
"Hah? Gak mau lah." Tolak gue.
"Yaelahh gapapa kali. Lagian gue pulang sama boyfriend gue. Lo kan bisa sama Kakak gue yang ga seberapa ganteng itu."
"Terus Mama gue? Nanti dia bakal nyariin gue lah." Alasan yang tepat. Lagian juga nanti kalau Mama jemput terus Gue ga ada disini kan kasian juga.
"Alah itumah gampang. Lo tinggal chat Mama lo aja!"
"Ngga ah, gue ga mau!" Tolak gue tegas.
"Yakin lo ga mau?" Duhh suara ini, bikin gue merinding.
"Bukannya ga mau. Tapi gue udah dijemput Mama, walaupun dia belum sampai!" Uh susah ya ngomong sama mereka berdua. Adek-Kakak sama aja! Sama-sama ngeselin!
Tiiiinnnn
"Hai Ina sayang, ayo pulang" Akhirnya! Mama jemput. Bisa lolos dari manusia ga jelas ini!
"Mama! Yuk Ma kita pulang. Tiya, Kak Ari, gue pulang dulu yaa! Byee!" Kata gue girang sambil malayangkan flying kiss.
"Yaudah bye, Ina!" Kata Tiya sambil melambaikan tangannya.
Pagi hari seperti biasa aku berangkat sekolah, hufft pasti ketemu dia lagi. Tapi aku bisa apa? Aku cuma bisa jalanin semua ini, digangguin mulu sama Kakel gaje. Coba aku anak Raja, sekolahnya dirumah hmm.
"Hei, Na!"
"Astaga kaget gue, Lia!" Ucapku keras. Kaget karena sapaan Lia yang yang tiba-tiba.
"Lo sih melamun mulu, masih pagi juga" Ucap Lia dengan ekspresi kesalnya.
"Gue ga melamun, Ya. Cuma lagi sedikit mikir aja hehe"
"Mikir apaan hayo! Mikirin Kak Ari kan?" Ucap Lia. Ih bisa gila aku dituduh begini mulu.
"Iya mikirin dia, lagian sih dia ganteng banget. Tergila-gila gue dibuatnya" Sebenernya sih ga gini dalam hatiku, cuma dibuat-buat biar Lia gila ini diem.
"Ekhemm"
__ADS_1
Deg!
'Astaga suara ini. Kenapa bisa kebetulan sih? Tadi dia denger ga ya? Duh gimana ini' Kataku dalam hati sambil gigit kuku jari.
"Ehh, Kak Ari. Hehe mau ketemu Raina, 'kan?" Tanya Lia sambil cengar-cengir kuda.
"Eh ngga kok, Lia. Kakak mau ketemu Lia" Kata Kak Ari sambil tersenyum manis sampai terlihat lesung pipinya.
'Manis banget...' batinku.
"E-eh, Kak Ari hehe" Niatku untuk menyapa, tapi kenapa gugup?
"Raina, Mama apa kabar?" Tanya Kak Ari dengan lembutnya.
"Kenapa nanya Mama? Btw, Mama sehat" Tanyaku heran. Kenapa nanyain Mama?
"Iseng" Jawabnya singkat.
"Ih ngeselin amat sih jadi orang. Gue kira kenapa, kok tiba-tiba nanyain kabar Mama. Ih awas aja lo ya Kak, kalo nanya lagi nggak akan gue jawab!" Semprotku. Kesel banget, bisa-bisanya dia iseng.
Lia yang hanya menonton langsung aku tarik untuk pergi dari tempat itu.
"E-eh kenapa tarik-tarik sih, Na?" Pertanyaannya aku biarkan.
"Haha sampai besok, Raina!" Kata Kak Ari. Bodo amat gue kesel!
"Rania!" Panggil Tiya sambil berlari menuju kearahku .
"Tiya? Ada apa, kok sampe lari-lari gini?" Tanyaku keheranan
"Hosh, ini gue mau kasih undangan" Katanya sambil memberi undangannya kepadaku.
"Ulang tahun?" Batinku agak heran. Tumben banget si Tiya ini ngundang aku diacaranya.
"Iya ini undangan ulang tahun dari gue, gue harap lo dateng ya!" Katanya sambil berharap.
"Hm, iya deh nanti gue sempetin dateng"
__ADS_1
"Harus dateng pokoknya!"
"Iya-iya nanti gue dateng" Jawabku sambil tersenyum.
"Yaudah gue balik kelas dulu ya, ditungguin my geng" Katanya sambil cengar-cengir kuda.
"Oke!"
"Wayo! Apaan tuh, kok gue ga punya?" Sapa Lia tiba-tiba, dan langsung merebut undangan itu dari tanganku.
"Apaan nih, gue juga gapunya" Kata Nurul yang datang bersamaan Lia.
"Harusnya kalo Ina punya, kita juga harus punya kan?" Kata Lia kepada Nurul, aku hanya memutar kedua bola mataku melihat kelakuan mereka.
"Nah iya tuh bener" Jawab Nurul mengiyakan pertanyaan Lia.
"Yaelah, ini tuh gue dapet dari Tiya adekknya Kak Ari. Dia hari minggu besok ulang tahun, masa iya kalian ga diundang?" Jelasku dengan mengambil undangan itu dari tangan Lia.
"Tapi, gue kan sering tuh diundang ke acara si Tiya, tapi kali ini gue ga diundang sedangkan lo diundang?" Tanya Nurul keheranan. Iya sih, baru kali ini aku diundang. Hm, mungkin mereka belum nerima undangan.
" Ah mungkin lo belum nerima undangan nya, Rul" Kataku, berusaha untuk berfikir positif, karena ini sangat penting ya teman-teman.
"Nurul kan rumahnya deket sama Tiya, ya harusnya duluan Nurul dong Na" Kata Lia.
Emang sih, aku juga agak heran. Secara aku ga pernah diundang. Hm, ada kemungkinan dia mau berteman dekat sama aku kan? Bisa jadi.
"Uwoo, ada udang dibalik mie!" Kata Lia tiba-tiba hingga mengagetkan aku.
"Ah jangan mikir yang nggak-nggak deh. Mungkin kan dia mau nambah temen" Kataku.
Note: Lanjutan ada dipostingan selanjutnya!
Akhirnya aku update!
Maaf ya cuma segini, dan maaf jika ceritanya makin jelek. Aku pikir ga ada yang mau baca, tapi ternyata ada, hiks aku terbaru.
Btw terimakasih yang udah mau baca dan dukung aku!😻💙
__ADS_1