
James membuka pintu mobil dia masuk lalu duduk dikursi bagian kemudi. Sejak James duduk di bangku kuliah Ia sudah di izinkan mengemudi mobil sendiri oleh Maria dan Adam. Karena itu, jika James libur kuliah dialah yang mengantar dan menjemput Laura sekolah.
"Gimana ujian hari ini?" tanya James seraya memasang sabuk pengaman ditubuhnya.
"Lancar," sahut Laura.
"Usahakan dapat nilai yang bagus biar bisa masuk di kampus kakak. Karena, sekarang masuk ke kampus kakak benar-benar diseleksi nilainya," sambung James lagi. Dia mulai menyalahkan mesin mobil lalu kakinya menginjak pedal gas mobil. Roda mobil mulai bergulir meninggalkan parkiran sekolah menuju rumah.
James melirik ke arah Laura yang sibuk bermain ponsel, "Satu lagi selama ujian kurangi pacaran dan ngedrakor juga." Matanya kembali fokus ke depan.
"Apaan sih kakak, siapa yang pacaran? Aku balas chat dari Dea. Lagian Laura juga Uda janji selama ujian Laura berhenti ngedrakor sampai ujian sekolah selesai," sahut Laura.
"Baguslah kalau kamu berpikir begitu kakak ikut senang dengarnya," timpal James.
Laura mengabaikan pembicaraan James. Dia sesekali tersenyum sendiri namun terkadang dia juga manyun.
''Dek sesekali ponsel itu disimpan kasihan loh dipijit terus badannya pasti sakit bangat. Untung dia itu benda mati hanya pasrah diapain pemiliknya coba kalau dia hewan udah teriak-teriak meminta tolong," ujar James.
__ADS_1
"Bentar kakak, aku masih balas chat temanku," sahut Laura. Setelah membalas pesan dari Leo, ia pun memasukkan ponselnya kembali ke dalam tasnya. Laura mengalah karena dia sangat malas mendengar ocehan sang kakak.
"Hmm..." gumam James.
Karena keasyikan bercerita mereka pun tidak menyadari telah sampai dirumah. Bahkan James sempat melewati rumah mereka. Hingga mendapat pukulan di bahunya dari Laura barulah ia memundurkan mobil kembali ke rumah mereka.
"Makanya nyetir itu fokus," Laura terkekeh seraya membuka pintu mobil. Dia bergegas lari masuk ke halaman rumah.
"Bawel," sahut James.
"Udah pulang dari jalan-jalannya? Cepat bangat." Adam yang sudang menunggu di teras depan langsung mencerca Laura dengan pertanyaan membuat Laura menghentikan langkahnya. James yang sudah berdiri di samping Laura menatap bingung Laura.
Laura menggeleng dia menatap mohon pada James.
"Sore aja Pa, Laura capek katanya." jawab asal James. Dia tidak mengetahui maksud dari Laura. Tapi James tahu adiknya lagi butuh pertolongan dari dirinya.
Adam tidak menjawab lagi. Dia pun bergegas masuk meninggalkan Laura dan James di halaman depan. James yang penasaran kenapa Adam bertanya seperti itu?
__ADS_1
"Dek, apa maksudnya papa bertanya udah pulang dari jalan-jalan?" tanya James. Dia takut apa yang dikuatirkan dirinya benaran terjadi.
"Aaa...bentar kak, pertanyaan kakak nanti ya jawabnya sekarang Laura harus penuhi panggilan darurat dulu. Duh, perut Laura sakit banget." Laura membungkuk seraya memeluk perutnya yang sakit.
James yang kwatir menopang sang adik masuk ke dalam rumah. Dia membantu Laura menuju lantai dua. James pun membukakan pintu kamar Laura.
"Istirahat nanti aku minta pelayan antarkan obat dan makananmu. Nggak nudahbturun kalau belum benar-benar fit." suruh James.
"Siap bos." seru Laura.
Laura bergegas menutup pintu lalu mengunci kamarnya. Dia tidak sakit perut tapi hanya memgerjari James saja.
Pemuda berusai delapan belas tahun itu mengenal napas menghadapi sikap aneh Laura hari ini sedikit membuat dia pusing. Jamesoun berjalan ke kamarnya kebetulan kamar keduanya berada di lantai yang sama yaitu lantai dua. Sesampainya di kamar James mengeluarkan ponselnya dari kantong celananya dia menggeser layar ponsel lalu mulai mengirim pesan kepada Laura.
[Dek kenapa nggak bilang kalau tadi kamu ingin pergi mall?]
James penasaran dia ingin tau alasan Laura.
__ADS_1
[Aku berbohong. Bukannya tadi kakak berpesan aku harus menolak permintaan Papa? Ya aku sudah menuruti permintaan kakak.Tadi papa menelpon dia ingin menjemput aku makanya aku berbohong nanti aku dan kakak akan pergi sebentar ke mall.]
James membaca pesan dari Laura dia baru paham ternyata itu hanya untuk menghindari Adam. Dia pun tidak membalas lagi karena James tau adiknya pasti butuh istirahat karena capek mengikuti ujian hari ini.