Ku Akhiri Hidup Ayah Tiriku

Ku Akhiri Hidup Ayah Tiriku
Bab 34.


__ADS_3

Hari berganti hari waktu cepat sekali berlalu. Laura masih seperti biasa gadis berusia dua puluh delapan tahun itu sama sekali tidak berubah meskipun sibuk karena perusahaan miliknya semakin besar namun jadwal ia mengunjungi ayah kandungnya dan Adam tetap tidak berubah.


Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Siang itu Laura baru saja selesai meeting tiba-tiba ponselnya bergetar. Laura yang masih berada di dalam lift menuju ruang kerjanya, segera mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya. Dia menggeser layar ponsel ternyata Adam yang menelepon. Laura segera menerima panggilan dari Adam


"Holla... Papa..." sapa Laura dari sambungan telepon.


"Sayang... Papa sakit," Suara Adam lemah.


Laura tidak kaget karena Adam memiliki riwayat susah tidur efek obat terapi yang diminum Adam.


"Papa sakit apa? Kalau susah tidur sebaiknya obatnya di stop aja dulu, Pa," sahut Laura.


"Bukan sayang. Tapi Papa barusan jatuh di kamar mandi awalnya tidak kenapa-kenapa namun sekarang papa tidak bisa berdiri," sambung Adam.


" Ya ampun Papa.Laura segera ke sana ya papa." sahut Laura.


Tanpa menunggu jawaban dari Adam. Laura segara mengakhiri panggilan Adam. Ia segera menekan tombol lift menuju lobby. Akhirnya lift berhenti di loby Laura bergegas keluar dari lift.


Laura berjalan begitu cepat menuju tempat parkir mobil. Setelah sampai di tempat parkir Laura bergegas masuk ke dalam mobil. Wanita berusia dua puluh delapan tahun memacukan mobilnya sangat kencang menuju apartemen Adam.


Akhirnya tiga puluh menit dalam perjalanan Laura tiba juga di apartemen tempat Adam tinggal. Laura yang kwatir dengan kondisi Adam memberikan kunci mobil kepada Security untuk tolong parkirkan mobilnya.


💜💜💜


Adam berbaring lemah di ranjang. Dia merasa pusing dan kakinya tidak bisa bergerak. Awalnya Adam berniat menghubungi James namun Adam mengurungkan niatnya karena James terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga pemuda itu sering lupa menelpon ayahnya walaupun sekedar menanyakan kabar sang Ayah pun James kadang tidak sempat.


Laura menekan digit password pintu apartemen. Setelah pintu terbuka Laura masuk wanita itu bergegas menuju kamar Adam disana dia melihat Ayah tirinya sedang berbaring lemah diatas ranjang.

__ADS_1


"Papa...ayo Laura antar ke rumah sakit." ucap Laura. Dia menyentuh tangan Adam.


"Tapi papa tidak bisa berdiri, Nak. Kamu tidak bisa mengangkat tubuh papa yang berat ini," ucap Adam. Dia menatap Laura dengan tatapan yang aneh. Sudah terbiasa dengan tatapan aneh dari Adam, Laura memilih mengabaikannya.


"Laura tahu. Karena itu Laura sudah menghubungi pihak rumah sakit meminta mereka ke sini," jelas Laura.


Adam tersenyum, Putri tirinya itu patut di andalkan. Sementara Laura sibuk menyiapkan barang Adam yang akan di bawa ke rumah sakit.


Ting...Tong...


Bel berbunyi.


"Sepertinya itu dari rumah sakit," ujar Laura.


Adam mengangguk mengerti.


"Silakan masuk," ucap Laura sopan.


"Terima kasih,"


Empat orang perawat itu masuk mereka membawa kursi roda menuju kamar Adam dengan di dampingi Laura.


"Papa harus sembuh,".pesan Laura saat Adam di dudukkan di kursi roda.


"Okey sayang papa janji. Kamu tolong hubungi kakakmu." pesan Adam.


"Kakak dalam perjalanan menuju ke sini," sahut Laura.

__ADS_1


Tadi dalam perjalanan menuju apartemen Adam. Laura menghubungi James mengabarkan bawah Adam sakit. Mendengar ayahnya yang sakit James berjanji akan mengunjungi ayahnya segera.


💜💜💜


Laura mengikuti mobil ambulance dari belakang. Sesampainya di rumah sakit Adam pun langsung mendapatkan perawatan di ruang UGD.


Laura sibuk di ruang administrasi.


"Saya minta ruangan VIP," ucap Laura.


"Baik Ibu." sahut bagian administrasi.


Setelah mendapatkan pengobatan Adam di antar perawat menuju ruang rawat inap. Laura masih tetap setia menemani sang ayah tiri ia memastikan ayahnya benar-benar mendapatkan perawatan yang terbaik.


Hari pun semakin sore, James sudah tiba di rumah sakit. Karena sudah ada James, Laura berpamitan.


"Kakak, Laura pulang ya. Tolong jaga papa." pesan Laura sebelum ia pergi dari rumah sakit.


"Iya bawel." sahut James tertawa.


Adam sangat senang melihat kedekatan kedua anaknya itu.


"Papa malam ini papa di temani Kakak. Nanti besok Laura akan minta Berlian menemani papa di sini," ujar Laura seraya mengusap punggung tangan Adam.


"Papa nggak apa-apa kalau kalian sibuk, nggak apa-apa di sini ada perawat." jawab Adam.


"Kita nggak sibuk, Pa." seru James dan Laura bersamaan.

__ADS_1


Setelah bercanda sebentar Laura yang merasa seluruh tubuhnya remuk semua karena seharian bekerja dan harus mengurus Adam pamit pulang.


__ADS_2