
Waktu berlalu begitu cepat Laura yang biasa di panggil sang ayah sebagai gadis manja kini telah berubah menjadi seorang bisnis woman sukses. Memiliki dua buah rumah mewah dan satu apartemen mewah serta beberapa koleksi mobil mewah Laura dapat di perhitungkan sebagai orang kaya di Spanyol. Ya tidak di ragukan lagi jika Maria menyebut Laura ada titisan dari Jackson.
"Ya, ada apa Papa?" jawab Laura melalui sambungan telepon. Laura kaget tanpa sadar mulut nya terbuka lebar lalu menutupnya dengan tangan kirinya. Laura tidak percaya dengan apa yang di katakan Adam barusan melalui sambungan telepon.
"Baiklah, nanti pulang kantor Laura mampir di tempat papa." jawab Laura.
Panggilan pun berakhir.
Tak terasa jam pulang kantor pun tiba. Laura bergegas merapikn meja kerjanya walaupun dia seorang Direktur Laura tidak bergantung kepada OB untuk merapikan meja kerjanya.
Setelah ruangan kerjanya rapi, Laura bergegas keluar dari ruang kerjanya. Dia berjalan menuju area parkir sesampainya di area parkir Laura membuka pintu mobil. Laura meletakkan tasnya diatas kursi samping kemudi lalu ia duduk di kursi kemudi.
Laura menyalahkan mesin mobil lalu kakinya menginjak pedal gas mobil. Tak terasa satu jam dalam perjalanan dan melawan arus macet dijalanan akhirnya Laura menghentikan mobil di depan rumah Adam.
Laura menghela napas saat ia melihat pria paruh baya itu tengah duduk di teras rumah seraya menopang kepalanya dengan kedua tangan. Pria itu sangat frustasi peternakan kupu-kupu yang ia rintis bersama sahabatnya bangkrut. Bahkan rumah yang ia tempati itu pun akan segera disita oleh pihak bank. Kini pria paruh baya itu tidak memiliki tempat tinggal, ia bingung menyewa apartemen tapi tidak memiliki cukup uang. Hendak menghubungi James tapi ia tidak tega mengganggu waktu kerja Putranya itu.
__ADS_1
"Papa..." Laura berlari kecil menghampiri Adam.
"Sayang...kau sudah datang?" Adam mengangkat kepalanya dia menatap nanar Laura.
"Tentu aku pasti datang." Laura mendudukan pantatnya di kursi samping Adam duduk.
"Terima kasih, masih menganggap aku, papamu," Adam tersenyum kecut. Laura memang berbeda dengan Putri kandungnya Berlian, gadis berusia tujuh belas tahun itu jarang sekali menjenguk ayahnya.
"Papa bicara apa sih? Kan' Laura sudah mengatakan berulang kali papa tetap menjadi papa Laura bahkan Daddy aja mendukung Laura merawat papa karena papa sudah mengganti posisi Daddy waktu Laura membutuhkan sosok seorang ayah setiap waktu." Laura menggenggam tangan Adam.
Orang kebersihan yang di telpon Laura pun sudah tiba, dengan arahan Laura semua barang milik Adam di packing dengan rapi dan semua sudah di masukkan dalam truk.
"Terima kasih, sudah membantu aku dan papaku." Laura memberi sebuah amplop coklat dan bersalaman dengan ketiga pria yang sudah membantu membersihkan rumah dan packing barang milik Adam.
"Sama-sama. Kami permisi," ucap ketiga pria itu karena mereka juga di minta untuk ikut ke apartemen membantu merapikan barang-barang milik Adam di apartemen nanti.
__ADS_1
"Papa duduk di depan saja, biar Laura yang menyentir," pinta Laura.
Adam pun menurut dia masuk dan duduk di kursi bagian samping kemudi. Laura mulai menyalahkan mesin mobil kakinya menginjak pedal gas, wanita itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena truck yang membawa barang Adam mengikuti dari belakang.
Tak terasa tiga puluh menit dalam perjalanan akhirnya Laura menghentikan mobil di depan lobby apartemen.
Laura dan Adam segera keluar dari mobil, keduanya berjalan menuju truck. Dua orang pria membawa barang bawaan Adam ke dalam apartemen Laura. Usai semua barang dimasukkan ke dalam apartemen. Dan dirapikan oleh kedua pria itu. Laura pun membayar kedua pria itu lalu keduanya pun pulang.
Kini di apartemen hanya Laura dan Adam. Karena, hari pun sudah sore Laura pamit pulang.
"Papa ini password apartemen papa boleh tinggal disini untuk selamanya karena apartemen ini Laura hadiahkan untuk papa. Papa Jangan kwatir setiap hari Laura akan berkunjung ke sini. Jika sakit segera hubungi Laura." ujar Laura.
"Terima kasih sayang," ucap Adam.
"Sama-sama papa. Nanti Laura akan meminta Berlian ke sini jenguk papa. Baiklah karena sudah sore Laura pulang ya, Pa." pamit Laura.
__ADS_1
"Okey. Kamu hati-hati di jalan." pesan Adam