
Malam mulai larut,anak anak sudah tertidur pulas,begitu juga dengan suami yang memang punya kebiasaan tidur awal karena takut telat bangun tahhajjudnya katanya.
Ku raih handphone dan mulai ksave no yg dlembar kertas promo travel umroh itu.kuberi nama capung.
Aku: Assalamualaikum,benarkah ini travel umroh dan haji?berapa ongkos untuk suami istri ?
Chatku hanya centang satu.dtelfonpun tak aktif.patah semangatku mulai mematahkan asa.mungkin ini bukan nomor dia fikirku dalam hati.mungkin nomor teamnya.
Jumat pagi jam 9 tiba tiba ada balasan dari wa capung.
Capung: Waalaikum salam.iya benar.jawabnya singkat .
__ADS_1
Tapi walaupun jawabannya singkat sudah membuatku merinding serba salah.mencari kata kata yang pas untuk melanjutkan pembicaraan.
Aku: dada mulai sesak,tangan mulai gemetar seolah saya bertemu langsung dengan orangnya.mau tanya apalagi ya?aku mulai bingung.jangan jangan ada istrinya dekat dia?atau dia merasa benci kalau tau aku yang hubungi.
Kuberanikan lagi melanjutkan chat.
Aku: berapa ongkosnya pak haji?udah gratis pasport dan lain-lain?tanyaku lebih panjang biar lebih akrab.
Capung: 31juta belom pasport.lagi lagi jawabannya singkat padat.dia seperti yang dulu Coll dan terkesan angkuh.cover luarnya aja.
Tak terasa airmata menetes pada layar handphoneku dan kuberanikan diri melanjutkan chatku.
__ADS_1
"Saya capung peri.kemana aja kamu?aku kira kamu meninggal.mengapa kamu tak mencariku?"
saking bingung dan malu bercampur aduk.kata kata yang saya ucapkan langsung mengarah pada pertanyaan yang gak penting.kenapa bilang meninggal? kataku dalam hati,mengapa gak bertanya dengan pertanyaan yang lebih bagus atau apa kek.dan lagi lagi chat saya centang 1 lagi dia menghilang.
@@@@
Kala itu tahun 2009.disaat manis manisnya memadu kasih.sepasang Adam hawa yang saling memadu kasih.merangkai masa depan.menghayal kelak ketika sang peri akan dipersunting jadi sang ratu dsinggasana si capung.menjadi istri sekaligus orang yang dcintai membangun mahligai rumah tangga adalah sebuah impian semua pecinta.menjadi ibu dari anak anaknya adalah sebuah kebanggaan.menjadi rumah untuk berteduh dari hiruk pikuk dunia.menjadi tempat berkeluh kesah setelah seharian beraktivitas,menghidangkan kopi panas bersama rokoknya di pagi hari,mengelap dahinya dari peluhnya.memilihkan baju dan sarung yang serasi dan menyetrikanya.tertawa dan menangis bersama.intinya menikah dengan dia adalah impian terbesar dan sumber kebahagiaan.
Tapi semua impian itu buyar seketika,ketika capung pamitan mau mondok ke Mekkah untuk beberapa tahun lamanya.dan bak disambar petir ketika mendengar dia mengucapkan kata pisah dan meminta saya untuk menunggu.menunggunya selama 5tahun.bukankah itu bukan waktu yang sebentar?
Capung: saya hanya pergi untuk 5tahun saja menuntut ilmu di mekkah.dan pastikan aku kembali untukmu.ucapnya meyakinkanku.
__ADS_1
Dengan sesegukan aku jawab," aku tidak bisa capung,aku milik orang tuaku.jawaban apa yang ingin saya sampaikan pada orang tuaku nanti!terutama ayahku?.wali mujbirku memiliki hak penuh atasku.jawabku sesegukan.
Bak bom waktu,sisa waktuku dengan capung tinggal 1minggu.rupanya semua pasport dan perlengkapan penerbangan sudah dia siapkan jauh jauh hari.tapi dia juga butuh waktu dan keberanian untuk memberitahuku.dan jelas saja saya tidak siap dan tidak sanggup.