo, Ran. Bisa-bisanya lupa sama gue" Kata Ian dengan wajah yang dibuat sedih.


"Hehe kita kan udah lama ga ketemu. Lagian lo udah berubah, jadi makin jelek! Hahaha" Ucap Rania sambil tertawa dan memegang perut untuk menahan tertawanya.


"Iya iya. Btw lo ngapain disini?" Tanya Ian heran.


"Ini rumah temen gue. Oh ya, lo mau kemana?"


"Mau ketemu pacar gue" Ucap Ian sambil membenarkan jam tangannya.


"Oh, rumah pacar lo dimana?" Tanya Rania dengan memperhatikan Ian yang leka dengan jamnya itu, 'sesayang apa sih dia sama itu jam?'.

__ADS_1


"Depan gang sana, deket kok. Lo mau ikut?" Tanya Ian dengan kembali memandang Rania.


"Gue nebeng aja" Kata Rania singkat.


"Oh yaudah yuk. Seneng banget lo masih mau nebeng gue"


"Ye biasa aja kali, Yan"


Mereka tertawa bersama, entah apa yang lucunya.


"Yuk" Kata Ian sambil menarik tangan Rania untuk digandeng.


Sreb!


"Kakak apa-apaan sih?!" Marah Rania sambil memegang tangannya yang sakit itu.


"Jadi lo pulang untuk jalan sama cecunguk ini?" Tanya Ari Marchell dengan wajah yang.. sulit ditebak.


"Hah? Apaan sih? Kak Ari ini kenapa?" Tanya Rania yang bingung dengan perlakuan Ari Marchell.


Tanpa basa-basi Ari Marchell menarik tangan Rania untuk kembali masuk ke dalam rumahnya. Ian yang melihat mereka berdua hanya bengong.

__ADS_1


"Ian! Maaf ya gue ga jadi nebeng. Lo duluan aja" Teriak Rania dari kejauhan. Ian yang mendengarnya hanya menjawab "Oke" lalu pergi.


"Lo apa-apaan sih, Kak?!" Bentar Rania dan memegang tangannya yang agak memar dikarenakan pegangan Ari Marchell yang sangat kuat.


"Lo ngapain sih pergi sama dia? Lo ga nungguin gue tapi pergi sama dia?" Tanya Ari Marchell, pelan tapi tegas. Sejujurnya Ari sudah mulai menyukai Rania, entah kapan dia menyadari semua itu.


"Emang kakak siapa?" Tanya Rania. Pelan, tapi menyakitkan.


"Oh gue bukan siapa-siapa. Harusnya gue sadar diri ya. Gue ga pantes kan suka sama lo? Ngapain sih gue nyadar kalo ternyata gue suka sama lo?" Ujar Ari dengan perasaan kecewa.


"Oke, Na. Gue ga akan ganggu lo lagi. Sekarang kalo lo mau pergi silahkan, lo bebas" Ucap Ari dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


"Apaan sih? Udah ah mending pulang aja" Ucap Rania dan langsung meninggalkan rumah itu. Tanpa sadar ada sepasang mata yang memperhatikan dirinya dengan perasaan kecewa.


'Oke gue ga akan ganggu lo lagi, Na. Gue ga akan usik hal yang berkaitan dengan lo'


Hah aku update!


Yoo gengs! Hehe. Akhirnya mimin update, yaampun menulis harus membutuhkan mood 🥺 maafkan mimin karena lama🙇🏻‍♀️


Besok mungkin mimin akan update lama, soalnya akan fokus yang diwattpad. Ayo dong kalian baca cerita mimin diwattpad. Jangan lupa dukung mimin diwattpad dengan vote, komen dan share!

__ADS_1


Bye!🥰


__ADS_2