Kreatif Novel (Kumpulan Novel)

Kreatif Novel (Kumpulan Novel)
Capung Peri Part 4


__ADS_3

Malam mulai larut, jarum jam menunjukkan jam 00.00. Aku masih aktif depan laptop sedang menggarap skripsiku.karena banyak yang harus direvisi.maklum sejak beberapa bulan terakhir konsentrasiku terpecah karena hati yang patah.masih belum misa move on akan kepergiannya.


Tak lupa camilan dan minuman segar berjejer rapi menemaniku.sesekali tangan tak berhenti meraihnya.supaya rasa bosan dan kantuk tak segera menggodaku untuk rebahan.karena skripsi ini harus selesai malam ini.


Hiburanku kadang sesekali masih saja tak bosan bosan mengecek Facebook dia/capung apakah online apa tidak.mesenger yang ku kirim pun banyak tapi tak ada balasan satupun dan dia tidak pernah online sudah 1tahun lamanya.hatiku mulai bertanya tanya.apakabar dia sekarang?tidak bisakah 1bulan sekali nyempetin buka hp telfon aku sebentar?atau buka FB dan balas inboxku?


"Untuk jarak yang memisah raga


Hatiku dan hatimu masih setia.


Ada rindu yang selalu datang


Biarlah doa yang saling memberi jawaban."


Aku tulis dberanda facebookku.tak lupa kutandai Facebook Capung.biar suatu saat jika dia ada kesempatan buka hp,dia akan tau kalau saya masih ada dan merindukannya.

__ADS_1


Tok tok tok,suara pintu kamarku diketuk.


aku sudah hafal.siapa lagi kali bukan ibuku gumamku dalam hati.


iya Bu,masuk!!! Pintunya tidak saya kunci.suaraku agak meninggi,supaya ibu dengar dan saya tak usah beranjak membukakan pintu.akhir akhir ini saya agak pemalas.malas pada hal hal sepele.


Ibu duduk di sampingku sambil memungut kertas kertas lusuh bekas print out skripsiku yang salah.bungkus bungkus snack juga berhamburan tak luput dari target ibu.saya melirik malu karena kamar anak gadisnya seperti kapal pecah.


Ibu: nak,tadi ada tamu penting.


teman ayahmu saat mondok dulu.anak sulungnya juga ikut.dia sudah tumbuh menjadi remaja yang ganteng dan sopan.dulu masih ingat enggak kamu sewaktu kecil sering bermain bersama?hidungnya mancung kulitnya putih.gak nyangka kalau dia akan tumbuh secakep ini.


Aku: iyakah Bu?bukankah dulu dia dekil dan cengeng?tanyaku sambil meledek.


Ibu:kalau melihat langsung pasti kamu tidak kenal,dan....(ibu agak pelan dan mengatur nafas untuk melanjutkan perkataannya).

__ADS_1


dia datang untuk melamar mu.satu Minggu lagi dia akan kembali bersama keluarga besarnya untuk meminta jawabanmu.


Menurut ibu dan ayah sepertinya dia pas untuk menjadi calon suamimu.tapi ayahmu masih mau istikhoroh katanya.dan ayahmu berpesan untuk tidak menolak dengan alasan lain lagi.


Dengan mata berkaca kaca ibu meneruskan perkataannya "tolong jangan buat kami bingung nak,sudah beberapa lamaran kamu tolak dengan alasan yang berubah rubah.mulai dari nunggu ijazah Alquran,nunggu lulus ujian alfiyah,nunggu wisuda dan sekarang mau pakai alasan apalagi?umurmu sudah makin lanjut,tak baik perempuan menikah terlambat."ibu mulai terisak.wajah tuanya mulai gelisah.jemari lusuhnya mengelap airmata dipipinya yang masih cantik.


Rasa bersalah dan sedih bercampur aduk.tersayat rasanya hatiku membuat orang tua menangis.ku tundukkan kepalaku dipangkuannya.tangisku pun pecah.dengan terbata bata mencoba menyampaikan isi hatiku yang sebenarnya.


Aku: Bu maafin saya, sebenarnya saya mencintai seseorang dan saya berjanji untuk menunggunya selama 5tahun.dengan sesegukan aku jelaskan semampuku.


tolong Bu!!!bantu memberi penjelasan pada ayah untuk tidak mendesak pertunangan ini.jika saya bertunangan artinya saya yang mengkhianati dia Bu.menghianati untuk saling setia dan menjaga hati.dia tidak main main kok bu.kami saling mencintai dan dia juga anak soleh gak akan kecewain bapak ibu.


Ibu:cinta tidak harus memiliki nak,saya dulu dengan ayahmu juga tidak pacaran dan hanya ta'aruf beberapa hari.


Ibu faham perasaanmu dan dulu ibu juga mencintai orang lain.tapi Allah tau yang terbaik untuk hambaNYA.cobalah istikhoroh minta petunjuk pada Allah.jangan mengambil keputusan berdasarkan keegoisan. tidurlah ini sudah larut malam.besok bukankah kamu kuliah pagi?

__ADS_1


Dan coba berfikir dengan logis.jika kamu terlanjur menanti selama 5tahun bagaimana jika ia tidak datang padamu dan sudah menikah dengan orang lain?jika dia serius seharusnya sebelum keberangkatannya dia mengikatmu dengan ikatan yang lebih serius.


Sambil berlalu dan menutup pintu kamarku.ibu memberi penjelasan panjang lebar yang tidak bisa saya bantah.


__ADS_2