
Alamr jam berdering, Laura mengerjap ia meraih jam yang terletak diatas nakas. Laura bangun ia duduk menyenderkan kepalanya di headboard ranjang.
"Pukul enam pagi." gumam Laura seraya mengusap wajahnya karena sebenarnya
dia masih mengantuk tapi karena semalam sebelum tidur dia sudah berjanji akan berkunjung ke rumah Adam jadi mau tidak mau Laura harus bangun pagi.
Laura beranjak dari ranjang dia berjalan menuju kamar mandi. Tiga puluh menit melakukan ritual pagi dan membersihkan diri di dalam kamar mandi Laura pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk kimono berwarna putih seraya tangannya mengusap rambutnya menggunakan handuk kecil putih yang membungkus di kepalanya.
Laura menarik kursi didepan meja rias lalu ia pun duduk tangannya mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut pirangnya.
Setelah mengeringkan rambutnya Laura mengambil make up lalu memoleskan make up natural di wajahnya tidak lupa Laura mengambil lipstik lalu menggoreskan di bibirnya. Laura mengecap-ecap untuk memastikan lipstik di bibirnya sudah rata. Setelah memastikan lipstik dan bedaknya sudah pas dan wajahnya sudah cantik. Laura segera mengganti pakaiannya, pagi ini Laura mengenakan celana jins biru dan blouse tanpa lengan berwarna putih dipadu dengan sepatu kets berwarna putih dan tas selempang berwarna hitam. Setelah yakin penampilannya sudah pas Laura bergegas keluar dari kamar ia berjalan menuruni anak tangga meuju ruang makan.
__ADS_1
Karena, selain mengunjungi rumah Adam. Hari ini juga hari pertama Laura bekerja paruh disebuah perusahaan periklanan design interior.
"Pelayan... Makanan yang tadi malam saya pesankan sudah di masak?" tanya Laura seraya menarik kursi untuk duduk.
"Sudah non," pelayan itu meletakan dua paperbox yang sudah ditata ususnya dengan rapi di dalam box itu lalu meletakkan di depan Laura.
Terima kasih," ucap Laura tersenyum.
Laura pun mulai sarapan karena sudah hampir telat Laura memilih sarapan lebih dulu, dia tidak menunggu Maria karena menurut peyalaya Maria baru saja kembali ke kamarnya untuk tidur.Wanita paruh baya itu akhir-akhir ini sering mengeluh sakit kepala.
Setelah sarapan Laura membawa dua paperbox itu menuju mobil mewahnya yang di ekijan Jackson satu bulan lalu.
__ADS_1
Ting...Ting...Ting...
Laura membuka pintu mobil ia meletakkan paperbox itu di kursi bagian depan saling kursi kemudi. Setelah meletakkan paperbox dengan baik dan yakin tidak akan jatuh barulah Laura masuk ke dalam mobilnya. Laura memasang sabuk pengaman dengan baik lalu ia pun mulai menginjak pedal gas,roda mobil mulai bergulir lalu memacukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah satu tiga uluh menita dalam perjalanan akhirnya Laura tiba di rumah Adam. Gadis cantik itu mematikan mesin mobil lalu ia keluar dari mobil dengan membawa dua paperbox di tangannya.
Laura langsung masuk tanpa membunyikan bel pintu depan. Karena kebaikan Adam setiap pagi dia sudah membuka pintu pagar depan.
"Pagi papa..."sapa Laura.
Ini pertama kali Laura datang ke rumah Adam setelah perceraian kedua orang tua itu.
"Pagi sayang..." Seperti biasa Adam yang sedang menyiram bunga di pekarangan mematikan air lalu meletakkan selang diatas tanah dan menyusul Laura ke dalam rumah.
__ADS_1
"Pagi-pagi udah ke sini? Laura ngga kuliah?" Adam yang sudah berdiri di belakang salah satu kursi di ruang makan memperhatikan Lauta mengeluarkan beberapa kota makanan yang tersusun di dalam paperbox itu.