
"Gue punya firasat lain"Kata Nurul sambil melirik kearah Lia.
"Gue juga" Kata Lia membalas tatapan Nurul.
"Heheee..." Tawa mereka berdua, tampangnya kaya preman dapat mangsa.
"Lo berdua kenapa?" Tanyaku.
"Gapapa, Na. Oh ya, mungkin emang bener si Tiya mau nambah temen.." Kata Lia sambil merangkul pundak ku.
"..atau nambah keluarga" Sambung Tiya sambil merangkulku juga
Aku? Hanya keheranan, sebenernya mereka berdua kenapa sih?
Hari ini hari minggu, dimana aku harus menghadiri acara ulang tahun Tiya.
Hmm aku agak bingung pake baju apa hari ini. Kulihat kartu undangan dari Tiya kembali, untuk melihat ada atau tidaknya dress code.
Yap, dress code nya merah. Jadi hari ini aku pake gaun merah kesayangan aku dan mamaku.
Nah selanjutnya make up. Make up natural but ribet aja deh, iya keliatannya natural tapi sebenarnya ribet. Setelah makeup aku langsung berangkat, tidak lupa pamitan sama mama.
"Ma! Ina berangkat dulu ya" Pamitku sambil mengalaminya.
"Berangkat sama siapa?". 'Oh iya, aku kan ga ada temen berangkat' Batinku sambil tepok jidat.
Mama yang melihatku hanya menggelengkan kepala. "Yaudah yuk mama anter, tapi mama gabisa nunggu. Nanti kalau mau pulang telpon mama"
"Iya deh, Ma. Yaudah yuk sekarang berangkat"
"Iya" Kata Mamaku sambil tersenyum sembari menggelengkan kepala.
__ADS_1
........
Akhirnya sampai juga!
Tanpa basa-basi aku pamitan ke Mama untuk langsung masuk kerumah Tiya.
"Ma, Ina berangkat ya" Kataku sambil menyalami Mama.
"Inget, nanti kalau mau pulang jangan lupa telpon mama. Ini jauh loh, Mama cuma takut kamu kenapa-kenapa" Kata Mama sambil mengelus rambutku.
"Iya Ma.. nanti Ina telpon kok. Ina berangkat dulu ma"
Aku keluar dari mobil dan melambaikan tangan kearah Mama, Mama membalas lambaian ku sambil tersenyum.
Aku masuk kerumah yang sangat besar itu sambil melihat sekitar. "Kok sepi?" Tanyaku sendiri.
Apa aku salah hari? Tapi bener kok. Tapi kenapa sepi banget sih?
Bruk!
"Aduh maaf, ga sengaja" Kataku.
"Ah iya gapapa" Kata manusia yang aku tabrak tadi.
"Kak Ari?"
"Ina?"
....
Duduk ditaman rumah mereka dengan hanya berdua. Ditemani suasana canggung.
__ADS_1
"Hm, lo ngapain disini?" Kak Ari membuka pembicaraan, tapi pasti dia juga heran kenapa aku bisa ada disini.
"Gue diundang Tiya, dia bilang dia ngadain acara ulang tahun" Kataku.
"Tiya? Ulang tahun dia masih 5 bulan lagi, sekarang dirumah ini ga ada yang ulang tahun" Jelas Kak Ari. Muka ku memerah karena malu.
"Udah lo gausah malu gitu. Ini salah Tiya kan, Tiya yang ngundang lo. Sekarang mendingan lo makan deh yang ada dimeja ini, entah siapa yang nyiapin semua ini" Kata dia sambil menayangkan wajah dinginnya.
"Gue mau pulang aja deh, Kak" Kataku lantas berdiri.
" Lo yakin? Baru juga dateng kan? Mending lo disini dulu, sekalian nemenin gue" Kata Kak Ari yang langsung menundukkan kepalanya, seperti orang ngantuk.
"Lo kenapa, Kak? Ngantuk atau sakit?" Tanyaku sedikit cemas. Sedikit loh ya, ga banyak.
"Gue sedikit ga enak badan, tapi gapapa sih ga seberapa ganggu juga" Kata dia lantas berpura-pura baik-baik saja.
"Istirahat aja, Kak. Gue pulang ya, takut ganggu" Kataku yang langsung bangun untuk pergi.
"Tunggu, Na!" Kata Kak Ari sambil menarik tanganku.
"Kenapa, Kak?" Bruk! Kak Ari jatuh tiba-tiba. Aku ga cukup kuat untuk nahan badan dia yang berat, tapi aku usahain agar dia ga jatuh.
"Kak bangun, Kak" Kataku cemas sambil menepuk-nepuk pipinya.
"Duh pucet banget lagi, mana gaada siapa-siapa" Kataku yang semakin cemas.
"Kamu apain anak saya?" Tanya satu suara yang asing, aku menengok kebelakang untuk melihat siapa yang agak mengagetkan ku tadi. Ah ternyata dia..
Tebak itu Ayah atau Ibu nya Ari?😅
__ADS_1
Aku update lagi yey!🥰