Ku Akhiri Hidup Ayah Tiriku

Ku Akhiri Hidup Ayah Tiriku
Bab 29


__ADS_3

Akhirnya sidang perceraian Adam dan Maria pun tiba. Pagi ini Maria sudah bangun wanita paruh baya itu sudah bersiap-siap untuk berangkat ke pengadilan namun sebelum ke pengadilan Maria menyempatkan diri untuk sarapan bersama Laura.


"Sayang...Hari ini kamu ke kampus?" tanya Maria.


"Hmmm...Laura ada satu mata kuliah. Kenapa?" jawab Laura seraya menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Karena hari ini sidang putusan perceraian Papa dan mommy. Apa kamu mau ikut juga ke pengadilan?" Maria menaikkan satu alis matanya menanti jawaban dari Laura.


"Ide bagus. Laura ikut." sahut Laura.


"Baiklah kalau kau mau ikut segera bersiap-siap karena sidang akan di mulai pukul sepuluh nanti." jawab Maria.


"Baiklah."


Maria dan Laura melanjutkan sarapan tanpa ada percakapan lagi. Akhirnya Sarpan selesai Laura pun bergegas ke kamarnya. Dia sangat senang karena sejak Adam dan James pindah kembali ke rumah Adam, Laura belum bertemu lagi dengan James dan Adam.


Setelah satu jam bersiap-siap Laura keluar dari kamar ia berlari menuruni anak tangga.


"Ayo mommy, Laura sudah selesai." ucap Laura.

__ADS_1


"Okey..let's go..." seru Maria.


Dua wanita berbeda usai berjalan bersama me uju mobil.Laura memang awalnya sempat sedih ketika mendengar Maria memutuskan untuk bercerai namun setelah ia melihat pertengkaran kedua orang tuanya Laura dan James pun akhirnya setuju kedua orang tua mereka bercerai.


Maria mengenakan kamerja merah maroon tanpa lengan dipadu celana panjang hitam tidak lupa ia menenteng tas berw hitam dari salah satu brand tas terkenal dari Spanyol.


Mobil hitam mewah itu berhn telat di parkiran pengadilan. Maria dan Laura keluar dari mobil di depan pengadilan sudah ada Adam dan James yang berdiri di depan menunggu jadwal sidang perceraian mereka.


Maria dan Laura berjalan menghampiri Adam dan James masih seperti biasa James masih menghormati Maria begitupun Laura dia masih menghormati Adam sebagai papanya.


"Papa... " sapa Laura seraya memeluk Adam. Pria paruh baya itu pun langsung membalas pelukan putrinya.


"Sayang... apakabar?" jawab Adam.


"Papa setiap hari mikirin Mommy, kamu, dan Berlian." sahut James seraya di senyumin Adam.


Laura tidak tega melihat wajah sedih Adam tapi dia juga tidak boleh egois. Karena, sang ibu yang menderita jika terus dipertahankan rumah tangga kedua orang tuanya itu.


******

__ADS_1


Sidang perceraian telah selesai. Adam, Maria, James dan Laura keluar dari ruang persidangan. Tampak Laura sangat sedih begitu pun James dan Adam. Namun, berbeda dengan Maria, wanita itu sangat lega akhirnya dia bebas dari tekanan batin selama delapan belas tahun menikah. Sesampainya di parkiran mobil Laura menghampiri Adam dan James.


"Papa...Laura janji Laura akan terus mengunjungi papa." Laura memeluk Adam.


"Iya sayang, Papa titip Berlian dan papa juga janji sampai kapan pun kasih sayang papa ke kamu tidak akan pernah berubah." janji Adam. Ia pun membalas pelukan Laura.


"Terima kasih, Papa." sahut Laura.


Keempatnya pun memilih menggunakan satu mobil karena Adam dan James ingin bertemu Berlian yang tinggal bersama suster di rumah. Satu jam dalam perjalanan menuju rumah Maria akhirnya mobil pun berhenti di depan rumah Maria.


Adam, Maria, James dan Laura keluar dari mobil. James yang sudah sebulan merindukan Berlian bergegas menggendong Berlian yang sedang bermain bersama suster di ruang tamu.


"Adek..." sapa James. Seraya melayangkan satu kecupan di pipi Berlian. Balita itu sangat bahagia bertemu lagi dengan James dan Adam.


♥️♥️♥️♥️


Akhirnya Adam dan James pun pamitan pulang kembali ke rumahnya. Kedua orang tua itu sepakat tidak ada batasan untuk bertemu dengan anak-anak mereka.


Adam berpamitan kepaa Maria lalu ia menatap Laura. Laura yang sudah sangat menyayangi Adam sebagai ayahnya merasa sangat sedih dia menangis seraya memeluk Adam.

__ADS_1


James yang sedari duduk sembari memangku Berlian akhirnya berdiri memeluk Laura, "Jangan bersedih kakak akan terus ada di sisi kamu dan Berlian. Jika kamu membutuhkan bantuan Kakak jangan ragu untuk menghubungi kakak, pasti kakak akan datang membantu kamu." pesan James.


Laura tidak menjawab dia memeluk James sembari menangis.


__ADS_2